Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 86


__ADS_3

Seperti dugaan nya, menteri Yun pasti akan protes dan mengamuk kepadanya seperti yang terjadi saat ini. Mentri Yun meminta bertemu dengannya pagi-pagi sekali hari ini.


" KAU HANYA SEORANG PERMAISURI! AKU BISA MELENGSERKAN MU DAN MEMBUANGMU JAUH DARI KEKAISARAN!" ucap Mentri Yun menggebu-gebu.


Xiao Shi tersenyum licik. " Baik, lengeserkan aku kalau begitu. Mari kita lihat siapa yang pergi terlebih dahulu" ucapnya santai.


Xiao Shi memilih bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah rak-rak buku yang ada di ruangannya. " Bukankah sudah ku bilang menteri? Sesuai perjanjian, aku tidak akan mengusik putrimu jika dia tidak mengusikku" lanjutnya.


" Dia tidak mengusikmu sama sekali!" Mentri Yun bersiteguh pada pendapat nya.


" Perlu kau pahami, mentri. Mengusik istana dalam sama saja dengan mengusikku. Aku adalah pimpinan disini, dan putrimu mengacau di wilayahku." Xiao shi menatap tajam ke arah Mentri Yun.


" Tetap saja, hukuman yang kau berikan sangatlah tidak—"


" Jika kau mengacau lagi, maka perjanjian antara kita akan batal" ucap Xiao Shi memotong ucapan Mentri Yun.


" Maka batalkan! Aku hanya membakar dekrit kekaisaran. Kaisar tidak akan bisa menghukumku hanya karna—"


" Aku bisa"


Tidak, itu bukan Xiao Shi yang berbicara. Tapi Zhao. Dia berdiri tepat disamping rak buku, dan juga tepat dibelakang Xiao Shi.


Xiao Shi berbalik, Zhao ada dibelakangnya dan kini sedang melihat kearahnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Sedangkan Mentri Yun? Dia terkejut dan membeku ditempatnya, dalam pikirannya apakah Xiao Shi sengaja memanggil Zhao kesini? Tapi jika dilihat dia juga sama terkejutnya.


Zhao memilih mengabaikan Xiao Shi dan menghampiri Mentri Yun.


"Berani sekali kau menentang perintahku dan membakar dekrit itu. Apakah itu alasan mengapa seluruh kerajaan menganggap aku tidak mengurus mereka?" Ucapan Zhao terasa sangat menusuk bagi Mentri Yun. Walaupun tidak membentak atau menggunakan nada tinggi, tapi tetap saja Yun bisa merasakan energi yang sangat tidak enak dari Zhao.


" Ya- yang mulia" Mentri Yun langsung bersujud.


" Hamba tau hamba salah, ampuni hamba Yang Mulia" lanjutnya.


" Mengampunimu? Kau pikir semudah itu?" Zhao berniat mencekik menterinya saat itu juga tapi tiba-tiba suara seseorang terdengar dalam kepalanya.


' jangan melakukannya tuan, saya Memiliki rencana yang lebih baik'


Mentri Yun terus saja bersujud sambil memohon ampunan tiada henti. Dia tidak ingin kehidupan dan karir nya hancur begitu saja.


" Baiklah, aku akan mengampunimu dengan satu syarat." Ucap Zhao.


" Sya-syarat?" Beo Yun terkejut. Syarat apa yang akan diajukan oleh sang kaisar padanya?


" Ya, syarat. Besok, pada saat pertemuan di aula aku akan mengumumkan bahwa permaisuri mulai saat ini akan ikut serta dan andil dalam setiap pertemuan maupun keputusan di kekaisaran. Dan kau harus mendukung nya"


Menteri Yun dan Xiao Shi sama-sama terkejut dengan apa yang didengarnya.


" Yang Mulia, tapi permaisuri adalah seorang wanita, bagaimana seorang wanita bisa—"


" Melihat dia bisa menahanmu karna perjanjian kalian, dan juga dia mengetahui hal yang bahkan tidak aku ketahui. sepertinya itu layak dipertimbangkan, mentri " ucap zhao memotong protes yang hendak dilayangkan oleh mentri Yun.


" Tapi Yang Mulia, mentri yang lain tidak akan setuju" protes Mentri Yun.


" Tentu saja, dan itu tugasmu. Bagaimanapun kau harus membuat para mentri setuju"


" Yang Mulia"


" Atau kau lebih memilih aku asingkan satu keluarga dan mencabut gelar bangsawan yang kau miliki?"

__ADS_1


DEG!


Menteri Yun tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi, pilihan pertama sangat berat tapi pilihan kedua jauh lebih berat.


" Bagaimana, menteri?" Tanya Zhao menyadarkan menteri Yun dari lamunannya.


" Baiklah Yang Mulia" ucapnya pasrah.


" Bagus, pergilah."


Menteri Yun langsung pamit mengundurkan diri dan membiarkan dua orang yang ada disana saling diam.


Begitu keluar Mentri Yun terkejut melihat Kasim han dan Huang li gang sudah berdiri tegak di samping pintu. Seingatnya saat dia datang rombongan kaisar tidak ada disini.


" Kau terkejut menteri?" Ucap Huang Li. Dia memang tidak suka terhadap menteri pertahanan ini sejak dulu, dan sejak dulu juga dia menunjukkan ketidaksukaannya.


Menteri Yun hanya mendengus kesal lalu pergi meninggalkan kediaman Permaisuri.


Setelah kepergian Mentri Yun, Zhao melangkah ke tempat duduk milik Xiao Shi yang digunakannya saat mengobrol dengan mentri Yun tadi.


" Permaisuri, duduklah ada yang ingin aku bicarakan"


Dengan langkah berat dan hati yang tidak karuan Xiao Shi akhirnya mendekat ke arah Zhao dan duduk ditempat Mentri Yun berada tadi.


" Kau, dari mana kau mengetahui semuanya? Katakan padaku tanpa terkecuali "


Xiao Shi meneguk ludahnya, tidak mungkin dia mengatakan semuanya. Walaupun zhao sudah mengetahui tingkatan sihir Xiao Shi dan juga yg lainnya. Tapi tidak mungkin dia mengatakan mengenai alasannya.


" Ekhem, aku hanya mengetahui saat Mentri Yun membakar nya Yang Mulia " jawabnya berusaha meyakinkan.


Zhao mengernyit" bagaimana?"


Zhao tidak terkejut dengan Feng Yue yang bisa merubah benda begtu cepat. Yang membuat nya terkejut adalah karna Xiao Shi mengatakan untuk memantau keadaan, sepertinya Xiao Shi memang sangat mengerti mengenai politik.


' Ada sedikit kebohongan dalam perkataan nya tuan, aku tidak tau itu apa' hcap seseorang dalam pikiran zhao.


'baik, terimakasih. kau pergilah'


Zhao langsung bangkit dari duduknya dan mendekati Xiao Shi. Dia menaruh tangannya tepat di kedua sisi badan Xiao Shi dan mendekatkan wajahnya.


Xiao Shi sontak memundurkan kepalanya tapi Zhao terus saja mendekatkan wajahnya.


Hidung mereka saling bersentuhan, Zhao menggerakan tangan nya untuk membuka cadar Xiao Shi. Dilihatnya wajah yang sudah sangat kemerahan itu terlihat sangat lucu baginya.


" Kau berbohong, permaisuri" ucap Zhao. Nafasnya mulai memberat.


" Ti-tidak yang Mulia. Aku sudah mengatakan yang sebenarnya" ucap Xiao Shi gugup. Bagaimana tidak? Zhao terus menerus melihat ke arah bibirnya, nafasnya juga menerpa wajahnya, dan tangan zhao? jangan ditanya lagi. Sekarang tangannya tepat berada di tengkuk Xiao Shi.


" Kau berbohong, permaisuri. Sepertinya aku perlu menghukum mu"


" APA?! YANG MULIA AKU— Mmmmpppphhh"


Zhao tidak mengizinkan Xiao Shi menyelesaikan perkataannya. Dia langsung menyambar bibirnya begitu saja. Dan ya seperti biasa Xiao Shi yang hendak menolak pun merasa tubuhnya tidak berdaya jika zhao sudah menyentuhnya. Xiao Shi pun akhirnya ikut andil dalam permainan bibir yang dipandu oleh Zhao itu.


Selama permainan mereka, zhao bahkan melucuti perhiasan yang ada di rambut Xiao Shi dan melemparnya sembarangan hingga rambutnya terurai begitu saja. Semakin lama permainan mereka semakin liar, Zhao yang merasa tempat mereka tidak sesuai akhirnya menggunakan ilmu teleportasinya untuk membawa mereka kedua ke kamar Zhao.


BRUUUKKK!!

__ADS_1


Keduanya tepat berada diatas ranjang milik Zhao. Para dayang dan pengawal yang mendengar suara itu dari dalam langsung berjalan ke arah pintu.


" Siapa didalam?!" Teriaknya.


Zhao yang merasa akan diganggu langsung menghentikan permainannya dan melepaskan bibir manis itu untuk sementara.


" Aku" ucapnya.


" Yang Mulia, maafkan hamba" ucap pengawal itu lagi.


Zhao mengacuhkan pelayan itu dan kembali melihat Xiao shi. Mata gadisnya itu sudah sangat berkabut, sama seperti dirinya. Sebelum menyambar benda kenyal diwajah Xiao Shi itu lagi Zhao sempat tersenyum dan mengatakan sesuatu. " Aku mencintaimu, permaisuri"


Zhao mulai melahap bibir xiao shi seperti sebelum nya, namun lama kelamaan dia melancarkan aksinya lebih jauh lagi. Dia mulai menarik tali yang mengikat baju Xiao Shi satu persatu. menyadari Xiao Shi tidak protes sedikitpun saat dirinya mencoba melepaskan ikatan itu, Zhao pun semakin gencar.


Entah setan bodoh mana yang merasukinya, Xiao merasa ingin menolak Zhao namun tangan nya malah membuka baju yang dikenakan Zhao.


Seperti mendapat lampu hijau akhirnya zhao benar-benar tidak memiliki keraguan untuk melakukan hal yang diingankan nya selama ini. Zhao juga menggunakan sihir untuk meredam suara dikamar nya agar tidak terdengar keluar, bukan karna malu. Tapi karna dia tidak ingin erangan dan lenguhan xiao shi terdengar oleh orang lain.


Jauh dari pergulatan yang terjadi di kamar Zhao. Para pelayan pribadi mereka justru masih setia menunggu di depan ruang belajar Xiao Shi. Kasim Han dan huang Li sudah berada disana begitu Mentri Yun memasuki ruangan.


" Hmmm wangi sekali" ucap yanran. Hidungnya terus mengendus ngendus darimana asal wangi itu.


" Kau benar, baru kali ini aku mencium aroma seharum ini" ucap Huang Li dan diangguki oleh Kasim Han.


Sedangkan yuan dan Feng Yue saling melihat satu sama lain. " Permaisuri" ucap keduanya serempak.


Mereka berdua langsung mendobrak pintu dan masuk kedalam. Namun tidak ada siapa-siapa didalam, kemana tuannya itu.


" Apa yang kali— dimana Yang Mulia?" Tanya Huang Li. Dia maksudnya ingin mengejar Feng Yue dan Yuan dengan yang lain nya karena mereka berdua sudah mendobrak pintu begitu saja saat permaisuri dan kaisar sedang berdua disana. Namun ternyata tidak ada siapa-siapa.


Yuan memperhatikan sekitar mencoba mencerna apa yang terjadi, namun dia melihat hiasan rambut Xiao Shi yang berserakan dilantai.


" Jika terjadi sesuatu, tidak mungkin sampai hiasan rambut permaisuri berserakan dilantai dalam keadaan utuh. Itu pasti hancur jika memang ada apa-apa" ucap Feng Yue sambil terus berkeliling melihat sekitar.


" Ada apa sebenarnya?" Tanya Yanran penasaran.


" Harum yang kalian cium adalah harum dari bunga surgawi" jelas Yuan.


" Bunga surgawi? Benarkah?! Wah ternyata benar-benar harum ya!" Ucap Yanran antusias dengan polosnya.


Sedangkan Kasim han mengernyit. " Bukankah bunga itu ada kaitannya dengan permaisuri?" Ucapnya.


" Kau benar, saat permaisuri hilang aku dengar bahkan bunga itu tidak lagi mengeluarkan aroma apapun, bahkan layu dan hampir mati" timpal Huang Li.


" Itu benar. Tapi aroma ini sangat kuat, kerajaan wang sangat jauh dari sini bagaimana bisa harumnya tercium sampai sini. Aku takut terjadi sesuatu pada permaisuri" ucapan Yuan ini mampu menghilangkan keantusiasan Yanran. Dia tidak tahu kalau itu ada sangkut pautnya dengan tuan nya.


Yuan tiba-tiba teringat sesuatu. " Hanya ada satu kemungkinan jika seperti ini..."


|


|


|


|


|

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2