Perjalanan Cinta Adara

Perjalanan Cinta Adara
#7...


__ADS_3

Sinar matahari yang belum menampakkan teriknya membuat mereka bersemangat untuk mencoba berbagai wahana yang sedikit tidak exstream terlebih dulu untuk dicoba.


Antrian yang belum terlalu penuh membuat pilihan mereka jatuh ke wahana kora-kora.


Karena sekali berjalan wahana ini dapat mengangkut orang banyak jadi tidak begitu menghabiskan waktu lama untuk mereka menaiki wahana tersebut.


Setelah memposisikan duduk mereka ditengah-tengah supaya tidak merasa takut. Ara memilih duduk ditengah antara bayu dan lovi, sedangkan aris duduk ujung bersebelahan dengan lovi.


Ketika semua sudah menaiki wahana permainan.


Mulailah wahana tersebut mengayun-ayunkan para pengunjung naik turun dengan perlahan lahan dan mulai mengencang sampai jantung ara yang sedikit penakut ini dagdigdug ser ketakukan.


“Dengan bertetiak-teriak sekencang-kencangnya yang pasti sangat bising kalau didengar..!!”


“Ara mencoba melepaskan rasa takutnya.”


Tanpa sengaja karena ayunan yang makin kencang membuat ara mencengkeram lengan bayu dengan sangat erat dan protektif seperti takut sekali apabila melepaskan lengan kokoh tersebut dari tangannya.


Dengan sigap dan sadar karena tau ara takut, bayu langsung merangkulkan lengannya ke bahu mungil milik ara sambil membisikan suara yang menenangkan. Supaya gadis cantik itu tidak nampak takut lagi karena ada dia disampingnya.


Tidak terasa permainanpun sudah mulai mengayun pelan. Pertanda bahwa permainan akan segera selesai.


“Lovi yang melihat pelukan itupun seketika berdehem...!”


“Sehingga membuat mereka berdua terkaget dan dengan segera melepaskan pegangan dan rangkulan yang baru saja terjadi...! Antara bayu dan ara.” “Hehheheh...!”


Setelah itu mereka kembali menuju wahana-wahana lain berada disekitar mereka.


Berbagai wahana seperti niagara-gara, ontang-anting, pontang-pontang, alap-alap, kicir-kicir, poci-poci, gajah bledug, dan arum jeram pun tidak terlewatkan oleh mereka.

__ADS_1


Apalagi ara yang sangat menyukai permainan yang ada suasana air sangat antusias untuk menaiki wahana arum jeram.


Sekalipun antrian dihadapannya sangat panjang dan naik turun yang mebuat kaki mulusnya sudah sangat terasa pegal.


Tapi tidak membuat semangatnya surut untuk mendapatkan giliran menaiki permainan tersebut.


Sampai akhirnya mereka semua sudah berada diantrian terdepan dan siap menaiki wahana yang menampung sekitar delapan orang saja.


Saat semua pengunjung sudah tertududuk dikursi masing-masing. Sabuk pengamanpun segera terpasang otomatis untuk mebuat pengunjung tetap aman ketika tergoncang melewati arus yang deras.


Dengan cepat tombol pun dipencet oleh petugas pertanda permainan sudah dimulai.


Mereka dengan sorak sorai mulai mengeluarkan terikannya menikmati arus air yang membawa perahu bergoyang kekanan dan kiri.


Terdengar suara dan teriakan dari para pengunjung secara bersamaan.


“Eaaa...eya......! Awwwaw.....awaww..!


“Aaaa...! Eya...!”


Dengan suara dan ketawa riang yang serentak dari semuanya.


“Dan...!”


“Byurrrrrr...!”


“Byurrrrrr...!”


Air mengguyur masuk kedalam perahu ban yang mereka tumpangi ketika ban meliakliuk kekanan dan kiri mengikuti arus yang sangat deras.

__ADS_1


Basahpun tidak dapat dielakan oleh para penumpang namun sangat asyik dan membahagiakan.


Sebelum sampai ketikungan terakhir mereka semua perpegangan tangan dengan kompaknya dan mengangkat tangan mereka keatas sambil sedikit berdiri yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Kemudian dengan kompak dan beramai-ramai semua berteriak.


“Eeeeee......!”


“Eeeaaaaaa..!”


Sehingga membuat perau semakin terombang ambing terkena angin dan tekanan ombak buatan secara bersamaan.


Sungguh pengalaman yang sangat seru dan mengasyikan. Membuat semua penumpang satu perau tersebut sangat bahagia dapat menikmati permainan dan kebersamaan mereka yang indah menjelang sore dengan permainan tersebut.


Akhirnya mereka pun sampai diujung akhir permainan. Dimana perau mulai berjalan lambat dan berhenti di dekat garis finish. Semua penumpang pun turun dari perahu satu persatu dengan pakaian dan wajah yang basah dengan air.


Saling tertawa lepas dan menatap mebuat pandangan bayu dan ara saling bertemu. Pandangan yang menyemburkan sebuah rasa nampak jelas terpancar dari keduanya.


“Ya....sebuah rasa..! Rasa yang begitu menggelora..! Rasa yang ingin segera bisa disatukan..!”


Membuat pipi putih nan mulus ara nampak memerah karena tersipu malu atas pikiran yang terlintas diotaknya. Sedangakan bayu hanya mengulas senyum santai diwajahnya yang nampak menenangkan.


Lovi yang menyadari gerak gerik mereka berdua pun sudah sangat paham sepertinya akan kemana arah selanjutnya dari kedekatan ara dan bayu. Sambil tersenyum lovi berlalu mendahului mereka dengan mengajak aris. Disusul ara dan bayu yang berjalan dibelakang mereka.


Sembari menikmati hembusan angin sore yang sepoi-sepoi sekaligus dapat mengeringkan baju yang basah. Mereka duduk di kedai es cream yang berada dekat dengan pohon, sambil menikmati es cream coklat kesukaan ara dan strowbery kesukaan lovi ditemani dengan aneka makanan seafood bakar dan cemilan kriuk-kriuk dapat mengganjal perut mereka yang mulai keroncongan.


“Sungguh pemandangan yang sangat indah disore itu....!”


\~Terimakasih reader yang udah setia mengikuti kisah ini..🌺\~


Mohon dukungannya ya...,

__ADS_1


Jangan lupa jempolnya dan komen-komen penyemangatnya ya....❤️


__ADS_2