Permaisuri Kaisar

Permaisuri Kaisar
Episode 41 - Kejujuran Fu Tong


__ADS_3

Kabar mengenai berkunjungnya Permaisuri ke kediaman Chang kini sudah sampai ditelinga Kaisar, bagaimana bisa dia mengetahui berita ini karna rumor yang beredar. Mengapa dia tidak tahu kabarnya secara langsung, kenapa Xiao Shi tidak pamit padanya? Dan kenapa Fu Tong... iya benar Fu Tong, bukankah ia diperintahkan untuk mengikuti keseharian nya? Kenapa tidak ada laporan apapun? Kenapa juga dia tidak bisa memanggilnya?


" Kasim Han" serunya.


" Disini Yang Mulia"


" Cepat cari Fu Tong!"


" Apa? Maafkan saya Yang Mulia tapi bukankah anda bisa memanggilnya secara langsung?"


" Jika aku bisa memanggilnya, aku tidak akan menyuruhmu. Cepat cari dia!"


" Ba-baik Yang Mulia"


Kasim Han yang terkejut dan takut langsung keluar dan mencari Fu Tong, begitu juga dengan Huang Li, dia ikut kelabakan mencari Fu Tong.


" Sebenarnya ada masalah apa?" tanya Huang Li dengan nafas ter engah-engah.


" Entahlah aku tidak tahu, tapi sepertinya ini masalah serius" jawab Kasim Han.


Mereka mencari kesana dan kemari tapi tidak juga menemukan tanda-tanda kehidupan Fu Tong. Dimana dia bersembunyi? Dan apa yang sebenarnya terjadi sehingga ia harus bersembunyi?


" Jika seperti ini bukankah sia-sia saja walaupun kita memiliki kemampuan untuk berkomunikasi jarak jauh, sama saja seperti tidak memiliki kemampuan" keluh Huang Li.


" Kau ini seperti perempuan sekali, jangan banyak mengeluh, ayo cari manusia yang membuat kita seperti ini" sungguh saat ini Kasim Han sangat geram. Geram karna Fu Tong membuatnya jadi seperti ini, dan juga geram karna Huang Li terus menerus mengeluh sedari tadi.


Ditengah kegeraman dan kelelahan yang terjadi antara dua orang itu, akhirnya mereka melihat siluet tubuh seseorang, dia terlihat mondar-mandir di pinggir pohon belakang kolam seperti sedang kebingungan.


" Akhirnya kita menemukannya juga"


Tak butuh waktu lama mereka langsung menggunakan sihirnya untuk membawa Fu Tong dan menyerahkan nya secara langsung pada Kaisar.


" Kakak, kakak lepaskan aku, aku tidak—" jeritan Fu Tong terhenti saat melihat Kaisar sudah tepat didepan nya.


" Apakah kemampuan kalian menurun sekarang? Sehingga untuk menemukan satu orang saja memerlukan waktu setengah hari?" ucapan Zhao terdengar sangat datar, wajahnya juga terlihat sangat datar tanpa ekspresi.


" Maafkan kami Yang Mulia" ucap Kasim Han dan Huang Li bersamaan.


" Sudahlah, lupakan. Dimana kau selama ini Fu Tong, apa yang membuatmu bersembunyi dariku?" tanya Zhao mengintimidasi.

__ADS_1


" Ya-yang Mulia" sungguh Fu Tong tak tahu apa yang harus di katakan, dia merasa ini memang kesalahan nya karna tidak becus dalam melaksanakan tugas.


" Kau ingin mengatakan nya sendiri, atau aku paksa?"


Sungguh, perkataan Zhao kali ini mampu membuat ketiga orang itu meneguk ludah secara paksa. Aura kemarahan yang dipancarkan ini tidak seperti biasanya.


" Sa-sa-saya akan mengatakan nya Yang Mulia." Fu Tong menghembuskan nafasnya perlahan, pasrah dengan segala konsekuensi yang akan dia terima nantinya.


" Semua ini sebenarnya sudah sejak awal terjadi Yang Mulia, awalnya saya pikir Permaisuri memang tidak melakukan apapun. Sampai kejadian kemarin membuat saya berpikir, mungkin saja saya sudah melewatkan banyak hal karna kelalaian saya" jelasnya.


" Apa kelalaianmu?" tanya Zhao penuh selidik.


" Saya sering tertidur Yang Mulia"


Kasim Han, Huang Li, dan Kaisar Zhao terkejut mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Fu Tong. Tertidur? Bagaimana bisa? Fu Tong sangat profesional dalam bekerja, tidak mungkin dia tertidur saat bertugas.


" Apa maksudmu dengan tertidur?"


" Saat awal anda memberi hamba perintah, Permaisuri hanya menghabiskan waktu dikediaman nya, menyulam, membaca buku, meminum teh, atau bahkan berada dikamarnya seharian. Saya tidak terbiasa menguntit hal seperti itu Yang Mulia, seseorang yang biasa saya pantau selalu memiliki hal menarik, entah itu perbuatan licik mereka atau bahkan apapun. Bahkan jika dia perempuan, selalu ada hal jahat yang dilakukan. Tapi Permaisuri adalah hal yang lain, kegiatan nya benar-benar membuat saya bosan hingga akhirnya saya tertidur"


Zhao masih tetap dengan wajah tanpa ekspresinya, " Lalu mengapa kau menghilang? Tidak ada yang bisa menemukanmu "


" Itu karna saya mendengar berita dari para pelayan bahwa tadi pagi Permaisuri pergi ke luar istana, sedangkan saya belum terbangun. Saya sadar ini kesalahan saya, karna itu saya mencoba menenangkan diri saya terlebih dahulu sebelum menyerahkan diri pada anda karna kelalaian saya"


" Tentu Yang Mulia, saya menyadarinya"


Tidak ada reaksi atau respon apapun, Zhao hanya kembali ke tempat duduknya dan membawa sebuah gulungan. Fu Tong yang mengira itu adalah surat bahwa dirinya bukanlah lagi orang kepercayaan kaisar sudah sangat pasrah. Badan nya lemas, dia tahu melawan pun dia tak berdaya, hanya menerima semua yang terjadi satu-satunya yang bisa ia lakukan.


Tapi tunggu, kenapa Kaisar berjalan melewati dirinya? Gulungan itu bukan untuknya? Kasim Han dan Huang Li pun ikut bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Tiba-tiba langkah Kaisar terhenti diambang pintu, " Kembalilah lakukan tugasmu dengan benar dan jangan sampai tertidur lagi, laporkan semuanya padaku segera"


" Ya-yang Mulia, anda memaafkan saya?" beo Fu Tong.


" Kenapa? Kau ingin sekali aku hukum?"


" Ti-tidak Yang Mulia, terimakasih atas belas kasihan dan pengampunan anda" ucapnya sambil bersujud penuh rasa syukur.


" Sudahlah, kembali pada tugasmu. Dan untuk kalian berdua, ayo, aku ingin menemui ibu untuk membahas hal ini"

__ADS_1


Huang Li dan Kasim Han hanya melongo, diam seperti patung dengan ekspresi yang bodoh.


" Kenapa kalian diam? Ayo pergi!"


" Baik Yang Mulia"' ucap Kasim Han dan Huang Li bersamaan.


" Sebenarnya apa yang terjadi pada Yang Mulia, kenapa dia terlihat sangat berbeda?" bisik Huang Li.


" Entahlah, aku rasa ada sesuatu yang aneh. Mari kita lihat setelah bertemu Yang Mulia apakah akan sama?"


" Yang Mulia mana maksudmu Kasim Han?"


" Tentu saja Ibu Yang Mulia, kenapa kau menjadi sangat bodoh" gerutu nya.


" Kau! Bukankah memang terkadang kita bingung siapa yang dimaksud, panggilan ketiga orang di kekaisaran ini sama, jadi bukankah wajar jika aku kebingungan"


Kasim Han hanya mengedikan bahunya acuh, sepanjang perjalanan mereka bertemu dengan banyak sekali selir kaisar, mereka tersenyum, dan beberapa panggilan mesra pada kaisar yang membuat Huang Li bergidik, rasanya menggelikan mendengar mereka seperti itu. Untuk menuju ke kediaman Ibu Suri memanglah melalui beberapa kediaman para Selir, begitu pula dengan kediaman Permaisuri.


Sesampainya di depan kediaman ibu suri, mereka semua melihat banyak sekali dayang dan para pengawal berjajar, jika tidak salah para dayang dan pengawal yang berjajar adalah dayang-dayang Permaisuri. Ada Yuan dan juga Feng Yue disana, dapat dipastikan artinya Permaisuri sedang bersama Ibu Suri sekarang. Bukankah alam sangat mendukung Zhao saat ini?


Seluruh dayang dan para pengawal memberikan hormat ketika melihat kedatangan Zhao.


" Apakah ibu ada di dalam?"


" Tentu Yang Mulia. Yang Mulia Ibu Suri sedang bersama Permaisuri dikebun belakang" jawab salah seorang dayang Ibu Suri.


Tanpa berpikir panjang, Zhao segera masuk dan pergi ke arah kebun belakang untuk menemui ibunya. Dilihatnya dua wanita dipinggir kolam sedang bercengkrama dengan sangat bahagia.


" Ibu"


DEG!!!!


|


|


|


|

__ADS_1


|


bersambung...


__ADS_2