
Don't forget to vote and comment yah guysss
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
"Mah habis ini kita mau pamit pulang"zean bersuara ditengah-tengah acara makan malam mereka
Alle hanya diam tak ikut nimbrung,sejak kejadian dikamar tadi sore alle hanya diam"yahh,,kok cepet banget sih?ngk nginap gitu?"tanya mamah yang terlihat kecewa"ihh mamah kayak ngk pernah muda aja, dimana dimana kalo pengantin baru itu maunya berdua Mulu,kalo disini kan mereka malu mah"papah berbicara sambil tersenyum menggoda zean putranya yang hanya diam begitu juga dengan alle
"Yaudah deh,asal kalian cepet cepet kasih mamah cucu"ucap mamah lagi lagi mengungkit masalah cucu hingga alle kembali batuk karena tersedak lalu buru buru ia ambil minum dan menunduk kembali makan dalam diam"loh alle,mamah perhatiin dari tadi alle diam terus,wajah alle juga pucat gitu kenapa?"mamah alle langsung senyum sembari gelagapan"ngk kok mah,alle cuma capek aja"jawab alle asal dan mamah tersenyum sumringah mendengarnya"oohh,zean kelewatan yah mainnya?"tanya mamah tiba tiba"mamah,,, mulutnya,kita lagi makan lo mah"zean mencoba menyadarkan kelakuan don't have akhlak si mamah.
Setelah makan malam alle dan zean berpamitan dan melaju untuk pulang
Alle hanya diam sembari menatap jalanan malam yang terlihat sangat ramai,namun kenapa hati alle terasa hampa dan bagai hidup sendirian didunia fana ini,tak ada tempat tuk mengadu dan berkeluh kesah,ngk mungkin alle mengadu kepapahnya yang ada ia akan memperparah keadaan papahnya,Adel dan Dylan?alle sudah banyak bergantung pada mereka"turun lu,gua ada urusan"zean tiba tiba bersuara hingga membuyarkan lamunan alle
Alle masih tidak bergerak sama sekali sebab saat zean menyuruhnya turun ia tak fokus pada kata apa yg zean ucapkan"gua bilang turun!! Gua ada urusan mendadak nih,gercep makanya"zean mengeraskan sedikit suaranya
Alle pun turun dari mobil zean"lu pulang sendiri bisa kan?ngk usah manja,lu ngk cocok"zean melaju meninggalkan alle yang terlihat kebingungan"aduh ini dimana sih?aihh kurang ajar banget sih tuh orang,mana gua ngk bawa dompet lagi"alle terlihat seperti orang linglung.
Alle berjalan menyusuri jalanan sembari mencoba membuka sharelock untuk mencari alamat apartemen zean namun alle juga tidak tau alamat apartemen zean sebab alle masih baru baru ini tinggal disana"aduhh,gimana dong?gua coba aja lurus kali aja bakal nemu sesuatu yang bisa bantu gua nemuin apart zean"alle berjalan lurus menyusuri jalanan malam
Sudah jauh alle berjalan tapi ia masih tak menemukan tanda tanda petunjuk menuju apartemen zean"ya ampun,idup gua gini banget sih,zean juga ninggalin alamat kek,ini main nyelonong aja,ngk punya hati banget"alle duduk dipinggir sebuah kolam untuk beristirahat karena sudah kelelahan berjalan sedari tadi
Alle melihat hapenya dan melirik jam"23.02,udah jam 11 gini dan gua belum balik ke apartemen?ya ampun gimana dong"alle berucap sambil menatap layar hpnya yang tiba tiba low-bad "aduhh ini hape juga Napa mati sih?mana dingin banget"alle memeluk dirinya
__ADS_1
Alle bangkit kembali dan mencoba mencari keberadaan apartemen zean kembali namun langkahnya terhenti melihat Delvin keluar dari Indomaret membawa plastik hitam,alle langsung berbalik takut takut delvin melihatnya karena tempat ia berdiri lumayan dekat dengan Delvin , jantung alle kembali berdetak tak karuan melihat Delvin membuat sesuatu dalam dirinya seakan tersayat,ia tak bisa membendung air matanya sekarang selalu begitu,alle tak bisa mengatasi kelemahannya.
Alle menatap punggung Delvin yang semakin menjauh melengkang pergi"maaf"alle bergumam sambil berjalan berlawanan arah dengan Delvin"apa gua nanya orang orang aja kali yah?"alle pun berinisiatif mencari apartemen zean dengan bertanya kepada orang orang yang berlalu-lalang disekitarnya
Dan akhirnya alle mendapatkan informasi konkret dari kang ojek,katanya ia sering nganterin pelanggan kesana"makasih kang"alle berjalan meninggalkan kang ojek itu"tunggu neng,neng mau jalan kaki kesana?"tanya kang ojek itu,alle mengangguk mengiyakan"itu jauh banget loh neng,emang neng ngk punya temen kesini?"tanya kang ojek itu lagi lalu alle kembali mengangguk"ah tadi temen saya ada urusan penting kang,dompet saya ketinggalan dimobil jadi saya ngk punya uang untuk naik ojek ataupun semacamnya"alle menjelaskan"yaudah saya anterin neng aja, kebetulan saya juga mau pulang"ucap akang ojek itu,alle sedikit ragu walaupun ia tau niat kang ojek itu memang baik tak tau kenapa alle merasa ada yang salah gimana gitu"tenang neng, saya ngk ada niatan jahat kok"ucap kang ojek itu tersenyum seolah tau ketakutan alle
Akhirnya alle pun diantar oleh kang ojek itu dengan selamat sampai tujuan"makasih yah kang,kalo ngk ada kang saya ngk bakal sampai kesini secepat ini"alle berterima kasih banyak dan dibalas anggukan oleh si kang ojek"iya neng saya permisi,lain kali hati hati, Jakarta itu keras neng,bahaya bisa datang tanpa kita tau"ucap kang ojek itu sebelum ia melengkang pergi
Memang betul ucapan si kang ojek,apalagi gadis belia seperti alle itu rentan mendapatkan bahaya dijalankan,biasa saja nanti ada preman yang berniat memalak atau bahkan melecehkannya.
Alle membuka apartemen dengan pelan dan mendapati zean sudah berdiri dengan mata melotot kearaahnya"Bagus yah!! disuruh pulang malah keluyuran"zean tersenyum seakan meremehkan alle
Alle melengkang masuk tanpa menjelaskan bahwa alle terlambat pulang karena tak tau arah pulang dan ia juga tak memiliki uang untuk menaiki kendaraan"setidaknya tau dirilah sedikit"zean masuk kekamar melewati alle begitu saja
Alle memasuki kamar dan mendapati zean yang sudah tertidur pulas,alle berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya disana,mencoba menjernihkan pikirannya,lalu alle berjalan menuju sofa yang sekarang adalah kasur baginya dan merebahkan diri disana
Alle berkali kali memejamkan mata namun hasilnya nihil, semenjak alle tinggal diapartemen zean alle tidak pernah bisa tidur,alle selalu susah untuk tidur,alle menutup wajahnya dengan selimutnya dan mencoba untuk tidur kembali namun tetap saja alle tak bisa tidur"hiks,,,"alle menangis kembali
Gadis belia sepertinya apa lagi yang bisa ia lakukan sekarang,ia dianggap sebagai penebus hutang, papahnya sakit keras, seakan dunia tak berpihak padanya,apa yang bisa ia perbuat?alle hanya bisa menangis, walaupun menangis tak akan membuat hidup alle lebih baik.
Alle menghapus air matanya"alle ngk boleh lemah hiks,,berapa kali alle bilang ngk boleh nangis gini hiks,,"alle duduk mencoba menenangkan diri
Alle berjalan kebalkon apartemen dan menatap langit malam dan alle juga melirik jam dinding tepat menunjukkan jam 02.13"huh,,bahkan sudah jam 02 dini hari gua ngk bisa tidur"alle memandang kota dari balkon apartemen
__ADS_1
Ia teringat dengan mimpi nya dahulu, papahnya selalu berkata,allelah yang terbaik di dunia, seluruh kota juga mengakui itu,alle akan menjadi orang penting suatu saat nanti,alle tersenyum mengingatnya"penting?iya papah benar,alle orang yang sangat penting dihidup papah,begitu juga papah, papah adalah orang yang penting dihidup alle"alle mengangkat tangannya diudara dan merasakan semilir angin malam,terasa dingin namun entah kenapa alle merasa nyaman
"Woii dingin"teriak zean tiba tiba hingga alle tersentak bahkan sempat hampir jatuh dari balkon"gua bilang dingin,punya telinga kan lu?"zean tanpa bergerak dari tempat tidurnya
Alle mendengus berjalan masuk dan menutup pintu balkon"lagian orang gila juga tau kalo jam segini itu udah waktunya tidur"zean berbicara sembari memejamkan matanya,alle memilih diam dan berjalan menuju sofa,ia akan mencoba untuk tidur kembali walaupun itu akan susah.
Hingga kemudian alle mulai terlelap menuju alam mimpi
[Berlanjut]
🌾🌾🌾🌾
Sorry guyss
Part kali ini singkat dan sedikit gaje wkwkkw
Maklumlah saya ngetiknya kepepet,dikejar tugas onlen yang ngk abiz abiz kek zuper keju
Semoga kalian menyukai cerita saya,mohon dukungannya wan kawan dan kalo ngk keberatan juga tolong cerita ini direkomendasikan keteman teman lainnya ✌️
Oh iya,gimana menurut kalian,kalian lebih suka zean yang gesrek atau zean yang dingin gini?please tell me Bebz.
-01$opiakim
__ADS_1