Perjalanan Cinta Adara

Perjalanan Cinta Adara
#8...


__ADS_3

Setelah puas mengisi perut dan telah mendapatkan kembali tenaga mereka yang sedari tadi sudah mulai terkuras untuk bermain-main. Mereka melanjutkan untuk menaiki wahana permainan kembali yang sedari tadi ingin dinaiki oleh lovi dan ara.


Karena dengan menaiki wahana tersebut mereka dapat melihat sekeliling area bermain yang sangat luas dan pemandangan kota yang akan nampak ketika posisi mereka berada pada puncak ketinggian.


”Sudah bisa ditebak kan...? Wahana apa yang akan dinaiki oleh ara dan yang lainnya..!”


”Iya kannn..?”


Kira-kira permainan apa yang akan mereka naiki.


“Seolah tau apa yang dipikirkan oleh ara.....!” Bayu pun paham keinginan wanita cantiknya itu.


Disenja yang nampak begitu romantis bayu memiliki inisiatif terlebih dahulu untuk mengajak ara menaiki wahana bianglala. Wahana yang tentunya sangat ara suka karena tidak memacu adrenyalin untuk menaikinya.


”Sungguh kesempatan ini tidak akan terlewatkan..! Batin bayu...”



Dengan saling berpasanga antara bayu dan ara , serta lovi dan aris merekapun akhirnya mengantri untuk menaiki wahana tersebut.


”Karena amat tidak mungkin kan mereka berempat menaiki satu kurungan bianglala bersamaan....!!”


“Bisa berteriak dan ambrol tuh bianglala kalau empat orang dewasa naik jadi satu dengan bobot yang pastinya lumayan kan beratnya..! Hehehhe..”


Dengan sengaja lebih tepatnya bayu mengajak ara untuk naik dalam satu bianglala. Jelas moment manis ini tidak akan terlewatkan begitu saja oleh bayu yang telah menanti-nanti sejak tadi untuk dapat berduaan dengan ara. Karena ini akan menjadi moment awal dimulainya kenangan-kenangan indah mereka.

__ADS_1


“Lovi yang paham betul dengan maksud bayu menggerutu dalam hati...”


“Sialan tuh mas bay...! Pinter banget ya mencuri start dan mengajak ara satu bianglala...! Pasti deh ini kesempatan dalam kesempatan yang amat lebar....!”


Tanpa bisa menolak ara langsung mengiyakan saja ajakan bayu tersebut. Dan naiklah mereka kedalam kurungan bianglala masing-masing. Petugaspun mulai memutar tombol mulai ketika semua pengunjung telah menaiki kurungan bianglala.


Kemudian permainan mulai perbutar berlahan-lahan setelah petugas menekan tombol start pada ruang kontrol wahana. Dengan pelan dan pasti bianglala berputar terus menerus hingga semua mendapat giliran berapa dipuncak ketinggian.


“Ara yang sebetulnya memiliki sifat penakut..!”


Saat berada ketinggian menutup rapat matanya dan tanpa sengaja mencengkeram tangan bayu lagi saat bianglala tepat berada dipuncak.


Untuk saat ini tidak akan terlewatkan kesempatan lagi, karena mereka hanya berdua saja. Memang kesempatan ini yang sedari tadi ditunggu-tunggu oleh bayu. Tidak seperti saat diwahana lain yang beramai-ramai dengan banyak orang.


Jarak yang begitu dekat hanya sepersekian centimeter antara bayu dan ara, membuat aroma tubuh ara yang begitu lekat dengan wangi vanila yang bercampur dengan aroma rambut ara yang menguar wangi segar buah menjadi satu. Membuat bayu semakin larut dalam suasana senja yang semakin tenggelam.


“Seolah alam memang sudah berpihak kepada mereka.....!”


“Sambil berbisik tepat ditelingan ara dengan nafas yang lembut.....! Bayu berucap.”


“Jangan takut ra..! Ada aku disini...!”


”Pegang tangan aku ra dan hilangkan rasa takut itu..!” Pinta bayu pada wanita cantik disebelahnya.”


Suara lembut bayu membuat ara membuka matanya dan menoleh pada pria disebelahnya tersebut. Sehingga membuat tatapan mereka beradu pandang tanpa jarak. Ara dengan mata berbinarnya dapat melihat dengan jelas betapa sempurnanya pira didepannya ini.

__ADS_1


Dengan bola mata yang tajam di sertai hidung mancung yang sangat pas melekat diwajah nya. Dan wajah coklat yang membuatnya nampak lebih manly dan tubuh yang kekar dengan balutan kaos santai membuat bayu makin sempurna. Sungguh anugerah Tuhan yang indah ada di depan mata ara.


Tanpa mereka sadari jarak hidung mereka semakin terkikis dan saling berbentur berebut udara yang ada disekitar mereka. Membuat pipi ara merona kembali seperti kepiting rebus.


Ara tak akan pernah tau jika raut wajah dia saat ini memberikan kesan tersendiri untuk bayu. Meski laki-laki itu tak menunjukan nya secara langsung.


Bayu dengan cekatan mengelus pucuk kepala ara hingga mereka semakin dekat. Untuk sepersekian detik waktu seakan berhenti berputar bagi ara. Hingga dia bisa merasakan ada sesuatu benda kenyal namun lembut yang menempel di bibir mungilnya.


“Saat dia tersadar ternyata sipemilik nama Bayu Permana lah yang mencium bibirnya...! Batin ara.”


Ara yang awalnya terlihat sangat kaget dan canggung mendapati posisi seperti itu. Mulai rileks dengan kelembutan dan kehangatan yang di berikan bayu. Saat bayu mencium bibirnya seolah membuat ara terbuai dan mulai mengikuti alur permainan yang bayu ciptakan.


Dengan hasrat yang mulai menggelora mereka merdua saling memagut, mengulum dan menyesap manis rasa bibir masing yang terasa makin menuntut hingga lidah mereka saling menyatu.


Menyusuri setiap rongga didalam mulut mereka yang seolah tak ingin terlewatkan walau sesenti saja. Dengan pelukan yang kian hangat, hingga membuat tubuh mereka makin menempel mengeratkan keposesifan mereka yang seolah tak ingin terlepas satu sama lain.


Membuat hasrat mereka makin bergelora. Sampai mereka hampir saja lupa sedang dimana mereka melakukan hal tersebut. Cumbuan yang membekas disenja sore itu terhenti ketika bianglala tepat berhenti untuk menurunkan mereka.


“Aw....aw....aw...sungguh kenangan manis yang akan selalu terbekas dalam hati...!”


\~Terimakasih buat semua readers...🌺\~


Tetap mohon dukungan nya ya...


Jangan lupa jempol dan komennya supaya author makin semangat berimajinasi ya....❤️

__ADS_1


__ADS_2