
ke esokan harinya Radit sudah berkompromi dengan Adi untuk membeli anak cabang perusahaan yang sekarang di tempati oleh ayah tari. Radit pun menelfon ayah tari dan berjanji bertemu di hotel Golden Wijaya .
Hotel telah berganti nama 2 hari yang lalu karena Radit ingin memakai nama nya di setiap perusahaan yang akan di milikinya di masa depan.
"Pagi nak radit, pagi bos.... "Adi menyebutkan nama nya saat berjabat dia belum mengetahui siapa direktur dari hotel tersebut.
Jadi kata radit perusahaan anda membutuhkan dana sebesar 25 milyar untuk permasalahan hutang di bank apa benar ?....
Benar sekali pak Adi kantor pusat pun sudah melepaskan bagi siapa yang ingin membeli ataupun berinvestasi pada anak cabang ini.
Kalau begitu langsung saja saya bertanya untuk membeli perusahaan tersebut butuh biaya berapa ?.. Ayah tari pun kaget mendengar ucapan dari Adi, ia tak mengira langsung mau di beli.
Perusahaan mengeluarkan data kalau mau mengakuisisi nya paling tidak dana yang di butuhkan adalah 45 milyar dan itu sudah di potong oleh hutang perusahaan .
Radit mencolet dan memberikan jempol kepada Adi. Baiklah kalau begitu saya menunggu dokumen lengkapnya dan saya harap lusa kita dapat bertransaksi.
Ayah tari bahagia karena perusahaan dan karyawan nya selamat. Adi menyerahkan cek senilai 30 milyar sebagai uang muka.
__ADS_1
Baiklah secepatnya akan saya bereskan dokumen dokumen yang di perlukan. Ayah tari bersemangat saat mereka mengakhir pembicaraan dan pamit pulang.
Pak adi boleh saya pinjam radit sebentar ?? saya ingin berterima kasih kepadanya karena telah mempertemukan saya dengan anda...
Oh silahkan aku tidak menghalangi. kalau begitu saya permisi ucap Adi dan membungkuk di hadapan radit.
Ayah tari sempat bingung mungkin dia membungkuk karena menghormati Aku, simpul ayah tari dalam benaknya.
Nak radit paman sangat berterima kasih karena kamu telah menyelamatkan perusahaan tempat di mana paman bekerja !!... iya paman tidak apa apa paman kita harus saling membantu.
Kalau kau mau paman bisa membantumu menjadikan mu calon menantu paman. Radit setengah tak percaya dan hampir pingsan mendengar ucapan ayah tari seperti bom yang meledak di telinga radit.
Ah gampang nanti akan paman atur kamu tenang saja ya. sambil memberikan jempol kepada radit. Radit merasa tidak enak dengan tindakan Ayah tari.
***
Jepang di saat yang sama.
__ADS_1
Tuan wijaya... kami mendapatkan kabar bahwa ada hotel yang berdiri di kota S bernamakan Golden Wijaya. kami mengira itu adalah tuan muda Radit.
Wijaya yang sudah tua pun dengan semangat ia berdiri melupakan kakinya yang sudah tidak sanggup berdiri yang saat ini terduduk di kursi roda.
Selidiki dengan cepat aku ingin mendengarkan hasilnya dalam waktu 2 minggu Cepat... !!!
Baik tuan kami akan bergerak sekarang. Dengan gerakan yang sangat cepat mereka menghilang dari hadapan tuan wijaya.
Nak kau kuat seperti papamu bisa mendirikan Usahanya sendiri . Tuan wijaya bangga pada cucunya radit yang ia tidak ketahui wajahnya.
Radit berniat ingin belajar mengendarai mobil karena dia juga capek menaiki motor terus.
Motor ini begitu berat aku sering letih, lebih baik aku meminta Adi mengajariku.
Radit "Adi ajarkan aku menyetir mobil kau sempatkan ?
untuk tuan apa yang tidak ku sempatkan. Adi mengiyakan perintah Radit.
__ADS_1
Mendengar hal itu Radit pun bersemangat, kau bawa mobil kantor dan jemput aku untuk belajar di apartment ini.
Radit kayak nya mau beli mobil... ayo guys kira kira mobil apa yang cocok buat radit. bos besar nih hehehehe..... Jangan lupa like nya guys dan subscribe biar dapat berteman. terima kasih