
Sang kakek mulai berlinang air mata, dia dengan tulus meminta maaf kepada Radit.
Maafkan aku... maafkan aku. aku harus bagaimana agar kau menerima semua hakmu ini ??... tanya Tuan Wijaya yang sedang menatap wajah cucuk nya.
Aku tak tau harus bagaimana yang jelas aku tidak ingin bernasib sama seperti ayahku yang kau kekang hingga dia meregang nyawa " Radit menunduk dah menahan tangisnya karena dia juga merasa geram terhadap kakek nya.
Kalau begitu biarkan aku Harakiri sekarang. agar semua asetku otomatis jatuh kepadamu !!
Sang kakek membuka bagian atas bajunya dan terlihat tato naga dan elang yang bersamaan di punggung sang kakek. Radit yang melihat sang kakek akan membunuh dirinya pun tidak tahan melihatnya.
Dengan perlahan dia mengeluarkan pedang pendek nya dari sarung pedang , ia sudah akan memulai harakiri. Semua pengawal bersujud memohon kepada Radit.
Tuan pikirkan kembali dan tolong maafkan Tuan wijaya demi kami semua !!! serempak mereka memohon kepada radit.
Radit melihat sang kakek yang tidak jauh berada di depan nya sudah menghunus pedang nya dan mengarah ke bagian bawah perut tua itu.
__ADS_1
Hemph... sang kakek mengeluarkan tenaga untuk menusuk bagian yang sudah ia targetkan.
seketika tangan kiri Radit memegang mata pedang itu dengan kuat hingga patah, KLLAANGG...... Tuan wijaya menatap radit merasa tak percaya dengan tenaganya.
Jangan pernah begini lagi, lain kali aku tak akan memaafkan mu. Jelas radit sambil membuang muka tidak ingin menatap wajah sang kakek.
Sang kakek bersujud dan menangis dengan pelan... Maafkan aku... maafkan aku. dia menangis sejadi jadinya melupakan bahwa dia Seorang Wijaya yang besar.
Radit pun tak tega melihat sang kakek dengan bertelanjang dada bersujud seperti itu.
Sang kakek berdiri sambil menatap sang cucuk, aku tidak akan mempermasalahkan siapa yang kau cintai.
Aku tidak mau kesalahan yang sama terulang. Jelas sang kakek tidak mau terulang kembali dia sangat menyesali perbuatan nya.
Aku memohon kepadamu dengan sangat, tolong terimalah Harta yang memang Hakmu !!!.... aku membesarkan nama Wijaya dengan seluruh kemampuan ku dan di lanjutkan oleh Ayahmu.
__ADS_1
Bila tak ada dirimu bagaimana dengan seluruh orang yang bekerja kepadaku ??!!...
Radit baru sadar ternyata kakek dan sang Ayah nya memikirkan nasib orang banyak. Dia di jalan yang benar tapi melakukan dengan cara yang salah. aku harus memulai nya bagaimana ??!!
Tanya radit dengan wajah tertunduk Lesu dengan menerima permintaan kakek nya.
Tuan wijaya yang seakan tak percaya bahwa cucuk nya menerima pemberian nya yang terakhir. Berlinang kembali air mata sang kakek, sambil memeluk cucuk nya yang lebih tinggi darinya.
Kau akan ku ajarkan semua nya agar kau menjadi seorang Wijaya yang kuat dan benar, dan yang pasti kau harus melampaui aku dan Ayahmu.
Radit tak bisa berkata apa apa lagi, dia melihat teman nya yang masih tidak sadarkan diri. Bagaimana dengan Semua bawahanku ??... mereka juga semua orang yang aku sayang !! Radit melihat sang kakek dan mulai melepaskan pelukan hangat itu.
Mereka juga orangmu tidak akan ada pengaruh apa pun, Segera Sadarkan mereka !!! perintah kakek wijaya dan keluarlah seorang lelaki yang usianya sekitar 47 tahun. Jleb jleb jleb.... Orang itu segera menotok syaraf di leher para bawahan Radit. dan mereka pun dengan perlahan kembali tersadar.
Ya bagaimana pun itu adalah kakek nya Radit pasti ada merasakan sedikit senang mengetahui dia tidak sendiri....
__ADS_1
Ayo guys like dan komen nya biar semangat nih ngetik nya.... terima kasih