
Hari demi hari berlalu seperti sedia kala.
Sama seperti pagi hari ini yang nampak cerah dengan sorot sinar Matahari pagi yang mulai menerobos ke dalam jendela kaca disebuah kamar yang bercat pink dengan ornamen hiasan dan figura yang terpasang di dinding kamar tersebut menambah nuansa yang nampak begitu feminim didalamnya.
Pagi itu Ara memulai aktivitasnya dengan memoles wajahnya yang begitu mulus dan cantik dengan pelembab,couture, shading, fondation, bedak dan aneka make up yang lengkap didepan cermin miliknya.
Selesai berdandan dengan make up yang tidak begitu tebal, ara pun siap untuk berangkat ke kantor.
Setelah sampai dikantor.
Ara yang telah menyapa lovi dan nita pun langsung menuju meja kerjanya..!
“Uhhhh...!! Banyak sekali ternyata pekerjaanku yang harus diselesaikan hari ini..!”
Gumam ara sambil menyelesaikan satu persatu seluruh pekerjaannya.
Tanpa terasa waktu makan siangpun tiba.
Ara yang dari tadi sibuk dengan pekerjaanya pun sampai lupa kalau jam sudah menunjukan pukul 1 siang. Perutnyapun sudah mulai memberontak untuk minta diisi.
“Ra..,ayuk makan siang.!”
Ajak lovi karena dari tadi melihat ara sibuk dengan pekerjaanya.
“Bentar vi..!!” Ini ak selesaikan dulu yang kurang dikit, baru kita makan habis ini ya.!!
Jawab ara..!
Sambil menyuruh lovi untuk mencari tempat makan dulu supaya mereka tidak bingung akan makan dimana nanti. Dan ara juga menyuruh lovi mengajak nita sekalian untuk bergabung dengan mereka.
Setelah siap, mereka bertiga keluar meninggalkan kantor menuju resto yang telah mereka pilih untuk makan siang kali ini.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan yanh tidak begitu lama, mereka sampai juga keresto yang tidak jauh lokasinya dari kantor.
Resto yang menyedikan aneka olahan seafood yang amat menggugah selera makan mereka.
Tidak membuang waktu, ara terlebih dulu memilih tempay duduk diujung dekat dengan kolam ikan dan segera memanggil pramusaji untuk memesan makanan mereka.
“Tanpa mereka sadari karena asyiknya mereka bercerita sambil menyantap makanan yang telah ada didepan meja, merekapun makan dengan lahapnya...!”
“Ternyata ada sosok dimeja seberang yang tengah mengamati dan terus menatap lekat wajah salah satu gadis dimeja tersebut..!”
__ADS_1
“Ya,,!! Gadis itu..! Itu ara...!
Gumam bayu didalam hatinya..!
“Akhirnya ak bisa bertemu dengan gadis itu lagi..!”
Kata-kata yang keluar dari bibir bayu dengan nampak wajahnya yang senang.
“Sungguh mempesona sekali gadis itu..! Meski tengah menyuntah makanan didalam mulutnya dengan begitu lahap..!”
“Nampak seperti orang sangat kelaparan saja...!!!
Emangnya dia tidak makan satu minggu apa..!! Batin bayu berucap dengan terus memperhatikan gadis canti di seberang meja disana..!”
Setelah puas memandangi wajah gadis yang membuatnya begitu penasaran akhir-akhir ini.
“Bayupun segera melangkahkan kakinya untuk mendekati gadis itu..! Sebelum mereka terlebih dahulu meninggalkan resto tersebut...!”
“Permisi, ara ya...! Seru bayu yang telah berada di dekat ara..!”
“Iya..! Pak bayu ya..? Yang kemaren meting dengan kami ya pak..? Jawab ara dengan wajah yang gugup..!”
“Jangan panggil saya pak...! Pinta bayu kepada ara..! Dengan senyum yang terulas diwajahnya.”
“Saya tidak setua itu..! Panggil saja nama saya supaya tidak terlihat formal..! Suara yang terdengar halus keluar dari mulut bayu.”
“Dijawab dengan anggukan oleh ara..! Dan senyum yang mengembang diwajah cantiknya..!”
Setelah dirasa cukup untuk berbasa-basi dan saling bertukar kabar.
“Ara berniat pamit pulang terlebih dahulu kepada bayu...!”
“Pak....! Eh.. bayu..! Aaa mas bayu..! Sambil beberapa kali meralat ucapannya ara mengatan itu pada bayu.
“Kita pamit dulu ya....!” Pamit ara pada bayu.
“Tunggu ra..! Panggil bayu sambil mencoba menghentikan langkah ara..!”
“Boleh kan aku meminta nomor hp km ra..? Siapa tau nanti saat proyek yang kita jalankan ada kendala atau aku butuh penjelasan kan aku bisa langsung menghubungi kamu..!”
__ADS_1
“Alibi bayu yang sangat jitu untuk bisa mendapatkan nomor handphone agar bisa lebih dekat dengannya....!”
“Nomor saya saja mas bayu..? Apa sekalian nomor lovi dan nita saja ya...? Siapa tau nanti kamu juga butuh kontak dengan mereka..!
Sahut ara dengan santai tanpa ada rasa curiga dengan permintaan bayu tersebut.”
“Ini catat ya mas..! Sambil mengeluarkan ponsel dari tasnya dan menyebutkan rangkaian nomor hp miliknya dan teman-temannya..!” Ara menyetujui keinginan bayu.
“Dengan sigap bayu mengiyakan saja...!”
“Padahal dalam hati bayu tidak butuh juga nomor lovi dan nita karena hanya nomor ara saja yang diinginkannya.”
Sambil mengeluarkan hp dari dalam saku celananya, bayu dengan cekatan tetap menyimpan seluruh kontak mereka.
Sambil tersenyum simpul yang memperlihatkan wajahnya yang penuh dengan kehangat. Bayu sangat senang hari ini keinginannya terwujud untuk bisa dekat dengan gadisnya.
“Makasi ya ra..!”
Sahut bayu sambil terus menatap gadis itu dengan tatapan yang begitu lekat.
“Sampai membuat ara sedikit kikuk dengan tatapan penuh tanda tanya yang mengarah kearahnya...!”
“Ya sudah..! Kami duluan ya mas bayu..!”
Pamit ara ke saat akan meninggalkan bayu.
“Sambil melambaikan tanggannya dan berbalik meninggalkan bayu....!”
“Hati-hati dijalan ya ra..! Sahut bayu sebelum gadis itu berlalu...!”
Sambil bergumam dalam hati dan tetap menyunggingkan senyumnya.
“Bayu berkata kita pasti akan ketemu lagi ra..! Pasti..!
Dan Aku percaya pertemuan kita berikut-berikutnya akan membuat kita semakin dekat dan membekas dalam hati....!”
\~ Jangan lupa buat kasih jempolnya ya kak😍 \~
Makasi buat dukungannya reader❤️❤️❤️
Kutunggu komen-komen kaliannn ya....
__ADS_1