Perjalanan Cinta Adara

Perjalanan Cinta Adara
#13....


__ADS_3

Seindah mentari yang selalu menjanjikan cahaya terangnya bagi bumi. Secerah inilah hari demi hari berganti mewarnai hidup ara si gadis cantik nan ceria.


Suasana hati membuat hari yang dilalui kian berwarna. Waktu yang bergulir tiap detik, menit, jam, hari berganti dengan cepatnya. Secepat hembusan nafas yang selalu kita nikmati.


Ara masih dengan rasa yang sama menjalankan segala aktivitas dan kehidupannya dengan penuh semangat dan rasa cinta yang kian bertambah subur setiap harinya.


Dengan semangat ara menyelesaikan setiap pekerjaan yang telah menjadi tanggung jawabnya dengan teliti dan rapi. Semua itu ara lakukan supaya dia bisa segera pulang tepat waktu kalau pekerjaanya telah selesai semua.


Disela aktivitasnya mengerjakan seluruh pekerjaanya. Ara selalu melirik benda pipih yang diletakkan diatas mejanya. Entahlah apa yang tengah memenuhi pikirannya. Tapi sedari tadi benda itu selalu dilirik, di pegang dan diletakkkan kembali.


Waktu sudah menunjukan pukul 16.45 .


Tidak terasa sudah sore dan sebentar lagi para karyawan akan bersiap-siap untuk pulang kantor.


Ara yang tadinya sudah sangat bersemangat untuk pulang tepat waktu tiba-tiba menjadi gusar.


Padahal perkerjaanya hari ini selesai sesuai prediksinya. Semua sudah selesai dan ara bisa pulang tepat pukul 17.00 saat jam pulang kantor tiba.


Sampai waktu sudah menunjukan pulang kantor, dimana rekan-rekan kerja ara mulai meninggalkan meja kerjanya satu persatu.


Begitu juga dengan lovi sahabat ara yang akan bersiap-siap untuk pulang.


”ra..masih belum selesai kerjaanya?”tanya lovi yang masih melihat ara dimeja kerjanya..!


“Bentar lagi vi..! Jawab ara dengan sekenanya.


Padahal pekerjaan ara sesungguhnya sudah selesai. Tapi karena masih ada yang ditunggu sehingga ara menjawab demikian supaya sahabatnya itu tidak curiga.


“Ya udah aku duluan ya ra..! Cepet selesaian dan buruan pulang ya ra..! Jangan lembur-lembur..! Seru lovi sambil melambaikan tangan dan senyum manisnya kepada sahabatnya, lalu berjalan meninggalkan ara yang masih berada di meja kerjanya.


“Hati-hati ya vi..! Balas ara dan membalas lambaian sahabatnya pula..!”


Ara yang masih setia di meja kerjanya terus memegangi handphonenya dan terus mengecek apakah ada pesan masuk atau panggilan telepon.


Dengan hati yang mulai gelisah bercampur rasa yang mengganjal ara tetap berusaha untuk tenang.

__ADS_1


Mungkin laki-laki yang tengah ditunggu masih dalam perjalanan atau tengah sibuk menyelesaikan perkerjaanya sehingga dia lupa untuk mengirim kabar padanya.


Karena Hari ini memang bayu sudah berjanji untuk menjemput ara pulang kantor.


Namun entah kenapa sedari pagi hingga matahari mulai nampak terbenam, laki-laki yang dinanti kabar dan kedatangannya belum juga nampak.


Bahkan ara hanya bisa menunggu dan menunggu, menanti dan hanya berharap supaya laki-laki pujaanya segera menghubunginya untuk menepati janjinya.


Menunggu adalah hal yang sangat tidaj menyenangkan. Tidak hanya bagi ara tapi itu pasti hal yang tidak disukai oleh semua orang.


Rasa yang mulai berkecamuk, harapan yang hanya angan-angan dan mungkin lebih tepatnya kecewa pasti akan timbul.


Sambil menahan rasa kesalnya ara masih dengan setia menunggu lelakinya. Dia kembali mengecek pesan yang dikirim bayu terakhir dengan emot yang selalu membuatnya tersenyum.


Hingga waktu menunjukan pukul 18.10 sudah lewat jam pulang kantor. Nampak ruangan sudah sepi karena hampir semua karyawan sudah pulang.


Hati ara rasanya semakin tidak karuan, entah kenapa perkataan nita tempo hari kembali terniang dipikirannya.


“Apa iya..apa mungkin mas bayu tidak sungguh jatuh cinta padaku?”pertanyaan yang timbul dalam dirinya.


Sungguh membuat hati ara makin gelisah.


Jari-jarinya mulai mengetik sekali, dua kali dan beberapa kali namun hasilnya nihil. Hanya nampak notifikasi centang satu yang artinya nomor tidak aktif.


Dengan perasaan yang tidak karuan, ara berusaha tetap tenang dan berfikir positif. Mungkin lelakinya sedang sibuk sehingga handphone miliknya sampai harus dimatikn.


Akhirnya ara memutuskan untuk pulang karena waktu sudah menunjukan pukul 19.30. Kantor sudah nampak sangat sepi, bahkan sudah nampak begitu gelap pada ruangan-ruangan yang sudah tidak ada karyawan yang bekerja.


Ara yang menunggu taxi online pesannya di loby depan kantor nampak begitu kecewa. Dengan wajah yang kusut dan rasa sakit menunggu janji dirasakan olehnya.


Bukan lebay atau manja, Tapi ara tetaplah gadis biasa yang memiliki sifat rapuh didalamnya. Siapa yang tidak kecewa dan terluka jika seseorang yang dicintai sudah berjanji namun tidak bisa menepati tanpa kabar hingga membuatnya menunggu. Menunggu yang tanpa kepastian adalah hal yang menyakitkan.


Bukan permasalah sekedar pulang kantor sendiri saja bisa. Namun janji yang tidak dapat ditepati adalah suatu hal yang mengecewakan.


Karena ucapan seseoranglah yang selalu dipegang. Jika ucapannya saja tidak bisa dijadikan pegangan kepercayaan. Lalu apalah arti dari sebuah perkataan dan kesetian.

__ADS_1


Tanpa terasa mata ara mulai nanar, sudut matanya mulai ingin meluncur bulir-bulir kristal. Namun dengan keyakinan tetap dia tahan.


Sampai taxi online pesannya tiba setelah hampir setengah jam menunggu. Arapun langsung masuk kedalam taxi tersebut dan menempelkan berat tubuhnya untuk bersandar di kursi penumpang.


Dengan rasa lelah menunggu tanpa terasa bulir kristal disudut matanya menetes begitu saja seiring laju mobil dan kecewa yang masih tertinggal dihatinya.


Membuat dadanya kian sesak merasakan dan mengingat lelaki pujannya bisa seperti ini padanya. Melukai hatinya dengan janjinya, janji yang mungkin hanya sederhana namun itu saja tidak dapat ditepatinya tanpa berita.


Sedangkan disisi lain.


Bayu, entah kenapa hari ini dengan dirinya. Entah apapula yang tengah ada dipikirannya. Sesungguhnya dia tahu, dan dia juga ingat telah berjanji pada wanitanya hari ini.


Tapi dengan sengaja dia tidak memberi kabar, bahkan ponselnyapun sengaja dia matikan seharian.


Tanpa ada rasa bersalah dan tanpa ada kabar, bayu yang tengah sibuk dengan perkerjaanya pun tetap fokus pada dokumen-dokumen penting yang harus di kerjakannya.


Hingga waktu menunjukan pukul 17.15 dia mulai menutup laptop didepannya dan membereskan semua pekerjaanya untuk bergegas meninggalkan ruangannya.


Menuju lift khusus direksi dan menekan tombol didalamnya untuk menuju lantai dasar. Lalu keluar meninggalkan kantor dan menghampiri mobil silver miliknya dan mulai memacukan mobilnya meninggalkan gedung bertingkat tersebut.


Inilah cinta...cinta adalah sebuah rasa


Rasa dimana tidak hanya bahagia


Namun didalamnya bercampur sedih, kecewa dan luka.....


Entah apa yang akan dilalui selanjutnya ...


Perjalanan cinta adalah sebuah takdir dan rahasia...


\~ Hallo reader....maaf baru bisa up kembali ya...🙏\~


Semoga seluruh readers yang baik tetap setia bersama Ara ya....🌺


Aku sangat berterimakasih atas dukungan kalian semua. Aku selalu menantikan kedatangan dan jejak kalian di setiap perjalanan kisah ara ya..☺️

__ADS_1


Aku menunggu like, komen dan kedatangan seluruh readers ya....❤️


__ADS_2