Perjalanan Cinta Adara

Perjalanan Cinta Adara
#14....


__ADS_3

Malam telah tiba menggantikan sinar cahaya terang, kini yang terlihat hanya jutaan bintang dan sang rembulan yang nampak tamaran menyinari buminya.


Indahnya sinar rembulan malam mungkin berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan ara saat ini.


Malam mulai larut ketika ara menginjakan kakinya dirumah. Turun dari taxi online yang mengantarkannya sampai tujuan dan mengeluarkan lembaran uang untuk membayarnya. Kemudian turun dan melangkah menuju rumahnya.


Dengan langkah kaki jenjangnya gadis cantik yang nampak terlihat murung masuk kedalam rumahnya setelah mengucapkan salam.


Nampak sang ibu menghampiri putrinya yang baru saja datang.


“Baru pulang ra..? Kenapa sampai malam sekali.? Tegus sang ibu dengan wajah cemas..!”


“Iya tadi ada pekerjaan yang harus diselesaikan bu..! Jadi ara lembur..!”


“Kamu nampak lelah sekali ra.? Wajahmu terlihat kusut..! Sambil membelai lembut kepala ara dan memandangi sang putri...!”


“Ara capek bu..,ara pamit ke kamar dulu ya bu..! Badan ara juga rasanya sangat lengket..!”


“Ya sudah..,sana mandi biar segar nanti baru makan ya ra..! Jangan sampai tidak makan ...!”


“Iya bu..! Sambil berlalu meninggalkan sang ibu menuju kamarnya..”


Sesampainya di dalam kamarnya ara meletakkan tas nya di atas meja disamping tempat tidur. Kembali di buka tas tersebut untuk mencari ponsel milik nya. Setelah berada ditangannya, benda pipih itu di buka dilihat tapi tak satupun ada pesan atau telepon dari lelaki pujaannya.


Rasa hatinya semakin sakit menunggu dan hanya bisa menunggu kabar dari bayu. Karena sampai sekarang ponsel bayu pun masih tidak aktif.


Ara kemudian memutuskan untuk segera mandi, melangkah menuju kamar mandi dan mengguyur badannya di bawah guyuran shower supaya hatinya terasa tenang.


Terbukti ampuh, setidaknya guyuran air hangat dari shower membuat badannya sedikit rilex.


Setelah selesai dengan aktivitas mandinya, ara yang masih menggunakan handuk yang dililitkan dibadanya melangkah menuju lemari pakaian untuk mengambil baju ganti.


Dikenakannya piyama tidur dengan motif bunga. Ara yang telah mengenakan piyama tidur lalu berjalan menuju kasur empuk miliknya.

__ADS_1


Merebahkan tubuhnya supaya merasa nyaman, karena lelah seharian bekerja dan lelah hatinya menunggu lelakinya yang tidak ada kabarnya hingga saat ini.


Ara kembali memainkan handphonya, lagi dan lagi mengecek apakah ada pesan dari bayu tapi ternyata nihil.


Kemudian ara kembali melihat story chating miliknya dengan bayu yang nampak begitu mesra. Banyak candaan, rayuan dan gambar setiap kegiatan mereka yang saling dikirimkan didalam setiap chating mereka. Apalagi jika melihat emot


😘😍🤗 diakhir chating mereka rasanya tidak ada yang salah dalam hubungan ara dan bayu.


Tanpa terasa buliran kristal menetes disudut matanya. Membuat hatinya merasakan sakit dan kecewa oleh sikap bayu saat ini.


Entah apa yang sedang dilakukan lelakinya saat ini. Sampai tega membuat ara menunggu dan hanya bisa menunggu kabar dari nya.


Pikiran ara mulai kemana-kemana membayangkan bayu saat ini sedang apa dan dimana. Semakin membuat hatinya makin terasa sakit. Hingga tak terasa tangisnya mulai terisak.


Menetes membasahi pipi mulusnya, hingga dadanya pun ikut terasa sesak.


Seperti inilah cinta, mencintai dan dicintai adalah suatu hal yang berbeda. Mencintai dengan dalam membuat rasa sakit dan luka yang amat menyiksa. Cinta dalam diam dan tangis pun tetap cinta. Dan kecewa tanpa di katakanpun akan tetap menyisakan luka.


Di tempat lain bayu yang telah berada dirumahnya. Tengah duduk di meja makan dengan kedua orang tuanya dan seorang gadis. Mereka menikmati hidangan makan malam yang beraneka ragam tersaji rapi di meja panjang tersebut.


Terlihat pemandangan yang begitu kontras dengan apa yang sedang ara rasakan saat ini.


Mereka menikmati makan malam mereka dengan sangat bahagia, sesekali diselingi dengan candaan ringan yang membuat suasana meja makan tampak hangat. Sesekali pandangan bayu dan gadis itu pun saling beradu.


Tanpa canggung gadis tersebut mengambilkan makan di piring milik bayu. Nampak mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang terlihat saat itu. Ibu bayu pun dengan senyum diwajah nya terlihat senang dengan keserasian mereka berdua.


Setelah selesai menikmati hidangan makan malam merekapun menuju ke ruang keluarga. Sambil melihat acara tv nampak obrolan mereka semakin serius membicarakan suatu hal.


Bayu pun terkesan menikmati waktunya saat itu bersama gadis yang duduk disebelahnya. Mengobrol dan bercengkrama membahas berbagai hal yang nampaknya di iyakan dan disetujui olehnya. Dengan senyum yang terulas nampak jelas terlihat di wajahnya.


Setelah selesai mengobrol panjang lebar, sepertinya sesuatu hal telah disepakati oleh mereka. Kemudian bayu mengantarkan gadis itu pulang dengan mobil silver miliknya.


Didalam mobil merekapun nampak terlihat bahagia. Senyum masih terulas diwajah keduanya. Sesekali bayu mengelus pucuk kepala gadis itu. Hingga tiba di sebuah komplek perumahan elit.

__ADS_1


Bayu turun untuk segera membukakan pintu penumpang dan mempersilahkan gadis itu turun. Setelah berpamitan bayupun segera melajukan kembali mobilnya menuju kediamannya.


Sesampainya dirumah bayu segera melangkahkan kaki masuk ke kamarnya. Menuju ke tempat tidur miliknya, lalu merebahkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamar. Tidak butuh waktu lama matanyapun telah terpejam dan terlelap di dalam tidurnya.


Tanpa memikirkan perasaan seorang gadis yang sedang menunggu dan selalu menunggu kabar darinya. Bayu terlihat begitu santai dan nyaman dengan apa yang baru saju terjadi.


Entah bagaimana perasaan ara nantinya bila tau apa yang telah terjadi saat ini. Betapa hatinya akan hancur atau tetap bahagia jika bersama dengan bayu. Karena apa yang sesungguhnya tengah dilakukan dan dipikirkan oleh bayu hanya dia dan Tuhan lah yang tau.


Waktu menunjukan pukul 22.00 , ara yang telah lelah dengan mata yang terlihat sembab dan pipi yang basah oleh tangis juga sudah terlelap dalam tidurnya. Dengan hati yang masih gelisah ara tertidur dalam tangis.


Dalam doa dan mimpinya ara selalu memohon semoga esok hatinya kembali membaik dan kebahagian kembali datang padanya.


Perjalanan cinta ara yang baru saja merasakan bahagia harus diuji dengan luka. Cinta yang tengah dipupuk dan tubuh subur harus mengalami sebuah rintangan. Akankah kebagian dan debaran cinta kembali seperti sedia kala. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


Hati yang luka akan tetap terasa


Entah bagaimana nanti sembuhnya


Sebuah rasa dan sepenggal cinta selalu punya cerita


Esok atau lusa semua pasti akan ada jawabnya


Manusia hanya bisa melalui semua prosesnya


Selebihnya Sang Kuasalah yang mentukanNya


Terimakasih buat readers yang telah mengikuti kisah Ara....🙏


Semoga kalian ada setiap perjalan novel ini ya...


Author sangat berterimakasih sekali atas ke dukungannya...


Jangan lupa like, komen dan tinggalkan jejak kalian disini ya...🌺❤️

__ADS_1


__ADS_2