Perjalanan Halal

Perjalanan Halal
Introduction


__ADS_3

Muhammad Arvan Firmansyah biasa dipanggil Arvan seorang dokter muda berusia 26 tahun. Bekerja disalah satu Rumah Sakit swasta di Kota Bandung. Merupakan anak pertama dari pasangan Muhammad Firmansyah dan Aliya Firmansyah. Arvan juga memiliki sepasang adik kembar bernama Alvin dan Alvina.


Latar belakang keluarga Arvan bisa dibilang cukup baik dari segi materi maupun kehidupan sosial dan agama. Lahir dari keluarga yang berkecukupan, ayahnya merupakan pemilik salah satu hotel di wilayah Bandung dan Bali serta memiliki beberapa cabang di Kota lain. Ibunya merupakan seorang perawat. Tetapi saat ini memilih untuk menjadi ibu rumah tangga dan menjadi perawat khusus bagi suami dan anak-anaknya. Berlatar belakang keluarga yang berkecukupan, tidak menjadikan Arvan menjadi pemuda yang pemalas dan hobi hura-hura, justru sebaliknya Arvan merupakan pemuda yang pekerja keras, ulet, pandai dan mandiri. Keluarganya yang cukup mengenal agama, menjadikan Arvan dan kedua adiknya tidak mengenal istilah pacaran. Didikan orang tuanya bisa dibilang cukup baik dan berhasil pada ketiga anaknya.


Memiliki fisik dengan tinggi 180 cm, bertubuh tegap, dada bidang atau biasa dibilang pelukable, kulit putih dan hidung mancung ditambah dengan pribadinya yang humble dan sopan dan santun. Dengan postur tubuh dan pribadi yang demikian, sebetulnya tidak sulit bagi Arvan untuk memiliki pendamping hidup. Namun hingga kini belum ada yang berhasil menarik perhatiannya, menggetarkan hatinya dan membangkitkan niatnya untuk melamar dan memperistri anak gadis orang.


Hingga usianya saat ini, ia masih fokus dengan pekerjaannya sebagai dokter. Apalagi baru beberapa bulan lalu Arvan resmi menjadi seorang dokter spesialis. Selain berprofesi sebagai seorang dokter, Arvan juga memiliki usaha di bidang fashion laki-laki yang ia rintis sejak kuliah. Sekarang usahanya itu, sudah berkembang dan memiliki beberapa cabang di dalam kota.


Bersama kedua adiknya Arvan aktif dalam organisasi pemuda yang bergerak di bidang keagamaan dengan kegiatan yang positif seperti mengadakan kajian rutin mingguan, santunan dan berbagai kegiatan sosial lainnya.


***

__ADS_1


Rayna Fauzia Muzzafar biasa dipanggil Zia. Gadis berusia 20 tahun merupakan mahasiswa semester 5 jurusan psikolog. Anak dari Sa'id Muzzafar dan Nada Muzzafar. Zia merupakan anak bungsu dan anak perempuan satu satunya dikeluarga mereka, kakaknya bernama Rivan.


Sama seperti Arvan, Zia pun berasal dari keluarga yang cukup secara materil dan baik secara sosial dan agama. Ayahnya pemilik salah satu restaurant di kota Bandung dan memiliki perusahaan yang bergerak dibidang travel. Sementara sang bunda mengemban pekerjaan mulia sebagai ibu rumah tangga sejak menikah.


Merupakan anak bungsu dan seorang anak perempuan satu-satunya, Zia sangat disayang oleh kedua orang tua dan abangnya. Kasih sayang berlimpah dari keluarga menjadikan Zia anak yang sedikit manja. Beruntung kemanjaannya tidak melewati batas. Zia masih bisa menyiapkan kebutuhannya sendiri, pandai pula memasak. Akan tetapi Zia tidak pernah sekalipun diizinkan berpergian sendiri, biasanya ia akan selalu ditemani abang atau bundanya bahkan lebih sering pergi bersama sama satu keluarga.


Lahir dikeluarga yang cukup mengenal agama,  menjadikan Zia sejak usia belia sudah pandai menutup tubuh mungilnya dengan pakaian syar'i. Tubuhnya mungil terbukti dari tinggi yang Zia miliki yaitu 158 cm dengan berat badan yang sulit sekali mengunjak angka 50 kg. Kulitnya yang putih hanya terlihat sebatas wajah dan telapak tangan. Zia tumbuh menjadi gadis yang pandai menjaga diri dan pandangannya. Di usianya saat ini Zia belum pernah sekalipun merasakan pacaran, bahkan bisa dibilang teman lelaki pun Zia tak punya. Saat beberapa teman lawan jenisnya mencoba mengajak ngobrol langsung ataupun melalui chat zia hanya akan menjawab seperlunya. Bukan bermaksud sombong tapi Zia merasa tidak merasa nyaman jika terlalu banyak berinteraksi dengan lawan jenis yang bukan mahram nya. Bagi Zia lelaki yang bahunya bisa ia jadikan sandaran hanyalah Ayah, Abang dan Suaminya kelak.


***


Akan tetapi keputusan keluarga bapak Sa'id Muzzafar memilih untuk mengakhirinya. Karena dalam waktu 2 tahun selama Adam kuliah di sana, apapun bisa terjadi. Pak Sa'id tidak ingin anaknya menunggu atau terikat terlalu lama tanpa kejelasan. Keluarga mereka percaya jodoh rahasia Allah. Jika memang Adam dan Zia berjodoh pastinya mereka akan dipersatukan kembali. Sekalipun rencana mereka saat menikah saat ini harus batal. Tapi jika tidak berjodoh, sejauh manapun rencana mereka tetap saja pada akhirnya mereka pasti akan mendapat yang terbaik bagi mereka masing-masing.

__ADS_1


Lain dengan Zia yang sudah pernah merasakan kegagalan pernikahan. Arvan belum pernah sama sekali berencana untuk melamar putri orang. Ibu dan Ayahnya terkadang sudah sering menanyakan perihal pernikahan pada Arvan. Bahkan saking gemasnya, Ibunya terkadang berupaya mengenalkan Arvan dengan beberapa orang gadis yang merupakan putri dari beberapa rekannya. Tapi belum ada satupun yang menarik baginya.


Hingga saat ini belum ada satu orang pun gadis yang berhasil menarik perhatian Arvan. Bukan tidak ingin menikah. Tapi prinsip Arvan untuk menikah sekali seumur hidup, menjadikan Arvan sangat selektif untuk mencari calon pendamping hidupnya. Bagi Arvan tidak mudah mencari yang benar benar cocok di hatinya. Arvan tidak memiliki kriteria khusus bagi calon pendamping hidupnya. Yang terpenting baik dalam artian baik agamanya, baik keluarganya, baik kepribadiannya serta tidak sulit untuk dibimbing.


Fokus Arvan saat ini hanya pekerjaan dan keluarga. Diusia yang relatif muda Arvan sudah bisa meraih gelar dokter spesialis baginya itu pencapaian luar biasa. Allah memang tahu yang terbaik. Disaat yang seusia Arvan sudah banyak yang menikah dan memiliki rezeki dalam bentuk putra dan putri. Maka bagi Arvan, Allah berikan rezeki dalam bentuk pencapaian pendidikan dan karir yang patut disyukuri. Allah memang Adil, memberikan sesuatu sesuai kebutuhan. Begitupula dengan jodoh. Arvan percaya, Allah sudah mempersiapkan jodoh terbaik untuknya. Hanya saat ini Arvan masih Allah beri kesempatan menata masa depannya. Sebelum Arvan benar-benar harus mengikhtiarkan perihal jodohnya. Karena ketika saksi berkata SAH Arvan bukan lagi lelaki yang hanya bertanggung jawab atas dirinya sendiri.


***


To be continued...


See you next part...

__ADS_1


__ADS_2