Perjalanan Cinta Adara

Perjalanan Cinta Adara
#19....


__ADS_3

Hari berlalu seperti sedia kala


Sang surya kembali menampakan sinarnya


Pertanda esok mulai datang dengan segala cerita didalamnya.


Indah mentari yang selalu menjanjikan cahaya terangnya untuk menyinari bumi. Secerah inilah hari silih berganti mewarnai hari-hari ara seorang gadis cantik yang tengah jatuh cinta.


Suasana hari yang kian berwarna membuat detik, menit, jam, hari berganti dengan cepatnya.


Ara masih dengan rasa yang sama menjalankan segala aktivitas dan kehidupannya dengan penuh semangat dan rasa cinta yang kian bertambah subur setiap harinya.Hari ini seperti biasa kembali pada rutinitas harian yang selalu bergelut dengan pekerjaan. Ara mengerjakan perkernyaannya dikantor seperti biasa. Dengan teliti dan cekatan satu persatu semua ara kerjakan.


Hingga jam makan siangpun tiba..


Ara mengajak sabahatnya makan bersama di kantin kantor supaya mereka tidak membutuhkan waktu yang lama. Kantin nampak sangat penuh karena banyaknya karyawan yang tengah makan siang.


Setelah melirik kesana kemari akhirnya dengan cekatan ara melihat ada bangku yang akan segera ditinggalkan oleh sang empunya. Lalu dengan sigap ara berdiri dekat dan langsung menduduki bangku tersebut ketika orang yang menempati telah berdiri dan sedikit meninggalkan meja.


Untuk urusan kecerdikan jangan ragukan lagi, aralah jagonya.


Ara juga telah meminta lovi dan nita untuk memasan makanan terlebih dahulu supaya tempat duduk mereka tetap aman dari incaran karyawan lain yang tengah mencari-cari bangku kosong.


Setelah kedua sahabatnya sampai dimeja baru ara bergantian memesan makanan. Ara memesan mie ayam bakso jakarta yang sangat dia sukai.


Mereka bertiga menikmati makan siang dengan canda tawa dan bergosip meski riuh suara yang laen terdengar ditelinga mereka.


Ara sangat ingin sekali bercerita pada lovi tentang apa yang terjadi dengannya dan bayu kemaren. Dengan penuh kode ara berusaha menceritakan kejadian kemaren yang pasti akan membuat sahabatnya itu membulatkan matanya sempurna dan merhardik dirinya habis-habisan.


Apalagi jika lovi tau bahwa ara membawa-bawa namanya dalam mencari alasan. Bisa-bisa dijitak kepalanya dan di ledek habis-habisan ara oleh lovi.


“Lov..!! Hehhehe...! Ampun ya jangan marah..! Rayu ara ke lovi sambil memelas.”


“Eckkkk..!! Lovi menjawab dengan berdecak pada ara.”


“Ikhhh..! Gitu amat sihh sama sahabat sendiri..! Rengek ara ke lovi.”


“Habisan elu yang ******..! Ehh gue terus yang kena getahnya..! Gumam lovi ke ara.”

__ADS_1


“Hehheheh...! Ndak lagi-lagi sayangku..! Jawab ara dengan cengarcengir ke lovi.”


Seperti itulah persahabatan mereka. Lovi selalu jadi sahabat dan tameng buat ara. Bersama lovi, ara bisa dengan leluasa bercerita apa saja. Meskipun dengan nita ara juga selalu bercerita apa saja, tapi tanggapan nita yang terkadang tidak antusias dan sulit terbaca membuat ara selalu penuh tanda tanya tentang apa yang di pikirkan nita.


Sama dengan saat ini.


Ketika ara dan lovi bercerit panjang kali lebar. Nita hanya sesekali menimpali dengan jawaban yang sekenanya dan terkadang sedikit kurang menohok ketika didengar.


“Ra..! Udah jangan terlalu kesenangan..! Nanti senang-senang taunya sedih dibelakang..! Sela nita disaat melihat ara dan lovi yang kegirangan dengan cerita mereka.


“Nita gitu deh suka..! Gagalan orang yang lagi bahagia aja..! Jawab ara polos ke nita sambil mengerucutkan mulutnya.”


“Ya udah kalau dibilangin ndak percaya ..! Jawab nita dengan penuh penekanan..!”


“Yang nanti udah pikir nanti ra...! Yang penting kamu bahagia..! Aku dukung kamu sayang..! Lovi menimpali kata-kata nita dengan penuh kehangatan pada ara.


“Makaci sayangku..! Kamu terbaik pokoknya..! Senyum ara mengarah pada lovi.


Nita yang hanya tersenyum tipis sambil terus sibuk dengan handphone ditangannya melihat kedua sahabatnya itu.


Ara juga sesekali melihat handphone nya dengan sedikit gusar namun tidak diperlihatkan diwajah cantiknya. Bagaimana tidak bayu yang sedari pagi dihubunginya tidak bisa dan chatnyapun nampak tidak masuk karena hanya centang satu.


Sedangkan di tempat lain.


Lelaki yang penuh dengan kharisma dan seolah penuh dengan cinta tengah duduk di kursi kerjanya dan berada tengah menunggu seseorang.


Tidak lama yang ditunggu pun datang, gadis manis berambut panjang masuk keruangannya dan disambut ramah olehnya.


“Mas masih sibuk..? Tanya meta ketika sudah masuk kedalam ruangan bayu dengan senyum yang terulas.”


“Tidak..! Aku sudah menunggumu...! Ayok kita berangkat sekarang..! Ajak bayu kepada wanita didepannya sambil bangkit dari kursi kerjanya.”


“Iya mas..! Jawab meta dengan anggukan dan wajah senang yang terlihat di rautnya.”


Mereka berdua pun keluar dari ruangan kerja bayu menuju lift khusus direksi menuju basement tempat dimana mobil bayu terparkir disana.


Sesampainya ditempat parkir bayu tetaplah bayu, dia akan selalu menghargai setiap wanita yang bersamanya. Memberikan perhatiannya dengan membukakan pintu mobil dan mempersilahkan meta duduk dibangku sebelah kemudi.

__ADS_1


Setelah itu bayu berjalan memutar dan membuka pintu kemudi untuk masuk kedalamnya dan mengemudian mobilnya meninggalkan gedung bertingkat tempat kerjanya.


Dengan senyum yang selalu tersungging diwajahnya. Menampakkan ketenangan dan kehangatan bayu dan meta berada didalam mobil dengan saling bercerita menuju tempat yang telah mereka janjikan.


Di kanton kantor ara.


Jam istirahat sudah hampir selesai, banyak karyawan yang sudah mulai meninggalkan kantin dan menuju ruang kerja masing-masing.


Tidak terkecuali ketiga wanita ini. Ara, lovi dan nita pun juga berjalan meninggalkakn kantin menuju ruang ketja mereka. Dengan menggunakan lift mereka sampai pada ruang kerjanya.


Ara kembali mendudukan bobot tubuhnya pada kursi kerjanya. Rasanya ketika sendiri pikirannya akan bercabang kemana-mana sesuai dengan hatinya yang banyak tanda tanya.


Dengan terus memandangi komputer dihadapanya sembari membolak balikan tumpukan berkas yang ada dimeja kerjanya dengan pandangan yang serius namun bisa dipastikan pikirannya tidak berada disitu.


Dengan bergumam dalam hati


“Apa maksud nita..? Kenapa kata-kata nita seolah menyiratkan sesuatu..! Dan kenapa juga ara begitu sangan penasaran dengan handphone nita..! Dan kenapa juga bayu selalu tiba-tiba tidak dapat dihubungi begini..? Kenapa ak sangan penuh dengan curiga..!?”


Sungguh semua yang ada dipikiran nita sangat mengganggu hatinya. Namun ara tetaplah ara.


Gadis cantik yang selalu nampak ceria yang tak ingin memperlihatkan segala kesedihannya hanya berusaha bermain sendiri dalam pikirannya.


Arapun tetap harus selalu profesional. Dikantor dia tetap harus selalu mengesampingkan segala perasaannya dan tetap fokus dengan segala tugasnya yang menunggu untuk segera diselesaikan.


Sungguh soal perasaan memang sangat pandai untuk disembunyikan oleh ara.


Inilah sebuah perjalanan cinta....


Cinta tidak selalu bahagia....


Cinta terkadang penuh dengan luka dan dusta...


Tapi Cinta tetaplan dambaan setiap manusia...


Apapun itu, Cinta tetaplah sebuah rasa..


\~ Terimakasih ya reader buat dukungannya selalu \~

__ADS_1


Aku sangat menantikan kedatangan, like, dan jejak kalian disini ya...🌺


Tanpa dukungan dari kalian aku tak akan bisa menuliskan kisah ini❤️


__ADS_2