Perjalanan Cinta Adara

Perjalanan Cinta Adara
#20....


__ADS_3

Angin malam berhembus begitu kencang. Awan mendungpun menyelimuti langit yang harusnya penuh dengan bintang kemerlap.


Hanya dingin dan pekat malam yang amat terasa malam ini. Sayup-sayup diluar terdengar rintik hujan yang mulai turun membasahi buminya.


Di dalam kamar ara meringkuk diatas tempat tidur empuk nan nyaman miliknya. Menempelkan kepalanya diatas bantal dengan tanggan yang memangku dagunya.


Tapi entahlah apa yang sedang difikirkan gadis cantik ini.


Sekalipun tengah berselimut bulu tebal namun rasa dingin seolah masih singgah di dalamnya.


Entah raganya yang dingin ataukah hatinya yang merasa dingin.


Dalam diam ara masih terus memikirkan banyak hal yang seolah membuat kebahagian yang baru saja dirasakannya goyah dan terkikis oleh rasa sakit. Hati yang baru berkembang entah mengapa merasa sangat sakit. Tidak ada alasan namun sesuatu yang begitu sakit dan menghantam hatinya seolah enggan pergi malam ini. Bulir kristal benis di sudut matanya pun meluncur begitu saja tanpa bisa di bendung lagi.


Tangisnya mulai pecah memenuhi ruangan kamarnya. Isak tangis itu begitu pilu dirasakan oleh ara. Dengan tersedu-sedu ara berusaha untuk menahan tangisnya yang kian kencang supaya tidak terdengan oleh ibundanya.


“Apa yang terjadi...? Kenapa hati ini sakit...? Kenapa air mata ini turun dan enggan berhenti..?”


banyak pertanyaan dalam hati ara.


“Tuhan...! Ada apa dengan ku..? Ada apa dengan semua ini Tuhan..!”


“Aku percaya ada sesuatu yang terjadi entah apapun itu..! Aku hanya ingin kau tunjukan semuanya Tuhan..!”


Gumam ada dalam benaknya meyakinkan dirinya sendiri.


Malam yang kian larut menguatkan hati seorang gadis yang tengah tersiksa dengan perasaanya. Jiwa yang penuh dengan tanda tanya harus tetap kuat untuk menyongsong sang mentari esok hari.


Sebelum memejamkan matanya, ara mengambil handphone miliknya yang terletak dimeja samping tempat tidur. Dilihat dan dibuka satu persatu seluruh akun pesan dan sosial media miliknya. Namun yang dicari tidak ditemukan. Entah mengapa hanya sekedar pesan saja tidak ada, apalagi telepon untuk menanyakan kabar.


Rasanya kian sakit saja hatinya jika terus melihat ponsel yang menampilkan gambar lelaki pujaanya itu. Seolah telah lelah menangis ditutuplah handphone itu dan diletakkannya di dekat bantal.


Kantuk yang mulai datang membuat ara yang telah lelah menangis akhirnya terlelap dalam mimpinya.


“Keesokan harinya .......!”


Rutinitas kembali seperti biasa. Seperti apapun rasa dihatinya tidak mengurangi sikap dan profesionalisme dalam bekerja.


Ara melangkahkan kalinya munuju ruangannya. Sebelum sampai dimeja kerjanya entah kenapa ara menghentikan langkah kakinya di meja nita.


Dengan memangku tangan dan pikiran yang penuh dengan rasa curiga ara berdiri tepat didekat meja kerja nita. Entah apa yang saat ini memenuhi pikirannya yang pasti hatinya merasa ada sesuatu yang perlu diketahuinya.

__ADS_1



Nampak sang empunya meja tidak ada ditempatnya.


“Dimana nita..? Tumben ndak ada dimejanya..! Gumam ara di dalam hatinya.


Saat langkah kakinya tepat berada didepan meja kerja nita. Tiba-tiba terdengar bunyi notifikasi pesan masuk di handphone milik nita. Tidak sengaja dan bukan bermaksud lancang ara melirik sekilas lewat ekor matanya bawa ada pesan masuk.


“Mas B..? Siapa itu mas B..?”


pertanyaan yang muncur dalam benak ara.


Sontak saja membuat jantungnya berdegub makin kencang. Apa yang selama ini di pikirkannya apakah betul terjadi.


Tanpa ijin dan tanpa persetujuan sang empunya. Ara mengambil handphone nita yang kini telah ada ditangannya.


Dari notifikasi pesan yang terlihat nampak pesan yang begitu perhatiann jelas terlihat diungkapkan oleh sang pengirim itu. Membuat hatinya kian sakit membayangkan yang tidak-tidak.


Kemudian diletakkannya kembali sesuai tempatnya sebelum sang empunya datang.


Arapun kembali melangkahkan kakinya menuju meja kerjanya dan memikirkan cara untuk mengetahui siapa orang yang tersimpan di kontak milik nita.


“Aku harus tau sekarang..! Siapa orang itu..? Apa dia mas bayu..? “ tanya yang muncul dalam benak ara.


“Ra..ara..! Panggil lovi yang berdiri di depan meja kerjanya.”


“Hhmmmm..! Kenapa..? Jawab anya dengn singkatnya.


“Ikhhh...! Kenapa sihh..? Singkat amat jawabnya..! Ini luwh foto-foto projek kita yang baru buat design kantor kan ada di nita..! Tolong mintain donk..! Pindah ke hp kamu trus km yang edit-edit ya..! Kan konsepnya kamu yang tau semua..!” Balas lovi panjang lebar menjelaskan maksudnya.


Seolah ini memang anugerah Tuhan dan kesempatan emas untuk nya supaya dapat mencari tau yang sebenarnya.


“Okey lovi sayang..! Siap laksanakan tugasnya..! Jawab ara dengan semangat 45 nya.


“Idih aneh dehh..! Tadi males-malesan ehh sekarang semangat bener..! Pasti ada sesuatu ya..! Selidik lovi yang melihat perubahan ara.”


“Udah jangan banyak tebak-tebak buah simalakama..! Ntar ak ceritain..! Sekarang kgak usah berisik..! Pinta ara ke lovi.”


“Ya udah aku balik ke mejaku..! Awas aja ntar kalau ndak cerita..! Ancam lovi ke sahabatnya itu.”


“Iyeee berisikkk...! Jawab ara sambil membiarkan lovi berlalu kemejanya.”

__ADS_1


Arapun tidak membuang waktunya lagi. Dia langsung bangkit dari kursinya dan berjalan menuju meja kerja nita. Dilihatnya nita sedang sibuk dengan berkas-berkas yang bertumpuk dan komputer yang terus ditatapnya.


“Dalam hati ara ini adalah kesempatannya untuk bisa leluasa melihat handphone nita dan menuntaskan rasa penasaran dan banyaknya pertanyaan dipikirannya.! Batin ara”


“Nit..! Maap ganggu..! Aku mau minta file yang ada di handphone kamu untuk projek yang harus aku selesaikan donk..! Kan kamu yang arsip semuanya di handphone kamu..! Pinta ara ke nita dengan wajah sebiasa mungkin.”


“Kamu cari sendiri ya ra..! Ini handphone ada disitu filenya..! Kamu kirim aja ke handphone kamu..! Aku sambil ngerjain laporan ini banyak banget soalnya..! Jawab nita sambil menyodorkan handphonenya ke ara.”


“Iya nit..! Jawab ara dengan menerima handphone nita.”


Dengan segera ara mengirimkan file-file yang dibutuhkan ke handphone miliknya. Dan sebelum mengembalikan kembali pada sang empunya. Dengan secepat kilat ara langsung saja melihat histori pesan milik nita.


Betapa tersontaknya hatinya saat tau siapa foto profil yang ada di kontak yang disimpan oleh nita.


Dan semakin gemetar rasa hatinya saat membaca isi pesan yang ada didalamnya. Sungguh membuat hatinya bagai disambar petir. Kakinya pun terasa lemas saat tau ada hubungan apa antara nita dengan sang pujaan hatinya bayu yang juga dipanggil nita dengan mas itu.


Sungguh semua ini sangat menjawab jelas apa yang selama ini menjadi pertanyaan ara.


Menyakitkan tapi lebih sakit lagi bila sahabatmu sendiri yang melakukan ini padamu.


Penghianatan mungkin bisa dimaafkan atau bahkan dilupakan. Tapi kalau itu sabahatmu sendiri apa itu artinya kamu dimata mereka hanya mainan.


Dengan berat hati dan sebisa mungkin menahan tangisnya. Ara tetap berusaha menampilkan tidak terjadi apa ketika masih berada didepan nita. Didepan orang yang teganya menusukmu. Menyakitimu yang kamu sendiri tak menyangka itu.


“Udah nit..! Makasi ya..! Sambil mengembalikan handphone nita.


“Iya ra..! Oke..! Jawab nita dengan berbalik senyum pada ara.


“Aku balik kemejaku dulu ya..! Dengan langkah yang tetap harus kuat ara berlalu dari meja nita menuju mejanya.”


Sungguh berat rasa hatinya. Sungguh ini teramat sakit.


Sahabatmu dan kekasihmu bermain dibelakangmu. Bahkan saat dia memblokir nomormu pujaan hatimu masih bisa perhatian dengan sahabatmu. Dan saat tidak ada kamu disampingnya, saat itu juga sahabatmu menggantikan kehadiranmu.


Apa semua ini, apa semua ini tidak sangat menyakitkan. Apa arti kamu jika mereka bisa bermain dibelakangmu seolah kamu bodoh dan tidak tau apa-apa.


Sungguh menyakitkan bagi ara semua ini. Membuat bulir air matanyapun menetes seiring dengan rasa sakit ini.


Entah kejutan atau kebenaran apalagi yang akan di ketahuinya. Hingga kuatkan hatinya menerima semua ini.


\~ maaf apabila up nya lama🙏\~

__ADS_1


Terimakasih untuk yang selalu ada bersama ara..🌺


Aku sangat menantikan kedatangan kalian❤️


__ADS_2