
Matahari pagi kembali memancarkan sinarnya. Cahaya terang kembali bersinar memberikan seberkas keindahan yang tidak dapat diukur besarnya.
Ara yang mulai merasakan sinar cahaya masuk dari celah jendela kacanya mulai terbangun dari alam mimpinya.
Badannya terasa lelah dan matannyapun terasa enggan terbuka. Mungkin efek dari tangis semalam. Dengan berat hati ara mulai meregangkan otot-ototnya yang kaku kekanan dan kekiri, sambil mengucek matanya yang masih terasa lengket. Dengan mengumpulkan nyawanya ara mulai mendudukan badannya dan menyenderkannya di ujung tempat tidur.
Hal baiknya hari ini hari libur, jadi ara bisa sedikit lega karena tidak harus ke kantor dengan keadaan yang kusut dan mata panda yang menghitam akibat menangis.
Dengan kesadaran yang masih setengah, tiba-tiba saja ara dikagetkan oleh dering telepon miliknya yang berbunyi cukup nyaring. Membuat kesadaran dan lamunanany pun buyar seketika.
Sambil malas dan menggerutu ara mengambil benda pipih yang terletak meja samping tempat tidurnya.
“siapa yang menelponnya pagi-pagi begini..?” Ucapnya..
Matanya pun terbelalak kaget, sebal dan mungkin juga senang melihat nama bayu lelaki pujaannya yang ditunggu-tunggu tanpa ada angin, tanpa ada hujan pagi-pagi sudah meneleponnya.
Dengan jemari lentiknya di tekan tombol hijau pada teleponnya, dan terdengar jelas suara khas pria tersebut tanpa ada rasa bersalah dari nada suaranya.
“Assalammualaikum ra...sudah bangun kah kamu..?”
Ara yang galau antara ingin marah atau bersikap manis mendengar suara bayu diseberang sana terbata-bata menjawabnya.
“Waalaikumsalam mas..,iya aku sudah bangun mas..!” Jawab ara dengan tetap lembut tidak memperlihatkan kemarahannya.
“Ra..,aku jemput kamu ya..? Kamu siap-siap ya ra..?”
“Ahhh...mau kemana mas..? Aku baru baru bangun..! Kamu kan tidak memberitahuku sebelumnya kalau kita mau pergi..?” Dengan terkaget-kaget ara menjawab ajakan bayu.
“Aku setia menunggumu ra..,kamu siap-siap dulu saja ya..! Setelah itu aku jemput kamu..! Nanti kamu akan tau kita mau kemana hari ini..! Ucap bayu yang terdengar tanpa ada sesuatu yang salah.
Ara yang masih bingung mengiyakan saja ajakan bayu. Entah apa yang harus dia lakukan nanti, pria pujaannya seolah tidak merasa bersalah dan tidak terjadi apa-apa antara mereka.
Setelah telepon diakhiri, ara turun dari tempat tidurnya bersiap-siap secepat kilat supaya tidak membuat bayu menunggu terlalu lama. Kebiasaan menjalani ritual dikamar mandi yang lama dipangkas hanya sekitar 25 menit saja ara sudah keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang masih terlilit dibadannya.
__ADS_1
Ara menuju lemari pakaiaan dan mengobrak-abrik isi didalamnya hanya untuk mencari baju yang pas supaya terlihat cantik didepan lelaki pujaannya. Setelah menemukaan pakaian yang cocok, ara memoles wajah cantiknya dengan make up yang terkesan natural supaya menambah kecantikan di wajahnya.
Setelah selesai ara bercermin di depan meja rias dan melihat tampilannya sudah oke sehingga membuatnya percayadiri untuk pergi bersama pujaan hatinya. Seolah lupa dengan sakit hatinya senyum manis tampak tersungging di wajahnya.
Terdengar suara mobil berhenti di depan rumahnya, dan benar saja pujaan hatinya yang keluar dari dalam mobil silver dengan kaus hitam dan kaca mata yang bertengger di hidung mancungnya menambah ketampanan dan aura wibawa bayu selalu terlihat.
Bayu pun nampak terpesona melihat gadis cantiknya yang terlihat begitu menawan. Ingin rasanya memeluk gadisnya kedalam dada bidangnya dengan erat dan hangat. Serta mencium bibir nya yang tampak merona.
Mereka kemudian masuk kedalam mobil dan mobilpun melaju menembus ramainya lalu lalang jalan raya saat ini yang dipenuhi kendaraan dimana-mana.
Didalam mobil masih nampak keheningan, mereka seperti sedang berpusat pada pikiran masing-masing. Ara yang ingin mencecar bayu dengar berbagai pertanyaan tidak bisa berkata apa-apa saat lelaki itu sudah disampingnya. Mulutnya terasa kelu dan berat untuk berbicara.
Sampai sentuhan bayu yang mengelus pucuk kepalanya mengejutkan ara.
“Ara..apa kamu senang hari ini..? Aku akan membawa kamu jalan-jalan supaya kamu senang ra..!”
“Aku senang asal sama kamu mas..!”
Sambil tetap fokus pada kemudinya bayu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menembus keramaian jalan sampai di tempat tujuan mereka.
Mereka sampai dipuncak, tampak pemandangan kanan kiri yang begitu asri dan udara sejuk membuat bayu mematikan ac mobilnya dan membuka kaca mobil supaya udara luar bisa masuk menembus kulit secara langsung.
Bayu menepikan mobilnya di tempat makan, karena ini sudah waktunya makan siang bayu mengajak ara untuk makan terlebih dahulu.
“Kok berhenti disini mas.? Tanya ara kepada bayu..
“Kita makan dulu ya..! Ini salah satu tempat makan yang menjual sate yang paling enak..!
“Masak mas..? Ak tidak tau,,. Masak iya sih mas.? Sambil memasang wajah penasaran..
“Ayok kita turun dulu..! Nanti setelah kamu merasakan pasti kamu ketagihan mencobanya lagi..! Dan setiap kamu kangen makan sate..! Tempat ini pasti yang kamu ingat dan pasti dengan diriku..! Sambil tersenyum manis ucapan itu terlontar dari bibir bayu.
__ADS_1
“Masakk..!! Aku tidak percaya tuh..!!wekkk...
Candaan yang terlibtar dari bibir ara membuat mereka terlihat sangat bahagia.
Mereka lalu turun dari mobil dan memilih tempat duduk yang masih kosong. Dengan kaca mata hitam yang masih bertengger di hidung mancung bayu, sungguh membuat mata ara enggan berpaling dari lelaki pujaannya. Pesona bayu begitu membuat hati ara terlena sampai melupakan semua sakit hati dan tanda tanya yang selalu ingin dia ungkapkan.
Setelah selesai memesan 2 porsi sate dengan lontong dan minuman, sambil menunggu pesanan mereka datang. Ara nampak begitu bahagia bercandatawa membahas hal-hal lucu dengan bayu yang membuat mereka bisa tertawa dengan lepas.
Sampai tak terasa pesanan merekapun datang, mereka begitu menikmati makanan mereka. Memang betul yang dibilang bayu.
“Sate ini enak ya mas...!! Tawa cengarcengir ara nampak lucu sambil menggit tusukan satenya..!”
“Kan sudah ak bilang..! Kamu pasti suka..! Kamu saja yang tidak pernah makan disini..! Dan setiap kamu makan disini nantinya kamu pasti hanya akan mengingat aku..!”
“Ikkkkhhh...PD bener kamu mas...!!!wekkkwekkk..!!”
Setelah menghabiskan makanan mereka, bayu kembali melajukan mobilnya menuju kesebuah air tertujun di dekat area puncak.
Nampak dari tempat bayu memarkirkan mobil, sudah terlihat pemandangan air terjun yang indah dan air yang jernih sangat menyejukan mata. Dikelilingi pepohonan yang rimbun dan bebatuan didasar air yang tidak begitu dalam mebuat siapapun yang melihatnya pasti sangat ingin berlama-lama bermain dibawah sana.
Sungguh ara sangat bahagia bayu mengajaknya ketempat seindah ini. Membuat hatinya yang gelisah dan sakit terasa sangat tenang.
Sekalipun tidak ada penjelasan atau kata maaf yang terucap dari bibir lelakinya. Tapi dengan sikapnya dan perhatian yang dia tunjukan juga caranya membuat ara bahagia selalu dapat meluluhkan hatinya.
Arapun seolah lupa dengan rangkaian pertanyaan yang ingin sekali dia lontarkan ke bayu sejak semalam. Karena yang ada dalam fikirannya saat ini hanya ingin menikmati kebersamaan dengan bayu yang sangat membahagiakan sehingga akan selalu menjadi kenangan yang berkesan.
Sekarang...Nanti....Dan mungkin sampai selamanya..
~terimakasih readers atas dukungan kalian yang selalu berada di dalam perjalanan cinta Ara~
Aku selalu menunggu kedatangan kalian, like, komen dan perhatian kalian ya....🌺
__ADS_1
Semoga kalian semua selalu bisa menikmati karyaku yang mungkin masih banyak kekurangannya...🙏
Author selalu bersemangat apabila readers selalu ada bersama author didalam cerita ini ya...❤️