
Tidak berselang lama terdengar suara nyaring yang memanggil-manggil nama ara dari balik pintu rumahnya.
“Ra...ara syang.....!” Panggil lovi dari balik pintu.
“Setelah mengucapkan suara salam...!” Yang ternyata suara lovi...
“Siapa lagi kalau bukan teman tersyangnya yang memanggil-manggilnya, untuk mengajak ara segera berangkat...!” Dalam batin ara setelah mendengar suara sahabatnya itu.
Nampak ibu ara keluar menghampiri lovi dipintu ruang tamu sambil mempersilahkan lovi masuk kedalam rumah untuk menunggu ara.
“Ayo masuk lovi..!”
“Ara masih dikamar...! Biasa butuh waktu lama buat ara berdandan..! Seru ibu ara ke lovi sambil mengulas semyum lebar diwajah paruh bayanya...!”
“Sudah biasa kalau ara begitu tante...! Jawab lovi ke ibu ara yang sudah sangat paham dengan kebiasaan sahabanya itu..!”
“Ya sudah masuk saja kekamarnya lov..! Biar tidak makin lama dia dikamar untuk berdandan...!” Pinta ibu ara ke lovi.
“Iya tante..! Saya kekamar ara dulu ya tante...! Pamit lovi sambil berlalu meninggalkan ibu ara dan masuk ke kamar ara...!”
“Hallo syang....! Sapa ara.”
Saat melihat sahabatnya masuk kekamarnya sambil senyum-senyum dan sedikit mengerucutkan bibir kecilnya kedepan dan menatap ara tajam.
“Pastiii belum selesai kan....!” Seru lovi ke Ara.
“Ayok buruann..! Nanti keburu kesiangan luwh..!”
“Ntar kira kurang puas lagi maen-maennya kalau kesiangan berangkatnya....!”
Timpal lovi sambil menceramahi Ara supaya cepat.
“Santai aja lov...! Ini lihat aku udah siap...!”
Sambil berkacak pinggang didepan lovi, ara memperlihatkan penampilannya yang sangat menawan.
“Bagusss.....! Udah cantik ayokk siapp kita berangkattt...!”
Ajak lovi sambil menarik tangan kanan ara.
“Eitzzs...eitzzz....! Main tarik aja..! Tunggu dulu lov....!”
Suara ara yang menghentikan langkah lovi.
“Sambil melirik kearah ara dengan tanda tanya dipikirannya.? Lovi seperti paham maksud sahabatnya ini..!”
“Jangan panik dan jangan khawatir sayang..! Tenang saja kita tetep akan pergi kok...!” Jawab ara segera yang paham maksut tatapan sahabatnya.
__ADS_1
“Tapi tunggu mas bayu sama temennya datang menjemput kita ya lov...! Karena tadi mas bayu bilang mau ikut kita jalan-jalan....!”
“Jadi biar kita ndak sepi dan ada yang nyetirin mobil..! Aku iyakan aja permintaannya buat ikut kita....!”
“Sambil cengar-cengir ara menjelaskan ini semua ke lovi yang memandanginya dengan curiga...”
“Itu mah alasan kamu aja ra...!”
“Bilang aja itu akal-akalan kamu sama mas bayu aja kan..?”
“Biar bisa berduaan begitu kan..! Sahut lovi agak sinis ke arah wajah Ara.”
“Awas aja ya....! Kalau sampai kamu ninggalin ak dan berdua-duaannn..! Kita kan sudah janji buat senang-senang hari ini.....! Tegas lovi ke ara.”
“Siyappp sayang...! Kamu tenang aja ya...! Kita pasti akan tetap heppy donkkk...!”
“Kita kan selalu heppy..! Ada atau tidak adanya mereka lov...!”
“Jawab ara yang di balas senyuman oleh lovi....!”
Akhirnya kedua sahabat itupun keluar dari kamar ara dengan wajah sumringah yang terpampang jelas dan nyata.
Sambil menunggu jemputan, mereka asyik mengobrol, bergosip-gosip ria dan merencanakan apa saja nanti yang akan mereka lakukan ditempat bermain yang akan membuat adrenyalin mereka tertantang dengan banyaknya wahana-wahana disana.
Tidak terasa karena asyiknya mereka mengobrol, ternyata ada sebuah mobil sedan berwarna silver berhenti tepat didepan rumah ara.
Ara dan lovi yang sudah siyap dari tadi saling menatap. Menandakan pasti ada sesuatu yang sama sedang mereka pikirkan.
Satu kata yang tidak perlu diucap tapi hanya mereka saja yang paham.
“Wawww...!” Kata yang sudah mewakili semuanya.
“hehheheh...!”
Itulah yang dalam batin kedua gadis saling pikirkan.
“Begitulah persahabatan mereka.! Kedekatan kedua sahabat ini membuat mereka satu sama lain saling dapat memahami apa yang mereka pikirkan tanpa harus berkata dan tanpa harus bersuara....!” 😂😂
“Udah kayakk dukun punya ilmu kebatinan aja ya ara dan lovi.....! Hehhehe”
Suara bayu membuat mereka kembali ke realita.
“Maaf sudah membuat kalian menunggu ya..! Kenalin ini aris temen aku....!”
“Sambil memperkenalkan teman yang dibawanya itu....!”
Sambil mengulurkan tangan aris memperkenalkan dirinya ke ara dan lovi yang disambut uluran tangan dan senyum manis keduanya.
__ADS_1
“Sambil berucap salam kenal mas aris..” kata-kata yang keluar bersamaan dari ara dan lovi.
“Ayo kalau sudah siap kita berangkat sekarang...!” Ajak bayu pada ara dan lovi.
“Dijawab dengan senyum dan anggukan oleh keduanya..!” Ara dan lovi
Sebelum mereka pergi ara berpamitan terlebih dahulu dengan ibunya bahwa mereka akan pergi bersama. Ibunya pun mengiyakan karena sudah tau namanya anak muda pasti butuh waktu untuk bersenang-senang asal mereka bisa jaga diri dan selalu hati-hati adalah pesan yang selalu diwanti-wanti oleh ibu ara.
Setelah berpamitan dan mecium punggung tangan ibunya. Ara dan teman-temannya segera memasuki mobil silver milik bayu yang ada didepan rumahnya.
Ara sudah bersiap membuka pintu belakang saat bayu menahannya dan membukakan pintu depan samping kemudi supir yang dipersilahkan untuk diduduki ara.
“Ara yang sedikit canggung langsung melirik bayu dengan tatapan bertanya...?”
“Bayu hanya menjawab dengan singkat bahwa lebih pas ara duduk disampingnya dan biar lovi duduk dibelakang dengan aris....!”
Sontak suara lovi langsung mebuat pandangan mereka terlepas.
”Udah ndak apa-apa ra..! Kamu duduk depan aja biar aku sama mas aris dibelakang...!”
Ara hanya mengangguk dan mendudukan bobot tubuhnya dikursi depan samping pengemudi.
Setelah semuanya masuk mobil, bayu segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju tempat tujuan mereka.
Sambil terus berbincang-bincang dengan obrolan yang ringan tapi tidak garing dan mebosankan mereka nampak sangat menikmati suasana dengan bahagia.
Perjalanan mereka pun terasa sangat cepat. Sampai tak terasa sudah tujuan.
Setelah memarkinkan mobil, mereka berempatpun bergegas menuju ke loket pembelian tiket untuk membeli tiket yang tersedia supaya mereka dapat segera masuk ke semua wahana yang ada didalamnya dengan.
Dengan sangat antusias ara dan lovi bergandengan tangan memasuki area bermain tersebut untuk segera bermain permainan yang sudah mereka list sejak tadi sebelum berangkat.
“Potret kebersamaan kedua sahabat yang sudah seperti saudara kandung sendiri nampak sangat akur dan sehati sekali mereka..”🤗🤗
Membuat kedua laki-laki yang ada dibelakang mereka hanya dapat mengulas senyum terpukau melihat kebersamaan ara dan lovi.
”Terutama bayu yang sangat kagum dengan ara yang terlihat begitu sangat mempesoan dan menggoda...!”
Hingga pandangan matanya tidak bisa lepas sedikitpun dari gadis manis nan cantik yang selalu terlihat energik didepannya tersebut.
\~Terimakasih buat dukungangannya readers...🌺\~
Tetep ditunggu like dan komennya ya cintahhhh...
Supaya author makin semangat buat nulisnya❤️❤️
__ADS_1