
Xiao shi dan zhao sudah berada di kediaman sang ibu suri. Mereka hanya diam dan sesekali meminum teh mereka tanpa ada yang mau memulai. Pasalnya, xiao shi tidak tahu terkait apa kunjungan dirinya dan kaisaar kesini. Sedangkan ibu suri takut bahwa zhao akan membahas mengenai gadis yang akan dibawanya, disisi lain, zhao justru sengaja menunggu ibunya membuka pembicaraan. Sungguh rumit.
" Ekhem,, jadi apa maksud dan tujuanmu mengunjungiku sepagi ini, yang mulia?" ibu suri mencoba membuka pembicaraan agar suasana tidak terasa semakin canggung.
Zhao yang merasa rencananya berhasil, dia tersenyum puas saat sang ibu mulai membuka suara.
" Tinggalkan kami!" titah zhao sedikit berteriak agar para pelayan diluar bisa mendengarnya.
Setelah dirasa tidak ada siapa-siapa, zhao juga memberi sihir pada sekitar ruangan agar suara mereka tidak terdengar keluar.
" Aku ingin membahas mengenai ramalan itu, aku ingin ibu yang menjelaskannya pada permaisuri" pinta sang kaisar yang tidak lain dan tidak bukan adalah putranya.
DEG! Jantung ibu suri terasa terhenti saat itu juga, bagaimana bisa dia menjelaskan bahwa seharusnya zhao menikah dengan wanita yang sudah diramalkan dan sekarang putranya itu sudah menemukan sang gadis dari ramalan.
Dia wanita, sama seperti menantunya. Dia sudah membayangkan apa jadinya jika sang menantu mengetahui ini? Sungguh ia sekarang tidak ingin gadis lain, masa bodoh dengan ramalan itu, ia hanya melihat bahwa putranya banyak berubah dan menjadi lebih baik semenjak bersama menantunya, dan itu sudah lebih dari cukup untuknya.
" Ramalan? Ramalan apa?" beo xiao shi.
" Tidak, nak. Kau tidak perlu mendengarkan suamimu, tidak ada ramalan apapun" sanggah sang ibu.
" beritahu istriku bu" pinta zhao sekali lagi.
" Tidak. Aku bilang tidak, ya artinya tidak. Kenapa kau memaksa yang mulia? Walaupun kau seorang kaisar, namun aku adalah ibumu, orang yang telah melahirkanmu dan menjadikanmu seorang kaisar. Kau tidak berhak memaksaku seperti ini" bentaknya.
Selama xiao shi memasuki kehidupan zhao, ini adalah kali pertama dirinya melihat mertuanya itu membentak sang suami.
Sedangkan yang dibentar hanya tersenyum biasa saja, seperti tidak terjadi apapun.
" Boleh aku pinjam tanganmu?" ucap zhao pada xiao shi.
" Eh?,,, tentu saja" xiao shi memberikan kedua tangan nya walaupun dia merasa bingung.
Zhao hanya mengambil satu tangan nya saja dan menaruhnya diatas meja didepan mereka.
" Kau harus memberitahunya, ibu. Karna permaisuriku adalah gadis ramalan itu" zhao menyingkap lengan baju xiao shi dan dirinya, lalu menyandingkan satu tangan nya dengan tangan xiao shi. alangkah terkejutnya xiao shi dan ibu suri ketika melihat bahwa sayap itu terlihat seperti sepasang ketika zhao menyandingkan tangan nya.
" B-ba-bagaimana bisa?" ibu suri menutup mulutnya karna shock.
" K-kau memiliki tanda ini juga? Sejak kapan?" tanya xiao shi sambil menunjuk pada tanda sayap dilengan zhao.
" Sejak aku lahir"
Xiao shi menatap zhao lekat, mencari kebohongan dimatanya, namun ia tak menemuka appaun selain degup jantungnya yang semakin berdebar.
Tiba-tiba saja...
Bruukkkk!
__ADS_1
Ibu suri pingsan.
Segera zhao dan xiao shi menghampiri ibu suri.
" Ibu!"
" Cepat panggilkan tabib!"
Plaakkk!
Sebuah pukulan ringan mendarat dibahunya, itu adalah pukulan dari sang ibu.
" Dasar anak bodoh, kau menggunakan sihir untuk menutup suara dari ruangan ini. Dan sekarang kau malah berteriak"
" Ibu, kau-"
" Aku tidak pingsan, hanya terkejut saja"
Zhao dan xiao shi pun menghela nafasnya lega, setelah beberapa menit ibu suri akhirnya bisa duduk dengan normal kembali. Dia menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. Lalu setelah dirasa siap, ibu suri pun mulai menceritakan semuanya mengenai ramalan tentang putranya.
Selama mendengar cerita dari mertuanya, xiao shi terus menerus menutup mulutnya dengan tangan. Dia hanya tidak mengerti bagaimana bisa semua ciri-ciri yang disebutkan dalam ramalan itu ada pada dirinya. Apakah itu sudah takdir? Atau memang ada yang merencanakan nya? semuanya masih abu-abu.
" Jadi, apa arti semua ini?" tanya xiao shi yang masih merasa kebingungan.
" Artinya memang kalian sudah diciptakan dan ditakdirkan untuk bersama" jawab tetua ahn yang tiba-tiba muncul diantara mereka.
" Bukankah sudah kubilang, mereka akan bersama" ujar tetua Ahn.
" Tapi, menantuku tidak berambut perak"
" Itu juga sudah kukatakan, penampilannya sama seperti orang pada umumnya. Coba kau tanyakan pada menantumu"
" Apa kau memiliki rambut perak, menantu?" tanya ibu suri pada xiao shi.
Xiao shi *******-***** jarinya sendiri, dia tidak tahu apakah jawaban nya akan diterima atau tidak.
" i-i-iya, ibu. Rambutku akan berubah perak ketika aku sedang marah" jawab xiao shi ragu.
" Marah?" beo ibu suri spontan.
" akan ku tunjukkan" ucap tetua ahn.
" Namun sebelum itu kau harus tau cara menenangkan nya terlebih dahulu kaisar." Lanjutnya.
" Aku tidak mengerti"
" Tenangkanlah istrimu hanya dengan cinta, oleh itu kemarahan nya akan mereda"
__ADS_1
Tetua ahn menjentikkan jarinya dan xiao shi pun ambruk, dia pingsan. Namun, tidak lama kemudian dia sudah bangun dari pingsan nya dan menatap tetua ahn dengan tatapan yang sangat tidak bersahabat.
Xiao shi mengepalkan tangan nya, menatap tetua ahn dengan penuh rasa benci. Tetua ahn sengaja memberikan bayangan bahwa dirinya membunuh dan menumpas habis seluruh kerajaan Wang. ide yang bagus bukan? tentu saja itu akan dengan mudah memancing sisi kemarahan seseorang.
Karna itulah, rambut dikepala xiao shi mulai berubah menjadi perak secara perlahan. Zhao dan ibu suri sangat terkejut melihat apa yang ada didepannya. Namun keterkejutan itu direnggut oleh tetua ahn.
" Kaisar, tenangkan istrimu atau semuanya akan terlambat"
" Bagaimana caranya?" panik zhao.
" Dengan cinta"
Zhao memutar otaknya sangat keras, dia memikirkan cinta yang bagaimana yang bisa menghentikan emosi seseorang.
Denga panik zhao memegang jemari xiao shi dan mengelus-ngelus punggung tangannya. Hal itu membuat perhatian xiao shi dari tetua ahn beralih padanya.
" Hei, tenanglah. Semuanya akan baik-baik saja" ucap zhao tulus sambil terus menggenggam jemari sang istri.
Tidak lama sejak zhao mengatakan nya, rambut perak xiao shi mulai menghilang dan tubuhnya pun kembali ambruk dan tak sadarkan diri.
" Kerja bagus kaisar. Anda harus melakukannya sebelum rambutnya berubah keseluruhan berwarna perak. Karna jika rambutnya sudah berwarna perak, maka sudah tidak ada lagi yang bisa menghentikannya, bahkan kau sendiri ataupun aku." ujar tetuan ahn.
Zhao menganggukan kepalanya mengerti, ia hendak menanyakan sesuatu karna dia masih merasa tidak mengerti dengan semuanya, tapi sebelum zhao sempat bertanya, tetua ahn malah membuat zhao pingsan.
" Tetua, apa yang anda—"
" Biarkan mereka mengetahui takdirnya. Karna ini memang sudah waktunya" ibu suri yang hendak protes pun terhenti karna tetua ahn memotong ucapannya, lalu tetua ahn menghilang begitu saja dan membiarkan dua orang ini tertidur diruang ibu suri.
' Takdir mereka sudah sangat dekat' batin tetua ahn sebelum dia benar-benar menghilang.
Disisi lain, xiao shi sudah tersadar dan berhasil membuka matanya, begitu membuka matanya dia melihat suatu siluet yang sangat familiar.
'ini adalah gadis itu dan pria yang menciumku dalam mimpi waktu itu' batin xiao shi.
Dia melihat kekanan dan kekiri untuk memastikan keadaan disana. Namun alangkah terkejutnya xiao shi saat melihat ke arah kiri. Siluet seseorang terlihat sangat jelas oleh matanya.
" Kaisar zhao? Kenapa dia ada disini juga?" gumam xiao shi.
|
|
|
|
|
__ADS_1
bersambung.....