
Selepas kepergian Tuan Hao, kini Xiao Shi berdiskusi dengan Yuan dan Feng Yue. Hanya ada mereka saat ini, Xiao Shi bahkan melepas kain diwajahnya. Jika sudah seperti ini artinya mereka berdiskusi sebagai seorang teman.
" Apakah kita bisa mempercayainya Shi'er?" jujur saja Yuan merasa was-was.
" Jika dia mengecewakan, Yanran ada ditangan kita. Jadi ku rasa tidak perlu khawatir. Dan juga, informasi yang dikumpulkan Feng Yue tidak mungkin salah. Bukan begitu?"
" Tentu saja, aku selalu mengusahakan yang terbaik untuk kita semua. Tuan Hao bukanlah orang yang sembarangan, dia bukanlah orang yang licik. Jadi mempercayainya juga menguntungkan kita, kita membutuhkan nya untuk beberapa hal. Dan tentu saja dia membutuhkan kita sebagai dukungan untuk menopang karirnya. Dikatakan atau tidak, aku yakin tidak akan ada orang yang melakukan sesuatu tanpa imbalan" jelas Feng Yue.
" Tuan Hao bukanlah orang jahat ataupun licik. Tapi tidak mungkin jika dia tidak menginginkan seorang pendukung untuk menopang karirnya" timpal Xiao Shi.
" Jika seperti itu, kenapa dia tidak mencari dukungan itu selama ini?" tanya Yuan.
" Yuan, sudah kubilang dia bukanlah orang jahat. Sedangkan seseorang yang bisa menjamin sebuah dukungan adalah orang-orang dibawah perintah Mentri Yun. Hatinya suci, dia menginginkan sebuah kebenaran, dan sepertinya dia tidak menemukan itu selama ini" jelas Ciao Shi.
" Shi'er benar Yuan, apa sekarang kau mengerti?" tanya Feng Yue. Yuan menganggukan kepalanya mantap.
" Bagaimana dengan Fu Tong, dia belum kembali kesini?" tanya Xiao Shi.
" Belum, aku yakin dia masih melaporkan semuanya pada Kaisar." Jawab Feng Yue.
" Pastikan dia tidak mengetahui fakta bahwa kalian menyadari keberadaan nya"
Yuan dan Feng Yue meanganggukan kepalanya bersamaan.
Wushhhhhh!!
Xiao Shi, Yuan dan Feng Yue langsung melihat ke arah pintu. Xiao Shi tersenyum dan kembali menggunakan cadarnya.
" Sepertinya dia sudah kembali" gumamnya.
*
*
*
*FLASHBACK ON
Xiao Shi tersenyum puas dia berhasil membuat Mentri Yun diam tak berkutik. Xiao Shi menatap wajahnya dicermin, melihat senyumnya yang sekarang jauh lebih berbahaya daripada dahulu.
Saat menjadi Ana dia tak akan tersenyum sama sekali saat menjalankan misi. Tapi sekarang? Dia bahkan tersenyum, ada rasa puas dalam dirinya. Entah ini baik atau tidak, tapi dia tidak akan melakukan sesuatu terhadap orang lain jika orang itu tidak mengusiknya terlebih dahulu.
" Rencanamu berjalan lancar Shi'er" ucap Yuan yang sedang menyisir rambut Xiao Shi. Mereka hanya berdua disana.
" Kau benar Yuan, aku tidak menyangka Kaisar akan memberikan 100 cambukan sihir"
Cambukan sihir adalah hukuman yang cukup menyakitkan bagi orang yang memiliki sihir. Cambukan ini beresiko membuat aliran sihir korban nya berhenti. Satu cambukan sihir bisa membuat korban nya tidak dapat melakukan sihir selama satu hari. Orang yang sudah terbiasa dengan sihir akan merasa tersiksa jika tidak bisa menggunakan sihirnya.
" 100 hari tanpa sihir, menurutmu apa yang bisa dia lakukan Yuan?"
" Mungkin dia akan merasa kesal dan perasaan nya akan berantakan. Dan pastinya, dia akan mencoba membalas dendam padamu ketika sihirnya sudah kembali nanti"
" Kau benar. Hahhh,,,, baiklah, mari kita lihat hal apa yang akan dia lakukan"
" Yang Mulia, ini Feng Yue" serunya dari luar kamar.
__ADS_1
" Masuklah"
" Bagaimana? " tanya Xiao Shi tidak sabaran.
Feng Yue menutup pintu, lalu menyihir agar ruangan itu menjadi kedap suara. Lalu ia memberi penghormatan pada Xiao Shi.
" Sesuai rencana, dia benar-benar dicambuk. Ada Huang Li yang mengawasi disana, jadi dia benar-benar mendapatkan cambukan itu" jelas Feng Yue.
" Huang Li? Hmmm baguslah. Lalu bagaimana setelahnya?"
" Semua orang diperintahkan untuk mencari Dekrit itu. Kaisar bahkan meminta Pengadilan turun tangan dan ikut mengawasi kejadian ini"
" Pengadilan? Tapi Ketua Pengadilan berada dibawah perintah Mentri Yun"
" Itu benar. Tapi itu adalah perintah Kaisar"
" Sepertinya tidak ada satupun pejabat yang jujur di Kekaisaran ini Shi'er" ucap Yuan.
" Ada" timpal Feng Yue.
" Siapa?" tanya Yuan dan Xiao Shi bersamaan.
" Dia adalah Inspektur Pengadilan, Tuan Hao. Dia satu-satunya orang yang jujur dan bersih dari sekian banyak orang yang aku ketahui. Dia adalah Ayah angkat Yanran."
" Dia cukup hebat bisa bertahan seorang diri, menjadi satu-satunya putih disaat sekeliingnya berwarna hitam" jujur saja, jika Feng Yue tidak memberitahunya dia mungkin tidak akan percaya jika masih ada orang yang baik dan benar dalam Kekaisaran yang penuh intrik ini.
" Kau benar Shi'er." Yanran setuju.
Wusshhhh!!!!
" Sepertinya ada yang mulai mengawasi kita" ucap Feng Yue.
Xiao Shi hanya tersenyum, lalu bangkit dari duduknya. " Cari tahu siapa tuan nya, dan pastikan kalian harus bersikap seolah tidak menyadarinya. Energi sihirnya sangat tinggi, kurasa dia bukanlah orang sembarangan"
" Kau benar, aku akan mencari tahunya sekarang" lalu Feng Yue mengundurkan diri terlebih dahulu.
" Yuan, kau keluarlah. Aku ingin tidur"
" Baik"
Yuan pamit dan menutup pintunya, membiarkan Xiao Shi beristirahat dengan nyaman. Kamar Permaisuri selalu dijaga ketat oleh para dayang dan prajurit, namun jiga kasusnya seperti saat ini itu adalah hal yang berbeda.
Energi yang datang dari seseorang hanya bisa dirasakan oleh orang-orang tertentu, tingkatan yang setara atau bahkan lebih tinggi. Jika dirasa, energi tadi cukuplah tinggi, mereka yakin itu bukan lah suruhan dari orang biasa.
Waktu berganti begitu cepat, rembulan sudah mulai sembunyi lagi, kini hanya fajar yang terlihat. Yuan sedang menyiapkan persiapan untuk kegiatan Xiao Shi di pagi hari, tiba-tiba seseorang mendekatinya.
" Bagaimana, sudah ada hasilnya?"
" Emhh, kemarilah" Feng Yue mendekatkan wajahnya pada telinga Yuan dan membisikan informasi yang didapatkan olehnya.
" Baiklah, aku akan memberitahunya nanti"
Feng Yue mengangguk, lalu kembali pergi. Yuan hanya tidak habis pikir, kenapa orang itu harus meminta seseorang mengawasi Xiao Shi?
Sinar mentari pagi sudah muncul, kini dia menyinari kulit bersih dan mulus milik Xiao Shi. Yuan sedang memijat kepala Xiao Shi, ini biasa dilakukan nya ketika mandi pagi.
__ADS_1
" Apakah Feng Yue sudah kembali?" tanyanya.
" Sudah"
" Informasi apa yang dia dapat?"
" Yang mengawasi kita bernama Fu Tong. Dia adalah orang suruhan Kaisar"
Xiao Shi terperanjat, " Kaisar?"
" Benar"
" Apa tujuan nya?"
" Feng Yue mengatakan bahwa Kaisar mencurigaimu, dan juga sepertinya hanya untuk menjagamu"
" Curiga? Untuk apa dia menjagaku jika mencurigaiku?"
" Dia hanya penasaran terhadapmu, itu yang dikatakan Feng Yue"
" Kaisar aneh... huh,,,baiklah. Biarkan dia mengikuti kita, itu juga tidak akan merugikan kita" hela Xiao Shi.
" Tapi akan sedikit merepotkan kita" sambungnya.
*FLASHBACK END
*
*
*
Feng Yue dan Yuan keluar dari kamar Xiao Shi.
" Permaisuri akan tidur, kalian boleh beristirahat dan mengganti tugas dengan dayang lainnya." Titah Yuan pada para dayang.
" Dan perketat penjagaan selama Permaisuri beristirahat!"
" Baik Nyonya!" ucap beberapa prajurit.
Feng Yue dan Yuan saling melempar pandang, mereka tahu bahwa Fu Tong tepat disamping mereka sekarang. Tapi mengingat perintah dari Xiao Shi mereka harus berpura-pura tidak mengetahuinya. Akhirnya, mereka memutuskan pergi ke kamar masing-masing dan beristirahat.
Penjagaan dan pelayanan Permaisuri sudah ada yang menangani di malam hari, mereka bergantian berjaga.
Xiao Shi yang mencoba untuk menutup matanya dan tertidur seiring dengan angin malam yang masuk ke sela-sela kamarnya hanya bisa tersenyum dalam hati. Dia tidak mengira Kaisar itu akan melakukan hal seperti ini terhadapnya.
'Baiklah Yang Mulia, jika ini yang anda inginkan maka aku akan mengikutinya. Aku akan mengikuti permainanmu agar kau senang. Tapi tak akan ku biarkan kau mengetahui segala tentang diriku semudah itu! Mari kita lihat Yang Mulia, aku yang masuk dalam permainanmu? Atau kau yang terjebak dalam permainanku'
- Xiao Shi
|
|
|
__ADS_1
bersambung.....