Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 59


__ADS_3

Xiao Shi menikmati sarapan paginya dengan Yanran, Yuan, Feng Yue, Teng She juga Fu Tong di ruang makan kediaman nya. Ya, mereka selalu makan bersama, dan dayang lainnya menjaga diluar.


" Bagaimana keadaan mu Shi'er?" Tanya Feng Yue disela makan nya.


" Aku baik"


" Kau tau Shi'er saat itu kita menganggap bahwa kau cemburu " ujar Yuan.


" Cemburu? Kenapa?" Beo Xiao Shi.


" Kau.....tidak tau?" ucap Yanran ragu-ragu. Ini pertama kalinya ia tidak memanggil Xiao Shi tanpa embel-embel permaisuri/yang mulia.


Xiao Shi menghentikan kegiatan makan pagi nya. " Tidak, memangnya kenapa aku harus cemburu?"


" Suamimu itu meminta selir yun untuk menemaninya malam itu" ujar Teng She sambil memakan buah-buahan kesukaannya.


Xiao Shi mengernyit," Lalu, apa masalah nya? Bukankah itu bagus? Sepertinya Yang Mulia akan segera memiliki penerus"


" Kau tidak cemburu sama sekali?" Fu Tong memastikan.


" Tidak, dengan siapapun dia tidur, itu urusannya"


Semuanya melongo mendengar perkataan Xiao Shi. Fu Tong bahkan sampai tersedak.


Sedangkan diluar kediamannya, kabar kecemburuan Xiao Shi malam itu sudah menyebar dengan sangat luas. Mereka menganggap bahwa sepertinya Kaisar memang selalu menyukai Mao dan tidak pernah berpaling pada Permaisuri.


Dengan adanya kabar itu justru membuat kaisar senang. Bukan karna kabar mengenai dirinya dan Mao itu benar, tapi karna dia senang akhirnya Xiao Shi memiliki kecemburuan juga.


" Menurutmu, aku harus apa Kasim Han? Apakah aku harus pura-pura tidak melihatnya saat berpapasan atau apa?" Tanya Zao antusias.


Kasim Han kebingungan, pasalnya ini adalah kali pertama Zao se ekspresif itu.


" Bagaimana jika Yang Mulia menanyakan nya pada Fu Tong? Dia mengikuti Permaisuri, hamba yakin mungkin dia mendengar sesuatu mengenai Permaisuri, Yang Mulia " Kasim Han menyarankan.


" Ah, kau benar. Baiklah, Fu Tong!" Seru Zao.


Fu Tong muncul begitu saja dihadapan Kaisar dan juga Kasim Han.


" Hormat hamba Yang Mulia"


" Aku ingin menanyakan sesuatu" ujar Zao.


" Baik Yang Mulia, hamba akan menjawabnya dengan jujur "


" Bagus. Sekarang katakan padaku, apa yang permaisuri katakan soal malam itu? " tanya Zao, dia bahkan menaik naikan kedua alisnya.


Apakah ini benar Kaisar?

__ADS_1


Fu Tong bahkan sempat menengok ke arah Kasim Han untuk memastikan apakah yang didepan nya saat ini benar Kaisar atau bukan. Ini diluar kebiasaan.


" Fu Tong,,,,, kenapa kau diam saja" Zao tak sabaran.


" Ma,, maafkan hamba Yang Mulia"


" Tidak apa apa, sekarang katakan bagaimana? Ingat, kau harus mengatakannya secara jujur"


Hening....


Fu Tong tak tahu harus bagaimana. Melihat antusias kaisar sepertinya dia sangat berharap permaisurinya itu benar-benar cemburu. Tapi, jika dia berbohong dia sudah mengatakan akan jujur.


" Permaisuri tidak cemburu Yang Mulia" ucapan Fu Tong ini seolah merenggut semua kebahagiaan Zao selama beberapa hari belakangan.


" Apa maksudmu?"


" Permaisuri sedang meracik beberapa tanaman obat sebelumnya, dan hamba rasa saat makan malam permaisuri baru mengingat akan tahapan racikan obatnya. Karna sesampainya disana Yuan, Yanran dan Feng Yue sibuk mengambil barang-barang dari kamar permaisuri ke dapur"


DUAARRRRRRRRRRR


Bagai tersambar petir,kebahagiaan Zao hilang begitu saja. Jadi selama ini dirinya hanya terlalu percaya diri? Sedangkan Xiao Shi tidak cemburu sama sekali?


" Fu Tong, kau--" Kasim Han yang hendak menegur Fu Tong pun terhenti karna isyarat dari Zao.


" Tidak perlu, Kasim Han."


" Kalian pergilah"


" Baik Yang Mulia" Kasim Han dan Fu Tong mengundur kan dirinya dan kembali ke tempatnya masing-masing.


Begitu Kasim Han keluar, dia mendapat cecaran dari Huang Li.


" Ada apa? Apa yang terjadi didalam?"


" Hushhh,,, pelanlah. Yang Mulia sedang tidak baik baik saja"


" Kenapa seperti itu?"


" Sudahlah, aku merasa kasihan pada Yang Mulia. Sepertinya dia sangat berharap pada Permaisuri "


Huang Li yang tidak mengerti arah pembicaraan Kasim Han itupun hanya menggaruk garuk kepalanya. Dia tidak mengerti sama sekali, kenapa kaisar harus berharap pada Permaisuri?


Fu Tong, sekembalinya dari Kaisar dia sudah dihadapkan dengan Feng Yue yang bersandar pada pohon tempatnya biasa mengintai.


" Kau!!" Fu Tong terkejut.


" Alasan yang bagus. Permaisuri memujimu, dan begitu juga Yanran " Feng Yue menaikan kedua alisnya ketika menyebutkan nama Yanran.

__ADS_1


Pipi Fu Tong mendadak berwarna merah, dia seperti kepiting rebus sekarang.


Feng Yue hanya tertawa sambil menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah Fu Tong yang menurut nya sangat kekanak-kanakan.


~•~


Sejak tadi Xiao Shi mendapat berbagai wejangan dari Yuan dan Yanran. Mereka mengatakan bahwa dirinya harus bisa membuka hati untuk Kaisar, karna kaisar sudah mulai mencintainya.


" itu belum tentu cinta, Yuan" pasrah Xiao Shi. Sebenarnya dia sudah tidak ingin meladeni mereka berdua, tapi apa boleh buat.


" Itu cinta Shi'er, Kaisar sengaja melakukanya untuk membuatmu cemburu, dia berharap kau cemburu" keukeuh Yuan.


" Apa yang dikatakan Yuan benar" timpal Yanran.


" Tidak,,, kita berdua hanya sebatas permaisuri dan kaisar, diluar itu aku dan dia bukan siapa-siapa. Atau bahkan suami istri sekalipun. ini hanya sebatas status, dan akan tetap seperti itu" Xiao Shi mengingat perkataannya malam itu. Dan dia rasa memang ini lah yang sebenarnya terjadi.


" Tapi kau melihatnya bukan? Tatapannya saat melihat Fu Tong sangat penuh harap, lalu setelah Fu Tong mengatakan kebenaran nya, wajahnya terlihat sangat kecewa." Yuan tetap membela Kaisar. Sebenarnya Yuan ini berada dipihak mana? dirinya atau Kaisar?


" Itu benar Yang Mulia, Kaisar tidak pernah memiliki wajah seperti itu. Maafkan aku tapi ku rasa perdebatan kalian malam itu hanya ego kaisar dan rasa gengsinya yang tinggi. Sehingga kalian melakukan perjanjian itu secara tidak langsung " Apa yang dikatakan oleh Yanran ini mungkin ada benarnya. Tapi Xiao Shi tidak bisa percaya akan hal itu.


" Sebenarnya kalian ada dipihak siapa? Aku atau Kaisar?" Xiao Shi mulai merasa jengah.


" eu.... tentu saja dipihakmu" ucap Yuan terkekeh.


" Jika kalian memihak kaisar lagi, pergilah dan jadilah dayang nya. aku kan mencari yang baru" Ucap Xiao Shi.


" Baiklah, baiklah, aku minta maaf" ucap Yuan sambil mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.


" Maaf Yang Mulia" ucap Yanran terlihat sangat gugup.


" Jangan terlalu formal Yanran, kita sedang bertiga disini, jadi anggap aku temanmu. lagipula aku hanya becanda tadi, bagaimana mungkin aku bisa melepaskan kalian berdua" ucap Xiao Shi menenangkan.


tidak mungkin dia menyingkirkan mereka berdua, selain sebagai seorang dayang, Xiao Shi sudah menganggap mereka seperti seorang teman, bahkan seorang saudara. Bukankah mustahil kita memberikan saudara tersayang kita pada orang lain?


Lagipula setelah masa pelatihan mereka, mereka tidak bisa berpindah tuan sama sekali. Darah Xiao Shi ada didalam tubuh mereka, begitu mereka meninggalkan Xiao Shi, darah Xiao Shi itu akan menarik habis seluruh darah di tubuh mereka. Dan mereka akan mati dalam waktu sekejap.


Sadis memang, tapi ini adalah caranya. Cara agar semua rahasianya aman dan tidak bocor pada orang lain.


|


|


|


|


|

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2