Perjalanan Cinta Adara

Perjalanan Cinta Adara
#18....


__ADS_3

Sinar mentari pagi kembali datang menjanjikan cahaya terangnya bagi seluruh bumi.


Sama halnya dengan kehidupan yang harus selalu dilewati. Berjalan tanpa henti meski terkadang penuh dengan misteri.


Sungguh semalam adalah malam yang panjang bagi kedua insan yang tengah tertidur lelap dengan posisi masing-masing. Setelah kejadian yang mereka alami semalam akhirnya mereka bisa tertidur juga hingga pagi.


Pagi yang mulai menjelang membuat bayu terbangun dari tidurnya. Dia beranjak dari sofa lalu berjalan ke bibir ranjang untuk melihat wanita cantiknya yang masih terlelap di atas ranjang.


Nampak wajah cantik ara dengan rambut panjang yang sedikit menjuntai kedepan menutupi sebagian wajah mulusnya. Membuatnya terlihat mempesona dipagi hari seperti ini ketika bayu tengah memandanginya dengan lekat dan penuh dengan hasrat yang harus selalu dibendungnya.


Dengan perlahan bayu mengusap pucuk kepala ara. Menyibakan rambutnya ke belakang daun telinganya supaya wajah cantiknya bisa dipandanginya dengan leluasa.


Setelah puas memandangi wajah cantik ara. Di kecupnya pucuk kepala ara dengan lembut supaya sang empunya tidak terbangun dari tidurnya.


Kemudian bayu memilih untuk mandi supaya badannya terasa lebih segar sebelum wanitanya bangun. Setelah mandi dan mengenakan baju yang sama karena telah di antarkan oleh petugas hotel setelah di laundry. Bayu yang sudah rapi bergegas segera keluar dari dalam kamar mandi.


Nampak ara sudah bangun dan duduk di tepian ranjang masih dengan muka bantalnya. Dengan mata yang masih mengantuk ara ingin segera mandi setelah bayu selesai mandi. Supaya mereka bisa segera pulang karena waktu sudah berganti hari dan ara tidak memberitahu ibunya alasan dia tidak pulang kerumah. Pasti saat ini ibunya sangat khawatir padanya.


“Ara..! Sayang..! Kamu sudah bangun..?


Tanya bayu pada ara.”


“Iya mas..! Aku mau segera mandi dulu ya..! Supaya kita bisa segera pulang.,! Pinta ara pada bayu.”


“Baik ra..! Kamu mandi saja dulu..! Aku akan menunggumu..! Jawab bayu dengan mengulas senyum diwajahnya.”


“Huum mas..! Dengan menganggukan kepalanya dan berlalu meninggalkan bayu menuju kamar mandi.”


Dengan segera ara membersihkan badannya supaya kembali segar didalam kamar mandi. Setelah itu sama dengan bayu, ara kembali mengenakan baju yang sama untuk dipakai. Kemudian ara keluar dari kamar mandi dengan menatap bayu yang telah terduduk santai di sofa dengan menghadap pada televisi yang masih menyala.

__ADS_1


Dalam diampun ara merasa sanggat bahagia bisa berada dekat dan bersama dengan lelaki yang dicintainya. Lelaki yang kini berada tepat didepan matanya yang membuat hari-harinya sungguh penuh dengan warna dengan hadirnya cinta dari bayu.


Cuaca diluar nampak begitu cerah dengan udara sejuk khas puncak yang sangat segar menerpa kulit mulus ara.


Setelah selasai check out, mereka kemudian bergegas untuk keluar dari hotel supaya dapat segera pulang kerumah.


Didalam mobil bayu menyetir mobilnya dengan fokus menembus jalananan yang berkelok dan naik turun. Sambil sesekali pandangannya terarah pada ara yang duduk disebelah kursi kemudinya. Wajah Ara yang nampak begitu khawatir terlihat jelas oleh bayu yang selalu memperhatikannya dalam diam.


Dipeganggnya lembut tanggan ara sebagai tanda bahwa ara tidak perlu takut selama bayu ada disampingnya. Ara yang merasakan kelembutan didalam genggaman bayupun merasa sedikit tenang. Tapi fikirannya tetap masih berputar-putas mencari alasan yang tepat ketika nanti sampai rumah ibunya akan mencecarnya dengan berbagai macam pertanyaan.


“Aha...aku dalam ide..! Pakai saja nama Lovi..! Pasti sangat masuk akal klo ak bilang menginap dengan lovi juga...! Ibu tidak akan marah kalau lovi bersamaku..! Hehhehe...!”


“Setidaknya otakku ini selalu masih bisa berfikir untuk berbohong..! Tapi hanya sedikit kok bohongnya..! Gumam ara dalam hati yang membuatnya jadi tenang menikmati perjalannan pulang dengan bayu.”


Setelah lebih dari dua jam menempuh perjalanan sampailah mereka berdua dirumah ara.


Sesampainya didalam rumah ternyata rumah nampak sepi dan tidak terlihat ada ibu didalam rumah. Ara mencoba memanggil-manggil ibunya sambil menyusuri rumah nampuk tidak ada juga ibunya dirumah. Mungkin ibu sedang keluar sebentar karena rumah hanya ditutup tanpa dikunci.


Perasaan legapun makin menyelimuti hati ara. Setidaknya dia masih bisa santai-santai dulu dari segala omelan ibunya nanti.


Ara kemudian masuk kedalam kamar dan mengganti bajunya. Direbahkannya tubuh mungil itu pada tempat tidur empuk dikamarnya. Dengan wajah yang tersipu ara masih terus membayangkan ciuman hangat semalam dengan bayu yang membuat hatinya terasa melayang-layang. Sungguh rasanya indah dan sangat indah, hingga tak ingin berlalu saat itu.


Lamunan yang indah itupun buyar ketika ibunya masuk kedalam kamar ara dan tengah melihat putrinya sedang bersantai diatas kasur tanpa rasa bersalah karena semalam tidak pulang dan membuat sang ibu khawatir dibuatnya.


“Ohhhh..,anak ibu udah pulang ya..? Kata-kata yang terdengar sedikit keras dan diselimuti sedikit kejengkelan keluar dari mulut sang ibu.”


“Ehhh., ibu..,! Ibu dari mana..? Membuat ara kaget saja..!” Balas ara dengan kaget sambil terduduk dari posisi tidurannya.”


“Pinter ya anak ibu ini..! Ibunya belum sempat tanya udah balik tanya sama ibu..!” Sambil menekuk wajahnya dan melihatkan kekesalannya pada ara ibu balik berbicara pada putrinya itu.”

__ADS_1


Dengan sigap ara yang tau ibunya pasti akan marah langsung meghambur dan mendekap ibunya sambil memperlihatkan sifat manjanya dengan bergelayut pada sang ibu.


“Maaf ya bu..! Ara tidak sengaja buat ibu khawatir..! Ara minta maaf ya bu..!” Sambil memasang wajah memelas ara mengucapkan maaf itu pada ibunya.


“Kemaren ara dan lovi nginep di puncak bu..! Karena hujan deras dan cuaca buruk kira ramai-ramai memutuskan untuk menginap bu.,! Takut kalau tetap lanjut perjalanan akan sangat berbahaya bu...!” Lanjut ara memberikan penjelasan pada ibunya.


“Ara..! Ibu marah tidak hanya kamu tidak pulang..! Tapi kenapa sampai kamu tidak memberi kabar pada ibu..! Apa kamu tidak tahu kalau ibu takut kamu terjadi sesuatu karena teleponmu tidak aktif..! Seru sang ibu dengan wajah yang mulai luluh dengan sifat manja anaknya itu.”


“Iya bu..! Lain kali ara tidak akan begitu lagi..! Ara janji sama ibu..! Maafkan ara ya bu.,! Sambil mengecup lembut pipi ibunya ara nampak terlihat sangat menyesal.


“Dasar anak ibu ini sudah besar tapi manja begini seperti anak kecil..! Sambil mencubit pipi mulus ara ibunya mulai mengeluarkan senyumnya pertanda sudah tidak marah lagi.”


“Udah ibu maafkan..! Tapi ingin jangan diulang lagi ya..! Peringatan sang ibu kepada ara.”


“Sipa ibu bos..! Hehheheh...! Jawab ara dengan wajah yang bahagia.”


Dalam hati ara sesungguhnya betul-betul menyesal dan minta maaf sama ibu. Karena ara sudah berbohong sama ibu soal kejadian yang sesungguhnya membuat dia tidak pulang. Tapi ara janji bu. Ara tidak akan mengulanginya lagi.


Setelah dimaafkan oleh ibunya. Ara yang merasa bersalah mencoba membuat ibunya senang dengan membantu membereskan rumah dan memasak bersama hingga membuat kue brownis coklat kesukaan ara bersama sang ibu.


Sungguh hari ini dari siang hingga menjelang sore mereka habiskan waktu bersama untuk saling bercerita banyak hal dan bercanda tawa bersama. Kebersamaan ibu dan anak yang sangat akrab ini sungguh membuat ara semakin sangat bahagia.


\~ Hallo readers semua...😊\~


- Terimakasih ya selalu ada bersama dalam Perjalanan Cinta Ara -


Semoga readers selalu ada dalam kisah ara ya...🤗


Aku sangat menantikan kedatangan, like, komen dan dukungan dari readers semua..🌺❤️

__ADS_1


__ADS_2