
Zhao yang menyadari bahwa Zi Hu tergeletak langsung membaca mantra nya dan mengembalikan Zi Hu kedalam ruang dimensinya.
" Ini aneh, Zi Hu tidak mungkin tiba-tiba tergeletak seperti itu. Apakah sebelumnya ada yg masuk kedalam sini?" Zhao mencoba menelisik sekeliling, mencari tanda-tanda dari penyusupan. Namun nihil, semuanya rapih dan tidak ada yang mencurigakan.
" Hamba akan bertanya pada penjaga diluar, Yang Mulia" inisiatif Kasim Han ini dihentikan oleh Fu Tong yang tiba-tiba muncul didepannya.
" Jika kau bertanya pada penjaga diluar, itu akan mencurigakan. Aku yakin bagi dunia ini kita hanya pergi selama beberapa menit saja, dan jika kau bertanya pada penjaga bukankah itu aneh? Bagi mereka kita semua ada didalam sini sejak tadi"
" Apa yang dikatakan Fu Tong benar" ucap Feng Yue.
" Kita akan menanyakan nya saat Zi Hu sadar, dan sekarang kurasa kita perlu kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat dan berpikir dengan tenang. Aku yakin masing-masing kalian memiliki banyak sekali hal dalam otak untuk kejadian sebelumnya" semua orang mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh Xiao Shi, termasuk kaisar. Akhirnya semua orang kembali ke kamarnya masing-masing. Hanya tinggal Xiao Shi seorang yang ada di kamarnya.
Bahkan Fu Tong, dia pergi entah kemana untuk menetralkan apa yang ada dalam pikirannya.
Yang terjadi pada mereka sangat membuat kepala terasa berputar putar. Sedikit tidak masuk akal, tapi itu adalah kenyataannya.
Disisi lain, para selir sedang berkumpul di taman dengan aktivitas mereka masing-masing. Melihat kedatangan selir Mao, hampir seluruh selir melihatnya dengan tatapan yg sangat rendah, sebagian dari mereka bahkan berbisik-bisik dengan tatapan yang sangat meremehkan.
Salah seorang Selir mendekati nya.
" Apakabar, Selir Yun?"
Yun memilih untuk acuh dan pergi begitu saja.
" Walaupun berada di posisi terendah, kau tetap angkuh. Prilaku yang sangat tidak pantas" cibirnya.
Yun menghentikan langkahnya dan menghampiri selir yang kurang ajar menurutnya.
" Aku dengan keangkuhanku, apa masalahnya?"
" Kau! Seharusnya kau menghormati ku, posisi mu sekarang jauh dibawahku!"
Keributan mereka memancing banyak sekali perhatian, termasuk selir agung yi.
" Hentikan perdebatan ini" Selir Yi menghampiri mereka, mencoba untuk melerai.
Kedatangan Selir Yi membuat Mao mengepalkan tangannya. " Selir Agung Yi, orang yang mendekati permaisuri ternyata untuk merebut posisiku. Ku pikir kau tak memiliki ambisi apapun, nyatanya aku salah"
" Merebut posisimu? Aku bahkan tidak pernah terpikir kesana, Selir Yun"
" Haha, jika pencuri mengakui kejahatannya, maka aku yakin saat ini penjara akan sangat penuh"
__ADS_1
" Aku tidak mencuri. Kau kehilangan posisimu karna kesalahan mu sendiri, selir"
Mao memajukan langkahnya mendekati Selir Yi.
" Ya, kau benar. Tapi kau yang melaporkan semua perbuatan ku "
" Kau, bagaimana kau.."
" Hahahahaha, aku bukan orang bodoh Yi. Apa kau pikir wanita itu akan tiba-tiba mengangkat mu tanpa kau berbuat apa-apa?"
Selir Yi tersenyum. " Kau benar, aku yang melaporkan perbuatan mu yang sangat tidak adil. Dan aku tidak bisa membiarkanmu begitu saja, awalnya aku tidak terpikir untuk merebut pisisimu, tapi..."
Selir Yi mendekati Mao dan berbisik " posisi ini bagus juga"
Mendengar itu Mao ingin sekali menampar selir kurang ajar dihadapannya ini, tapi dia tidak boleh gegabah.
" Jadi, bagaimana rasanya menjadi budak dari wanita buruk rupa?" Ucap Mao untuk mengalihkan emosinya.
" Selir Yun! Tunjukan rasa hormatmu padanya, wanita yang kau bicarakan adalah seorang permaisuri!" Bela selir agung yi
" Woawww, benar benar pembelaan seorang budak untuk majikannya"
" Dengar Selir Yun, aku bukan budak siapapun. Permaisuri tidak pernah mengatakan bahwa aku adalah budaknya, dan juga—"
" Siapa yang kau sebut buruk rupa, Selir?"
Yanran yang hendak menemui Ibu Suri tidak sengaja mendengar keributan di taman dan mencoba menghampirinya. Ternyata, si selir kurang ajar mao sedang menghina tuan nya.
" Yanran" ucap Selir Agung Yi.
Yanran membungkukan badannya untuk memberi hormat pada Selir Agung, setelahnya dia juga memberi hormat pada selir yang ada.
" Oh budak lainnya juga datang" guman Selir Yun. Yanran mendengar gumaman itu dengan sangat jelas.
" Anda boleh mengatakan aku budak, atau apapun itu. Aku tidak keberatan, hinaanmu padaku tidak akan mempengaruhiku. Perlu anda ketahui Selir Yun, aku tidak akan tinggal diam jika ada orang yang menghina tuanku."
" Tuanmu? Siapa yang menghina? Aku hanya mengatakan bahwa dia buruk rupa, dan itu bukankah itu adalah kenyataannya?"
" Baik. Jika permaisuri buruk rupa saja bisa menarik perhatian kaisar, bagaimana jika dia cantik? Bahkan kecantikanmu tidak berhasil menarik perhatian kaisar sejak dulu"
" KAU—"
__ADS_1
" Anda tidak memiliki hak membentakku, menunjukku, atau bahkan memarahiku. Aku yang di anggap budak olehmu ini memiliki hak istimewa, yang bahkan kaisar dan ibu suri sendiri tidak memiliki hak itu padaku. Kesalahan ku hanya akan dihukum oleh permaisuri saja, jadi jika kau merasa aku tidak adil padamu dan telah menyakitimu maka laporkanlah perbuatanku pada Permaisuri."
Mao semakin mengepalkan tangannya. Bagaimana bisa dia melaporkan perbuatan pelayan sialan ini pada musuhnya.
" Dan satu lagi, berhenti mencari masalah dengan para Selir lainnya, termasuk selir agung." Lanjut Yanran.
" Bagaimana jika aku tidak mau" jawab Mao.
" Maka aku akan melaporkannya sendiri pada Permaisuri. Entah hukuman apalagi yang akan di berikan nya padamu, penurunan tingkatan atau bahkan pencabutan gelar. Aku tidak tahu "
Selir Agung Yi tersenyum mendengar perkataan Yanran. Para dayang dan pelayan pribadi dari permaisuri ini memang benar-benar memilikinya keberanian dan keburuntungan yang bagus.
" Yanran!" Yuan menghampirinya, dia juga memberi hormat nya terlebih dahulu pada para selir yang ada.
" Apa yang kau lakukan disini? Ibu Suri sudah menunggu kita" ucapnya pada Yanran.
" Hanya menyelesaikan beberapa urusan disini" jawab Yanran.
" Urusan? Urusan apa yang melibatkan mu dengan para selir" selidiknya.
" Ah tidak ada, aku akan menceritakannya nanti. Ayo, bukankah ibu suri sudah menunggu?"
Akhirnya kedua pelayan itu pergi dan meninggalkan Mao yang masih mengepalkan tangannya.
" Aku harap kau mengambil sebuah pelajaran hari ini, Selir Yun" ucap Selir Yi.
Akhirnya para selir membubarkan dirinya sendiri dan membiarkan Mao berdiri dengan menahan emosinya.
" Kalian, lihatlah pembalasan ku nanti" gumam Mao sambil mengepalkan tangannya kuat. Dia benar-benar bertekad untuk melakukan pembalasan atas penghinaan yang diterimanya hari ini, dan hari-hari sebelumnya.
Keberanian Yanran menegur selir Yun menjadi perbincangan di istana dalam. baik itu dikalangan para selir, maupun para dayang dan pelayan. Tentu saja mereka iri atas privilage yang Yanran dapatkan sebagai pelayan pribadi Permaisuri. Walaupun seorang pelayan, tapi Yanran tidak terlihat seperti pelayan dengan privilage itu. benar-benar sangat beruntung.
|
|
|
|
|
__ADS_1
bersambung.....