
"Jadi pekerjaanmu itu apa? Mengejar jiwa-jiwa pendendam gitu?" Aska mulai kepo dengan pekerjaan Utari si gadis iblis.
"Meskipun kujelaskan kau juga tidak akan mengerti!" kata Utari yang malas mengaljabarkan semua pekerjaan yang harus dia tangani di dunia ini kepada Aska. "Sekarang, kau pilih jauh dariku atau selalu berada di dekatku?" tanya Utari.
Satu-satunya tujuan Utari memberikan anugerah indra keenam kepada Aska adalah agar Aska mau menjadi budaknya, sampai seluruh bunga di pohon kutukannya mekar dan gugur.
"Hehhhh?!" Aska tentu saja kaget. "Pilihan macam apa itu?!".
"Jika kau memilih jauh dariku, itu artinya kau harus menghadapi seluruh hantu yang akan datang padamu!
"Tapi jika kau memilih berada di dekatku, aku yang akan mengurusmu hantu-hantu sialan itu untukmu!" kata Utari dengan cepat.
Gadis iblis itu tidak ingin berkata-kata manis untuk merayu Aska. Baginya tawarannya ini sangat lumayan dan tidak mungkin ditolak oleh Aska.
"Apa pun yang terjadi, aku tidak ingin menjadi budak iblis sepertimu!" kata Aska tanpa keraguan sedikit pun.
"Baiklah!" Utari tanpa kesal karena penawarannya langsung ditolak oleh Aska. "Jangan pernah memanggil namaku lagi!".
"Nggak... Aku nggak akan pernah memanggil, namamu yang menjijikan itu!" Aska juga kesal terhadap Utari yang seenaknya memberikan anugerah indra keenam kepadanya.
"Awas jika kau memanggil namaku! Akan kupisahkan kepalamu itu dari tubuhmu!" ancam Utari.
"Oke oke oke... sekarang pergi sana!" Aska dengan sangat berani mengusir Utari dari kosan sempitnya.
Utari yang tampak tidak punya harga diri di depan Aska, hanya bisa melakukan teleportasi untuk berpindah tempat.
.
.
"Awas saja jika kau memanggil namaku lagi!!!" Utari yang sudah berpindah tempat, bergumam kesal.
Sekarang dia berada di kediaman Kanaya, siluman ular hitam yang doyan sekali bersenggama dengan manusia lelaki tampan.
.
.
__ADS_1
"Memangnya aku apa??? Aku ini manusia yang taat agama! Aku nggak boleh lemah pada setan jenis apa pun!" Aska berorasi pada dirinya sendiri. Agar dia teguh dengan agama yang belum lama ini ia pelajari, demi dekat dengan Ratih.
Belum sempat Aska berorasi lebih panjang. Sebuah tangan besar dengan kuku panjang, berlendir mengelayut mesra di salah satu bahu Aska.
Dingin dan becek, menjijikan dan menakutkan. Aska terdiam sambil menahan nafasnya, mencoba untuk tidak bergerak sedikitpun. Tetapi tubuhnya tidak merespon perintah otaknya, sebab tubuhnya telah bergetar hebat sekarang.
"Utari!" Aska tidak bisa menahan untuk tidak memanggil gadis iblis itu.
Sebab dia merasa, bahwa makhluk apa pun yang sekarang sedang memegang bahunya bukanlah hantu biasa.
"Aku mohon Utari! Tolong aku kali ini saja!" Aska berusaha untuk diam saja, tetapi dia tak bisa menahan tubuhnya yang tambah bergetar.
"Kau kenal Penjaga itu?" tanya sebuah suara yang mengelegar bagaikan gemuruh di langit mendung.
Aska masih terdiam membisu, dia tak bisa bergerak dengan bebas. Entah kenapa tubuhnya benar-benar kaku tak bisa digerakkan sama sekali.
"Aku hanya ingin sedikit bicara padamu. Akan kuberi kau sebuah nasehat!" kata pemilik cakar hitam besar dengan suaranya yang amat besar.
Kini bukan hanya satu tangannya yang mencengkeram bahu Aska, tapi dua-duanya. Hingga kedua tangan besar itu menutupi seluruh bahu Aska yang lebar.
"Si Hantu Selokan bilang padaku, bahwa kau dan Penjaga punya hubungan khusus!" tanya Si Hantu Cakar Besar.
Tetapi memang benar jika dirinya dan Utari tidak mempunyai hubungan yang jelas.
"Kudengar kau musuh Sang Penjaga di masa lalu!" ucap Si Hantu Cakar Besar.
"Musuhnya di masa lalu?" Aska berpikir sambil menahan takut, dia hanya berharap semoga Si Hantu Cakar
Besar tidak memperlihatkan wajahnya ke arah Aska.
"Dia punya banyak musuh di masa lalu! Setauku begitu!" Hantu Cakar Besar, mulai bergerak dari tubuh bagian belakang Aska.
Aska yang tidak mau melihat visual menyeramkan milik Si Hantu Cakar Besar, malah memejamkan matanya.
"Dia bahkan mengirim semua hantu pendendam ke Akhirat dengan mudah! Kenapa dia membiarkan kamu hidup???" Si Hantu Cakra Besar terus saja mengoceh, hal-hal yang tidak dimengerti oleh Aska.
"Kau pasti orang yang sepesial bagi Penjaga!" ucap Si Hantu Cakar Besar. "Tapi kenapa kau tak punya benang takdir???".
__ADS_1
Hantu Cakar Besar, tampaknya mempunyai kekuatan goib yang cukup tinggi. Karena dia bisa melihat Aska yang tidak mempunyai benang takdir apa pun.
"Manusia yang tidak mempunyai benang takdir di tangannya, biasanya tidak akan hidup lebih dari satu tahun. Tapi kenapa, kau bisa tumbuh besar seperti ini?!" Hantu Cakar Besar pun juga heran, terhadap keadaan Aska yang terbilang sangat langka itu.
"Buka matamu!!! Biar aku lihat masa lalu mu!" Hantu Cakar Besar sudah berada di hadapan Aska. "Jangan membuatku memaksa dirimu!" Suara menggelegar si hantu tangan besar, masih belum terdengar naik nadanya.
"Nggak, nggak akan kubuka mataku! ucap Aska.
"Ayo, lah sebentar saja!" Hantu Cakar Besar mencoba merayu Aska.
Tangannya yang seperti tangan alien di film-film, berselaput penuh lendir menghitam yang membusuk. Ukuranya yang melebihi tangan-tangan manusia pada umumnya. Mulai menyentuh wajah Aska yang mulus nan rupawan.
"Dari garis wajahmu! Kau ditakdirkan sebagai pemimpin yang besar!" ucap Hantu Cakar Besar yang meneliti setiap detail bentuk wajah Aska.
"Tubuhmu juga memiliki aura panas seorang pejuang!" Kornea mata berwarna hitam legam milik Si Hantu Cakar Besar, berbinar menjadi merah.
"Kau adalah sebuah simbol penghancur neraka! Takdirmu bagus, tapi siapa yang bisa menyembunyikan benang takdirmu dariku???" Hantu Cakar Besar bingung.
Utari memang berstatus sebagai manusia setengah Dewa. Tetapi Dewa saja tidak bisa menyembunyikan benang takdir seseorang, dari mata jelinya.
"Baiklah, akan kupaksa kau membuka matamu! Dari pada aku mati penasaran, yahhhh meski pun aku sudah mati!" suara menggelegar milik Si Hantu Cakar Besar terdengar cukup santai, tetapi begitu menakutkan di telinga Azka.
Aska yang masih memejamkan matanya, mulai merasakan bahwa tubuhnya dikendalikan oleh seseorang. Karena perlahan-lahan kelopak matanya terbuka tanpa dia perintah.
Tinggi dengan rambut keriting tebal disekujur tubuh, kusut, kucel dan basah karena lindir menghitam yang busuk. Baunya seperti telur busuk bercampur dengan cairan seng-gama manusia-manusia haus napcu bir@hi.
Dia adalah Warok, simbol nap$u manusia.
Wajahnya yang tertutupi bulu-bulu basah yang berlendir, membuat Aska seketika mutah.
"Reaksimu aneh!" ucap Warok dengan nada jijik.
Hanya beberapa manusia yang akan bereaksi seperti Aska jika melihat sosok Warok.
"Maaf!" Aska sadar, jika dia sudah reaksi berlebihan dan menyinggung hantu penuh bulu yang menjijikan di depannya.
"Aku ini simbol bir@hi manusia, harusnya kamu h○○rnyyyy pas liat sayaaa!" Hantu Warok mulai meninggikan suara menggelegarnya, dan membuat telinga Azka hampir kehilangan kemampuan pendengarannya.
__ADS_1
"Hehhhhh???" Aska tertegun. 'Siapa gerangan yang akan punya n@p$u $e×, jika berhadapan dengan hantu ini?' batin Aska dalam hati, mana berani dia berkata jelek tentang Si Hantu Warok secara blak-blakan, apa lagi di depan hantu penuh rambut lebat yang berlendir itu.