Penjaga Alam Buana

Penjaga Alam Buana
Bunga Pohon Kutukan


__ADS_3

Aska terbangun dari tidurnya dengan nafas terengah-engah. Ternyata dia tertidur setelah Sholat Asar.


Kamarnya sangat gelap, karena ia ternyata belum menyalakan lampu dikamarnya, sementara Adzan Magrib sudah berkumandang dari tadi.


"Aneh banget mimpiku tadi!" gumam Aska.


Lelaki itu segera beranjak dari tempatnya berbaring dan segera menyalakan lampu untuk menerangi kamar kosannya yang sempit.


Ruang yang dia sewa di pusat pemerintahan Negara Indonesia itu hanya seluas 3×3 meter persegi saja. Tetapi ruangan itu sudah lebih dari cukup bagi guru honorer seperti Aska.


Gajinya memang tinggi, karena Aska mengajar di sekolah swasta yang sangat bergengsi. Tetapi tampaknya Aska sangat menganut faham 'Udah ganteng rajin menabung'.


Demi masa depannya yang tak lagi ditopang oleh keluarga kaya rayanya, Aska harus mulai merintis jalan hidup kedepannya.


Apa lagi, setelah Aska bertemu Ratih. Aska merasa harus lebih berhemat, untuk masa depan yang telah ia rancang bersama Ratih.


Aska memang berencana menikahi Ratih, tapi tidak sekarang. Dirinya masih berusia 24 tahun dan Ratih 22 tahun, mereka masih terlalu muda untuk menaggung permasalahan keluarga di masa kini.


Tetapi angan-angannya hidup bahagia bersama Ratih, sedikit tertutup semenjak hari ini. Tepatnya setelah Aska bertemu dengan Utari.


Wanita aneh yang mungkin bukan manusia itu, selalu muncul di kepala Aska. Bahkan di mimpi dan juga di sadarnya.


"Dia terlihat sangat menyedihkan!" ujar Aska yang kembali mengingat detail mimpi yang baru saja dia dapat. "Tapi siapa, orang yang ingin membunuh gadis aneh itu?".


"Paling gadis itu punya banyak sekali musuh, dilihat peranginya!" Aska tak mau dibuat pusing oleh hal-hal yang pastinya tak nyata.


Tretttttttt


Tretttttttt


Treeetttttt


Ponsel Aska bergetar lama, seseorang pasti sedang menelfonya.


Benar, Ratih melakukan panggilan telepon kepada Aska. Sementara Aska, merasa malas untuk ngangkat panggilan Ratih.


Kenapa ayahnya Ratih mendesaknya dengan pernikahan. Enggan rasanya menjawab pertanyaan bak buah simalakama.


Jika ia menolak, dia tak bisa kehilangan wanita soleha, berhati baik, lemah lembut itu. Ratih benar-benar istri idaman semua lelaki.


Tetapi jika dia menerima...


Aska berdiam diri, dia memikirkan banyak hal sampai-sampai dia benar-benar mengabaikan pangilan Ratih padanya.


Saat pertama kali didesak oleh Ayah Ratih, Aska tak pernah berpikir menolak pernikahan. Hanya ingin menunda saja.


Tetapi kenapa pikiran dan hatinya tak singkron sekarang, dia merasa ragu. Benar-benar sangat ragu, dia bahkan tak bisa menemukan alasan, kenapa dia begitu ragu.


'Apa karena perjodohan Vero?' batin Aska.

__ADS_1


Ratih atau Vero, tentu saja Vero lebih penting. Tetapi Ratih juga sangat penting.


Namun apa iya, Aska bisa diam saja, ketika wanita yang dijodohkan dengan adiknya adalah makhluk aneh yang bukan dari sepesies manusia.


Tretttrrrrr


Tretttttttt


Ponsel Aska bergetar lagi, dan dia langsung menjawab panggilan itu.


"Maaf ya, Dek Ratih! Mas Aska belum bisa ke rumah kamu, mas masih punya urusan...!"


"Kak! Ngelindur lu, yaaaa?"


Yang didengar oleh Aska bukanlah suara wanita yang lemah lembut, bagikan sutra, milik Ratih.


Karena penasaran Aska menilik lagi. Panggilan siapa yang ia terima barusan.


Ternyata nama Vero yang tertera di layar ponsel pintarnya.


"Tumben kamu nelfon kakak!" Aska kembali menempelkan ponselnya ke telinganya.


"Gue dijodohin ama perempuan yang namanya aneh dan kuno! Uttttt...akhhh lupa gua!" suara Vero si Bad Boy sekolah, tampak seperti belum pernah melihat wanita yang dijodohkan kepadanya, sebelumnya.


"Utari!" Aska menimpali.


"Nahhhh, tuhhh kakak tau! Pasti kakak kenal dong, sama cewek dengan nama kuno itu?!" tanya Vero.


"Ayah ngancem gue, kak! Kalau gue nggak mau dijodohin sama cewe kuno itu, maka gue akan diusir dari rumah kayak kakak!" curhat Vero.


"Ya udah kamu tenang aja! Aku akan coba ngomong sama ayah!" kata Aska.


"Nah ini nih... yang namanya abang, yang bisa diandalkan! Selalu ngelindungin adiknya, yaaaa meski adiknya kagak peduli ama abangnya!" Vero tertawa terkekeh, karena menyadari bahwa dirinya sama sekali tak peduli pada Aska kakaknya. Padahal sang kakak selalu peduli padanya.


"Ver, siang tadi kamu kemana?" tanya Aska pada Vero.


"Enggak kemana-mana, emangnya kenapa?" jawab Aska.


Jelas-jelas Vero sekeluarga, pergi ke restoran mewah untuk bertemu dengan keluarga Utari. Jadi ulah lelaki kekar, yang hanya memakai sehelai kain kuno untuk menutupi burung keramatnya, yang muncul tiba-tiba di restoran setelah menghilangnya Utari dan wanita satunya lagi. Adalah ilmu goib yang bisa membuat orang lupa, akan apa yang pernah mereka alami.


"Emang kenapa kak???" Vero bertanya ke Aska yang tak kunjung melanjutkan pertanyaanya.


"Enggak, kakak khawatir aja! Kamu nggak masuk sekolah hari ini karena apa?" kata Aska.


"Apa iyaaaa??? Tadi gue nggak masuk sekolah, yaaa?" Vero malah kebingungan.


"Apa kau merasa, kau masuk sekolah???" tanya Aska semakin heran.


Selama ini dia tak pernah percaya tentang hal-hal mistis, dengan konsep apa pun. Tapi sekarang dia menyaksikan dengan kedua bola matanya sendiri, bagaimana para makhluk astral beraksi.

__ADS_1


Varo terdiam sejenak, lelaki muda yang masih kekanakan itu menggaruk kepalanya yang tak gatal, karena saking bingungnya.


"Kok gue lupa sih, kak?" Vero seperti tak mengingat apa pun yang terjadi di hari ini.


"Kamu dimana sekarang?" tanya Aska.


"Di rumah! Ayah nggak ngebolehin gue keluar, sebelum gue setuju buat nikah, ama cewek yang namanya Utari itu!" Vero sangat kesal, karena perjodohan yang dipaksakan kepadanya.


"Ya udah kakak ke rumah, sekarang!" kata Aska.


"Yakin, kakak mau pulang?!" Vero sangat kaget dan juga senang, akhirnya kakaknya mau pulang juga, setelah dua tahun, sama sekali tak menjamah rumah besar keluarga besarnya.


"Iya! Waalaikumsalam!" Aska segera menutup teleponnya, dan ke parkiran untuk mengambil motor bebek kesayangannya.


Lelaki gagah itu tidak menyadari, jika dia sama sekali tidak memberikan kabar kepada kekasih hatinya Ratih, setelah menghindari telepon wanita syar'i itu.


.


.


.


.


"Aku ingin membatalkan perjodohanku dengan manusia itu!" kata Utari, gadis iblis berwajah cantik jelita itu sudah berada di kediaman Ratu Pantai selatan lagi.


"Kenapa?" Ratu Galuh terlihat tak begitu terkejut dengan pernyataan Utari barusan.


"Pohon kutukanku... Sudah mulai berbunga!" ucap Utari dengan percaya diri.


"Kau yakin?!" Ratu Galuh masih saja tak mengeluarkan ekspresi yang wah.


"Mari kerumahku! Aku akan menunjukkannya kepada kakak!" Utari masih terdengar riang gembira.


"Baiklah!" Ratu Galuh segera turun dari singgasananya dan mengikuti Utari, berteleportasi ke rumah mewah milik Utari.


"Lihat, kak! Cantik sekali bukan!!!" kata Utari wajahnya benar-benar sangat bahagia.


Keinginannya untuk mati akan benar-benar tercapai dalam waktu dekat ini. Ternyata penantiannya yang sangat panjang, membuahkan hasil juga.


"Tapi aneh!" ucap Ratu Galuh.


Hanya butuh beberapa detik untuk berpindah dari istana Nyi Roro Kidul kerumah Utari, dengan ilmu yang dimiliki oleh Dewi Penjaga Alam Buana itu.


"Apanya yang aneh, kak?" tanya Utari.


"Kelihatannya pohon ini, berhenti berbunga di ranting itu saja!" kata Ratu Galuh.


"Besok pasti bertambah banyak! Tidak mungkin, kan. Hanya satu hari, pohon ini sudah dipenuhi bunga-bunga!" jawab Utari.

__ADS_1


"Aku pernah bercerita, kan? Jika aku pernah melihat pohon ini berbunga?!" kata Ratu Galuh.


"Iya!" Utari langsung, sepenuhnya memandang ke arah Ratu Galuh dan mengabaikan bunga indah yang tumbuh di salah satu ranting pohon kutukan.


__ADS_2