Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 107


__ADS_3

Malam dimana Zhao meminta Xiao Shi minggu kemarin, itu adalah hari terakhir mereka bersama. Karna dalam beberapa hari belakangan ini istrinya itu selalu menghabiskan waktu nya dengan Long. Bukan hanya dari pagi sampai malam, tapi dari pagi sampai pagi lagi mereka tidak henti-hentinya membuat ini dan itu, menggabungkan ini dan itu. Entahlah, Zhao tidak tau apa yang sedang mereka lakukan karna mereka tidak memberitahukan apapun.


" Apa mereka masih melakukan nya?" Tanya Zhao pada Kasim Han.


" Iya, Yang Mulia" jawabnya.


Zhao menghela nafasnya, dia merasa cemburu dan juga merindukan istrinya.


" Bersabar lah Yang Mulia, hamba yakin pasti Permaisuri sedang melakukan yang terbaik. Apalagi hanya tinggal menunggu waktu untuk perpisahan anda dengan para selir" ujar Huang Li.


" Ya kau benar, bagaimana dengan para raja dan ratu yang telah sampai?" Sejak kemarin banyak para raja yang sudah sampai, hanya tinggal beberapa kerajaan lagi dan menurut informasi pun beberapa kerajaan itu sudah memasuki perbatasan dari kerajaan. Hanya tinggal menunggu waktu untuk mereka sampai di kerajaan.


" Aku sudah mengatur tempat kediaman mereka Yang Mulia, dan ada beberapa raja yang meminta bertemu dengan anda untuk memberi hadiah" Huang Li memberikan daftar nama dari raja raja yang meminta untuk bertemu.


" Katakan saja kita akan bertemu serentak besok pagi, dan katakan ada hal yang masih harus aku urusi"


" Baik Yang Mulia"


...đź§Š đź§Š đź§Š ...


Keringat sudah mengucur disekitar wajah Xiao Shi, begitu juga dengan Long. Beberapa hari ini mereka tidak tidur, dan hanya makan sedikit saja.


Hal ini karna ide Xiao Shi yang gila yang meminta untuk membuat ramuan agar dapat membuktikan sesuatu, sama seperti dulu.


" Memangnya ada hal yang seperti itu?" Tanya Yanran yang memperhatikan dua orang didepannya yang terus mengaduk dan meramu beberapa bahan.


" Tak ada yang mustahil baginya, aku yakin" Yuan sangat yakin bahwa Xiao Shi akan berhasil melakukannya seperti saat di Wang.


Sampai akhirnya, racikan terakhir yang mereka buat sudah siap. Ini sudah malam dan berarti hanya ini kesempatan terakhir mereka membuat ramuannya. Dibutuhkan waktu 12-18 jam hanya untuk satu ramuan saja, sedangkan besok pagi adalah hari dimana para selir akan pulang.


" Ini kesempatan terakhir kita Shi'er" ucap long menatap Xiao Shi dengan ragu.


" Aku tau, tapi aku punya keyakinan penuh kali ini" sebaliknya dari Long, Xiao Shi justru merasa sangat yakin.


Fu Tong dan Yanran membawa ramuan yang telah diracik selama berjam-jam itu pada seseorang yang sudah dipilih dan bersedia untuk menjadi bahan percobaan.


Xiao Shi dan Long menunggu dengan cemas, mereka memutuskan untuk tidak ikut menyaksikan pemberian ramuan nya sejak di hari kedua. Walaupun Xiao Shi mengatakan bahwa dirinya yakin percobaan kali ini berhasil tapi tetap saja kemungkinan tidak berhasil itu ada.


Xiao Shi mengigiti kukunya yang sudah pendek, sedangkan Long terus saja mondar-mandir kesana dan kemari. Ke khawatiran mereka berdua membuat Yuan dan Feng Yue juga jadi ikut khawatir, mereka jadi ikut cemas karna suasana cemas yang ditularkan oleh dua orang didepannya.

__ADS_1


Bahkan seseorang yang jauh disana jadi merasakan kecemasan yang sangat tinggi ini. Zhao yang sedang berdiskusi dengan Kasim Han dan Huang Li tiba-tiba menghentikan ucapannya.


" Ada apa Yang Mulia?" Tanya Huang Li saat melihat kaisar nya diam secara tiba-tiba.


" Kalian keluarlah, kita hentikan dulu sampai disini, aku merasakan sesuatu dari permaisuri" jawabnya.


" Baik Yang Mulia" Huang Li dan Kasim Han pamit mengundurkan diri.


Setelah kepergian kedua orangnya, Zhao mulai memfokuskan dirinya dan mencoba mengetahui apa yang terjadi. " Sebenarnya apa yang sedang kau kerjakan Permaisuri?" Kata zhao sebelum dirinya memasuki alam bawah sadar sang istri.


Yanran dan Fu Tong sudah kembali dengan wajah seperti percobaan sebelumnya. Senyum yang mengartikan jangan menyerah, dan mata yang juga menyiratkan rasa kasihan.


" Gagal lagi?" Tanya Xiao Shi, dirinya sungguh sangat pasrah kali ini.


Tapi bukannya menjawab, Yanran dan Fu Tong justru mengacungkan kedua jempol nya pada Xiao Shi dan Long. " Selamat Permaisuri, kalian berhasil"


Krik...krik...krik...


Bukannya senang, semua orang justru kini melihat Yanran dan Fu Tong dengan tatapan dan wajah yang aneh. " Ke—kenapa kalian melihat kami seperti itu?"


" Apa kau yakin?" Tanya Long dengan wajah yang sangat aneh daripada yang lainnya. Mata yang menghitam, wajah lelahnya, pakaian dan rambut yang berantakan membuat tatapannya sangat mengerikan.


" Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa akhirnyaaaaa" Yuan langsung berteriak dan berlari memeluk Yanran. Tidak seperti biasanya, jika biasanya semua orang memarahi saat ia berteriak, kali ini tidak. Karna semua orang juga merasakan hal yang sama.


Feng yue juga tersenyum dan menepuk bahu Fu Tong, akhirnya usaha mereka semua terbayar juga. Long yang sangat bahagia langsung merebahkan dirinya di lantai, lelahnya benar-benar terbayar kali ini, ada rasa bangga pada dirinya dan juga Xiao Shi. Mereka selalu bisa menciptakan hal-hal yang mustahil bagi orang lain.


Long melihat ke arah Xiao Shi yang sedang menyandarkan tubuhnya pada kursi dengan wajah yang tersenyum. Mereka berdua saling mengangguk sebagai tanda bahwa mereka akhirnya berhasil. Sungguh, mereka sangat sangat lelah seminggu ini.


Long menatap langit langit yang mulai terlihat kabur, dia menghembuskan nafasnya lega.


" Akhirnya, selesai juga"


Yuan dan Yanran masih asyik dengan ajang berpelukan dan saling meloncat-loncat. Mereka terlalu senang sampai-sampai tidak tau apa yang terjadi pada orang yang meraciknya.


Feng Yue memegang lengan Yuan, begitu juga dengan Fu Tong yang memegang lengan Yanran untuk memisahkan pelukan mereka dan menghentikan kehebohannya.


" Ish, ada apa?! Jangan tarik—"


" Diamlah, lihat kesana" Yuan yang hendak protes berhenti saat Feng Yue menunjuk ke arah Xiao Shi dan Long. Seketika Yuan pun terdiam.

__ADS_1


Baik itu Xiao Shi atau Long keduanya memejamkan matanya, mereka tertidur. Long tertidur dilantai dengan keadaan telentang, dan Xiao Shi tertidur di kursi dengan kepala yang menyandar pada penyangga kursi dibelakang tubuhnya.


" Mereka sangat kelelahan" ujar Fu Tong. Tentu saja ini bukanlah hal yang aneh, selama 6 hari mereka tidak tidur, bahkan makan hanya sedikit, baik itu Xiao Shi ataupun Long keduanya hanya mengandalkan tingkatan sihir untuk mengalirkan sihir mereka menjadi energi, hingga mereka tetap merasa kenyang. Terkadang juga mereka makan hanya sedikit, seperti buah-buahan.


" Baiklah, ayo kita pindahkan mereka berdua. Tidak mungkin bukan kita membiarkan mereka tertidur disini" usul Yanran. Semuanya mengangguk setuju.


Pada saat Yanran dan Yuan ingin mendekati Xiao Shi untuk memindahkannya, tiba-tiba Zhao muncul tepat disamping Xiao Shi. " Biar aku saja yang mengurus nya"


" Yang Mulia " hormat mereka berdua serempak. Feng Yue dan Fu Tong pun langsung mengalihkannya pandangan untuk melihat energi besar siapa yang tiba-tiba muncul, ketika mengetahui bahwa itu adalah kehadiran Zhao mereka berduapun langsung memberi hormat nya.


Zhao langsung menarik kursinya dan menggendong Xiao Shi ala bridal style.


" Maaf Yang Mulia, tapi Permaisuri dalam keadaan kotor dan —"


" Aku akan memandikannya dan mengganti bajunya, Yuan. Jangan khawatir, kau juga tidak perlu membawa pakaiannya, aku menyimpan beberapa pakaiannya ditempatku."


" Baiklah Yang Mulia "


Zhao langsung pergi menggunakan sihirnya untuk membawa Xiao Shi ke kamarnya dan beristirahat.


Sesampainya dikamar, zhao menidurkan Xiao Shi di peraduannya. Lalu dia pergi mengambil seember air dan juga lap yang sudah disiapkan oleh Huang Li. Zhao memilih membersihkan tubuh istrinya dengan lap itu, dia benar-benar membersihkan istrinya seperti sedang memandikan bayi dengan lap. Dia tidak ingin mengganggu tidur istrinya, zhao tau bahwa Xiao Shi tidak tidur selama beberapa hari, walaupun melarang tapi Xiao Shi benar-benar tidak mendengarkannya.


Zhao mengurusnya dengan sangat telaten, walaupun sudah lama tidak mendapat jatah tapi saat membersihkan Xiao Shi dirinya bahkan tidak berhasrat sedikitnya. Dia hanya sangat merindukan istrinya, sangat jahat bukan jika dirinya berhasrat saat melihat tubuh istrinya yang sudah sangat kelelahan ini?.


Zhao akhirnya menggantikan pakaiannya dengan yang baru, dia juga mengganti sprei nya dengan sihirnya agar tempat tidurnya bersih dan nyaman. Setelahnya barulah ia menidurkan kembali Xiao Shi, termasuk dirinya juga ikut tidur di samping sang istri.


" Sebenarnya apa yang kau lakukan sampai seperti ini? Beristirahatlah, kau sudah berusaha sangat keras" ujar Zhao sambil mengecup kening istrinya, lalu dirinya pun ikut tertidur sambil memeluk Xiao Shi.


Zhao juga merasa dirinya harus beristirahat dan mempersiapkan diri untuk hari esok yang sudah pasti harus memiliki banyak tenaga karna dirinya akan banyak berdebat dengan para raja-raja karna kepulangan anak dan adik mereka sebagai bukti bahwa mereka sudah tidak lagi menjadi selir dari Kaisar Zhao.


|


|


|


|


|

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2