Perjalanan Cinta Adara

Perjalanan Cinta Adara
#17....


__ADS_3

Hujan turun dengan begitu derasnya ditambah dengan kilatan petir yang menyambar begitu keras dan saling bersahutan menandakan bintang benderang dan sinar rembulan malam tak akan kunjung menampakan cerahnya.


Suasana yang begitu dingin diluar berbanding terbalik dengan apa yang di rasakan ara saat ini.


Saat raganya merasakan dingin karena telah basah kuyup terkena air hujan namun hatinya merasa sangat hangat oleh sentuhan lembut dari sang pujaan hati.


Hal ini nampak jelas saat mereka berada di depan cermin, pantulan kedua insan yang sedang dimabuk asmara sangat jelas terganbar nyata dari aura wajah mereka.


Bayu masih dengan erat melingkarkan tangannya di pinggang ramping ara. Sambil menenggelamkan kepalanya di bahu sebelah kanan ara. Sungguh hal ini membuat jantung ara berdebar dengan sangat kencangnya. Seolah seperti ada bunyi disco yang menari-nari didalam hatinya.


Sambil mencim bahu ara yang masih berlapis baju basah. Bayu meminta ara untuk segera mandi terlebih dahulu.


“Ra...sayang...kamu mandi dulu gih..! Aku takud kamu sakit karena basah kuyup dan kedinginan..!”


“Iya mas...aku mandi dulu nanti baru mas ya..?”


“Ya udah ak siapkan air hangat buat kamu mandi di bathup ya sayang..?”


“Ndak perlu mas..biar ak sendiri saja..!” Mas tunggu disini saja dulu..!”


“Ya sudah mandilah segera biar badanmu lebih hangat dan segar setelahnya..!”


“Lepasin dulu dong tangan mas ini..! Sambil memanyunkan mulutnya dan mencoba melepaskan pelukan erat bayu di pinggangnya ara..!”


“Hehheheh...iya lupa.....! Ini udah ak lepasin..! Sana mandilah lah..”


“Iya mas..ak mandi ini..!”


Bayu mengecup lembut kepala ara sebelum membiarkan gadis cantiknya berlalu menuju kamar mandi.


Sesampainya di kamar mandi ara segera menyalakan air hangat untuk memenuhi bathup untuknya mandi. Melepas seluruh bajunya yang basah dan segera masuk kedalam air hangat yang sudah terisi penuh.


Setalah cukup lama berendam dan membersihkan badannya yang terasa lengket. Arapun keluar dari bathup untuk segera mengeringkan badannya yang basah dengan handuk putih yang berada di samping bathup.



Kemudian karena tidak ada baju ganti ara mengenakan bath robes putih yang tergantung rapi di dinding. Itu akan dia kenakan selagi bajunya yang basah akan dia laundry kilat ke petugas hotel.


Setelah selesai ara keluar dari dalam kamar mandi dengan bath robes putih dan rambut basah yang tergulung dengan handuk di atas kepalanya.


Bayu yang mendengar bunyi pintu kamar mandi terbuka langsung menengok ke sumber suara. Dengan mata yang membukat sempurna dia terus memandangi ara dari atas sampai bawah tanpa berkedip.


“Sungguh pemandangan yang sempurna..! Ini adalah anugrah terindah dari Tuhan yang ada di depan mata..!” Batin bayu bergumam sambil menelan salivanya.


“Mas kenapa memandangiku seperti itu..?” Tanya ara pada bayu yang masih terus menatapnya..


“Ehh....kamu sangat cantik sayang..! Jadi mataku tidak bisa berhenti melihatmu..!”

__ADS_1


“Ikkkhhh...gomballl...!!! Dasar kamu mas..! Sudah buruan mas gantian mandi dulu..! Setelah itu baju mu yang basah biar ak laundrykan sekalian ke petugas hotel...!”


Bayu hanya menjawab dengan senyuman sambil berlalu masuk kekamar mandi.


Arapun kembali duduk didepan cermin sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan hair dryer.


Belum selesai ara mengeringkan rambut panjangnya yang basah terdengar suara pintu kamar mandi sudah terbuka. Bayu yang sudah selesai mandi keluar dengan mengenakan bath robes.


“Mandinya cepet amat kayak kilat mas..?” Menengok ke arah bayu sambil menaikkan kedua alisnya..”


“Ngapain mandi lama-lama..! Kan yang suka lama-lama itu kamu..! Sambil tertawa mengejek ke arah gadisnya...”


“Ikkkhhh...nyebelin banget dehh...!! Awas ya kamu...! Ara terlihat cemberut sambil memanyunkan mulutnya.”


“Kalau cemberut begitu kamu tambah cantik dehh..! Bayu mencoba merayu gadisnya sambil mendekat ke arah ara dari balik punggung ara..!”


Ara yang tau bayu berada di belakangnya langsung berbalik menghadap lelakinya dan mencubit pinggang bayu tapi tidak terlalu keras.


“Awwwawaaw... ampun sayang...! Lepasin donk cubitannya sakit sayang..!” Pinta bayu dengan wajah yang pura-pura kesakitan.


“Ndak..! Kamu nakal berani mengejekku..! Ini rasakan balasannya...! Ara tertawa senang bisa mengerjain balik lelakinya itu..!”


“Oh..kalau ndak kamu lepasin ak cium kamu luwh..!”


“Cium aja coba kalau berani ..! Tantang ara yang tidak sadar membuat bayu seolah langsung mendapatkan kesempatan besar yang sudah ditunggu-tunggu dari dari.


Direngkuhnya wahah gadis cantiknya dan Cup...cup...cup..


Ciuman ini sudah mendarat dibibir ara, yang sontak membuatnya terkaget karena bayu benar-benar melakukannya.


Sekalipun ini bukan ciuman pertama mereka, namun tetap memberikan kesan yang berbeda bagi mereka.


Bayu yang melihat wajah gadisnya terkaget mencoba membuatnya nyaman dengan mengelus lembut pipi mulus ara hingga ke bibir mengikuti garis bibir milik ara.


“Kamu yang menyuruhku tadi ya sayang..! Jadi kamu jangan menyesal ya..!”


Ara semakin tersipu malu mendengar kata-kata dari bayu.


Dengan penuh kelembutan bayu memegangi dagu ara dan kembali medekatkan wajahnya didepan gadisnya. Hingga tidak ada jarak diantara mereka.


Direngkuhnya bibir ranum milik ara, dikecupnya lembut bibir itu yang terasa sangat manis dan lembab. Sungguh itu membuat candu bagi bayu.


Ara yang merasakan ciuman lembut dari bibir lelakinya pun tidak bisa menolak ketika ciuman itu semakin lama didaratkan oleh bayu di bibirnya membuat ara membalas ciuman tersebut. Membiarkan mulutnya sedikit terbuka dan membuat bayu dengan bebas mengeksplor setiap inci dalam rongga mulut ara.


Ciuman itupun kian lama kian terasa panas saat tangan bayu mulai tidak bisa diam bergerak ke punggung ara dan mengelus tengkuk ara. Sungguh membuat ara semakin meggelora dibuatnya.


Dengan nafas yang tersengal-sengal karana ciuman yang sangat lama. Mereka mencoba melepaskan sesaat ciuman tersebut. Namun bayu yang sudah sangat terbawa suasana tidak bisa berhenti untuk terus mencium gadis cantiknya. Ciumannya pun berlanjut pada leher jenjang ara yang mulus dan putih. Bayu menciuminya dengan lembut tapi makin lama makin menggila dan meninggalkan jejak kepemilikannya disana. Menimbulkan suara erangan yang keluar dari mulut ara yang membuat bayu semakin menginginkan lebih.

__ADS_1


Direngkuhnya kembali bibir ranum milik ara digulumnya bibir tersebut dengan rakusnya tanpa ada yang tertinggal setiap incinya. Seolah tak ingin lepas sedikitpun dengan candunya makin lama ciuman tersebutpun makin menuntun. Bayu mendorong tubuh ara hingga mereka berdua terjatuh diatas ranjang dengan posisi bayu yang berada diatas ara.


Dengan tetap saling berciuman ara yang mengalungkan tangannya dileher milik bayu. Menatap lekat mata lelaki yang dicintainya dengan penuh cinta dengan tanpa melepas ciuman panas yang masih mereka lakukakn.


Rasa yang begitu menggelora dan menggila tengah menyelimuti kedua insan yang sedang dimabuk kepayang ini.


Pelukan bayu yang mengungkung tubuh ara dibawahnya terasa semakin erat. Tangan bayu yang makin kemana-mana sudah menelusup pada dua gunung kembar milik ara yang nampak terlihat jelas terbuka ketika bath robes yang dia kenakan mulai terlepas talinya. Memperlihatkan dengan jelas belahan atas yang menyembul nampak begitu padat dan kenyal terlihat akibat ciuman panas yang mereka lakukan. Dengan lembut bayu bermain-main dengan tangannya di tempat tersebut dengan tetap meninggalkan jejak kepemilihannya disitu, membuat ara begitu menikmatinya. Ketika kegiatan tersebut semakin berlanjut, tangan bayu mulai semakin kebawah menuju area sensitif milik wanitanya, yang dengan seketika ara mencegahnya dan menghentikan pergerakan tangan bayu.


“Mas cukup..!! Kita tidak boleh terlalu jauh..!l”


sambil melepaskan ciuman panas mereka dan memalingkan wajah meronanya dari bayu.


Sontak perkataan ara menyadarkan bayu dari tindakan ganasnya barusan yang hampir saja sudah melewati batas.


“Ma..maaf sayang..! Maafkan aku ra..! Aku khilaf..!”


“Aku hanya ingin melakukannya ketika kita sudah menikah mas..!”


“Aku mengerti ra.! Aku sungguh minta maaf sayang..! Ak tidak akan memaksa kamu melakukannya..!”


Hanya dijawab anggukan oleh ara.


Bayu yang merasa bersalah atas nafsunya yang hampir saja tidak terkendali masih menatap wajah wanita nya dengan begitu lekat. Dengan penuh rasa bersalah bayu mengelus lembut pucuk kepala ara dan menciumnya sesaat.


Mereka berduapun kemudian terduduk ditepi ranjang dengan perasaan yang sedikit kacau karena aktivitas yang baru saja mereka lakukan.


Bayupun akhirnya mencoba menenangkan hati wanitanya yang pasti sekarang amat sangat resah dan cangguh.


Dengan lembut bayu berkata..


“Maaf ya ra...ak tidak akan mengulangi hal ini lagi..! Sekarang kamu tidur ya...!” Supaya kamu bisa tenang..!”


“Ara hanya tetap diam ...”


Sambil merangkul bahu ara.


“Kamu tidurlah diranjang..! Aku biar tidur di sofa..!”


“Ara mengiyakan permintaan bayu dengan anggukan.!!”


Suasana malam yang makin larut dengan hening yang tercipta membuat mereka berdua berada pada pikirannya masing-masing. Hingga kantuk datang dan membuat mereka terlelap pada posisinya masing-masing.


\~Terimakasih seluruh readers yang telah berbaik hati selalu mengikuti dan berada didalam kisah Ara\~


Author selalu menantikan kedatangan, like, rate dan jejak dari pembaca sekalian ya...😊


Semoga author bisa terus memberikan kisah terbaik dalam cerita ini bagi para pembaca...❤️

__ADS_1


Mohon maaf bila ada berbagai kesalahan dari author dalam membuat kisah ini ya 🙏


__ADS_2