Pengemis Mendadak Kaya

Pengemis Mendadak Kaya
70 % Saham Sungkono


__ADS_3

Nyonya Sungkono pun dengan melihat kotak nya saja sudah terpukau, Ketika di buka terlihatlah satu set Giok Merah dengan sedikit berukir Naga itu mengeluarkan Pantulan Yang menyilaukan karena terkena lampu sorot.


Nenek pun dengan melihatnya saja sudah merasakan senang sementara Tari dan orang tua nya terkejut melihat Radit dengan pemberian nya.


Orang orang mulai berbisik dan ada salah satu dari keluarga sungkono menyatakan. Nenek perhiasan itu kalau tidak salah lihat adalah yang di beritakan baru baru ini di Negara kita. Nenek menoleh dan bertanya... Apa berita dari perhiasan ini ??...


Dia pun menjawab dengan agak tidak yakin karena tidak melihatnya secara langsung. Seorang Lelaki Membeli Perhiasan itu di kota S dengan harga 7 milyar. Sontak semua orang kaget dengan Kabar yang berada. Karena Orang yang mendapat kabar itu rata rata adalah kolektor perhiasan dan orang orang Elite di berbagai negara.


Nenek pun memandang Radit dengan tatapan menyelidik " siapa anak ini sebenarnya. Radit yang sudah memucat karena hampir ketahuan pun terdiam tanpa bisa bersuara.


Tidak mungkin, potong paman Tari. Kalau pun iya kurasa itu hanya tiruan... dan harganya tidak lebih dari 2 atau pun 3 juta. Para hadirin pun segera bergosip , iya mungkin saja sebab asal usul lelaki itu katanya hanya karyawan biasa di Hotel Golden Wijaya.


Mau ini tiruan ataupun Asli yang terpenting adalah niat nya memberikan kepadaku. Dan terima kasih nak Radit, Hadiah ini ku terima dengan senang hati.

__ADS_1


Tari pun menghembuskan nafas lega. Huhh hampir saja radit ketahuan, mana mungkin itu asli apalagi harga nya mencapai 7 milyar. Dia berbicara sambil memegang kalung pemberian radit.


Radit pun merasa lega karena tuduhan itu menyelamatkan nya. hadeeh kalau ketahuan bisa bisa rencanaku hancur ,sambil tersenyum kecut radit berbicara dalam hati.


Acara pun berjalan dengan sebagaimana mestinya hingga akhirnya paman radit mengumumkan akan melelang saham Sungkono Sebesar 50% dan akan di adakan di ruangan Aula hotel. Sekarang bagi yang ingin mengikuti pelelangan harap turun menuju Lobby Hotel dan yang tidak mengikuti silahkan nikmati hidangan.


Semua terkejut mendengarkan Pernyataan Anak ke dua Dari nyonya sungkono. Nenek sudah tau kah saham akan di lelang ?? Tanya Mamah tari kepada nenek.


Ya sudah mah... kita hadapi saja bagaimana ke depan nya nanti. Mamah Tari tetap menyemangati nenek agar tidak terlalu di pikirkan, takut nya jatuh sakit bisa bisa hancur semua. Pikir Bu sri dalam hatinya.


Rata rata semua orang di sana mengikuti ke aula hotel walaupun mereka tidak mempunyai keberanian tapi mereka ingin tau Bahwa siapa yang akan memiliki saham Sungkono sebesar 50% di masa depan.


Ketika pintu aula sudah di tutup dan mereka memulai lelang tersebut. Harga lelang di buka dengan harga terendah saat ini sebesar 400 milyar.

__ADS_1


Tok 420 milyar. Tok 450 milyar. Tok 480 milyar. Tok 500 milyar. Saham sungkono memang sangatlah mahal karena aset dan nama produk produk mereka lumayan terkenal di seluruh penjuru negara ini.


Hingga Harga sampai pada 920 milyar satu kali. 920 milyar dua kali. Dan Adi mengangkat tangan nya. 1 triliun. Baik ,Tok 1 triliun. Tok1.1 triliun . Harga yang fantastis Paman dan anak nya merasa senang karena hutang bank dan Harga sudah jauh sehingga mereka masih bisa mendapatkan keuntungan.


Adi langsung menoleh Radit dan memberi isyarat. Baik tuan akan saya kerjakan. Adi mengangkat tangan nya dan menghentikan pelelangan. Saya ingin menyampaikan pesan dari Tuan Wijaya.


Semua orang terhenti ketika perusahaan Terbesar di negara nya akan berbicara melalui Tuan Adi.


keluarga sungkono pun merasa tak percaya bahwa Tuan Wijaya ingin menyampaikan sesuatu di saat seperti ini.


Tuan Wijaya menawarkan Kepada pihak sungkono . Tuan wijaya akan ber investasi sebesar 2 Triliun dan dia mengharapkan 70% dari saham Sungkono.


Seketika aula hotel menjadi heboh karena kalimat tuan Adi. Bagaimana selanjutnya ?? tetap di pantai ya guys update selanjutnya. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2