Penjaga Alam Buana

Penjaga Alam Buana
Cinta Dan Benci


__ADS_3

Rambut hitam panjang yang amat kotor, basah kuyup karena air selokan. Baunya jangan ditanya lagi, pokoknya setara dengan sepiteng.


Wajah pucat pasi yang membiru karena membusuk, mulutnya bahkan robek dengan luka bernanah yang sangat mengerikan.


Matanya menghitam seluruhnya, berkedip memandangi wajah Azka yang tampan.


Awalnya hantu yang mendiami selokan di depan mushola Jami itu, hanya merangkak-rangkak di dalam selokan. Tetapi ketika hantu wanita dengan tubuh yang sangat kurus kering, telanjang bulat itu. Tahu bahwa Aska benar-benar bisa melihatnya, hantu itu tidak ingin membiarkan Aska pergi begitu saja.


Hantu banyu itu telah menghadang pergerakan Aska, dengan berdiri di depan Aska yang hendak melarikan diri darinya.


"Ternyata Penjaga Alam Buana itu, tidak bohong padaku! Kamu memang bisa melihatku dan akan membantuku, kan?" tanya hantu banyu itu kepada Aska yang tidak berani membuka matanya.


'Doa apa yang harus kubaca, ketika aku bertemu dengan hantu?' tanya Aska dalam hati.


'Aku belum belajar sampai ke situ, lagi!' Aska menggerutu kesal karena dirinya terlalu sibuk bekerja daripada belajar agama.


"Mas jawab saya dong. Mas bisa lihat saya,kan??? Jangan merem dong, Mas! Buka matanya!" kata hantu banyu yang masih berada di hadapan Aska.


Karena jarak mereka cukup dekat, Aska bisa mencium bau busuk dari si hantu banyu.


'Bahkan aku bisa mencium baunya!' Aska semakin frustasi karena sepertinya dia memang bisa melihat hantu sekarang.


"Massss!!!" hantu banyu berteriak di depan wajah Aska yang masih terpejam karena ketakutan.


Akhirnya Aska membuka matanya, karena dia tidak tahan dengan bau nafas hantu banyu yang melebihi bau sapiteng.


"Gila bau banget nafas ini hantu!" kata Aska keceplosan.


"Jadi bener mas ganteng bisa melihat saya?" tanya hantu banyu kegirangan.


'Aku nggak lihat apa-apa! Aku nggak lihat apa-apa! Aku nggak lihat apa-apa!!!' Aska terus meyakinkan dirinya sendiri, dan mencoba biasa saja agar hantu banyu segera menjauhinya.


"Bau apa yaaaa?!" Aska berlagak tak melihat hantu banyu yang masih Berdiri tegap di hadapan.


"Aku tahu kok mas bisa lihat saya! Nggak usah sungkan gitu, dong Mas! Jarang-jarang Lho ada manusia yang bisa ngelihat hantu cantik seperti saya!" kata si hantu banyu dengan gaya centil.


Tetapi Aska tidak ingin berurusan lebih lanjut dengan hantu apa pun, yang berbentuk mengerikan.


"Ohhhh selokannya kotor!" Aska mencoba senatural mungkin, tetapi bau dan penampilan hantu banyu. Membuat tubuh kekar Aska tak bisa berhenti bergetar.


"Hemmmmm! Dasar cowok! Pura-pura terosssss!" Hantu Banyu mengerutu dengan mimik wajah yang lebih menakutkan.


"Sebaiknya aku pergi!" kata Aska.


"Enggak boleh!!! Mas ganteng harus bantu aku dulu!" Hantu Banyu benar-benar tidak mau melepaskan Aska.


Aska yang tak tau konsep, hantu yang tembus jika berbenturan dengan benda padat. Malah menyingkir dari hadapan Hantu Banyu, lalu baru berjalan pergi.


Tentu saja Hantu Banyu langsung curiga pada gelagat Aska itu.

__ADS_1


Aska terus berjalan, dengan melihat ke depan. Lelaki gagah itu tak berani melihat ke arah lain.


'Buset, ada ya hantu yang sejelek itu?!' batin Aska. Saking takutnya Aska bahkan tidak berani berkomentar apa-apa tentang keburukan visual yang dimiliki oleh Hantu Banyu.


Karena ulah Hantu Banyu yang mencegatnya di depan mushola, Aska lagi-lagi lupa. Jika dia sedang berencana untuk mengejar Ratih dan menjelaskan kesalahpahaman di antara mereka.


"Aisttttt sial!" Aska mengerutu kesal.


Sebab semenjak dia bertemu dengan Utari, hubungannya dengan Ratih seolah dipermainkan oleh hantu iblis yang cantik itu.


"Jangan-jangan setan aneh itu teropsesi padaku," Aska baru sadar, jika dia sedang menjadi obyek opsesi Utari.


"Bunga di pohon kutukan, ciuman denganku, hidup abadi!" Aska kembali mengingat-ingat, apa saja yang pernah Utari bicarakan padanya.


"Gadis iblis itu...," Aska merasa ada yang janggal dengan Utari.


"Dan sekarang aku bisa melihat hantu!" Aska makin merasa aneh. "Apa hubungan keluargaku dengan Utari itu?!"


Aska sudah pernah menebak jika ayahnya punya perjanjian goib dengan Utari, si wanita iblis itu. Tapi perjanjian seperti apa?


Kenapa malah dirinya yang kini dikejar-kejar Utari, bahkan dia dibuat oleh gadis iblis itu, bisa melihat hantu.


Aska yang mengunakan alas kaki sendal jepit, merasa salah satu kakinya dingin sekali.


"Mas bisa lihat sayaaa...kannnn?" Hantu Banyu ternyata sudah mengelayut mesra di salah satu kaki Aska.


Kelihatanya Hantu Banyu tidak bisa berdiri terlalu lama. Dia suka rebahan di tempat kotor yang berair.


"Akkkkkkkkkk!!!" Aska tak bisa menahan diri lagi, Guru Matematika itu berteriak sekencang yang ia bisa.


Tetapi teriakan Aska, malah mengundang lebih banyak demit untuk mengikutinya.


Bibir indah Utari tersenyum miring, karena dia bisa membayangkan apa yang terjadi kepada Azka saat ini.


"Hahahahhahaa!" tak hanya tersenyum miring, Utari kini tertawa terbahak-bahak dengan keras.


Dia belum pernah merasakan kebahagiaan yang amat mendalam, seperti ini sejak 1000 tahun yang lalu.


Utari memang mengingat seluruh momen kehidupan manusia yang pernah diajarkan. Tetapi dia tidak bisa merasa bahagia ketika mengingat momen- momen bahagianya di masa lalu. Sebab kebahagiaan apa pun yang pernah dialami di masa lalu hanyalah sebuah kebohongan.


"Astaga! Dia terlahir lemah sekali!" Utari masih tertawa terbahak-bahak, karena dia bisa melihat bagaimana Aska berlari tenggang-langgang hanya karena hantu-hantu kecengan di lorong Mushola Jami.


"Mbok Jumi! Sepertinya Ndoro Utari sudah mulai gila!" kata Hiroshi.


Pria Jepang berwajah runcing, bermata sipit tapi amat tampan dan tegas itu, melihat ke arah Utari yang duduk di sofa sambil tertawa terbahak-bahak.


Hampir 100 tahun lebih Hiroshi menjadi pembantu di rumah Utari, tetapi dia tidak pernah melihat Utari tertawa sekeras itu.


"Sepertinya iya! Hampir 400 tahun aku selalu berada di dekatnya, tapi Ndoro tidak pernah tertawa begitu riang segembira ini!" jawab Mbok Jumi.

__ADS_1


"Padahal aku belom mau dikirim ke Alam Baka!" ucap Hiroshi.


"Mbok juga belom mau! Makanya kita masih disini, untuk menjaganya!" ucap Mbok Jumi.


"Mbok masih dendam sama keluarga itu?!" tanya Hiroshi pada Mbok Jumi dengan terang-terangan.


"Memangnya ada manusia yang bisa melupakan dendamnya?!" tanya Mbok Jumi. "Kau juga sama, kau tak bisa melupakan wanita jawa itu! Kau bahkan bertahan di sini, hanya untuk menunggu dia bereinkarnasi!" Mbok Jumi balik mencemooh Hiroshi.


Alasan kuat bagi manusia  hanyalah mencakup dua perasaan, kebencian dan cinta.


Cinta dan benci.


Ada yang bilang jika dua hal itu sama saja.


Tetapi ada juga yang bilang perbedaan antara cinta dan benci hanyalah seujung rambut.


Cinta dan Benci.


Alasan seseorang bisa tertawa, menangis, bahagia, bersedih, marah dan terdiam.


Cinta dan Benci.


Bisa membuatmu bertahan dari panasnya api neraka dan siksaannya.


Cinta dan Benci.


Bisa membuatmu mempunyai keteguhan sekeras batu karang.


Cinta dan Benci.


Selalu ada, dan terpendam di dalam hati setiap insan.


Cinta dan Benci.


Bisa membuatmu tak pernah menyesal, dan terpuruk dalam semangat gila.


Sebaliknya,


Cinta dan Benci.


Bisa membuatmu terkungkung dalam perasaan penyesalan yang tak ada ujungnya.


Kehilangan seseorang yang sangat dicintai, hingga rasanya lebih baik mati.


Membenci seseorang, hingga 1000 tahun kehidupan pun tak  bisa melupakan.


Perasaan yang bisa membuat kita menjadi manusia kejam, naif dan egois.


Cinta dan Benci.

__ADS_1


__ADS_2