
Matahari telah bertengger tepat diatas awan menampilkan sinar panas dan teriknya siang ini dengan cuaca yang sangat cerah dan menyengat diluar gedung bertingkat tempat ara dan rekan-rekan kerjanya berada saat ini.
Setelah setengah hari mendengarkan pembicara menjelaskan banyak hal tentang materi hari ini. Isi materi yang baru saja disampaikan adalah tentang training karyawan yang bersifat manajerial bagi peserta, yang nantinya akan berkaitan dengan cara peningkatan soft skill yang dapat melatih sifat, sikap, dan cara kerja karyawan. Training ini salah satu yang sangat penting diadakan secara berkala, demi meningkatkan budaya kerja yang lebih efisien di dalam perusahaan.
Ara dan rekan-rekan kantornya mendengarkan dengan baik materi yang disampaikan. Sesekali materi juga diselingi dengan tanya jawab dan sedikit hal-hal lucu yang diselipkan pembicara yang membuat gelak tawa peserta. Setidaknya hal itu dapat membuat kejenuhan peserta memudar.
Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 12.00 artinya waktunya peserta untuk istirahat makan siang, sholat dan bisa bersantai terlebih dulu sebelum training dilanjutkan kembali.
Para peserta mulai berhamburan keluar ruangan training satu persatu menuju lantai 3 gedung hotel untuk makan siang di resto hotel yang telah tersedia bagi para peserta.
Begitu juga dengan ara, lovi dan nita beriringan keluar ruangan mengantri didepan lift untuk menuju ke resto hotel.
Setelah pintu lift terbuka mereka masuk beserta karyawan yang lain dan menekan tombol bertulis angka 3 setelah pintu besi lift tersebut tertutup.
Sesampainya dilantai tersebut mereka keluar dari dalam lift menuju resto yang letaknya tepat di depan lift.
Dari tempat ara berjalanpun sudah napak resto hotel dengan kursi-kursi dan meja yang telah terjajar rapi beserta aneka hidangan makan siang yang beraneka ragam didalamnya.
Ara melangkahkan kakinya memasuki resto hotel dan memilih tempat duduk di ujung yang terdapat sofa panjang dengan kaca menempel diatasnya. Terlihat sangat nyaman untuk diduduki arapun memilik untuk mendudukan badannya menempelkan bokongnya terlebih dulu dan menyenderkan kepalanya yang membuatnya terasanta nyaman.
Terlihat lovi, nita dan yang lainnya lebih dulu mengambil hidangan makan siang pilihan mereka. Setelah puas mengambil beberapa hidangan lovi dan nita berjalan menuju tempat yang telah diduduki ara.
Sesampainya teman-temannya di meja barulah ara bergantian mengambil beberapa makanan dan segelas jus untuk dibawanya ketempat tadi.
Merekapun menikmati santap siang dengan diselingi obrolan-obrolan receh yang mebuat tawa-tawa kecil mereka keluar disela suapan demi suapan dalam mulutnya.
Sampai lovi yang duduk diselah ara menyenggol siku ara dan menatapnya penuh penasaran.
__ADS_1
“Ayo ra cerita...! Katanya tadi mau cerita..? Ucapan yang meluncur dari bibir lovi
“Sabar napa lov....!!!”
“Penasaran tau...! Orang penasaran kok suruh sabar...! Orang kamu aja kalau kepo kagak sabarrr..!! Kepomu kan levelnya udah tinggak dewa..! Jawab lovi sambil melirik meledek ke arah ara
“Arapun akhirnya menceritakan semua kejadian semalam yang mebuatnya kesiangan hari ini pada sabahat tersayangnya tanpa terlewat sedikitpun..! Karena kalau sampai ada yang terlewat sudah pasti lovi akan mencecarnya...!”
Hah....gila kamu ra..! Bisa-bisanya hot dimana aja..! Dasar mesum juga ya tuh mas bay..! Dengan tampang keheranan dan ditambah ketawa lovi mendengarkan antusias semua cerita-cerita ara..!
“Ya gimana lagi donk...! Namanya juga lagi jatuh cinta lov..! Jawab ara sambil tersenyum merona di pipinya. “
“Dasar bucin kamu ra...!!! Orang lagi bucin mah kagak tau sikon..! dunia serasa milik berdua..! Yang lain mah dikira kontrak..!!! Saut lovi diiringi tawa mengejek ke sahabatnya dan hanya sekedar bercanda pastinya. “
Ditengah tawa receh mereke tiba-tiba saja nita yang dari tadi hanya senyum-senyum tipis mendengarkan cerita dan cetukan ara mengeluarkan kata-kata.
“Jatuh cinta ra..! Yakin mas bayu cinta ra..? Kamu udah yakinnnn...? Ucapan nita yang baru saja terdengar dengan wajah dan senyum yang seperti susah diartikan apa maksud ucapannnya pun sulit dilihat.”
“Ouwhhh...,!!! Asal nanti jangan sampai kecewa aja ya...! Timpal nita dengan senyum yang terlihat penuh tanda tanya.”
“Ndaklahh..., dia penyayang dan tidak akan mengecewakan..! Jawab ara masih dengan yakin akan cintanya...”
“Lovi yang mendengarnya pun sedikit kaget dengan ucapan nita. Namun dia segera mencairkan obrolan yang sepertinya kalau dilanjut akan kian memanas ini..! Ya namanya juga lagi falling in love ta...!! Iya kan sambil memandang ara dengan nada godaan dan selalu di imbuhi tawa recehnya..!”
“Hhhehheheh...., tawa dan senyam senyum ara yang keluar setiap lovi selalu menggodanya membuat perkataaan nita yang sedikit membuatnya tersontakpun mencair...”
Mereka masih terus melanjutkan obrolan-obrolan recehnya kesana kemari diimbuhi hosip-hosip yang kekinian.
Tanpa disadari ada sepasang mata bulat kecoklatan yang juga sedang duduk di resto hotel beserta pria berjas lainnya memandang ke mereka yang nampak tengah bergelak tawa bersama membuat fokus pria tersebut jadi terganggu dan menperhatikan mereka.
“Ya lebih tepatnya gadis itu...! Gadis yang menabraknya di loby tadi..! Gadis dengan rambut hitam panjang terurai sedikit menutupi pipinya yang tampak merona dengan tawa ceria mengembang diwajahnya..!” Sungguh pemandangan yang indah untuk diperhatikan batinnya..!
__ADS_1
Setelah selesai menyantap hidangan makan siang dan sholat mereka pun bergegas kembali keruangan tempat training.
Berjalan beriringan dengan langkah santai nan menawan tanpa menyadari pandangan yang memperhatikan mereka, ya pandangan terarah mengarah ke gadis yang tak lain tak bukan adalah ara. Hingga gadis itu menghilang kembali dibalik pintu besi yang terbuka dan menutup kembali setelah gadis itu memasukinya.
Sesampainya kembali keruangan tadi, mereka pun masuk keruangan melanjutkan training setelah semua peserta berkumpul meski dengan pikiran yang entah bercabang kemana-kemana.
Tak terasa matahari pun kian menurunkan sinar sorotnya berganti senja sore yang mampak diluar gedung bertingkat tempat ara berada saat ini.
Hingga waktu menunjukan pukul 17.05 tepat acara training diselesaikan oleh pembicara. Setelah itu nampak para peserta meninggalkan ruangan satu persatu.
Ketiga sahabat ini pun berpisah di parkiran gedung hotel untuk pulang dengan kendaraannya masing-masing.
Ara mengeratkan pegangan pada setir dengan terus fokus pada jalanan yang padat dan ramai pengendara dijam pulang kantor seperti ini.
Setelah lelah menyetir menembus lalu lalang jalanan yang padat, akhirnya ara sampai juga dirumahnya.
Melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah dan mengucapkan salam yang disambut oleh ibunya.
Kemudian masuk kedalam kamar bernuansa pink miliknya untuk membersihkan diri yang sudah amat terasa lengket sekali, meski seharian hanya duduk-duduk saja didalam ruangan ber ac.
Setelah badannya terasa segar dan harum aroma wangi sabun yang menguar. Ara merebahkan tubuhnya ke atas ranjang empuk miliknya. Sambil mengambil benda pipih miliknya. Mengutak atik dengan jemari lentiknya melihat pesan-pesan didalam sosial medianya dan membalas satu persatu.
Tentunya pesan dari orang yang dicintainya. Siapa lagi orangnya kalau bukan bayu. Tidak ada lagi pesan yang amat ditunggu selain pesan dari lelaki yang dicintainya. Pesan yang nampak jelas diakhir kalimatnya selalu terdapat emot 🤗😘😍.
Meskipun terlihat alay, namun itulah letak spesialnya dari pesan-pesan yang selalu membuat hati ara bergetar. Hati yang kian lama kian dipupuk subur untuk tunbuh rasa cinta. Rasa yang begitu menggelora membuat siang malamnya terasa berwarna.
Terimakasih para reader setia Ara...
Semoga kalian tetap suka dengan kisahnya dan terus mengikuti Ara ya...🌺
Aku sangat menanti setiap kedatangan kalian ya....😍
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jempol dan komenkalian disini ya...😘🙏