Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 52 - Lulus (?)


__ADS_3

Hari demi hari mereka habiskan dengan berlatih dan terus berlatih. Bertarung dan terluka kini sudah menjadi hal biasa untuk Yanran dan Fu Tong. Dengan sihir yang berada di tingkat membuat mereka menjadi lebih sering terluka, meningkatkan sihir ke tingkat tertinggi bukanlah hal yang mudah, hari demi hari mereka lalui dengan banyak tetesan darah.


Semakin bertambah sihir dan kekuatan mereka, juga semakin bertambahnya kedekatan antara Yanran dan Fu Tong. Semakin hari, Fu Tong semakin jatuh cinta dengan Yanran. Ya, Fu Tong tidak pernah menganggap Yanran seorang adik, sejak dulu, sejak awal pertemuan mereka Fu Tong sudah menyukai Yanran sebagai seorang pria, bukan seorang kakak.


Ayah Fu Tong dan Ayah Yanran adalah sahabat, keduanya juga sahabat kaisar terdahulu. Fu Tong yang sudah dianggap anak oleh Tuan Hao, semenjak kematian ayahnya dia tinggal bersama Tuan Hao dan Yanran. Karna Fu Tong hanya tinggal sebatang kara, karna itu Tuan Hao ingin mengurusnya. Bagi Tuan Hao, Fu Tong sudah seperti anaknya sendiri, dia layaknya kaka bagi Yanran. Karna itulah sejak dulu Yanran menganggapnya kaka.


" Kakaaaaaak! Ayo kita makan" Yanran yang berteriak sambil membawa dua piring makanan dengan kegirangan, tubuhnya sangat kotor, dan banyak bercak darah yang mengering di bajunya. Itu adalah pemandangan biasa bagi Fu Tong semenjak dirinya berada disini. Tak ada lagi Yanran yang anggun, bersih, rapih dan cantik. Sekarang hanya ada Yanran nakal yang selalu berpenampilan kotor dan acak-acakan. Tapi tidak apa-apa, itu tidak merubah perasaan Fu Tong, dia justru semakin jatuh cinta dengan Yanran yang sekarang.


" Waahhhhh makan apa kita sekarang, sepertinya enak" seru Fu Tong saat Yanran memberikan piring makanan itu padanya.


Yanran menganggukan kepalanya.


" Emmmm, benar, ini kiriman dari Permaisuri. Guru bilang ini sebagai penyemangat agar kita segera menyelesaikan pelatihan nya"


" Aku mengerti, kalau begitu ayo kita makan. Setelah itu lanjutkan berlatih, kita tidak boleh mengecewakan Permaisuri, benar bukan?"


" Kau benar kakak"


Mereka makan sambil bercanda sesekali, makan bersama, tertawa bersama, mengobrol berdua, bukankah sebuah pemandangan yang sangat indah? Ya, mereka terlihat benar-benar seperti pasangan yang berbahagia.


Tanpa FuTong ketahui, setelah mereka berdua menghabiskan waktu bersama Yanran justru memiliki perasaan padanya. Namun Yanran memilih bersikap biasa saja, dia berpikir jika dia mengatakan perasaan nya pada kakaknya itu hubungan mereka akan terasa sangat canggung, atau mungkin bisa saja merusak hubungan mereka. Yanran tidak ingin kehilangan Fu Tong, jadi dia memilih memendam perasaan nya saja.


Waktu berjalan begitu cepat, sudah 3 bulan mereka berada di perguruan Tao. Dan ini adalah saat nya mereka menentukan pertarungan terakhir. Mereka memang berhasil mencapai tingkat tertinggi, mereka sudah bertarung satu sama lain namun tidak ada yang kalah ataupun menang kali ini, mereka seimbang dan sama-sama kuat. Mereka tidak bisa mengalahkan satu sama lain.


Hari sebelumnya, mereka berdua sudah bertarung dengan Tao, dan hal yang mencengangkan adalah mereka bahkan melampaui harapan Tao, baik Yanran maupun Fu Tong, keduanya berhasil mengalahkan Tao.


Ini adalah memang apa yang diinginkan oleh Tao. Masalahnya kedua bocah itu akan bekerja dibawah permaisuri, jadi memang kemampuan nya harus melebihi dirinya. Dia tidak iri sama sekali, memang itulah kenyataan nya, dan itu juga terjadi pada Yuan dan Feng Yue sebelumnya.


Sesuai dengan aturan yang ada, jika berhasil mengalahkan ketua Tao, maka sebelum melayani Permaisuri orang itu akan bertarung terlebih dahulu dengan seseorang yang sudah ditentukan.


Yanran dan Feng Yue kini sudah berada dilapangan, dikelilingi oleh orang-orang yang juga sudah menyelesaikan tingkatan terakhirnya dan akan segera akan bertemu dengan Permaisuri. Ada ratusan orang yang mengelilingi dan menonton mereka berdua yang berdiri ditengah-tengah lapangan.


" Kenapa rasanya ini sangat berbeda daripada duel biasanya" bisik Yanran.


" Tenanglah, aku yakin kita akan baik-baik saja" bisik Fu Tong berusaha menenangkan Yanran, walaupun pada nyatanya dia juga merasa sangat gemetar.

__ADS_1


"PERMAISURI TELAH TIBAAAAAA!!!!!" seru penjaga gerbang.


Gerbang besar itu terbuka untuk pertama kalinya sejak Yanran dan Feng Yue menginjakan kakinya disini. Seorang wanita dengan pakaian hitam dan juga jubah hitam yang bercorak emas memasuki lapangan dengan anggun namun juga terlihat sangat berwibawa, dia terlihat sangat cantik walaupun dengan cadarnya.


Dibelakang wanita itu ada 3 orang yang mengikutinya, dua orang pria, dan satu wanita dengan baju hitam dan corak emas yang sama seperti jubah yang dikenakan sang permaisuri.


Yanran dan Fu Tong memberikan penghormatan nya begitu Xiao Shi sudah duduk dikursi kebesaran nya.


" Bagaimana kabar kalian?" sapa Xiao Shi.


" Kami baik, Yang Mulia" jawab Fu Tong mewakili Yanran.


Xiao Shi hanya tersenyum dan mengangguk memberikan tanda pada Tao bahwa test terakhirnya bisa dimulai.


Tao yang mendapat perintah itu langsung saja mengumumkan bahwa test dan pertandingan terakhir bagi Yanran dan Fu Tong akan segera dimulai.


Seorang pria yang tadi ikut masuk bersama Xiao Shi, kini mulai berjalan dan memasuki lapangan. Tidak, bukan, dia bukan Feng Yue, tapi Fu Tong merasa dia seperti pernah melihat wajahnya, tapi dimana?


" Tidak perlu sungkan, langsung saja maju keduanya" ucap pria berambut hitam pekat itu.


Awalnya semua terlihat mudah, pria itu hanya menyimpan kedua tangan nya dibelakang badan nya, dia hanya menghindar tanpa berniat membalas pukulan keduanya. Saat Fu Tong dan Yanran hendak menyerang kepala pria itu, barulah pria itu mengangkat tangan nya. Bukan untuk memukul atau apapun, hanya menganggkat tangan nya saja mampu membuat Fu Tong dan Yanran terdorong mundur sangat jauh.


Sihir, pria itu menggunakan sihirnya. Namun sihir ini tidak seperti sihir biasanya, ada yang berbeda. Yanran dan Fu Tong memegangi dadanya, rasanya sangat sesak, keduanya bahkan memuntahkan darah.


" Sihirnya tidak bisa diremehkan" gumam Fu Tong.


Bukan nya menyerah, keduanya justru semakin bersemangat untuk melawan, mereka menyerang, melawan, terjatuh, terpental, namun keduanya memilih bangkit lagi. Sepertinya kondisi sudah mulai semakin panas, Fu Tong dn Yanran yang juga mulai menyerang pria itu dengan sihirnya membuat suasana terasa sesak bagi sebagian orang. Mereka seperti sulit bernafas melihat pertarungna itu, pasalnya, sihir yang mereka gunakan sama-sama sihir tingkat tinggi, sihir ini akan berakhir dengan ledakan dashyat yang mungkin bisa membuat mereka terpental kemana-mana.


Xiao Shi yang melihat suasana semakin tidak kondusif akhirnya menghentikan pertarungan sihir itu dengan sihir peredam nya.


" Jangan bodoh, walaupun kalian tidak bisa mati tapi jika terjadi ledakan itu akan mengakibatkan konsekuensi yang fatal" ucapnya tegas.


Xiao Shi memberi arahan kepada mereka untuk bertarung menggunakan pedang sungguhan. Yanran dan Fu Tong sempat ragu, apakah mereka bisa mengalahkan pria itu?


Pedang diberikan, masing masing dari mereka sudah memegang pedangnya. Sama seperti sebelumnya mereka menyerang bersamaan, kali ini pria itu juga menahan serangan nya. Daripada sebuah ujian akhir, ini terasa seperti berada disebuah peperangan dengan musuh yang sangat kuat dengan kemampuan yang sangat luar biasa.

__ADS_1


Tebasan demi tebasan sudah didaptkan Yanran dan Fu Tong, tetes demi tetes darah mereka sudah berjatuhan, namun pertarungan ini belum juga berakhir. Sampai akhirnya sebuah pedang sudah berada dileher keduanya. Mereka berdua menyerah, mereka mengakui kekalahan nya. Pria yang dilawan nya ini bahkan tidak terluka sama sekali, dia utuh, aman, selamat dan sehat. Hanya terlihat sedikit ngos-ngosan. Sedangkan mereka berdua? Sangat berantakan.


" Kau akui kekalahanmu sekarang?" tanya pria itu.


Yanran dan Feng Yue hanya menunduk. Mereka benar-benar pasrah, mereka mengecewakan Permaisuri.


Pria itu menurunkan pedangnya dan melemparnya ke sembarang arah. Dia menghadap Xiao Shi dan memberikan penghormatan nya.


" Bagaimana?" tanya Xiao Shi pada pria itu.


" Mereka lulus Yang Mulia, mereka bertarung dengan baik, bahkan sangat baik." Ucap pria itu.


Yanran dan Feng Yue terkejut, bagaimana pria itu bisa mengatakan mereka lulus sedangkan pada kenyataan nya mereka berdua sudah kalah, dan semua orang menyaksikan nya.


Xiao Shi tersenyum dan menganggukan kepalanya, pria itu kembali pada posisinya semula, berada di belakang Xiao Shi bersama Yuan dan Feng Yue.


" Mereka bahkan lebih baik daripada perkiraanku" gumamnya yang bisa didengar oleh Yuan dan Feng Yue.


" Tentu saja, bukankah sudah ku bilang, mereka akan sangat baik" jawab Yuan, dan disetujui oleh Feng Yue.


Xiao Shi bangun dari tempat duduknya, mengangkat tangan nya ke arah Fu Tong dan Yanran seperti memberi tanda agar mereka berdua berdiri. Namun bukan nya berdiri, keduanya justru merasa sekujur tubuhya sangat sakit dan perih.


" AAARRGGGHHHHHHHHHHHH!!!!!!" teriak Yanran dan Fu Tong kesakitan.


|


|


|


|


|


bersambung......

__ADS_1


__ADS_2