
Matahari bersinar terang pagi ini, bunga bermekaran dengan indah, banyak sekali kupu-kupu berterbangan dan hinggap diantara bunga-bunga. Pagi yang indah bukan? Tentu saja. Alam sepertinya mendukung manusia untuk berbuat baik hari ini. Tapi sayangnya, ini adalah hari dimana rencana Xiao Shi akan dimulai.
" Apa kau sudah melakukan apa yang aku perintahkan?" tanya Xiao Shi.
" Tentu Yang Mulia, aku sudah mengganti surat perintah untuk menggeledah rumah Mentri Yun agar dilakukan oleh Tuan Hao" jelas Feng Yue.
" Dan bagaimana dengan Tuan Hao, apa dia sudah menerima surat perintahnya?"
" Aku rasa dia akan menerimanya pagi ini Yang Mulia"
" Bagus. Yuan, bagaimana denganmu? Ramuan apa yang kau temukan di kediaman selir agung?"
" Tidak ada ramuan berbahaya untuk saat ini Yang Mulia, hanya beberapa ramuan penyubur kandungan, ramuan yang sering dipakai ketika malam pernikahan, dan juga beberapa ramuan kecantikan. Aku dengar bahwa Selir Agung sudah mulai meminum ramuan penyubur kandungan nya."
" Baiklah, tidak ada yang berbahaya, dan kurasa dia memang menuruti kemauan ayahnya, mempercantik diri dan memikat kaisar."
" Benar Yang Mulia"
" Baiklah, ku rasa dia bukan penghalang untuk saat ini. Sekarang mari bermain dengan mentri tua itu. Teng She bagaimana laporanmu?"
Hening, tidak ada satupun kata yang terucap dari mulut si pria berambut merah itu, dia hanya asik makan sambil menyilangkan kakinya. Melihat itu Xiao Shi menggerakkan tangan nya dan melempar kuas ke arahnya.
Tepat sasaran! Kuas itu mengenai kepalanya.
" Tidak bisakah kau lembut sedikit? Aku adalah naga legendaris!"
" Tidak bisakah kau menurut sedikit? Aku adalah tuanmu!"
Dengan wajah malas dan kesal akhirnya Teng She bangkit dan menghampiri Xiao Shi. " Pria tua itu mulai bekerja sama dengan beberapa kelompok penjahat. Dia meminta mereka untuk mengikutimu dan menyerangmu saat waktunya tepat. dia juga meminta beberapa racun mematikan dari para iblis, ku rasa itu untukmu"
" ouchhhh" keluh Teng She ketika kepalanya dipukul oleh Yuan.
" Apa masalahmu gadis bodoh?!"
" Bisa-bisanya kau mengatakan hal berbahaya itu tanpa perasaan."
" Ckkk, memang dasar bodoh"
" Kau---"
" sudah cukup, ini bukan waktunya bertengkar. Laporanmu ku terima, apakah mentri Yun sudah kembali ke istana?" ucap Xiao Shi melerai pertengkaran antara dua spesies yang berbeda itu.
" Sepertinya belum, mungkin dia akan sampai pada siang hari"
" Baiklah, mari kita tunggu dia sampai disini"
" Bagaimana dengan Fu Tong Yang Mulia?" tanya Feng Yue.
" Lakukan seperti biasa"
" Baik"
__ADS_1
Diluar kamar, dilihatnya Fu Tong hanya berdiam diri sambil menguap. Kini dia mulai gila karna selalu mengobrol dengan pohon akibat kebosanan nya.
" Apakah kau tidak bosan? Menjadi pohon yang hanya berdiam dan selalu ku duduki? Aku saja yang baru beberapa hari mendudukimu sudah sangat bosan. Berapa umurmu pohon? Belasan tahun? Puluhan tahun? Ratusan tahun? Atau bahkan ribuan tahun?" ucap Fu Tong pada pohon yang didudukinya.
Ucapan nya ini tentu saja terdengar oleh Yuan dan juga Feng Yue, jujur saja mereka sangat ingin tertawa sekarang, Fu Tong sangat terlihat seperti orang bodoh sekarang.
~*~
Pagi pagi sekali rombongan kekaisaran mengunjungi kediaman Tuan Hao, beberapa prajurit berjajar diluar kediaman nya, dan beberapa rombongan lainnya masuk kedalam pekarangannya.
" TERIMALAH SURAT PERINTAH DARI KAISAAAAARRRR!!!"
Seluruh penghuni yang ada disana keluar dan berlutut dihadapan orang yang berteriak tadi, termasuk Tuan Hao dan Yanran.
" UNTUK KASUS YANG TERJADI MENGENAI HILANGNYA DEKRIT KEKAISARAN YANG DISERAHKAN KEPADA MENTRI YUN, DAN DENGAN TIDAK ADA KEMAJUAN DALAM KASUS INI. MAKA KAISAR MENYERAHKAN DAN MEMPERCAYAI KASUS INI KEPADA HAO CHANG UNTUK MEMIMPIN KELANJUTAN NYA. TERIMALAH PERINTAHNYAAAA!!"
Tuan Hao dan Yanran sempat tertegun untuk beberapa saat, benarkah tugas ini diberikan kepadanya? Setelah sekian lama ia berada dikerajaan, ini adalah kali pertama ia dipercaya untuk memimpin sebuah kasus, dan yang lebih membuatnya tidak percaya adalah kasus pertama yang ia pimpin ini adalah kasus yang besar dan sangat serius, apakah ia bermimpi?
Merasa tidak ada pergerakan dan respon dari dua orang didepan nya, orang yang tadi membacakan perintah itu mulai kesal.
" LANCANG! INI ADALAH PERINTAH KAISAR, APA KAU BERUSAHA UNTUK MEMBERONTAK!!!"
" Hamba tidak berani, mohon maafkan kelancangan hamba." Ucap tuan Hao terkejut.
" Hamba, Hao Chang menerima perintah dan kepercayaan Kaisar dengan setulus hati" lanjutnya, lalu ia dan Yanran pun bersujud.
Surat perintah beserta segel kekaisaran diberikan kepada pelayan kediaman Chang, lalu rombongan itu pergi beserta para penjaga yang berjaga diluar kediamannya.
Setelah kepergian para pejabat kekaisaran itu Yanran membantu ayahnya untuk berdiri. " Ayah, apakah ini benar? Apa kau yakin ini bukan jebakan dari para Mentri ayah?"
" Lalu siapa ayah?"
' Kau hanya cukup mengikuti permainanku Tuan Hao'
" Ini adalah rencana Permaisuri"
" Permaisuri??" tanya Yanran kebingungan.
" Kau Benar" bukan, ini bukanlah jawaban yang terlontar dari mulut Tuan Hao. Tapi ini adalah jawaban yang berasal dari seorang gadis yang sedang berdiri diambang pintu masuk kediaman Chang.
" Permaisuri" tuan Hao dan Yanran segera menghampiri seraya bersujud.
" Bangunlah" Ucap Xiao Shi.
" Maafkan kami karna tidak menyiapkan apapun untuk kedatanganmu kemari Yang Mulia"
" Tidak perlu sungkan Tuan Hao, aku kemari karna ada yang harus aku bicarakan denganmu"
" Kalau begitu, mari kedalam Yang Mulia"
~
__ADS_1
Sesampainya di dalam ruangan, Xiao Shi melihat-lihat ke seluruh ruangan. Yanran dan Tuan Hao hanya saling menatap satu sama lain.
" Maafkan kami Yang Mulia karna ruangan nya sangat kecil"
" Ah tidak apa, aku justru bertanya-tanya, seorang petugas pengadilan memiliki rumah yang sangat sederhana, mengapa? Aku yakin bayaranmu cukup besar dan bahkan cukup untuk membeli rumah yang bergengsi untuk seorang pejabat sepertimu"
Tuan Hao tersenyum, " Anda benar Yang Mulia, penghasilan saya cukup untuk membeli rumah yang lebih besar dari ini"
" Lalu kenapa kau tidak membelinya?"
" Maafkan saya Yang Mulia, tapi sebagian besar penghasilan saya, saya berikan untuk rakyat"
" Ternyata kau orang yang jujur Tuan Hao"
" Terimakasih Yang Mulia"
" Mulai bulan depan kau tidak perlu repot-repot menyisihkan uangmu, beli tempat tinggal yang layak dan habiskan uang mu untuk kebahagiaanmu"
" Tapi Yang Mulia—"
" Ini adalah perintah Hao, ini perintah" ucap Xiao Shi dengan nada tegas dan penuh penekanan.
" Baik" pasrah Tuan Hao.
Yanran yang daritadi berada disana hanya diam mendengarkan percakapan antara dua orang diatasnya itu. Jujur saja, melihat Permaisuri membuat Yanran memiliki banyak sekali pertanyaan dalam kepalanya.
" Sudah ku bilang, aku memiliki hal yang harus dibicarakan denganmu" suara Xiao Shi memecah lamunan Yanran.
" Tentu saja Yang Mulia" jawab Tuan Hao.
Xiao Shi menatap ke arah Yanran dengan senyuman yang penuh arti, dengan polosnya Yanran justru malah ikut tersenyum, tapi Tuan Hao yang mengerti maksud senyum Junjungan nya itu segera memberi isyarat pada putrinya untuk meninggalkan mereka berdua saja.
" A—ahh kalau begitu saya permisi Yang Mulia" Yanran berdiri lalu memberikan hormat nya sebelum keluar.
" Aku tau kau memiliki banyak pertanyaan Yanran, tapi saat ini aku memiliki hal penting dengan Ayahmu" Xiao Shi mengerti apa yang dayang nya itu rasakan, tapi ayah Yanran nya adalah prioritas utamanya saat ini.
" Saya mengerti Yang Mulia" lalu Yanran keluar dan kembali ke kamarnya tanpa mempedulikan sapaan dari Yuan ataupun Feng Yue.
" Kenapa dia?" tanya Yuan
Feng Yue yang merasa tidak ingin tahu hanya mengangkat bahunya.
' Ck,, dasar pria' batin Yuan.
|
|
|
|
__ADS_1
|
bersambung....