
Zhao pergi menuju ke kediaman Xiao Shi untuk menemui istrinya yang terluka parah tadi. Hatinya penuh dengan campuran rasa bangga dan cemas. Tapi yang paling penting, ia merasa bersyukur memiliki seorang istri yang begitu kuat dan berani.
Saat dia tiba di kediamannya, Zhao tidak melihat yuan dan yang lainnya diluar, pintu juga tertutup. Dapat dipastikan bahwa sepertinya mereka berada didalam kamar.
Zhao akhirnya masuk ke dalam kamar diikuti dengan Kasim Han dan juga Huang Li. Disana, diatas kasur nya Xiao Shi sedang duduk bersila diikuti dengan tabib long yang menyalurkan energi nya. Disekitar mereka juga terdapat Feng Yue, Fu Tong, Yanran, Yuan dan Teng Shenyang menatap Xiao Shi khawatir. Mereka bahkan tidak menyadari bahwa Zhao berada didalam sana.
" Aku saja yang menyalurkan energinya" ucap Zhao seolah mengintrupsi.
semua orang barulah menoleh padanya dan memberi hormat.
Zhao berjalan menghampiri Long dan Xiao Shi yang masih menutup mata mereka karna berfokus pada penyaluran energi yang dilakukan.
Saat Zhao hendak menepuk pundak tabib long, sebuah penghalang muncul dan tidak membiarkannya untuk menyentuh tabib long.
" apa ini?" tanya Zhao.
Feng Yue mendekat dan menjelaskan, " Yang Mulia, permaisuri meminta tabib long secara pribadi untuk menyalurkan energinya dan membuat penghalang ini "
" Kalian yakin long bisa menanganinya?"
semua orang mengangguk, bahkan Teng She sekalipun.
Baiklah, tidak ada yang bisa dia lakukan selain percaya pada mereka. Akhirnya Zhao juga ikut menunggu nya didalam sana.
Tak lama setelah itu, Xiao Shi dan Long akhirnya membuka mata mereka. pemulihan melalui energi yang disalurkan sudah selesai, dan berhasil. luka yang melepuh ditangan Xiao Shi kini sudah membaik. Walaupun tidak sembuh secara total, setidaknya luka itu kini sudah mengering.
" Terimakasih" ucap Xiao Shi pada tabib kepercayaan nya itu.
" kita masih harus membalut luka nya agar tidak kembali basah"
Xiao Shi hanya mengangguk. Mereka berdua belum menyadari berapa banyak orang yang ada disana. sampai pada akhirnya mereka bersama sama menoleh ke kanan dan barulah mereka sadar bahwa semua orang terdekatnya ada disini.
" yang mulia" ucap Xiao Shi. Dia hendak bangun dari duduknya namun Zhao menahannya.
" tidak perlu, tetaplah duduk. " ucapnya.
__ADS_1
Zhao ikut duduk disamping Xiao Shi. Saat long membawakan kain khusus untuk membalut luka, zhao menghentikan nya. jujur saja, dia sudah muak melihat tabib muda ini selalu bersentuhan dengan istrinya.
" biar aku saja, kalian pergilah" zhao mengambil kain dan perlengkapan ditangan long. dia tidak lagi menggubris orang-orang, zhao fokus membalut luka pada tangan xiao Shi dan mengoleskan salep sebelum luka itu ditutup kain.
semua orang akhirnya pergi meninggalkan pasangan suami istri ini didalam kamar.
Setelah lukanya selesai di balut, Zhao menyarankan Xiao Shi agar berbaring di tempat tidur. Meskipun sudah pulih tapi istrinya itu masih tampak lemah, namun matanya tetap bersinar penuh semangat.
"Xiao'er, kau tau? kau sangat luar biasa," kata Zhao sambil ikut berbaring di sisi istrinya. "Aku begitu bangga padamu."
Xiao Shi tersenyum. "Terima kasih, Yang Mulia"
Mereka berdua saling pandang dengan penuh kasih sayang, lalu Zhao mendekat dan mencium kening Xiao Shi. "Ini untukmu dari ibu. Dia juga bilang bahwa dia sangat bangga memiliki menantu sepertimu."
Xiao Shi tersenyum lebih lebar. "Sampaikan juga ucapan terimakasih dan pelukan sayangku padanya."
" tentu, sekarang istirahatlah " akhirnya mereka berdua terlelap bersama dengan keadaan saling memeluk satu sama lain.
π§π§π§
Begitu malam tiba, istana kekaisaran terhanyut dalam keheningan, dan hanya lampu-lampu lilin yang lembut menerangi lorong-lorong istana. Zhao yang sudah terbangun lebih dulu memilih untuk duduk di samping Xiao Shi yang masih tertidur, merenungkan kejadian-kejadian terbaru yang mengguncang kerajaannya. Kecemasan masih menggelayuti hatinya, terutama setelah tahu bahwa ada orang-orang yang begitu dekat dengannya yang memiliki niat jahat.
Tiba-tiba, seorang wanita muncul di hadapannya. Wanita itu berambut panjang dan berpakaian putih bersih. Dia adalah sosok yang memancarkan kedamaian dan kebijaksanaan.
"Siapa kau?" tanya Xiao Shi.
"Aku adalah Roh Penjaga Hutan," jawab wanita itu dengan lembut. "Aku telah melihat perjuanganmu dan kebaikanmu Dewi. Kamu adalah pelindung alam ini."
Xiao Shi merasa heran. "Apa yang kamu maksud?."
Roh Hutan tersenyum. "Kamu mungkin berperan sebagai permaisuri di duniamu yang sekarang, tetapi dalam hatimu dan takdirmu tidak akan ada yang pernah berubah, kamu adalah penjaga alam dan pelindung semua makhluk hidup."
Xiao Shi merenung sejenak. Dia mulai menyadari makna dalam kata-kata Roh Hutan itu. "Tapi bagaimana aku bisa melindungi alam ini? Aku hanya manusia biasa sekarang, bukan lagi seorang Dewi perang."
Roh Hutan mengangguk. "kamu akan menemukan kekuatan mu Dewi. dalam kehidupanmu yang sekarang, kau akan mendapatkan nya. Walaupun pasti butuh pengorbanan yang besar untuk itu. Dalam duniamu yang rumit ini, kamu ditakdirkan untuk membawa perubahan yang besar."
__ADS_1
"Namun, ada kegelapan yang mengintai dinding istanamu," sambung Roh Hutan. "Kamu harus tetap waspada terhadap intrik dan bahaya yang mengancam."
Xiao Shi mendengarkan dengan seksama. "Apa yang harus aku lakukan?"
"Selalu percayai hatimu sendiri," kata Roh Hutan. "Dan selalu ingat bahwa kamu memiliki kekuatan untuk melawan kejahatan. Dalam perjalananmu, kamu akan ditemani dengan teman-teman sejati yang selalu mendukungmu."
Xiao Shi merasa diisi dengan semangat yang baru. "Terima kasih, Roh Hutan. Aku akan mencoba sebaik mungkin untuk melindungi apa yang benar."
Malam semakin dalam, dan Roh Hutan lenyap dalam bayangan hutan yang gelap. Xiao Shi terbangun, merasa penuh semangat dan tekad untuk menghadapi masa depan yang belum pasti.
Keesokan harinya, istana kekaisaran kembali bergetar dengan aktivitas bahwa Xiao Shi telah pulih dari luka-lukanya, dan kini dia bersama Zhao sedang berbicara tentang langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi ancaman yang mereka hadapi.
"Kita harus lebih berhati-hati dalam memilih siapa yang kita percayai," kata Zhao. "Kita telah belajar dari pengalaman ini, bahwa bahaya bisa datang dari orang-orang yang paling dekat dengan kita."
Xiao Shi mengangguk setuju. "Kita juga harus mencari tahu lebih banyak tentang motif dan kekuatan lawan kita. Mungkin ada aliansi di balik peristiwa ini, dan kita perlu mencari tahu siapa mereka."
Mereka berdua memutuskan untuk memerintahkan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkapkan identitas dan niat jahat orang-orang yang ingin merusak kestabilan kerajaan mereka.
Sementara itu, di dunia luar, kabar tentang peristiwa di istana kekaisaran mulai menyebar. Orang-orang di berbagai wilayah mulai berbicara tentang apa yang terjadi. Ada yang mendukung tindakan Xiao Shi dalam membela kebenaran, sementara yang lain curiga terhadap motif di baliknya.
Selama berhari-hari, kerajaan menjadi pusat perhatian. Banyak utusan dari kerajaan tetangga datang untuk menyampaikan ucapan selamat dan menawarkan bantuan, tetapi Zhao dan Xiao Shi tetap waspada terhadap kemungkinan ancaman lebih lanjut.
Sementara itu, Teng She, masih memendam amarahnya pada menteri Yun. Dia bahkan benar-benar ingin berada di saat dirinya membunuh dan mencabik-cabik Menteri Yun sampai hancur.
Tidak ada hukuman yang diterima oleh Menteri Yun karna menangkap Teng She, para menteri lainnya menganggap bahwa tindakan Menteri Yun tidak sepenuhnya salah. jadi semua orang sepakat untuk tidak menghukum Mentri Yun, akan tetapi Menteri Yun mendapatkan titah bahwa jika selanjutnya dia membawa atau melakukan kembali hal yang sama. Yaitu tidak menelisik masalah sebenarnya, maka dia akan diturunkan dari jabatannya dan dikeluarkan dari kerajaan.
Di samping itu, Selir Mao dan Menteri Yun juga merencanakan kembali langkah-langkah mereka. Mereka tidak ingin mengalami kegagalan seperti sebelumnya, dan mereka tahu bahwa mereka harus bertindak lebih diam-diam dan licik.
|
|
|
|
__ADS_1
|
bersambung.....