
Ting
Ting
Ting
Suara dentuman sendok yang bertemu dengan mangkok jago. Suara khas kang bubur di pagi hari, membuat Aska merasa sangat lapar.
Dia sama sekali tak bisa tidur tadi malam karena memikirkan Utari. Jika pun ia bisa tidur, dia akan bermimpi tentang Utari yang hidup jaman kerajaan.
Aska sama sekali tak faham, kenapa Utari bisa menguasai otaknya dalam jangka waktu yang singkat.
Dilihat dari perangi dan juga sifat, Utari bukanlah tipe wanita idealnya. Tetapi jika dilihat dari fisik, Utari menang juara satu. Tapi untuk apa cantik dimata, busuk dihati, yaaa percuma.
"Bubur Bang, satu!" seru Aska pada Kang bubur.
"Pucet amat, Mas! Kayak habis ketemu hantu!" Bang Jack mulai mengeluarkan kebiasaannya yang suka bercanda dengan pelanggan-pelanggannya.
"Bener bang, aku habis ketemu hantu!" Aska sebenarnya malas, menanggapi candaan Bang Jack hari ini.
Selain kurang tidur, mental Aska juga sedang terganggu karena ulah Utari.
Lelaki gagah yang tidak mempunyai riwayat penyakit apa pun itu. Tiba-tiba sering merasa dadanya sesak dan sakit, seperti sebilah pedang menusuknya
Aska juga mulai cemas secara tiba-tiba. Ketika dia mandi, makan, buang air besar, saat apa pun. Aska pasti akan celingak-celinguk untuk memeriksa apakah Utari tiba-tiba datang.
Teror yang dilakukan oleh Utari kepada Aska, benar-benar membuat Aska gila.
"Hantunya nyeremin ya, mas???" tanya Bang Jack kepo.
"Bener dia nyeremin!" kata Aska, yang kembali mengingat. Saat dia memergoki Utari, yang sedang berciuman mesra dengan adiknya. Padahal beberapa detik yang lalu, Utari menciumnya dengan penuh gairah.
Bahkan p€l@cur murahan, tak akan melakukan hal yang tidak senonoh semacam itu.
"Setan alas!" Aska mengerutu dengan keras dan jelas.
"Mas Aska ngatain saya?!" tanya Ratih, yang entah sejak kapan sudah berdiri di dekat Aska.
__ADS_1
"Dek Ratih?!" Aska tentu saja terkejut. "Nggak dek, Mas nggak mungkin ngatain kamu begitu! Mas hanya...Masih mimpi aja!" Aska mencari alasan sekenanya.
"Mas, saya mau bicara bedua sama Mas Aska!" Ratih tampak sangat malu-malu, sebab selain dirinya yang berpenampilan syar'i, seharusnya tak pantas mendekati cowok duluan. Dirinya juga begitu menyukai Aska, dan Ratih ingin Aska tak menolak permintaan ayahnya untuk segera menikahinya. "Nanti setelah Mas Aska selesai makan bubur, Mas Aska datang ke Musola Jami yaaa!" lanjut Ratih.
Gadis solehah itu sama sekali tak berani memandang mata Aska, saking malunya.
"Iya Dek Ratih! Mas Aska pasti akan kesana setelah makan bubur!" kata Aska dengan nada lemah nan manja.
.
.
.
.
"Kau tau apa yang paling kubenci di dunia ini, selain keparat yang mengutukku dan menghianatiku?!" Utari sudah ada di sebuah atap gedung tinggi, padahal hari masih menunjukkan pukul enam pagi. "Bangun pagi! Aku bahkan tak sempat menata rambutku, karena ulahmu!" Utari mengerutu pada seorang manusia yang mencoba lari darinya.
"Kau pikir dengan pergi ke Paris, kau bisa kabur dariku?!" Utari memang baru saja dari Paris, tanpa pesawat tentunya. Untuk menyeret manusia yang mempunyai perjanjian goib dengannya, kembali ke Indonesia.
Alasannya Utari tak bisa bahasa Paris, jadi dia tak mau membuat keributan di negara asing. Susah menghipnotis orang, jika kita tak tau bahasa mereka.
Gadis iblis itu berjalan santai, padahal manusia yang ia kejar sudah berlari kalang kabut tak jelas karena ketakutan.
Akhirnya setelah lama berputar-putar, manusia itu diam di tempat sambil menata nafasnya yang mungkin tak lama lagi.
"Bernafaslah dengan tenang dulu! Aku akan memberimu sedikit waktu!" Utari mengelus rambut lurusnya yang dia ikat kebelakang saja, agar tak berantakan terkena angin.
Manusia yang dikejar Utari adalah seorang wanita yang sangat cantik. Dengan wajah selevel surga dan body yang pasti digilai oleh semua lelaki normal.
"Ampuni saya Ndoro!!! Tolong ampuni saya!" gadis cantik jelita itu memohon pada Utari dengan mata berkaca-kaca yang menyedihkan.
Tampaknya Gadis cantik itu tau jika dia akan segera mati, untuk menebus perjanjiannya dengan Utari.
Utari yang merasa sudah memberikan cukup banyak waktu, untuk gadis cantik itu segera mengeluarkan sebuah buku kuno entah dari mana.
"Bunga Tania Rodes. Kau harus membayar kontrakmu untuk dua tahun kedepan!" kata Utari yang sedang membaca isi kontrak Bunga Tania, sang artis yang sangat terkenal dan dipuja semua manusia di seluruh negri Indonesia.
__ADS_1
"Pilih salah satu! Nyawamu, atau nyawa orang yang kau cintai?!" Utari menutup kembali buku kunonya yang sangat tebal.
"Makin hari, makin berat saja ini buku! Berapa banyak lagi, jiwa yang harus kukumpulkan?!" Utari memang selalu mengeluh setiap mengeluarkan buku kutukannya.
Entah berapa ribu jiwa pendosa yang berhasil dia kumpulkan selama 1000 tahun. Jiwa-jiwa yang akan menjadi bahan bakar api neraka, nantinya.
"Sekarang pilihlah, nyawa siapa yang akan kau berikan padaku sekarang?" tanya Utari pada Bunga.
Bunga hanya bisa menangis tersedu-sedu, karena dia merasa menyesali perbuatannya. Dia menyesal telah membuat perjanjian dengan Utari si Dewi Penjaga Alam Buana.
"Wajah cantikmu, tubuh sempurnamu dan suara merdumu! Apa kau ingin kembali cacat seperti dulu?" tanya Utari dengan nada mengintimindasi.
Bunga kembali mengingat, bagaimana dulu ia sampai bisa mengenal Utari.
Dulunya Bunga adalah gadis yang cantik, tapi tak secantik sekarang. Bunga juga sehat dan pintar.
Meski bukan kembang kampus, Bunga banyak dikejar-kejar oleh banyak lelaki. Karena latar belakang keluarga, kecantikan dan juga kepintarannya.
Vernon, lelaki setengah bule Rusia yang sangat tampan. Lelaki setampan Vernon bahkan juga mengejar Bunga saat itu.
Siapa yang tak jatuh cinta pada lelaki Indonesia blasteran Rusia yang kaya raya seperti Vernon. Meski terkenal PakBoy, tapi menjadi korban permainan cinta panas seorang Vernon, adalah sebuah pencapaian yang ingin dinikmati oleh banyak wanita dikampus Bunga.
Bodohnya Bunga kala itu, gadis polos yang masih perawan itu mau-maunya diajak liburan ke sebuah pulau terpencil di Jakarta.
Bunga berpikir Vernon hanya mengajaknya saja, ternyata banyak teman cowoknya yang juga diundang Vernon ke pulau itu.
Ternyata Vernon mengaet Bunga, hanya untuk menjadi kue ulang tahun Vernon ke 21. Bunga berakhir dinikmati beberapa pria di pulau terpencil itu.
Tak hanya diperkosa banyak lelaki muda, Vernon dan kawan-kawannya berusaha membunuh Bunga ketika Bunga melaporkan mereka ke polisi.
Singkat kata Bunga dan keluarganya kecelakan hebat, saat hukum untuk Vernon diproses. Kedua orang tua Bunga meninggal dan Bunga selamat tetapi wajahnya hancur, pita suaranya rusak dan separuh badannya hampir remuk.
Tak ada satu dokter pun, yang bisa merekrontruksi tubuh Bunga. Sampai Bunga didatangi oleh Utari.
Awalnya Bunga tak mau berkerja sama dengan Utari, tetapi saat melihat Vernon dan teman-temannya dibebaskan akan tuduhan pemerkosaan. Bunga akhirnya setuju untuk balas dendam kepada teman-teman Vernon.
Dengan tubuh baru dan identitas baru, Bunga mendekati Vernon dan membuat semua lelaki yang memperkosanya di pulau gerpencil, mendapatkan balasan yang setimpal dengan bantuan kekuatan Utari.
__ADS_1
Sebagai gantinya, Utari meminta Bunga untuk menumbalkan nyawanya atau nyawa orang yang ia cintai dua tahun kemudian.
Karena tanggal perjanjian mereka yang tinggal 10 hari, Utari meminta keputusan Bunga. Apakah gadis cantik itu ingin menumbalkan nyawanya sendiri, atau nyawa pria yang ia cintai.