Perjalanan Cinta Adara

Perjalanan Cinta Adara
#16....


__ADS_3

Dengan langkah yang hati-hati karena medan yang licin dengan jalan setapak berupa tanah merah yang basah bayu berjalan didepan sambil menuntun ara melewati jalan yang menurun menuju ke air terjun tersebut.


Dengan tetap menggenggam lembuh tangan wanita cantiknya, mereka berjalan dengan penuh kehati-hatian.


Sesampainya di bawah tepat didepan air terjun, nampak aura takjub dan senang terlihat dari wajah mereka. Percikan air terjun dan semilir angin yang mengenai mereka begitu membuat kedua insan itu sangat bahagia bisa merasakan keindahan alam yang begitu menyegarkan di mata.



Ara dan bayu pun yang terbawa oleh suasana melihat keindahan di depan mata mereka. Membuat mereka seperti anak kecil yang kegirangan dibebaskan bermain oleh orangtuanya.


Mereka mulai saling bermain air, saling menyipratkan air ke tubuh masing-masing sambil berlompat ke dari batu satu ke batu satunya lagi. Sekalipun harus dengan hati-hati karena nampak begitu licin. Mereka tetap saling jahil mengerjain satu sama lain hingga pakaian mereka basah terkena air.


Dengan gelatawa lepas mereka betul-betul menikmati waktu kebersamaan yang ada. Ara yang dengan jahilnya ketika melihat bayu tengah membasuh tangannya di air langsung menggelitiki bayu dari belakang yang membuat nya terkaget kegelian dan hampir jatuh ke air.


Tak terima dengan kejahilan ara, baru yang melihat ara masih tertawa terpingkal-pingkal tiba-tiba saja mendekat ke arah ara yang membuatnya begitu kaget. Diangkatnya langsung tubuh ara karena gemas melihat gadis cantiknya sejak jadi, sambil pura-pura mengancam akan menjatuhkan ara ke air. Arapun meronta-ronta minta diturunkan tapi bayu tetap enggan menurunkan tubuh gadis cantiknya dari gendongannya.


“Lha...lha ...aku jatuhkan kamu ya...!!! Waaaawaaa..!


sambil pura-pura hampir melepaskan gendongannya bayu senang melihat ekpresi wajah ara yang tampak menggemaskan..!”


“Mas...awas ya kalau sampai ak jatuh..! Cepet turuninn mas..! Takud jatuh..! Pinta ara sambil memukul dada bidang bayu..”


“Bener mau ak turunin...! Aku turuninn ya...!!” Sambil pura mau menurunkan ara tapi tetap enggan dilakukan oleh bayu...!”


Membuat pandangan mereka saling beradu dengan hasrat yang nampak begitu menggelora terlihat dari kedua bola mata yang saling bertautan.

__ADS_1


“Ayokkk..cepet turunin mas...! Malu dilihat orang mas...!” Rengek ara dengan mulut yang memanyun..!”


Bayupun akhirnya menurunkan ara dari gendongannya. Membuat ara jadi lega tidak jadi basah kuyup kalau dijatuhkan. Padahal bayu juga tidak akan setega itu sampai menjatuhkan gadis cantiknya. Malah dia akan dengan senang hati bisa lama-lama menggendong ara didalam dekapannya.


Setelah puas bermain air, merekapun tidak lupa berselfi mengabadikan kebersamaan mereka ditempat indah itu. Ara bergaya begini begitu diarahkan bayu dan difotokan juga oleh bayu sampai yang memfoto aja sudah capek.


Sudah puas bermain-main air dan berselfi juga memanjakan mata dengan pemandangan yang indah. Mereka akan segera beranjak pulang karena senja sudah mulai terlihat dan matahari sudah mulai terbenam. Tapi belum juga berjalan tiba-tiba hujan turun, bayu kemudian segera memgajak ara berjalan supaya tidak basah kuyup. Karena medan yang begitu licin dengan jalan yang menanjak mereka harus sangat hati-hati supaya tidak terpeleset.


Alhasil sesampainya di parkiran, baju merekapun sudah basah kuyup terkena derasnya air hujan yang mengenai mereka di sepanjang jalan. Dengan segera mereka masuk kemobil dan menyandarkan diri masing-masing pada kursi.


Tampak raut wajah kedinginan dan badan yang mulai menggigil pada diri ara yang membuat bayu merasa kasian melihatnya. Bayu mendekatkan wajahnya dan membelai lembut punggung ara. Namun tidak kehangatan yang didapat ara tapi rasa dingin yang semakin menusuk tulang. Karena pakaian basah bayu meneteskan air ketubuh ara. Yang menambah dinginnya saat itu.


Bayu pun segera berinisiatif melajukan mobilnya, melaju dengan hati-hati karena hujan yang sangat deras membuat jarak pandang jadi kabur.


Ditengah perjalanan bayu melihat ada sebuah hotel yang cukup mewah dengan mobil yang berjajar rapi terparkir didepan loby hotel. Kemudian bayu memperoleh ide untuk mengajak ara mampir kehotel dulu yang ada diarea tersebut untuk mengeringkan badan mereka dan beristirahat sebentar.


“Mas mau kemana..? Tanya ara bingung karena melihat bayu membelokan arah mobil mereka ke sebuah hotel..!!”


“Kita menginap dulu disini ya..!! Seditaknya bisa mengeringkan badan dulu sambil menunggu hujan reda..!”


“Aku tidak ingin lihat km sakit sayang..!! Kamu nampak begitu kedinginan dan sudah menggigil..! Sambil membelai lembut tangan ara..”


“Ara hanya bisa mengangguk mengiyakan ajakan bayu..!”


“Ayo turun sayang..! Pinta bayu sambil membukakan pintu mobil untuk ara..”

__ADS_1


Ara turun dari mobil dengan tetap menggandengN tangan bayu.


Sesampainya di loby hotel bayu menyuruh ara untuk duduk dulu sambil menunggunya memesan salah satu kamar hotel.


Setelah selesai mendapatkan kunci kamar, mereka berdua kembali berjalan beriringan dan tetap saling bergandengan tangan menuju kamar 302.


Sampainya di di depan pintu lift mereka langsung masuk dan menekan tombol menuju lantai kamar mereka. Setelah pintu terbuka, mereka berjalan menuju kamar yang ada di paling ujung lorong sebelah kiri dari pintu lift berada.


Dengan ragu-ragu ara tetap melangkahkan kakinya memasuki kamar hotel tersebut. Pikirannya sudah mulai kacau memikirkan apa nanti yang akan terjadi antara mereka berdua setelah ini.


Sungguh hal ini membuat jantung ara berdebar begitu kencangnya. Hingga hawa dingin yang tadi begitu di rasakan sekarang berubah menjadi panas yang timbul dalam dirinya.


Sambil menggerutu dengan dahi yang mengerut serta bibir bawah yang nampak sedikit digigit ara merasa sangat grogi berada didalam ruangan itu hanya berdua saja dengan lelaki pujaanya.


Ara pun segera mendudukan bokongnya di kursi yang berada tepat didepan meja rias. Disitu dia bisa melihat dengan jelas tampilan wajahnya yang sudah begitu merah merona dengan air yang masih menetes dari rambut panjangnya.


Nampak dari pantulan kaca bayu berdiri dibelakang ara, merperlihatkan wajah ara yang tersipu. Kemudian bayu berjalan semakin mendekat kearah ara, membenamkan kepalanya di pundak gadis cabtiknya itu hingga tidak ada jarak antara mereka.


Ara bisa sangat merasakan hembusan nafas bayu yang menempel ditelingan dan dada bidang yang kokoh itupun juga menempel pada punggungnya yang terasa rapuh. Sungguh situasi ini membuat gelora asmara mereka seolah kian membara ditengah udara yang begitu dingin tapi bisa dipastikan gairah panas itu ada dalam diri mereka.


Cermin didepan mereka menjadi saksi betapa dua anak manusia yang tengah bersama ini terlihat begitu mesra. Tatapan keduanya yang terpantul didalam cermin memperlihatkan jelas bahwa keduanya insan tersebut saling mencintai dan saling ingin memiliki.


\~Terimakasih selalu buat dukungan semuanya\~🙏


Tetap selalu like, komen dan setia bersama ara ya...🌺

__ADS_1


Author selAlu berterimakasih atas dukungan dan bantuan kalian semua❤️


__ADS_2