Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 64


__ADS_3

Iring-iringan Xiao Shi sudah berjalan menuju kediaman Kaisar. Dia menggunakan sihirnya untuk berada langsung di gerbang kediaman Kaisar tanpa harus melewati para selir dan dayang yang sudah pasti akan bergosip.


Apa yang mereka pikirkan nantinya? Permaisuri mencoba mendekati kaisar? Sungguh menggelikan. Jika kaisar melakukan kejadian kemarin tanpa ada yang mengetahui, maka dia juga bisa melakukan hal ini tanpa ada yang mengetahui.


Begitu sampai di depan ruang kerja kaisar, dilihatnya kasim han justru mondar-mandir tak karuan. Huang Li juga bahkan ikut terlihat cemas.


" Kasim Han" sapa Xiao Shi.


" Permaisuri" Kasim Han langsung menghampiri Xiao Shi.


" Kenapa kau terlihat sangat gelisah"


" Yang Mulia, bagaimana ini. Kaisar tidak menginginkan untuk makan malam" ucapnya berbisik.


" Apa maksudmu?" tanya Xiao Shi.


*Flashback on


Persiapan untuk acara makan malam yang diinginkan oleh permaisuri sudah selesai, Huang Li yang dibantu oleh Fu Tong juga selesai dengan semua dekorasinya.


Taman belakang kediaman Kaisar terlihat sangat romantis, Kasim Han puas dengan hasilnya. Sekarang mereka tinggal menunggu kedatangan permaisuri kemari.


" Kasim Han!" Seru Kaisar dari dalam ruang kerja nya.


Kasim Han segera masuk kedalam dan menghadap Kaisar. Dilihatnya Zao sibuk dengan semua kertas-kertas yang ada.


" Jangan bawakan makan malam ku. Aku tidak akan makan malam ini" ucap Zao sambil membulak-balik kertas.


" Ta-tapi Yang Mulia, anda harus memperhatikan kesehatan anda"


Tidak ada jawaban apapun dari Zao. Sepertinya dia memang benar-benar tidak ingin diganggu.


*Flashback off


Xiao Shi hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


" Bawa dan tatalah makanan nya terlebih dahulu" ucapnya pada Yuan dan Yanran.


Mereka berdua pun mengangguk dan segera ke belakang untuk menata makanannya. Sedangkan Xiao Shi sedang memikirkan apa yang harus dilakukan olehnya sekarang.


" Bagaimana dengan kaisar, permaisuri?" Tanya Kasim Han. Jika malam ini gagal lagi hatinya akan benar-benar kecewa. Sudah dua kali dirinya menyiapkan acara yang sama dan keduanya gagal.


Xiao Shi tersenyum, dia tahu apa yang harus dilakukan. " Masuklah Kasim, dan katakan pada Yang Mulia bahwa makanannya sudah siap"


" Ta- tapi permaisuri "


" Aku akan masuk bersamamu "


Akhirnya Kasim Han setuju. Dia membuka pintunya membiarkan Xiao Shi masuk terlebih dahulu. Dadanya terasa berpacu lebih cepat, akankah kaisar memarahinya karna tetap memaksa masuk dan memintanya untuk makan.


" Yang Mulia, makanannya sudah siap" ucap Kasim Han dengan suara yang sedikit bergetar.


" Kau tidak menangkap perintahku kasim?" Ucap Zao datar tanpa melihat ke arah Kasim Han.


Mendengar itu keringat dingin mulai bercucuran pada dahi Kasim Han, Xiao Shi memberi isyarat agar Kasim Han keluar tanpa menutup pintunya.


Hanya tinggal Xiao Shi dan Zao didalam, namun Zao belum menyadari apapun. Dia masih berkutik dengan segala kertas kertas yang ada di mejanya.


Beberapa saat kemudian Zao mulai menyadari bahwa seseorang masih berdiri disana. Dia menghela nafasnya kasar.


" Bukankah sudah ku...." Zao menghentikan ucapannya begitu melihat siapa yang sejak tadi berdiri didekat pintu.


" Permaisuri.??" Lanjutnya.


Xiao Shi tersenyum, Zao bisa melihat senyuman nya dari matanya yang menyipit.


" Kenapa kau berdiri disana dan hanya diam saja? Masuk dan duduklah" ujar Zao sembari menghampiri Xiao Shi.


" Terimakasih Yang Mulia"


" Ada apa dengan kedatangan mu ini permaisuri? Apakah ada masalah?" tanya Zao khawatir. Ini pertama kalinya Xiao Shi mendatangi dirinya di ruang kerja, senang memang tetapi Zao khawatir ada terjadi sesuatu yang mendesak.


" Apakah hamba tidak boleh mengunjungi anda Yang Mulia?" ucap Xiao Shi dengan nada yang sangat lembut.

__ADS_1


" Tentu saja boleh Permaisuri, hanya saja ini tidak seperti biasanya "


" Hamba mendengar semalam anda mengundang hamba untuk makan malam. Maafkan hamba karna tidak bisa memenuhi undangan anda Yang Mulia"


" Tidak apa-apa permaisuri, aku mengerti kondisimu " jawabnya berusaha bersabar. Walaupun pada kenyataannya dia menyibukkan diri seharian ini karna ingin melupakan kekesalannya kemarin malam.


" Bolehkah hamba bertanya Yang Mulia?"


" Tentu saja, silahkan"


" Apa yang sedang anda kerjakan sampai anda melewati makan malam anda Yang Mulia"


Zao membeku. Apa yang harus dia katakan? Haruskah dia mengatakan bahwa dia melewatkan makan malam karna hatinya masih merasa sakit dengan kejadian kemarin malam? Haruskan dia katakan bahwa dia menyibukkan dirinya agar tidak mengingat kejadian itu? Haruskah?


" Yang Mulia..."


" Ah, aku hanya sedang mempersiapkan mengenai kedatangan para raja-raja beberapa hari lagi" Benar, apa yang dikatakannya memang benar. Dia sedang membaca berkas-berkasnya mengenai acara tersebut. Walaupun sebenarnya ini bisa dilakukan lain hari tapi dia ingin mengerjakannya sekarang.


Xiao Shi menganggukkan kepalanya. Dia kehabisan kata-kata. Bagaimana cara memberitahu orang didiepan nya ini mengenai kejutan nya?


" Ada apa permaisuri?"


" Apakah anda benar-benar tidak akan makan malam Yang Mulia?"


Zao tertawa kecil. " Apa kau disini untuk membujukku?"


" Kurang lebih seperti itu Yang Mulia"


Zao bangkit dari duduknya dan menatap Xiao Shi datar. " Kembalilah Permaisuri, kau tidak perlu bersusah payah"


" Apakah anda tidak akan memakannya walaupun aku yang memasak?"


Langkah Zao terhenti, dia langsung membalikan badan nya. " Kau memasak?"


Xiao Shi mengangguk.


" Kau seorang permaisuri, seharusnya kau--"


" Jika anda tidak ingin memakan masakan hamba, maka biarlah Yang Mulia" Xiao Shi pun bangkit dari duduknya dengan wajah yang dibuatnya seolah bersedih.


Zao yang melihat gurat kesedihan dari wajah wanitanya itu merasa sakit hati.


" Baiklah, bawa makanannya kemari"


Xiao Shi langsung berbalik dan melihat Zao dengan sangat antusias. " Benarkah?"


Zao mengangguk.


" Hamba menyiapkan nya ditaman belakang Yang Mulia"


Zao terkejut, taman belakang? Kenapa? Sejak kapan? Walaupun sedikit tidak menyangka dan tidak percaya Zao akhirnya mengikuti Xiao Shi ketaman belakang.


Kasim Han dan Huang Li yang melihat Zao akhirnya keluar ikut merasa senang. Usaha mereka tidak sia-sia kali ini.


Begitu mereka sampai ditaman belakang. Xiao Shi dan Zao sama sama mematung melihat dekorasi yang ada. Taman belakang kediaman kaisar kini dipenuhi lilin dan bunga dimana-mana. Juga ada banyak sekali kunang-kunang berterbangan. Makanan yang sudab tertata dengan sangat rapih semakin menambah keindahan mejanya.


"Ini bahkan lebih indah dari yang aku siapkan kemarin" batin Zao.


" Kenapa dia jadi menyiapkan seperti ini? Aku hanya memintanya untuk menambah sedikit keindahannya. Kenapa suasananya berubah menjadi sangat romantis" batin Xiao Shi.


Tersadar dengan lamunan mereka sendiri, akhirnya Xiao Shi dan Zao duduk dikursi yang sudah disediakan.


Suasana terasa menjadi canggung. Tidak ada yang memulai percakapan sama sekali. Bahkan para dayang dan pengawal pun hanya berjaga dari jauh.


" Terimakasih" Zao mencoba membuka obrolan antara mereka.


" Tentu saja Yang Mulia, tapi hamba rasa anda perlu berterimakasih pada Kasim Han dan Huang Li. Karna mereka lah yang menyiapkan semua ini" jawab Xiao shi.


" Begitukah? Baiklah, aku akan memberi mereka hadiah nanti"


Xiao Shi dan Zao sama sama saling melempar senyum. Hati Zao menghangat sekarang, dia sangat senang sekali, rasanya dia ingin terbang di angkasa.


" Cobalah makanan nya Yang Mulia"

__ADS_1


Zao mengangguk. Dia mengambil sendok dan mencicipi makanan yang ada dalam mangkuk didepannya.


Begitu sendok memasuki mulutnya, ekspresi Zao tidak bisa Xiao Shi tebak. Ekspresi apa itu? Enak? Tidak enak? Ataukah dia memiliki alergi terhadap beberapa makanan?


" Yang Mulia.... Bagaimana rasanya?" Tanya Xiao Shi ragu ragu.


" Ini makanan terenak yang pernah aku makan...aku tidak menyangka kau bisa memasak sehebat ini" Puji Zao sambil mencicipi makanan lainnya juga.


Jawaban Zao sangat memuaskan Xiao Shi. Entah kenapa hatinya terasa sangat berbunga-bunga sekarang.


Mereka berdua makan dan saling mengobrol satu sama lain. Disini Zao baru mengetahui bahwa ternyata Permaisurinya itu sangat lah menyukai air.


" Jadi saat hujan kau sering berada dibawahnya?"


" Benar Yang Mulia, dan Yuan selalu memarahiku. Dia benar-benar seperti seorang ibu terkadang, sangat cerewet. Tapi aku tetap menyayanginya" jawab Xiao Shi antusias.


Lagi-lagi tubuh Zao kembali membeku. " Aku?"


Seakan tersadar dengan ucapannya tadi. Xiao Shi langsung menundukan kepalanya. " Maafkan kelancangan hamba Yang Mulia"


" Tidak tidak. Jangan seperti itu, aku menyukai nya. Lagipula kau bukan hambaku permaisuri, tetaplah berbicara seperti tadi, itu terasa lebih menenangkan" ucap Zao jujur.


Xiao Shi hanya tersenyum kikuk.


Makanan sudah habis, dan hari juga sudah semakin malam.


" Ini sudah waktunya beristirahat. Terimakasih atas makanan dan kejutan nya Permaisuri"


" Terimakasih karna telah menerima pemberian ku Yang Mulia "


" Tentu saja. Apakah boleh jika aku mengantar mu Permaisuri?"


Xiao Shi terkejut, " apa? Eu maaf Yang Mulia, maksudku tentu saja boleh"


Kebahagiaan Zao sangat sempurna malam ini. Kekecewaan nya dimalam kemarin terganti dengan kebahagiaan tak terduga malam ini.


Setelah makan bersama, kini mereka bahkan berjalan beriringan bersama. Mengobrol sambil berjalan di bawah rembulan ternyata sangat menyenangkan. Tak jarang Zao bahkan sampai tertawa karna obrolan mereka.


Kasim Han, Dan Huang Li ikut merasakan kesenangan yang dirasakan oleh Zao. Ini pertama kalinya mereka mendengar kaisar nya tertawa. Bahkan setiap dayang dan pengawal yang mereka lewati sejak tadi juga terpana oleh tawa kaisar. Ketampanan nya seakan bertambah seiring dengan tawanya.


Tak terasa jarak ternyata sangat dekat. Mereka kini sudah berada didepan kamar tidur Xiao Shi.


" Terimakasih karna telah mengantarku Yang Mulia"


" Tentu saja, tidurlah dengan nyenyak" ucap Zao sambil mengelus kepala Xiao Shi. Lalu Zao pergi dan kembali ke kediamannya.


Melihat punggung Zao yang sudah mulai menjauh dan mulai tidak terlihat. Akhirnya Xiao Shi menghela nafasnya lega.


" Bersiaplah dengan gosip yang akan menyebar besok" ucapnya malas lalu masuk kedalam kamar dengan lunglai.


Ini semua diluar rencananya. Mereka berjalan beriringan berdua? Bahkan mereka tertawa bersama?


" bodoh, bodoh, bodoh. Apa yang kau lakukan Xiao Shi" gumam Xiao Shi sambil merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Yuan, Yanran dan Feng Yue membiarkan Xiao Shi masuk kedalam kamarnya tanpa mengatakan apapun. Mereka tau ini semua diluar rencananya, tapi mereka berdua terlihat sangat cocok tadi. Mereka berdua terlihat seperti pasangan yang sangat berbahagia dan saling mencintai.


" Sepertinya kabar besok pagi akan sangat heboh" ujar Yanran.


" Aku setuju. Mari kita lihat besok pagi dan bagaimana reaksi para selir setelahnya " timpal Yuan.


Feng Yue hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua wanita didepannya.


" Aku harap. Kaisar tidak akan mengecewakan Shi'er " batin Feng Yue.


|


|


|


|


|

__ADS_1


bersambung......


__ADS_2