Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 71


__ADS_3

Kabar tertangkapnya ketua bandit oleh kaisar ternyata sangat menghebohkan masyarakat. Pasalnya ketua bandit yang tertangkap adalah pimpinan dari para pimpinan bandit, alias orang no 1 dalam dunia perbanditan di wilayah istana yushi..


Para pengawal kerajaan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menagkap para bandit di berbagai tempat yang sudah diketahui. Sudah tiga hari hal seperti ini berjalan, tiada hari tanpa ada bandit yang tertangkap. Masyarakat tentu saja menjadi sangat senang karna keamaan dan kenyamanan mereka menjadi lebih terjamin sekarang.


Penjara dan tempat eksekusi sangat ramai sekarang, para bandit yang tidak mau mengaku akan terus disiksa sampai mereka mengaku, bahkan mereka dibiarkan mati jika tetap memilih bungkam. Keberadaan para bandit ini memang sangat meresahkan bagi masyarakat dan orang lain yang akan berkunjung ke suatu tempat.


Bahkan para bandit diseluruh kerajaan juga mulai terungkap, entah ini anugrah atau bukan. Tapi jika para bandit ini ditemukan maka itu akan membuat sejarah baru dalam masa pemerintahan zhao.


Namun, daripada memilih lelah mengeksekusi para bandit, zhao lebih memilih membaca laporan lain yang menumpuk di ruangan nya.


" Yang mulia, orang suruhan kita dari wang sudah mengirim surat"


" Bacakan"


Huang li membuka gulungan suratnya, dan mulai membaca mengenai isi suratnya.


Yang mulia, informasi mengenai gadis cantik bernama ling di seluruh kerajaan wang tidak dapat ditemukan. Semua orang memang mengaku sering melihat wanita itu dengan ciri-ciri yang disbeutkan. Namun mereka semua mengatakan bahwa wanita itu seperti bukan asli dari penduduk sana, karna wanita itu hanya akan terlihat saat malam hari.


" Baiklah, jika begitu maka.."


" Maaf yang mulia, tapi masih ada hal lain"


" Lanjutkan"


Tapi, ada informasi lain mengenai permaisuri. Ternyata, putri wang pernah hilang saat usianya 5 tahun dan ditemukan kembali 6 bulan tepat sebelum pernikahan nya bersama kaisar.


Huang li kembali menjeda bacaan nya.


" Kenapa kau berhenti lagi?"


" Yang mulia, ini..."


" Bacakan tanpa ragu, huang li"


Huang li menarik nafasnya dalam-dalam.


Awalnya seluruh kerajaan tidak percaya jika pihak kerajaan menemukan sang putri ditempat yang sama ketika ia hilang, namun ada beberapa hal yang meyakinkan. Dikatakan, putri wang memiliki tanda lahir berbentuk setengah sayap pada lengan nya, dan juga memiliki tanda anggota kerajaan wang pada punggungnya. Terlebih dia juga bisa melakukan pembuktian ikatan darah.


" Tanda sayap? Apa kau yakin itu yang tertulis disana?"


" Benar, yang mulia"


Keduanya sama-sama berpikir keras. Apakah ini yang dinamakan takdir? Tapi bagaimana mungkin?


" Yang mulia, maaf jika hamba lancang. Tapi apakah tanda sayap yang berdenyut pada lengan anda dihutan saat itu adalah bersamaan dengan ditemukan nya permaisuri?!"


" Sepertinya iya, tapi aku justru melihat tanda itu pada lengan nona ling"


" Apaaa?! Yang mulia itu artinya...ini sudah pasti mereka adalah orang yang sama"


" Iya, itu benar"


" Apalagi yang anda tunggu, yang mulia? Kita harus segera memberitahu jendral chi"


" Biarkan saja"


" Yang mulia? Selama tiga hari ini jendral chi selalu menemui nona ling dihutan, mereka selalu menghabiskan waktunya bersama. Bagaimana jika ..." fu tong menhentikan ucapannya ketika mendapat tatapan tajam dari zhao.


" Kita akan menemui mereka dihutan nanti malam. Tapi aku ingin menemui ibuku terlebih dahulu. Siapkan kunjunganku" tiahnya.


" Baik, yang mulia"


Iring-iringan kaisar sudah berjalan menuju kediaman ibu suri, bahkan tanpa disangka-sangka ternyata ibunya sudah berdiri didepan pintu kamarnya menunggu kedatangan sang putra.


" Ibu"

__ADS_1


" Yang mulia kaisar"


Ucap keduanya bersamaan. Mereka saling bertukar senyum lalu masuk dan meminum teh bersama.


" Sudah lama rasanya kau tidak mengunjungi ibumu ini"


" Maafkan aku ibu, aku terlalu sibuk dengan urusan kerajaan"


" Tidak apa-apa, itu memang sudah tugasmu.... aku merasa seperti kedatanganmu bukan hanya untuk menanyakan kabarku, apa yang membuatmu gelisah yang mulia?"


" Kau memang seorang ibu. Aku ingin menanyakan mengenai ramalan pasangan yang sering kau katakan dahulu"


" Kenapa? Kau mulai percaya?"


" Aku hanya penasaran" jawab zhao tanpa ingin memberi kecurigaan pada ibunya.


" Baiklah. Dulu, saat kau lahir tetua mengatakan bahwa kau hanya boleh menikah dengan seorang wanita berambut perak agar bisa membawa kedamaian bagi kekaisaran"


" Apa hanya itu ?"


" Iya, seingat ibu hanya itu"


" Ibu yakin?"


" Tunggu sebentar....... ah, masih ada, katanya wanita perak itu juga memiliki tanda lahir berbentuk sayap yang sama denganmu. Tapi menemukan seseorang dengan tanda lahir yang sama sangatlah sulit, jadi kita hanya fokus pada rambut peraknya saja"


DEG! Jantung zhao berdegup sangat kencang. Apa ini artinya....


" Aku menemukannya, bu"


" Siapa? Wanita berambut perak?"


" Bukan, wanita dengan tanda lahir yang sama"


" Aku akan membawanya keistana" ucap zhao sambil bangkit dari duduknya dan hendak pergi.


" Tunggu, nak. Bagaimana dengan permaisuri? Mari lupakan ramalan itu, putri wang akan sangat patah hati jika kau membawa wanita lagi"


" Bukankah dulu ibu yang mendukungku untuk menikah sesuai ramalan?"


" Lupakan itu. Ibu sudah merasa cukup dengan permaisurimu saat ini. Jangan mematahkan hati seorang wanita yang sedang mencoba untuk mencintaimu, nak"


" Dia tidak akan kecewa bu. Aku akan tetap membawa gadis itu"


Tanpa mendengarkan seruan sang ibu, zhao langsung pergi begitu saja. Dia segera bersiap-siap untuk kehutan dan pergi bersama huang li.


Hari masih sore, namun ternyata jendral chi sudah berada didekat sungai bersama xiao shi dan yuan. Mereka sepertinya berencana untuk melihat matahari yang tenggelam.


" Bukankah cuacanya indah, ling?"


Xiao shi hanya berdehem menjawab pertanyaan jendral chi.


Zhao yang tiba disana dan melihat adegan itu merasa jantungnya benar-benar akan meledak sekarang juga.


" Kau disini, jendral" ujar zhao tiba-tiba.


Jendral chi yang mendengar suara yang sangat akrab ditelinganya itu sontak langsung berdiri dan memberikan hormatnya, begitu juga dengan xiao shi dan yuan.


Zhao melangkahkan kakinya mendekati xiao shi, jendral chi menatapnya dengan penuh waspada. Semua yang ada dipikiran nya mengenai kaisar ia hempaskan. Dia tidak boleh memikirkan itu.


" Nona ling, boleh aku bertanya sesuatu?" tanyanya tepat didepan xiao shi. jarak mereka hanya satu meter sekarang.


Xiao shi meneguk ludahnya secara paksa, posisi ini mengingatkan nya pada kejadian dimalam perayaan.


" Tentu saja, tuan" jawabnya berusaha setenang mungkin.

__ADS_1


" Apa kau mencintai jendral ku?"


Pertanyaan macam apa ini? Apa dia bertanya untuk memastikan atau ada maksud lain dari balik pertanyaan nya.


Jendral chi yang mendengar itu merasa kaisar melakukan nya untuk dirinya, dia memang kaisar yang perngertian, pikirnya.


" Kenapa kau diam nona? Apa kau mencintainya? Tanya zhao ulang. Jendral chi menatap xiao shi dengan penuh harap.


" Tidak, tuan. Aku hanya menganggapnya sebagai temanku" pernyataan ini membuat hati jendral chi patah. Namun membuat hati lain berbunga.


" Bagus. Jika memang kau tidak mencintainya maka ikutlah denganku ke istana"


Sontak saja perkataan nya membuat mata jendral chi, yuan, dan xiao shi melotot seperti hendak keluar dari tempatnya.


" A-apa maksud anda , tuan?" tanya xiao shi gugup.


Namun bukannya menjawab pertanyaan xiao shi, zhao justru menarik pinggang xiao shi dan mencium bibirnya tepat didepan semua orang. Yuan bahkan sampai menutup mulutnya dengan tangan saking shocknya.


Jendral chi yang melihat itu mengepalkan tangan nya kesal, namun huang li menenangkan nya.


" Lepaskan nona ling, dia milik kaisar"


" Omong kosong apa ini huang li? Aku yang mengenalkan nya pada kaisar, kenapa sekarang—"


" Dia ibumu jendral"


" Apa maksudmu?" tanya jendral chi heran.


" Seorang kaisar adalah ayah bagi rakyatnya, dan istri dari kaisar adalah ibu bagi rakyatnya. Wanita yang kau cintai adalah ibumu sendiri, kau tidak boleh marah ataupun kecewa saat suaminya alias ayahmu membawanya kembali"


Jendral chi mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh huang li. " Ling, adalah permaisuri? Dia putri kerajaan wang?"


Huang li mengangguk dan menepuk bahu jendral chi seolah menyuruhnya untuk kuat.


Kakinya terasa lemas, daripada cintanya, jendral chi lebih memikirkan apa yang akan terjadi pada keluarganya? Hukuman apa yang akan diterima oleh keluarganya karna kelancangan dirinya. Akan ditaruh dimana harga diri sang ayah, yang seorang panglima besar, namun memiliki anak yang jatuh cinta pada permaisuri?


Sedangkan, sejak tadi xiao shi terus menerus memukul dada bidang zhao dan meminta dilepaskan.


" Kau mesum! Dasar kaisar mesum! Berani sekali kau menyentuhku sembarangan!" cecarnya msih dalam sosok yang ia perankan.


Zhao tersenyum, " Kau menolak suamimu, permaisuri?"


DUAARRRRR!!


Tubuh xiao shi menegang, sepertinya kali ini dia telah kalah telak. Identitasnya terbongkar, dan sialnya dia malah tidak bisa melakukan bantahan apapun.


Melihat xiao shi yang tiba-tiba diam membuat zhao tersenyum, karna ini artinya benar, nona ling adalah permaisurinya, dan dia tidak mencium orang lain.


Merasa kurang puas dengan yang tadi, zhao kembali menarik pinggang xiao shi dan menciumnya sekali lagi. Kali ini tidak ada penolakan sama sekali, xiao shi bahkan membalas ciuman nya, mereka saling memagut dan *******.


Yuan, huang li dan jendral chi hanya bisa memalingkan wajahnya, karna itu tidak boleh dilihat.


Setelah bulan dimalam hari, kini senja menjadi saksi bisu atas ciuman kedua mereka. Sepertinya ini adalah awal dari kisah cinta antara xiao shi dan zhao akan dimulai, kapal yang tadinya terbawa arus kini sudah berlabuh ditempat yang tepat.


|


|


|


|


|


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2