Perjalanan Cinta Adara

Perjalanan Cinta Adara
#4....


__ADS_3

“Satu minggu sudah berlalu sejak bayu meminta nomor hp ara...”


Tapi belum juga dia mencoba menchat ara sekedar menamyakan kabar atau basa basi semata.


Entah apa yang masih di pikirkan oleh bayu..


“Sedangkan Ara menjalani kegiatannya seperti biasa..!”


Sejak pagi sudah mulai berangkat ke kantor, sesampinya dikantor mulai menyelesaikan pekerjaan yang beraneka ragam dan sesekali tetap menyempatkan waktu untuk sekedar berbincang-bincang dengan lovi dan nita.


Siang itu pekerjaan mereka sedkit agak senggang, sehingga mereka bisa sembari bergosip-gosip ringan ala ciwi-ciwi yang membahas berbagai topik mulai dari make up, shoping sampai cowok juga.


Dalam perbincangan itu tiba-tiba saja lovi menceletuk..!


“Ra...! Gimana perkembangan kamu sama pak bay?” Sambil meyunggingkan senyum penuh curiganya.


“Lovi tiba-tiba menanyakan hal tersebut kepada ara..!”


“Perkembangan apaan sih lov...! Sambil memelototkan matanya ara menjawab pertanya dari lovi..!”


“Sampai sekarang kita juga tidak ada komunikasi apa-apa kok lov..! Tambah ara dengan ekspresi muka yang datar.


“Ehhh.....! Masak iya sihhh..?” Dengan wajah tak percaya lovi seolah tetap masih bertanya pada ara.


“Ditambah dengan ke kepoan lovi dia tetap kekeh tidak percaya dengan jawaban ara..!


“Kirain minta nomor hp ada tanda-tanda....? “


“Ternyata slow motion gerakannya...!!!”


“hehheeh.....!!”


Celetuk lovi ke ara diiringi dengan ketawanya yang terdengan nyaring.


“Nita yang mendengarkan percakapan mereka hanya senyum tipis saja..!”


“Sambil berkata pada pada ara..!


“Ya udah ndak usah dipikiran ra kalau ndak ada pergerakan....!”


“Huummm...!” Jawab ara singkat sambil mengangguk..!


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 17.00 wib waktu dimana jam pulang kantor mereka telah tiba.


Ara, lovi dan nita juga karyawan yang lain sudah bersiap-siap untuk merapikan meja kerjanya dan bergegas untuk pulang.


Sesampainya di depan pintu keluar, mereka menuju parkiran untuk mengendarai kendaraan masing-masing dan berniat langsung segera pulang.


“Kurang lebih 30 menit berkendara...!”


Melewati jalanann yang padat dan ramai dengan orang-orang yang bersamaan pulang bekerja.


“Rasanya membuat tubuh ara sudah sangat lelah...!”


Akhirnya sampai juga dirumah...


Sambil mengucap salam dan memasuki rumah, ara berniat untuk langsung masuk kedalam kamar dan segera mandi supaya badannya terasa segar kembali.


“Ra..! Kamu sudah pulang nak..?” Panggil ibu dari arah dapur.

__ADS_1


“Mengentikan langkah ara untuk menengok ke arah suara ibunya berada..!”


“Sudah bu..! Ini baru aja..! Ara mau langsung mandi dulu ya bu..! Jawab ara yang sudah akan berlalu meninggalkan ibunya.”


“Ya sudah..! Mandi dulu sana..! Biar badanmu segar..”


“Ini ibu juga sudah masak makanan kesukaan kamu..!”


“Nanti langsung makan ya, setelah mandi ra..!”


Pinta ibu kepada ara.


“Iya bu.....!” Jawab ara sambil senyum dan melangkah ke kamarnya.


Sesampainya dikamar ara meletakan tasnya di atas tempat tidur dan bergegas mencari handuk yang tergantung di bekalang pintu. Lalu buru-buru ara masuk ke kamar mandi untuk melepas bajunya dan menyalakan shower air hangat untuk menguyur tubuhnya yang sudah terasa sangat lengeket.


Tanpa disadari., karena kebiasaan mandi ara yang lama dan suara guyuran air yang membasahi tubuhnya. Ara tidak mendengar bahwa suara handphone miliknya sudah berbunyi beberapa kali. Yang menandakan ada panggilan masuk tetapi tidak terjawab.


“Setelah selesai mandi dan membasuh badannya yang basah dengan handuk..!”


“Ara kemudian keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian dengan memakai daster tidur santai tanpa lengan dan kepala yang masih dililit dengan handuk..”


Tiba-tiba handphone ara kembali berbunyi.


“Menandakan ada pesan masuk di handphone miliknya..!”


Ara segera melangkahkan kakinya ke arah tempat tidur dimana handphone miliknya berada didalam tas yang ditaruh di atas tempat tidur.


“Diambilnya handphone tersebut..! Dan ketika dibuka berapa terkejutnya ara.....!” Melihat siapa yang telah mengirimkan pesan kepadanya.


📞 xxx (nomor bayu karena belum disimpan ara : “ assalammualaikum ara...”


📞 xxx : gimana kabarnya ra?..


📞 xxx : masih sibuk ya ra ?...


Ternyata yang mengirim pesan adalah orang yang baru saja tadi siang dibicarakannya dan sekarang orangnya tiba-tiba sudah mengirim pesan ke dia dan tidak hanya pesan saja, tapi juga telah menelponnya berkali-kali.


“Sambil berguman dan agak bingung..!”


“Ara berkata ini orang apa dukun ya..? Tau aja kalau dibicarain tadi siang...! Sambil tertawa sendiri ara mengingat kejadian tadi siang.


“Ehhh... sekarang langsung deh nongol...’”


“Kalau ndak diomongin jangan-jangan ndak kirim pesan lagi...!”


“Hihihihihi....! Gumam ara yang berbica sendiri didepan handphone miliknya, setelah membaca pesannya dan sambil berpikir menjawab apa pesan dari bayu.”


“Belum sempat pesan selesai diketik tiba-tiba handphone nya sudah berdering kembali...!”


Begitu terkejutnya ara setelah melihat foto profil bayu dilayar handphonenya yang saat ini sedang melakukan panggilan kepadanya.


“Sambil sedikit gugup..! Ara menekan tombol hijau dihandphonenya dan menjawab telepon tersebut.”


📞 ara : “ hal..hallo assalamualaikum..”


“Ada apa pak bayu menelepon..?”


(Jawaban ara yang sediit canggung bercampur grogi karena telepon dari bayu yang tiba-tiba)

__ADS_1


📞bayu : “waalaikumsalah ara..! Maaf ak mengganggu kamu...? Kamu masih sibuk ya ra..?” Tanya bayu ke ara dengan sangat halus dan hati-hati.


📞ara : “Ehhh..tidak pak...!” Jawab ara singkat.


📞bayu : “Aku sudah meneleponmu beberapa kali..! Tapi tidak kamu angkat ra..!” Nada suara bayu yang terlihat sedikit kecewa.


📞ara : “ma..maaf pak..! Tadi saya sedang mandi..! Jadi tidak mendengar ketika bapak menelopon.”


Apakah ada yang penting pak..?”


Suara dan jawaban ara yang terdengar begitu bertanya-tanya terhadap bayu.


📞bayu : “Tidak ra...! Aku hanya ingin tau kabarmu saja..! Bisakah kamu tidak perlu formal memanggil aku pak....! Pinta bayu kepada ara.”


“Panggil aja aku mas...! Suara renyah bayu terdengar riang di sebarang sana sambil senyum-senyum sendiri.


📞ara : “Hah..! Ara langsung melengo dan agak syok mendengarnya..! Apa ndak salah ini orang sok akrab banget..! Baru aja telepon langsung mas..mas....!


“Dikira kita udah akrab kaleee...! Gumam ara dalam hati yang pasti tidak akan diketahui oleh bayu.”


Diluar pintu kamar tiba-tiba suara ibunya menambah kekagetan ara dengan teriakannya.


“Ra...ra...!! Udah selesai belum mandinya...?”


“Ayo segera makan dulu ra..! Sudah malam kamu belum makan setelah pulang kerja...!” Perintah ibunya yang terdengar jelas dari dalam kamar ara.


“Ibunya pun menceletuk...!”


“Dikamar mandi kok betah banget kamu ra..ra..!


Kamu tuh mandi apa semedi...? Teriak ibu ara.


“Iy..iya...bu...! Ara udah selesai bu..! Bentar ara keluar bu.”


Jawab ara di dalam kamar sambil masih memegang handphone yang menempel ditelinganya.


📞 ara : “‘Mas sudah dulu ya..! Saya sudah ditunggu ibu untuk makan mas..! Pinta ara ke bayu untuk segera mengakhiri panggilan teleponnya.”


📞 bayu : “Ya udah kamu makan dulu saja ra..! Sudah malam soalnya dan ingat jangan panggil pak lagi ya...! Terdengar suara pengertian bayu terhadapa ara.


“Nanti kita sambung lagi obrolannya ya ra...!” Pinta bayu masih dengn harapannya.


📞 ara : “Iy., iya mas bayu..!” Jawab ara masih dengan suara yang canggung.


📞 bayu : “lha itu bagus..! Ketawa bayu terdengar senang di telepon dengan panggilan dari ara.


📞 ara : “Hehehhe...! Ara menjawabnya dengan tertawa.”


“Lalu mengatakan kalau teleponnya akan segera dia tutup ya mas....!”


📞 bayu : “Silahkan ra....! Dengan senang hati..!”


(Jawaban bayu yang hanya dimulut saja...hehhe)


Padahal sesungguhnya dia masih ingin berlama-lama bertelepon dan mendengar suara ara yang sangat dia tunggu-tunggu.


📞 ara : “Jari lentiknya memencet tombol merah di handphonenya yang menandakan telepon sudah diakhiri...!”


Sambil masih terbengong ara menaruh handphone miliknya di meja dan keluar kamar menuju dapur untuk segera makan. Karena ibunya pasti sudah menunggunya dari tadi. Dari pada nanti dia diomel-omelin karena terlalu lama tidak keluar-keluar kamar. Langkah kakinya pun dipercepat dengan senyum yang mengembang diwajahnya menuju tempat makan.

__ADS_1


Terimakasih buat reader yang selalu memberikan dukungan dan kedatangannya...🌺🌺


Jangan lupa mohon like nya ya.....🙏


__ADS_2