Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 89


__ADS_3

Ratu Wang kini sedang menatap lekat ibu suri, tatapan tanpa ekspresi dan sangat sulit ditebak. Sedangkan ibu suri menatap ratu Wang dengan perasaan yang sangat bersalah.


" Aku tau kesalahan putraku, ratu, aku mohon maafkan dia" ucap ibu suri. Sedangkan ratu Wang tetap pada pendiriannya. Tak berekspresi dan tak ingin mengatakan apapun.


Beberapa menteri juga bahkan datang dan menyaksikan kejadian yang ada didepannya sekarang. Mereka berada disisi yang berbeda dengan para jajaran selir.


Para pangeran dan tabib long juga menghampiri Feng Yue dan Yuan.


" Apa saja yang kalian lakukan sampai adikku seperti ini?" Tanya pangeran Xun.


" Pa-pangeran" jawab Yuan terbata-bata. Dia tidak bisa mengatakan apa-apa, yuan lebih memilih menunduk begitupun dengan Feng Yue.


Sedangkan raja Wang dan putra sulungnya berdiri tepat dihadapai kaisar, tanpa takut dan tak gentar.


" Apa yang kau lakukan pada putriku?"


" Ayah, ini kesalahanku" jawaban Zhao membuat keadaan sangat heboh, bagaimana tidak? Pintu kamar dibiarkan terbuka begitu saja, suara mereka juga terdengar sampai kekuar.


Orang-orang yang ada disana, seperti para menteri, selir, pelayan dan para pengawal jadi heboh karna karna ini pertama kalinya mereka mendengar kaisarnya memanggil ayah pada orangtua dari pihak perempuan. Bahkan menteri Yun saja tidak pernah dipanggil seperti itu, bahkan jika mereka berdua pun dan membicarakan hubungan dengan anaknya tetap dalam bahasa yang formal dan kedudukan yang sama.


Tapi lihatlah yang terjadi antara kaisar dan raja Wang? Kaisar bahkan menyebut raja wang ayah, dan raja wang tidak berbicara formal padanya. Hubungan mereka benar-benar seperti hubungan menantu dan mertua daripada hubungan politik kerajaan.


" Jika begitu maka aku akan membawa putriku kembali ke Wang. Dia seperti ini karna kesalahanmu bukan? " keputusan raja wang ini spontan membuat mata Zhao dan ibu suri melotot.


" Raja, kau tidak bisa melakukan itu. Dia adalah istri kaisar, dia seorang permaisuri kekaisaran yushi. Bagaimana bisa kau mengambilnya?"


" Tentu bisa, besan" jawab ratu Wang.


Lihatlah, bahkan hubungan ibu suri juga terlihat seperti perbesanan yang sebenarnya. Kenapa semuanya nampak berbeda jika berhubungan dengan Xiao Shi? Pikir orang-orang.


" Ayah aku—"


BRUUUUKKKKKKKK!


Semua orang menoleh kearah kaisar dan raja wang. Semuanya melihat dengan tatapan terkejut. Kaisar berlutut?! Bagaimana mungkin?


" Yang Mulia!" Semua orang yang berada diluar langsung berlutut bahkan bersujud juga. Jika seorang kaisar berlutut, tidak mungkin mereka tetap berdiri.


Keluarga kerajaan Wang langsung menoleh ke arah luar dan melihat banyak sekali orang, mereka juga bahkan berlutut dan bersujud secara serempak.


" Bangunlah kaisar, anda tidak boleh berlutut pada seorang raja" ucapan raja Wang masih sama, tidak ada nada apapun dalam perkataan nya.


" Aku tidak sedang berlutut pada seorang raja, tapi aku Sedang berlutut pada ayah dari istriku"


" Bangunlah" pinta raja Wang.


" Tidak ayah, kecuali kau sudah mengatakan tidak akan mengambil kembali istriku. Jika kau tetap ingin membawanya kembali maka aku akan tetap berlutut "


" Kau mencintai putriku?"


" Tentu saja, ayah"


" Karna apa kau mencintai nya?"


" Aku mencintainya dari hatiku ayah, aku jatuh cinta begitu saja tanpa memiliki alasan apapun. Aku— aku jatuh cinta pada semua yang ada pada diri istriku. Aku juga ingin bersamanya sampai kami tua nanti, aku ingin menjaga dan membahagiakan nya sampai dewa kematian menjemput ku" pernyataan ini membuat hati para selir sakit, dan hancur. Juga membuat para menteri yang anaknya menjadi selir mengepalkan tangannya. Tapi membuat para pelayan Xiao Shi dan Zhao tersipu. Zhao mengatakan cintanya pada ayah Xiao Shi? Itu sangat romantis.

__ADS_1


" Bagaimana jika dewa kematian membawa nya terlebih dahulu daripada kau?" tanya raja wang.


Zhao sempat terdiam beberapa saat. " Maka aku akan pergi sendiri menemui dewa kematian dan memberikan nyawaku"


" Tapi kau memiliki rakyat, memiliki kekaisaran sebagai tanggung jawab mu. Bagaimana dengan itu?" kali ini kaka sulung Xiao Shi lah yang bertanya.


" Walaupun aku tetap disini aku bahkan tidak menjamin keadaan kerajaan akan baik" jawabnya.


" Sebesar itu kau mencintai adikku?"


" Iya"


Raja wang meraih bahu Zhao dan membantunya berdiri " Bangunlah, aku tidak akan membawa putriku"


Begitu Zhao bangun dan kembali berdiri, semua orang juga mengikutinya.


" Terimakasih ayah, tapi keadaan nya sekarang —"


" Ini memang wajar terjadi"


" Maksudnya?"


" Long" seru raja wang.


Long segera menghampiri rajanya. " Disini rajaku"


" Beritahukan pada menantuku ini"


Tabib long mengangguk. " Salama Yang Mulia kaisar, saya Long, tabib dari kerajaan Wang. Bolehkah saya meminjam tangan anda?"


Long menerima tangan Zhao dan menyingkap pakaiannya. " Raja, lihatlah"


Zhao mengikuti arah pandang mertuanya itu. Dan dia langsung terkejut.


Tanda sayap yang ada ditangannya sekarang menjadi sepasang, kanan dan kiri. Bukankah tadinya hanya satu?


"Bagaimana mungkin" beo Zhao.


" Ini adalah bukti anda dan permaisuri sudah bersatu Yang Mulia. Mulai sekarang kalian berdua akan bisa merasakan apa yang dirasa oleh satu sama lain. Singkatnya kalian akan membagi semua hal sekarang " jelas Zhao.


" Lalu bagaimana dengan rambut perak nya? Dia terus menjalar cepat ketika aku menyentuhnya "


" Itu memang tujuannya Yang Mulia. Rambut Permaisuri harus perak secara keseluruhan terlebih dahulu agar bisa menerima dan mengelola energi anda dengan baik dalam tubuhnya. Setelah semuanya selesai, rambutnya akan kembali menghitam dan permaisuri akan segera sadar."


" Lalu ayah marah tadi...." Zhao menggantung ucapannya.


" Maafkan aku Yang Mulia, aku hanya ingin melihat kepedulianmu pada putri kesayangan ku. Senang mendengar pengakuan cintamu padaku tadi, ku harap putriku dapat mendengarnya juga"


Zhao menghela nafasnya lega. Begitu juga ibu suri, dia sempat merajuk pada ratu wang tadi namun ratu wang langsung meminta maaf dan mereka pun berpelukan.


" maafkan kelancangan ku yang mulia" ucap raja wang.


" tidak ayah tidak apa-apa, aku baik baik saja. kau adalah ayah mertuaku, ku mohon jangan mengatakan hal seperti itu"


" hahahaha baiklah, nak"

__ADS_1


" Jadi ayah, kau tidak akan membawa istriku bukan?" Tanya Zhao hati-hati.


" Kau ingin aku membawanya?"


" Tidak tidak" sergah Zhao cepat. Bisa gawat jika mereka benar-benar membawa Xiao Shi.


Obrolan mereka itu juga didengar oleh orang-orang yang berada diluar. Awalnya mereka sempat terkejut bahwa Permaisuri ternyata adalah gadis dari ramalan itu. Haruskah mereka senang? Atau bahkan sedih karna peluang bagi para selir mendekati kaisar menjadi sangat sulit.


Setelahnya Long memberi arahan pada Zhao agar menggenggam tangan Xiao Shi. Jadi rambutnya bisa berwarna perak secara keseluruhan. Dan benar saja saat Zhao menggenggam tangan Xiao Shi rambatan warna perak dirambutnya menjadi sangat cepat.


Kini rambutnya menjadi perak, tanda di dahinya juga bersinar. Dan hal yang lebih mengejutkan adalah tubuhnya terangkat dan mengambang ke atas.


" Tabib!" Seru Zhao takut terjadi sesuatu pada permaisuri nya


" Tenanglah Yang Mulia, sekarang anda hanya perlu menyalurkan energi anda untuk Permaisuri" jelas Long.


" Tapi, yuan dan feng yue sudah mencobanya dan tubuhnya menolak"


" Tentu saja menolak, dia tidak akan menerima ataupun membiarkan tubuhnya tersentuh orang lain. Hanya anda yang bisa menyentuhnya."


Zhao mengangguk dan mencari posisi yang nyaman agar bisa menyalurkan energi nya pada Xiao Shi. Dia yakin pasti membutuhkan waktu yang sedikit lama agar rambut itu kembali seperti normal.


" Anda sudah makan Yang Mulia?"


" Belum"


" Baiklah, aku akan membantu memberikan energi pada anda jika anda mulai merasa lemas"


" Terimakasih Long"


" Sudah tugasku, Yang Mulia"


Akhirnya Zhao mengalirkan energinya pada Xiao Shi. Benar apa yang dikatakan Long, tubuh itu tidak menolak sama sekali. Semua orang yang melihatnya langsung keluar meninggalkan mereka bertiga didalam agar lebih fokus.


" Kalian kembalilah ke tempat masing-masing!" Seru ibu suri pada orang-orang.


Gerombolan manusia pun langsung membubarkan diri termasuk para menteri dan selir.


Yuan dan Feng Yue juga menghela nafasnya, dia berpikir sesuatu terjadi pada Xiao Shi.


" Kau harus memikirkan nasibmu nanti karna berani membentak kaisar" bisik Feng Yue padanya.


Yuan meneguk ludahnya kasar. Habislah aku, pikirnya.


|


|


|


|


|


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2