
Pagi-pagi sekali istana sudah dihebohkan dengan kabar bahwa kaisar menghabiskan malam nya dengan permaisuri. Kabar ini menyebar begitu saja, terjadi dengan sangat cepat, kabar itu benar-benar seperti terbawa angin. Bahkan kini kabarnya sudah sampai langsung ditelinga Ibu Suri.
" Hahaha,,, seperti itukah? Jadi makanan semalam itu untuk makan malam romantis mereka di belakang kediaman kaisar?" tanya ibu suri memastikan kabar yang didengar nya pada dayang ning dengan gelas teh yang sedari tadi ada digenggaman nya.
" Benar yang mulia, bahkan menurut para dayang yang melihat nya secara langsung, raut wajah kaisar terlihat sangat bahagia" jawab dayang ning.
" Tentu saja dia bahagia, ini adalah keinginan nya sejak awal" ibu suri tersenyum bahagia, dia tahu putranya itu memang tertarik dengan menantunya sejak awal, tidak mungkin dia menikahi dan membuatnya menjadi pendamping tahtanya jika dia tertarik.
" Benar yang mulia, bahkan saat berjalan mengantarkan permaisuri ke kediaman nya, kaisar tertawa untuk pertama kalinya lagi,, akhirnya setelah sekian lama—"
"uhuk-uhuk" ibu suri tersedak teh nya ketika mendengar bahwa anaknya tertawa.
" Yang Mulia, apakah anda baik-baik saja?" dayang ning segera menghampiri ibu suri dan membantunya.
" Kau yakin dia tertawa?"
" Benar yang mulia, itu adalah apa yang saya dengar dari para dayang"
Ibu suri dengan wajah tidak percaya nya merasa ada yang aneh.
" apakah itu benar-benar putraku? Dia tertawa?" gumam ibu suri. Namun gumaman nya masih terdengar oleh dayang ning.
" Ada apa yang mulia? Kenapa anda tidak terlihat bahagia?"
" Aku bahagia ning, aku bahagia. Aku hanya terkejut, apakah anakku benar-benar mencintainya? Membuatnya tersenyum saja sangatlah sulit setelah kematian ayahnya, aku, ibunya ribuan kali mencoba menghiburnya namun tidak menghasilkan apapun. Tapi tadi malam dia bahkan tertawa?"
Dayang ning tersenyum, " Apa anda cemburu pada menantu anda yang mulia?"
" Tidak ning, tentu saja tidak. Kedatangan menantuku membawa banyak sekali berkah bagi pemerintahan kita. Tapi aku takut..."
" apa yang anda takutkan yang mulia?"
" Aku takut jika ternyata menantuku bahkan tak memiliki sedikitpun hati untuk putraku, dia gadis yang sangat beprinsip dan memiliki keras kepala yang sama dengan putraku. Pertama kali aku melihatnya, bahkan setiap makan bersama, aku tak pernah melihat pancaran cinta dalam mata gadis itu. Matanya sangat dingin dan kaku. Aku takut mata itu akan menyakiti putraku, aku takut kedinginan yang dia miliki akan membunuh putraku untuk kedua kalinya"
" Yang Muliaa..."
" ini adalah cinta pertamanya, ning. Walaupun menantuku seorang permaisuri, itu tidak akan menutup kemungkinan jika dia tidak membalas cinta kaisar nya"
" Hamba yakin permaisuri bukan orang yang seperti itu yang mulia" dayang ning mencoba menenangkan.
" ya, aku harap juga begitu"
Semua yang dikatakan oleh ibu suri dan dayangnya itu tidak luput dari pantauan Xiao Shi. dia menggunakan sihirnya untuk melihat apa yang dilakukan oleh target nya lewat mata dari orang suruhan nya. Xiao shi, yuan, feng yue, yanran, Teng she dan fu tong juga menyaksikan hal itu. Kini mereka semua melihat xiao shi dengan seksama sambil menyilangkan kedua tangan mereka didepan dada.
" Benarkan? Apa yang aku katakan, cobalah buka hatimu untuk kaisar shi'er" ujar Yuan.
" Bocah ini benar, tidak ada salahnya kau membuka hatimu. Setelah aku melihatnya dan menyelidikinya, dia memang tulus, dia benar-benar jatuh cinta padamu" timpal teng she.
" Itu hanya akal-akalanmu saja" gumam Xiao shi.
" Tidak ada yang bisa disembunyikan dari seorang siluman ataupun iblis shi'er, dan kebetulan teng she adalah bagian dari keduanya" bela Feng Yue.
" Itu benar" angguk Fu Tong.
" Aku tidak tahu harus sedih atau bangga, tapi yang kau katakan memang benar" teng she menggaruk belakang kepalanya gemas.
" sudahlah ayo kita lihat apa yang hendak dilakukan selir agung kesayangan kaisar itu" xiao shi menggerakan tanganya membuat bentuk seperti pelangi, lalu gambar-gambar yang tadinya menampilkan ibu suri itu kini berganti dengan gambar selir agung dengan keaadan yang sangat kacau.
Braaaakkkkkkk!!!!
" bagaimana mungkin yang mulia tertawa?!!!! Jangan mencob-coba membohongiku!!" teriak selir mao sambil melempar vas bunga didepan nya.
" Yang mulia hentikanlah, hamba yakin itu hanya gosip para dayang, mereka mungkin berbohong"
__ADS_1
Mao menatap dayangnya dengan sinis, lalu dia menghampirinya dengan penuh emosi dan mendorongnya ke tembok lalu mencekiknya.
" Jangan pernah menganggapku bodoh! Kau hanya dayang, dan aku bisa menyingkirkanmu kapan saja aku mau. Perhatikan baik-baik ucapanku!" mao semakin menekan cekikannya.
" jika kabar itu adalah kebohongan, kenapa para dayang tidak melakukan nya sejak dulu? KENAPA BARU SEKARANG?!" mao melepaskan cekikannya dan dayangnya pun terjatuh ke lantai dengan lemas, jika saja mao tidak melepaskan cekikannya maka dia akan mati saat itu juga.
" Apa yang wanita ****** itu lakukan sebenarnya sampai-sampai yang mulia melakukan hal yang sangat istimewa untuknya? Dukun mana yang dia datangi? Sihir apa yang dia pakai? Ramuan apa yang dia minum sampai-sampai kaisar seperti itu?.... baiklah, mulai saat ini aku akan melakukan berbagai cara untuk merebut hakku, merebut milikku, dan merebut cintaku. Tak akan kubiarkan wanita sialan itu mengalahkanku. Mao akan jadi pemenangnya, dan sejarah akan kupastikan sejarah mencatatnya sebagai ****** perebut kaisar " ujarnya penuh dengan kebencian.
Xiao shi mengakhiri portal penglihatan nya itu. Semua orang mengepalkan tangan nya dan tersulut emosi. Bahkan teng she sudah siap merubah dirinya menjadi naga.
" Apa yang kalian lakukan?" xiao shi terkejut ketika melihat kesekitarnya.
" Kau akan membiarkan nya? Kita harus mengakhirinya sekarang!" emosi teng she.
" Kenapa?"
" Apa yang kenapa? Kau gila shi'er? Tidak kah kau melihat kejadian tadi?" ucap Yuan yang juga ikut emosi.
" Kenapa anda lebih terlihat bersedih daripada emosi, permaisuri?" tanya Fu Tong penasaran.
" bukankah seharusnya kita mengasihaninya?"
" APAAAAAAA?!" ucap yuan, yanran, feng yue dan teng she serempak.
" Kenapa?" tanya Fu Tong.
" Dia berlaku seperti itu karna dia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya. Sedari kecil ayahnya menjanjikan tahta permaisuri untuknya, setiap hari dia berkhayal menjadi seorang permaisuri yang akan dicintai oleh kaisarnya. Tapi takdir menamparnya begitu keras, tahta tak ia dapatkan, begitu juga dengan cintanya. Lalu akhirnya dia sadar bahwa ayahnya hanya memanfaatkan nya, bukankah itu menyedihkan?"
Yang tadi tersulut emosi, kini mulia mereda. Apa yang dikatakan xiao shi memanglah benar, selir mao sebenarnya adalah gadis yang malang.
" Tapi dia hendak mencelakaimu, bahkan membuat sejarah buruk untukmu"
" Fu tong, apa menurutmu sejarah itu akan terbentuk?"
" Tidak"
" Itu benar, tidak akan ada sejarah itu untukku. Dan dia tidak akan pernah berhasil mencelakaiku kecuali aku mengizinkannya" ucap xiao shi.
" mengizinkan nya? Apa maksudmu?"
" Kau akan mengerti nanti, fu tong" timpal Feng yue.
" mmm, permaisuri?"
" Ya, yanran?"
" Bukankah anda menaruh orang-orang pada mentri lainnya juga? Kenapa kita tidak melihat respon yang lain?" tanya yanran penasaran. Setaunya xiao shi memang menaruh seluruh orangnya pada semua orang disini.
" Aku sudah tidak melakukannya lagi"
" Kenapa?"
" Itu terlalu membuang-buang waktu dan akan menjadi tidak seru, aku menarik semua orang-orangku terhadap orang kekaisaran ini dan menempatkan mereka untuk lebih mengawasi kerjaan lain. Lagipula, jika aku mengetahui semua rencana mereka sejak awal bukankah itu tidak akan menyenangkan?"
" tapi..."
" Biarkan yang terjadi diistana ini berjalan secara natural, itu akan lebih mendramatisir bukan?"
" Tapi..."
" Cukup sudah tapi-tapi nya, kau cukup mendengarkan, mengamati dan mempelajari apa yang harus kau lakukan saja sekarang" Fu Tong menyarankan.
Teng she menghela nafasnya kasar, jengah dengan apa yang dilihatnya sekarang " kenapa tuanku memiliki pelayan wanita yang sama bodohnya, sepertinya memang buah jatuh tidak jauh dari pohon---HEI, APA YANG KAU LAKUKAN?!!" sebelum teng she menyelesaikan ucapan kurang ajarnya itu, xiao shi sudah langsung menghukumnya dengan membuatnya melayang dengan keadaan terbalik, yaitu kepala dibawah dan kakinya diatas"
__ADS_1
" GADISSS BODOHH!! TURUNKAN AKU!!!"
" Fu Tong, sepertinya perkataanmu tadi lebih cocok untuk teng she, coba kau katakan lagi padanya" pinta Xiao Shi.
" Baik, permaisuri" Fu tong mengangguk, lalu menghampiri teng she dan berdiri tepat didepan wajahnya.
" Alangkah lebih baiknya, sekarang kau cukup mendengarkan, mengamati dan mempelajari apa yang harus kau lakukan kedepannya nanti, teng she. Dan satu lagi, jangan berlagak pintar atau sok hebat, karna jika kau hebat, kau tidak mungkin kalah dari permaisuri sejak awal" ucapan nya mendapat acungan jempol dari semua orang, termasuk xiao shi.
Teng she hanya mendelik mendengar perkataan fu tong. Saat ini dia mulai merasakan bahwa kepalanya sangat pusing, walaupun dia seorang iblis tapi sekarang dia sedang berwujud setengah manusia, jadi tentu saja dia merasaka bagaimana mengalir deras ke arah otaknya.
" Shi'er, sepertinya sudah cukup, teng she sudah sangat pucat" khawatir feng yue saat melihat teng she yang mulai mengerjap-ngerjapkan matanya untuk menahan kesadaran nya. Walaupun dia akui iblis itu sangat menjengkelkan, tapi tetap saja dia kasihan melihatnya dihukum seperti ini oleh xiao shi. bagaimanapun juga mereka sudah terasa seperti saudara.
Tapi xiao shi tak bergeming, dia tetap diam saja tanpa ingin melihat ke arah fu tong.
Lalu, sedetik kemudian teng she sudah terkulai lemas, dia tak sadarkan diri. Bersamaan dengan itu, xiao shi juga langsung menjentikan jarinya dan teng she pun langsung menghilang.
" Kemana teng she menghilang?" beo yanran.
" Ruang dimensi milik permaisuri" jawab fu tong
Yanran menganggguk-anggukan kepalanya.
" Apa rencana selanjutnya sekarang?..informasi apa yang kau dapatkan Feng Yue"
Semuanya memasang posisi badan tegap dan formal, kini bukan saatnya mereka menjadi teman atau kerabat, jika obrolan sudah serius seperti ini mereka langsung menyadari posisi mereka seperti semula, yaitu tuan dan bawahan nya.
" Sepertinya ada yang sedang merencanakan kudeta, permaisuri" Feng Yue menengadahkan tangan nya, dan muncullah gulungan kertas, lalu ia memberikan nya pada xiao shi.
Dengan asli yang mengernyit xiao shi menerima gulungan nya dan mulai membacanya dengan seksama. Setelah selesai, Xiao shi memberikan suratnya pada yanran dan yang lainnya agar mereka bisa membacanya juga.
" Kerajaan Qin..?"
" Benar, permaisuri"
" Apa yang dimaksud dengan perayaan disini?"
" Aku dengar itu adalah pertemuan untuk wilayah dibawah kekuasan kaisar, hanya untuk merekatkan hubungan dan membicarakan masalah jika ada"
Xiao shi tampak mengingat-ngingat sesuatu, " ah, perayaan itu, ya ya aku pernah membacanya saat mempelajari istana ini. Tapi itu akan dihadiri oleh banyak orang, bukankah itu tindakan yang bodoh?"
" Kudengar dia memang sudah rela kehilangan nyawanya saat rencananya berhasil"
" Itu bodoh. Kaisar berada pada tingkat sihir tertinggi, bagaimana mungkin dia bisa mendekati kaisar" jujur saja, xiao shi tak habis pikir dengan cara jalan otak dari raja qin itu. Membunuh kaisar saat perayaan adalah rencana yang sangat bodoh.
" Dia harus yakin permaisuri"
" Apa maksudmu feng yue?"
" Raja Qin meminta bantuan iblis untuk melakukan nya, setinggi apapun sihir yang dimiliki kaisar maka akan kalah telah jika dihadapkan dengan sihir hitam" jelasnya.
" Itu benar. Sihir kita sebagai manusia dan sihir para iblis tidak bisa hidup berdampingan" timpal Fu Tong.
Tidak bisa berdampingan? Kenapa mendengar kalimat itu dada xiao shi rasanya sesak sekali. Rasaya seperti dia telah diputuskan oleh kekasih pertamanya, cinta pertamanya yang telah dibucinkan akut. Atau rasanya sama seperti ketika mengetahui kekasihmu selingkuh. Rasa sakit ini sangat membuatnya gelisah, kenapa dia seperti ini. Kenapa?
|
|
|
|
|
__ADS_1
bersambung.....