
Hari ini, adalah hari dimana semua orang akan melakukan rencananya. Tuan Hao, berusaha mengulur waktu sesuai perintah yang diterima olehnya. Selir Agung sedang melakukan rencana yang dia bicarakan dengan ayahnya semalam. Sedangkan Xiao Shi juga akan melakukan rencananya untuk mencoba memancing Mentri Yun.
Xiao Shi mencoba menarik nafasnya, ini adalah awal dimana semuanya akan terjadi, entah mungkin kedamaian atau bahkan akan berakhir dengan kekacauan.
Tadi malam, dia menerima laporan mengenai rencana ayah dan anak dari klan Yun itu. Sebenarnya ada sedikit rasa tidak percaya karna ternyata kedua orang itu nyatanya sangat terburu-buru. Mereka terlihat sangat menginginkan posisinya saat ini, ayah yang serakah dan putri yang bodoh. Rasanya itu cocok untuk mereka.
" Yang Mulia, Mentri Yun sudah keluar dari kediaman nya" ucap Feng Yue.
Xiao Shi kembali menarik nafasnya dan memejamkan matanya, ini adalah saatnya. Dalam rencananya, Xiao Shi akan keluar dan menemui Mentri Yun untuk pertama kalinya setelah kejadian malam penyambutan itu. Pertemuan ini di rencanakan agar terlihat seperti natural, pertemuan yang tidak disengaja. Bukankah itu terlihat sangat dramatis? Haha ya. Xiao Shi terinspirasi dari drama-drama yang pernah ia tonton sebelum datang kesini.
" Ayo pergi" Xiao Shi melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan kediaman nya, dia membiarkan Fu Tong membuntutinya kali ini, jika Fu Tong kembali dibuat tidur akan sangat berbahaya baginya, kejujuran nya saat itu pada Kaisar adalah sebuah kebodohan yang mungkin bisa membuatnya berakhir dengan sesuatu yang tidak disangka-sangka.
Dari kejauhan sudah terlihat siluet-siluet seorang Mentri Yun, dengan tenang nya Xiao Shi berjalan mengarah dengan arah yang bersebrangan dengan Mentri Yun sehingga membuat mereka berpapasan.
" Yang Mulia Permaisuri" sapa Mentri Yun sambil memberikan hormatnya. Walaupun dia tidak suka dengan Xiao Shi tapi jika berpapasan seperti ini tetaplah harus melakukan peraturan nya.
" Mentri Yun, bagaimana keadaanmu? Apakah membaik?" balas Xiao Shi ramah, seolah tak pernah terjadi apa-apa antara mereka. Tapi memang bukankah tidak pernah terjadi apa-apa?
" Seperti yang anda lihat Permaisuri"
" Baguslah jika memang kau baik. Ku pikir hal itu akan membuatmu sangat terluka sehingga aku tidak pernah dapat bertemu denganmu dalam waktu yang cukup lama, ternyata kau hebat" Xiao Shi mulai memancing emosi Mentri Yun dan mengarahkan percakapan ke arah sana.
Mendengar itu Mentri Yun tertawa dengan sangat keras, " HAHAHAHAH,,, maafkan ketidak sopanan saya Yang Mulia, tapi saya tidak selemah itu" ucapnya.
" Ya, kau memang benar. Dalam fisik kau memang kuat dan hebat, mungkin. Tapi jika kau memang hebat, mengapa masalah dekrit itu belum selesai juga Mentri? Tidakkah seharusnya kau yang paling ingin hal itu cepat selesai" ucap Xiao Shi.
Mentri Yun tersenyum dan memajukan langkahnya, kini mereka sejajar namun tidak saling menatap. Mentri Yun disisi kanan Xiao Shi, begitu juga Xiao Shi yang berada di kanan Mentri Yun.
" Walaupun kau seorang Permaisuri, tapi ku peringatkan untuk tidak ikut campur urusanku" ancam Mentri Yun dengan sedikit berbisik.
Mendengar itu Xiao Shi hanya diam dan tersenyum, saat Mentri Yun hendak melangkahkan kembali kakinya ucapan Xiao Shi membuat langkahnya terhenti.
" Baiklah, ku rasa dekrit yang kau bakar itu kini harus diketahui oleh semua orang"
Mentri Yun langsung membalikkan langkahnya dan menghampiri Xiao Shi. " Kau!!! Apa maksudmu? Bagaimana kau!!"
Kini giliran Xiao Shi yang mendekati Mentri Yun, " Jangan coba-coba bermain denganku Mentri. Atau rahasia itu akan terungkap Mentri, dan katakan pada putrimu jangan mencoba meracuniku. Jika dia melakukan nya maka para pelayan setiaku akan menyerahkan buktinya pada Kaisar" ucapnya berbisik.
Mentri Yun menoleh ke arah Xiao Shi, " Kau tidak memiliki buktinya"
" Tentu saja aku memilikinya, serpihan serpihan yang terbang terbawa angin saat orangmu membakarnya ada padaku. Dan kebetulan itu adalah bagian penting dari dekritnya" ucap Xiao Shi sinis.
Mentri Yun mengepalkan tangan nya, diam tak berkutik. Bagaimana mungkin perempuan busuk ini mengetahui tentang pembakaran dekrit itu?
" Baiklah, aku ada urusan. Selamat tinggal Mentri" ucapnya penuh kemenangan saat melihat Mentri Yun terdiam kaku.
Lihatlah, bukankah sangat mudah memancing seekor ikan yang kelaparan?
Xiao Shi melanjutkan langkahnya dan kembali ke kediaman nya. Begitu juga dengan Fu Tong, dia kembali duduk di atas pohon memantau semua yang terjadi. Saat dilihatnya Xiao Shi masuk kembali ke dalam kamarnya dan dipikirnya dia tidak akan kemana-mana lagi, Fu Tong langsung bergegas dan menemui Kaisar.
" Hormat saya Yang Mulia" ucap Fu Tong menghadap. Saat ini Kaisar sedang berada di taman istana, memberi makan para ikan yang ada di kolam.
" Ada apa? Apa kau datang karna tertidur lagi?" ucap Zao.
__ADS_1
Fu tong sedikit gelagapan, kesalahan nya benar-benar diingat jelas oleh Kaisar.
" Tentu saja tidak Yang Mulia, ada yang ingin hamba laporkan mengenai Permaisuri kali ini"
" Baiklah, ada apa" ucap Zao tanpa beralih dari kegiatan nya yang memberi makan ikan.
" Hari ini, Permaisuri tidak sengaja berpapasan dengan Mentri Yun dalam perjalanan nya berkeliling istana" ucap Fu Tong. Ucapan nya ini berhasil membuat Zao menghentikan kegiatan nya, dan berbalik melihat ke arah Fu Tong.
" Lalu, apa yang terjadi antara mereka?"
" Ada sesuatu yang mereka katakan Yang Mulia, dan hamba rasa itu berhasil menyinggung Mentri Yun."
" Kenapa seperti itu?" tanya Zao penasaran.
" Karna saat percakapan mereka, Mentri Yun sempat mengepalkan tangan nya beberapa kali, dan juga dilihat dari ekspresinya dan langkahnya saat setelah berbincang dengan Permaisuri, dia terlihat sangat kesal" ucap Fu Tong sambil mengingat-ngingat apa yang tadi terjadi.
" Apa yang mereka bicarakan?"
" Hamba tidak tahu Yang Mulia, hamba menjaga jarak agak jauh karna kemungkinan jika terlalu dekat Mentri Yun bisa mendeteksi kehadiran hamba"
" Hmmm,, baiklah. Kau boleh pergi, dan laporkan apapun yang terjadi kepadaku "
" Baik Yang Mulia" ucap Fu Tong seraya memberi hormat dan langsung menghilang begitu saja.
Zao kembali melihat ikan-ikan yang ada didalam kolam, 'Mentri Yun? Kenapa dia terlihat kesal? Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka? Apa yang sebenarnya sedang kau lakukan Xiao Shi?' ucapnya dalam hati.
Di kediaman nya, Xiao Shi hanya duduk diam sambil memakan cemilan yang diberikan oleh Yuan.
Xiao Shi mengambil kue berbentuk bulan sabit dan melihatnya dengan teliti. " Kau akan mengetahuinya nanti Yuan" ucapnya lalu memakan kue sabit itu.
Yuan mengangguk-anggukan kepalanya. " Tapi Yang Mulia, bukankah dekrit itu tidak terbakar? Mengapa anda mengatakan serpihan bekas pembakaran ada padamu? Bukankah yang kita miliki adalah gulungan sempurna nya?" tanya Yuan bingung dengan yang terjadi tadi.
Feng Yue menyentil jidat Yuan. " Kau ini tidak pintar-pintar. Itu hanya rencana Yang Mulia untuk meyakinkan musuh"
Yuan memanyunkan bibirnya dengan apa yang dilakukan Feng Yue. Kenapa pria itu selalu memanggilnya bodoh dan menyentil jidatnya? Dia hanya sedikit tidak mengerti, bukan bodoh.
Melihat tingkah Feng Yue dan Yuan membuat Xiao Shi menggelengkan kepalanya, mereka terlihat seperti kucing dan tikus yang selalu saja bertengkar dimanapun.
~
Disisi lain, Mentri Yun berjalan dengan sangat terburu-buru dan terlihat kesal.
BRAAAKKKKKKK!!!!!
Dia membuka pintu kediaman Selir Agung begitu saja. " Dimana putriku?!!!" ucapnya penuh amarah.
" Selir ada di kamarnya Mentri" ucap salah satu dayang.
Dengan tergesa Mentri Yun segera berjalan ke arah kamar nya, begitu sampai dilihatnya putrinya itu sedang mempercantik dirinya didepan meja rias. Beberapa dayang melayaninya dan putrinya terlihat sangat bahagia, tapi dia tidak bisa terlena dengan pemandangan seperti ini.
" KELUAR SEMUA!!!!" ucapnya penuh amarah. Semua orang tersentak mendengarnya, termasuk Selir Agung.
" Ayah, ada apa? Kenapa kau terlihat sangat marah?" tanya Mao yang langsung menghampiri sang ayah. Namun Mentri Yun tidak menjawab apapun.
__ADS_1
"Kalian keluarlah" titah Mao pada beberapa dayang yang tadi melayaninya.
Setelah para dayang keluar, Mao menuntun ayahnya untuk duduk lalu menuangkan teh untuknya.
" Minumlah dulu ayah"
" Dimana serbuk yang aku berikan padamu semalam? Apa kau sudah menjalankan rencananya?" tanyanya tanpa mengambil teh yang disuguhkan itu.
" Be-belum ayah, aku berencana memberikan nya saat makan malam nanti. Kenapa kau bertanya itu ayah?"
" Bagus, berikan serbuk itu padaku!"
Dengan wajah kebingungan, Mao segera mengambil serbuk yang diberikan ayahnya semalam.
" Ini, ada apa ayah?"
Mentri Yun yang menerima bubuk itu langsung saja membakarnya dengan sihir.
" Ayah!!! Kenapa kau membakarnya??!!!"
" Diamm!! Ini bukan saatnya untuk meracuni perempuan busuk itu. Dia mengetahui soal aku yang membakar dekrit itu, jika kita meracuninya sekarang, maka para pelayan nya pasti akan memberikan buktinya pada Kaisar dan tamatlah kita!!!" ucap Mentri Yun menggebu-gebu.
Mao menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh ayahnya. Bagaimana bisa ayahnya membakar dekrit kaisar?
" A-ayah. Apa yang terjadi? Kenapa kau melakukan itu? Kenapa kau menghianati kaisar ayah? Kenapa kau--"
Melihat putrinya yang terkejut tidak menyentuh dirinya sama sekali, dia justru semakin kesal.
" Diamlah!" bentaknya.
Mao terkejut, ini pertama kalinya ayahnya membentaknya. Bagaimana bisa ayahnya berubah se-drastis ini? Sebenarnya apa yang tidak diketahui Mao selama ini? Dia tidak pernah terpikir ayahnya akan menghianati kaisar separah itu. Dan bagaimana bisa ayahnya membentaknya saat ini?
Mentri Yun terus saja berjalan kesana dan kemari seperti orang linglung.
" AARRRGGHHHHH!!!! " teriak Mentri Yun frustasi.
"Kita harus memakai cara lain untuk menyingkirkan nya" gumamnya.
Semua itu tentu saja tidak luput dari orang suruhan Xiao Shi yang selalu mengikuti mereka kemanapun. Kabar mengenai Mentri Yun ini terdengar begitu saja ditelinga Xiao Shi. Dia menggunakan sihirnya untuk melihat apa yang terjadi dengan menggunakan memori orang suruhan nya seperti yang selalu dilakukan nya, awan putih itu menunjukan kejadian secara langsung dikamar Selir Agung. Ternyata semua sesuai dengan apa yang dia perkirakan dalam rencananya, tahap awal ini berjalan cukup mulus.
" Tenanglah Mentri Yun, ini baru awalnya, jangan membuat dirimu terlihat seperti orang gila seperti itu" ucap Xiao Shi.|
|
|
|
|
|
bersambung.....
__ADS_1