
...Don't forget to vote and comment ya guyss...
... ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖...
Alle duduk dibangku taman belakang rumah sakit tempat papahnya dirawat, kembali memikirkan betapa pintarnya nasib mempermainkan dirinya juga perasaannya,apakah hubungannya dan Delvin yang bahkan belum melewati tahap awal akan berakhir setragis ini? apakah rasa susah dan payahnya untuk mendapatkan delvin akan terbalas seperti ini?.
Alle sangat belum siap untuk menghadapi yang namanya pernikahan,baginya itu adalah hal yang harus dipikirkan matang-matang dan direncanakan dengan keinginan hati, karena pernikahan adalah hal yang sakral dan hanya terjadi sekali tidak untuk dua kali atau lebih.
Belum lagi Alle masih belia,masih remaja dan dalam tahap pubertas yang dimana pikiran dan hati masih labil dan tak pernah sinkron.
Jangankan menjadi istri yang baik,Alle bahkan tidak bisa dalam segala hal,baik itu urusan dapur dan rumah, bagaimana ia akan menjadi seorang istri?.
Alle sangat ingin mengatakan bahwa Alle sangat tidak ingin dengan perjodohan ini,Alle layaknya terjual dan berperan sebagai penebus utang.
Alle juga tak ingin menyakiti perasaan papahnya yang berharap banyak padanya,namun,jika Alle menerima perjodohan ini maka Alle harus bersiap-siap berpisah dengan Delvin pria yang begitu ia cintai dan kejar mati Matian.
Sebenarnya Alle bisa saja menyembunyikan perihal pernikahan ini dari Delvin dan melanjutkan hubungannya dengan Delvin.
namun,Alle tidak sanggup memperlakukan Delvin demikian,Delvin tidak pantas dibohongi,Delvin lelaki yang baik dan tentunya harus berjodoh dengan orang baik pula.
Alle menangis memikirkan semua hal yang begitu menyesakkan dadanya,mengingat Delvin membuat Alle sakit hati,mengingat papahnya membuat Alle rapuh,dua pilihan yang tak ada jawaban,Alle tak bisa memutuskan.
"Biasa aja keles nangisnya,lebay bener, disuruh nikah aja nangisnya udah kayak ditinggal nikah. "ucap seorang pria.
Alle menatap kearah pria tersebut, ternyata itu adalah pria yang bersama om Hartanto.
Alle tak menghiraukan ucapan pemuda itu"lah,,,lah,,,,malah dikencengin nangisnya, cengeng bat lu."ucap lelaki itu seakan mencampuri urusan Alle.
Ini orang kenapa sih? jelangkung banget,ngk diundang malah busy busy in urusan gua,heran knp papah bisa punya teman kek dia.
Alle jengkel dengan keikutcampuran pria disampingnya"lu tuh siapa sih?sok tau banget,ngk usah ikut campur."Alle buang muka dan menghapus air matanya yang masih setia bertengger di pipi mulusnya.
"Gua yang bakal dijodohin sama lu."ucap pria itu singkat,Alle terbelalak kaget mendengar ucapan pria disampingnya.
"Ngk lucu woy."Alle menanggapi dengan teriakan.
Bisa bisanya dia becanda, padahal udah liat gua mewek bombay gini.
"Awalnya gua juga ngk setuju,malah pake banget,tapi gua Selo aja sih,nangis ngk bakal ngubah apapun."tutur pria itu lagi.
__ADS_1
Dan kali ini Alle jadi yakin dengan ucapan pria disampingnya,Alle tak habis pikir dengan semua ini, bagaimana bisa ia akan menikah dengan lelaki seperti dia?.
Alle memperhatikan lelaki itu dengan seksama, keliatannya lelaki itu sudah hampir berumur 30-an dilihat dari penampilannya, sedang alle masih 18 tahun ,sungguh jauh bedanya, ibaratnya tuh kayak bapak sama anak ,Alle Tak bisa berkata lagi.
"Natapnya biasa aja keles,ngapa?lu kaget calon suami lu seganteng gua?"ucap pria disampingnya itu kepedean.
Mendengar itu Alle bergidik ngeri"Pede banget sih jadi human,iya gua kaget,tapi bukan karena Lo ganteng but karena orang yang mau dinikahin sama gua itu om om kek lu,cimit gini masa mau nikah Bareng om om sih?"Alle tak mau kalah.
Pria itu mengangkat alis tak terima dengan ucapan Alle"Wah wah muda gini lu sebut om,lu bakal tau gimana orang yang lu sebut om itu."ancam pria itu dengan senyum smirk dan ADMnya.
Alle memilih bodo amat,Alle semakin tidak mau menerima perjodohan ini, apalagi melihat calon suaminya modelannya gini, ganteng sih ganteng tapi masa ia sih om om,Alle makin makin makin enggan tuk menerimanya.
"Lu bilang lu ngk mau dijodohin,but i see you are enjoying,dimana letak ketidaksetujuan anda?"tanya Alle penasaran dengan sikap kalem calon hushband nya.
"Yah ngk da guananya gua nolak,papah gua ngk bisa dilawan,tapi satu hal yah harus lu tau,kita sama sama tidak menginginkan pernikahan ini,jadi jangan terlalu serius,jalani aja,pasti bakal nemu akhirnya."ucap pria itu melengkang pergi.
Alle mengacak acak rambut frustasi"jalani?jalani dengkulmu,dikira nikah itu ngk penting apa?aihhh gila gua gila."Alle teriak teriak melepaskan ganjalan dalam dadanya.
...🔔I don't wanna be somebody...
...Just wanna be me be me...
...I wanna be me me me🔔...
Alle menangis melihat hapenya yang terus terusan berdering"hiks,,maafin Alle kak hikss."Alle menangis dan terus menagis.
Bahkan untuk bahagia bersama dirinya engkau tak mengijinkan hamba ya Allah
...➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖...
Alle termenung dijendela kamarnya,a
Alle tak berangkat sekolah hari ini.
Seperti halnya kemarin malam Delvin berkali kali menghubungi kenomornya,Alle pun akhirnya me-nonaktifkan hapenya tak tahan melihat hapenya yang berkali kali menampilkan nama Delvin.
"Hikss,,maafin alle kak."Alle menangis menunduk, memikirkan dengan sangat pilihan apa yang harus ia ambil.
Papahnya sangat berarti dan berharga dari apapun baginya namun!!Delvin juga sangat berharga baginya, perjuangan nya sangat panjang untuk mendapatkan delvin,namun keadaan dengan sangat tega harus memisahkan mereka berdua.
__ADS_1
"Hikss,,,yatuhann mengapa semua begitu membingungkan?"Alle frustasi dan mengacak acak rambutnya dengan kasar.
"hHksss,,maafin Alle kak."Alle berkali kali melontarkan kata maaf.
Alle bangkit dan menepis air matanya dengan kasar,lalu bersiap siap menuju rumah sakit ,karna mungkin papahnya sudah menunggu sedari tadi.
Alle menarik nafas dalam dalam saat memasuki ruang inap papahnya.
"Pagi pah,"ucap Alle dengan senyum paksaan nya,dan disambut dengan senyum dari papahnya.
"Maafin Alle ya pah telat hehehe,tadi macet."Alle dan dibalas anggukan oleh papahnya.
"Papah udah makan?"tanya Alle dan dibalas anggukan lagi oleh papahnya.
"Udah minum obat?"tanya Alle lagi dan dibalas anggukan lagi oleh papahnya.
Alle pun mengeluarkan roti dari tasnya"Yaudah kita makan roti dulu,biar tenaga papah makin bertambah,oke."ucap alle dengan penuh semangat berharap papahnya tidak melihat betapa frustasinya dia saat ini.
Alle menggigit roti ditangannya dan mengarahkan roti yang lainnya kearah papahnya"Coba deh pah,enak banget loh."ucap Alle.
"Sayang,untuk ucapan papah yang semalam,kalau alle tak sanggup,lupakan saja,papah akan cari cara untuk menyelesaikan nya tanpa melibatkan Alle,maafin papah udah menjadikan Alle sebagai korbannya."ucap papahnya tiba tiba.
Alle yang tengah menggigit rotinya pun terhenti,tak kuasa mendengar ucapan dan suara yang menyiratkan keputusasaan dari papahnya, bagaimana cara papahnya akan menyelesaikan ini semua? perusahaan udah 100% bangkrut dan tidak ada dana apapun yang tersisa, sedangkan papahnya sedang sakit dan tentunya membutuhkan biaya yang sangat mahal,Alle sendiri kebingungan harus bagaimana mencari biaya untuk rumah sakit papahnya.
Alle tersenyum melihat kearah papahnya"Alle mau kok pah,bukan karena terpaksa kok pah,Alle mau karena menurut alle ini adalah yang terbaik buat masa depan Alle,jadi papah tidak perlu merasa bersalah dan merasa terbebani dengan ini."
Entah kenapa setelah mengatakan itu,ada rasa sakit yang mendalam di ulu hati Alle,hatinya perih,dan Air mata alle tak bisa berbohong sekarang.
"Hehehe alle menagis karena bahagia pah hehehe."Alle menghapus air matanya dengan penuh haru, papahnya pun menarik Alle kepelukannya dan mengelus surai hitam Alle.
Alle menagis keras dipelukan papahnya"Alle sudah dewasa sekarang,papah harap Alle bahagia sayang."ucap papahnya,Alle semakin menangis mendengarnya.
Semoga dengan pilihan ini,Alle bisa bahagiain papah,Alle harap papah bisa bahagia dengan ini,Alle sayang papah."
...[Berlanjut]...
...🌾🌾🌾🌾...
Kebayang ngk sih kalo kita diposisi alle?
__ADS_1
Seperti biasa apa pendapat kalian dengan part ini?please tell me😉
See you guyss*ketjup manjah*