Pernikahan Pedih Ku!!!

Pernikahan Pedih Ku!!!
siapa aku?


__ADS_3

Don't forget to vote and comment yah guysss


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Alle menggeliat diatas tempat tidur dan menyadari ada yang janggal sekarang"lah kok gua bisa tidur dimari?"alle kaget dan melihat sekeliling namun ia malah dikagetkan kembali dengan baju yang ia kenakan"aaaaa"alle teriak tertahan mendapati baju yang ia kenakan bukanlah bajunya ia sangat yakin baju itu adalah bajunya zean karena sangat besar ia kenakan"ini pasti om om itu yang ganti baju gua kurang ajar banget"alle merutuk tak jelas


Alle ingat kembali kejadian semalam dimana sisi lain dari zean mulai terlihat,alle tentu sakit hati dan ketakutan namun alle bukanlah tipe orang yang berlarut-larut dalam satu masalah dan kesedihan baginya hidup itu dijalani,dilewati dan lupakan walau alle tidaklah sungguh sungguh dengan motto itu,ia hanya meyakinkan hati agar menerapkan motto itu untuk bertahan hidup.


Alle bangkit dengan keadaan tubuh yang lemah,demamnya memang sudah reda tapi rasa nyeri dipipi dan kepalanya masih terasa,tapi mau bagaimana pun alle harus sekolah hari ini,ia sudah ketinggalan banyak sekali pelajaran.


Alle memasuki kelas dengan lesu dan mendapati Adel Dylan dan juga Delvin sudah berada dikelas,jangan tanya kenapa ada Delvin, padahal Delvin sudah kelas 3 tentunya untuk menyapa alle, karena Delvin memang sungguh sungguh dalam ucapannya untuk tetap berusaha mengejar alle,dan alle pun tau itu.


Alle duduk di bangkunya mengabaikan delvin yang menyambutnya dengan lambaian dan tidak lupa dengan senyuman yang siapa pun melihat itu akan luluh termasuk alle,ia tak bisa membohongi perasaannya namun ia harus bisa menampiknya.


"Lele,lu Dateng Dateng maen tidur aja dah,heran gua"Dylan menendang kursi alle namun alle tak mau menghiraukan ucapan Dylan"ngacangin mulu prasaan,le lu kenapa sih?"dylan mengangkat wajah alle yang pucat itu"jangan tidur Mulu jadi cewek, semangat dong"Dylan memang begitu tak segan segan untuk mengganggu alle


Mata Dylan menyipit melihat perubahan diwajah alle padahal semalam Dylan melihat wajah alle baik baik aja kini ia malah melihat wajah lebam dan pucat alle"muka lu kenapa?"tanya Dylan panik menunjuk pipi alle yang terlihat merah kehitaman itu.


"Ngkpp semalam gua jatuh keaspal jadi lebam gini,ngk usah heboh deh lu"alle paling tak suka melihat Dylan yang selalu heboh terhadap hidup alle,alle jatuh sikit hebohnya udah kek alle mati suri aja.


"Eh Solihin,lu kipir gua ini bloon apah,gua yang berxx jatuh naik kereta diaspal ngk pernah tuh mendapat lebam gini,kalaupun itu jatuh pasti ada luka goresan ini mana?ini gua liat pipi lu kek abis ditekan gitu"Dylan berasumsi dengan pendiriannya.


Alle bungkam"eeh yah kan itu elu,versi gua mah beda udah ahh ngk usah sibuk lu"alle mencoba mengelak


"Eh cin,,ngk usah sibuk lu bilang,lu pikir gua bakal dengerin"Dylan tak mau kalah


Alle merasakan sebuah tangan menangkup wajahnya dan ternyata itu adalah tangan Delvin"ini pipi lu kenapa?"Delvin mengulang kembali pertanyaan Dylan tadi


Alle menghembuskan nafas kasar,ia sudah tak tau lagi bagaimana cara membuat Delvin jauh jauh dari hidupnya, bayangin deh kalo kalian jadi alle udah mati Matian mau move on,eh malah jumpa tiap hari mana pake dialusin Mulu, siapapun itu pasti ujung-ujungnya gamon dah(●__●)


Alle membuang kasar tangan Delvin dari wajahnya"bukan urusan lu"alle berdiri meninggalkan mereka


"Udah kak kejer sana, semangat,alle butuh kakak sekarang"ucap Adel menyemangati Delvin


Delvin pun pergi menyusul alle dan mendapati alle tengah duduk dibangku taman,ia memandangi alle dari belakang sambil tersenyum mengingat saat itu alle sudah salah faham terhadap dirinya,ia ingat taman itu adalah pertama kalinya mereka menjadi sepasang kekasih dan taman itu pulalah yang menjadi saksi perpisahan mereka.


Delvin berjalan mendekati alle dan ikut duduk disamping alle,alle tentunya kembali ber-akting bodo amat dengan kehadiran delvin.alle tau kesungguhan Delvin namun alle tak mau mengakuinya karena itu akan membuat ia akan semakin sulit tuk lupa.


"Alle,,lu tau ngk,hari dimana lu mutusin untuk menyerah dengan hubungan kita?hari itu adalah hari terburuk buat gua,dunia gua seakan runtuh gua marah tapi tak tau harus marah terhadap siapa,bayangin pas lu lagi cinta cintanya tiba tiba lu diputusin dan yang paling parah lu ngk tau apa sebabnya"Delvin mencoba membuka topik pembicaraan


Namun tidak ada sahutan dari alle,alle membantu seakan tak bisa berucap"tapi gua yakin dan Sangat yakin lu ngk niat sama sekali buat mutusin gua,gua tau lu kepaksa walaupun gua ngk tau apa alasan dibalik itu semua,tapi percayalah alle,hati gua masih sama,jadi gua mohon hentikan akting sok ngk peduli lu"Delvin mencoba membujuk alle bukan kembali ke alle yang dulu.


Karena Delvin tau alle juga tersiksa dengan ini semua


Alle masih mematung bisu dan seakan tuli,semua yang Delvin katakan memang benar,alle sangat terpaksa memutuskan Delvin namun alle tidak punya pilihan lagi walaupun itu berat namun alle harus nisa"alle, dengerin gua,pliss lu jangan gini,gua ngk sanggup liat lu gini terus, apapun masalah lu kita bisa cari solusinya sama sama"Delvin memegang tangan alle dan menatap alle dengan ketulusan diwajahnya


Alle tau itu,alle sangat bisa merasakan ketulusan Delvin,namun ia bukanlah orang yang pantas untuk menerimanya.


Alle menarik nafas dengan pelan, mencoba dingin dan melepaskan tangannya pelan dari genggaman Delvin"Vin, dengerin gua baik baik,gua udah ngk bisa lagi balik ke elu,jadi gua mohon dengan sangat lupain gua dan cari gadis lain yang tentunya yg lebih baik dari gua,laki laki sebaik dan setulus lu ngk pantes buat gua,gua harap lu bisa faham maksud gua"alle berbicara dengan lembut.


Mungkin dengan begitu Delvin akan mendengarnya"gua tau lu itu masih cinta sama gua,dan gua masih gitu"Delvin masih tak mau mendengarkan alle


Alle tertawa dengan pakasaan tentunya"lu salah Vin,gua sama sekali udah buang jauh rasa itu,bahkan saat ini jujur gua mulai benci liat lu"alle berbicara melihat kearah lain,ia tak berani menatap wajah Delvin,ia lemah akan itu.


Delvin tertawa mendengarnya"kalau begitu coba tatap mata gua,bilang kalau lu itu benci sama gua,bilang kalau lu itu ngk cinta sama gua"Delvin


Alle tak berani alle sangat lemah dengan ini, karena alle masih sangat mencintai Delvin

__ADS_1


"Lihat,lu bahkan ngk berani natap mata gua,gua udah tau Jawabannya sekarang,jadi gua mohon lu kembali ke gua"Delvin memegang tangan alle namun ditepis oleh alle


"Teruskan saja opini sepihak lu itu,terserah lu aja"alle beranjak pergi


Selalu saja begitu,alle pasti akan pergi meninggalkan Delvin yang masih tak mau berhenti mengganggu nya.


💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫


Alle berjalan lesu menuju apartemen


Selalu saja begitu,hari hari ia lalui bagaikan mimpi buruk,tak ada semangat dan hanya ngikut alur aja.


Hanya satu yang membuat alle tetap bertahan yaitu papahnya.


Alle membuka pintu apartemen dengan pelan dan mendapati gadis itu lagi sedang menonton televisi namun kali ini ia sendiri tak ada zean disana.


Alle berjalan pelan hendak menuju kamar"hai,alle udah pulang yah?sini nonton bareng kakak"ucap gadi itu


Alle kaget bagaimana bisa gadis itu tau namanya bahkan mereka belum saling mengenal


Alle menggeleng tersenyum"eh makasih kak udah ngajakin,alle mau istirahat aja kak"alle mencoba bersikap sopan terhadap gadis dihadapannya


"Yahh, padahal kakak mau kenalan,yaudah istirahat aja"ucapnya dengan senyum


Alle tak enak hati melihatnya hingga ia memutuskan untuk mendekat dan duduk disamping gadis itu dengan canggung"kenalin,nama kakak ZOYA CATERIN, pacarnya zean,kami udah pacaran 6 tahun"ucap gadis itu tersenyum


Blank,,,,


Alle tak menyangka gadis dihadapannya akan to the point seperti itu,alle menelan ludah dengan susah payah"kenalin kak,ALLE QUENSYI AFRA,se,, sepupunya zean"alle berbohong untuk menjaga perasaan gadis yang bernama Zoya itu.


Alle tidak mungkin mengatakan kalau ia adalah istri sahnya zean dihadapan Zoya, mengingat betapa lamanya mereka telah menjalin hubungan


Zoya tersenyum mendengar ucapan polos alle"beneran cuma sepupu?bukannya istri yah?"tanya Zoya tersenyum ramah


DEG...


Jantung alle bagai memaksa keluar dari tempatnya


Bagaimana Zoya bisa tau??


"Alle,,alle,jujur saja,kakak tau semuanya,zean udah cerita semuanya kok dan satu lagi zean tidak memiliki sepupu,kakak tau alle berbohong untuk menjaga perasaan kakak, karenanya kakak ucapin terima kasih,alle baik sekali"ucap Zoya dengan suara lembutnya


Alle tak menyangka Zoya adalah gadis yang baik,pantas saja zean sangat mencintainya,mengingat kemarahan zean semalam alle paham sekarang, karena wanita yang ia banggakan memang sangat baik dan perfect banget.


Bahkan saat ia tau alle lah yang merusak hubungan mereka ia tak marah sama sekali,malah ia perlakukan layaknya adik, rasanya tak cocok jika ia hanya bersama zean,zean sikasar itu tak pantas bersanding dengan Zoya.


"Kak,maafin alle,bukan maksud alle hadir diantara kalian,alle juga tidak punya pilihan lain,dan kakak ngk usah khawatir alle ngk akan pernah punya niat buat pisahin kalian berdua,kalau alle ada cara lain,alle pasti akan secepatnya pergi dari kehidupan kalian kak,alle janji"alle tertunduk merasa bersalah terhadap Zoya.


Zoya tersenyum melihat kepolosan alle"alle,kakak ngk akan menyalahkan alle,kakak tau bagaimana perasaan alle, tentunya alle juga tersiksa bukan? untuk janji alle yang tadi, terimakasih"ucap Zoya dengan suara lembut.


Alle mencoba menahan air matanya mendengar ucapan Zoya yang begitu faham dengan keadaannya


"Kalau zean bersikap kasar atau kata katanya menyakitkan kakak harap alle bisa memahaminya,zean memang keras kepala apalagi setelah kejadian beberapa bulan yang lalu saat orang tua zean menyuruh zean memutuskan kakak dan mengancam akan menghancurkan hidup kakak,zean jadi lebih keras kepala dan emosinya semakin susah tuk dikendalikan"tutur Zoya menjelaskan


Jadi itu alasan zean begitu marah semalam?"alle membatin


"Zean ngk pernah kasarin alle kan, seperti main tangan atau semacamnya?"tanya Zoya yang membuat alle gelagapan

__ADS_1


"Ngk kok kak,jumpa juga jarang,alle sekolah dan zean kerja paling cuma jumpa malam hari itupun alle tidurnya cepat kok jadi ngk ada waktu buat zean ngasarin alle heheh"alle berbohong padahal baru semalam zean dengan sangat tega memperlakukan alle demikian.


"Oh iya kak,alle sampai lupa kakak mau dibuatin apa?"alle


"Ngk usah kok,ehh tunggu tunggu"Zoya memegang wajah alle tanpa ragu"pipi alle kenapa?kok lebam gini?"Zoya


Alle tersenyum"cuma lebam dikit doang kak,jatuh kak makanya lebam gini"alle berbohong


"Beneran cuma jatuh?bukan zean kan yang buat?"Zoya sedikit curiga pasalnya semalam ia bisa melihat dengan jelas wajah alle baik baik saja.


"Hahah kakak curigaan banget sama zean, beneran jatuh kok kak"balas alle tertawa hambar


"Nih bakso kesukaan kamu sayang,aku capek nyarinya dan kamu malah curiga kalo aku kasarin anak orang?"zean ternyata sudah berdiri dipintu sejak tadi


Zoya tertwa"bukan gitu,udah siniin"zean pun menurut menghampiri Zoya


Alle berdiri hendak pergi"alle ngk mau bakso?"tanya Zoya


"Ngk cukup sayang, orang aku belinya cuma dua doang"bahkan belum sempat alle menjawabnya sudah didahului oleh zean


Alle tersenyum miris dan berjalan pelan"tolong dong bawain nasi dari dapur kesini"perintah zean tiba tiba


Alle mengepalkan tangannya namun lagi lagi ia mencoba sabar"zean!!kamu yah kebiasaan,alle itu bukan pembantu bisa kamu suruh ini itu,biar aku yang ambilin dimana tempatnya?"tanya Zoya hendak berdiri


"Setidaknya bergunalah sedikit, jangan hanya diam tak berbuat apa apa sementara kami sibuk membiayai rumah sakit papah lu dan hidup lu,hidup tidak semurah itu,asal kamu tau saja"celetuk zean masih tidak mau berhenti


Hati alle tersayat mendengar ucapan zean,alle tau ia dan papahnya bagaikan pengemis karena bergantung kepada keuangan keluarga zean


"Zean!! Kamu keterlaluan,alle kembali saja kekamar biar kakak yang ambil"Zoya kesal dengan kelakuan zean yang menurutnya kekanakan itu


Alle berbalik dengan senyum dipaksakan"ngkpp kak,biar alle yang ambilin kakak kembali duduk saja, setidaknya alle bisa menebus dengan tenaga alle, walaupun alle tau itu tidak cukup"alle berjalan bergetar menuju dapur untuk mengambilkan nasi untuk zean dan Zoya.


"Bagus kalau sadar,jadi tau dirilah sedikit"celetuk zean lagi


"Zean!!"Zoya melerai kembali emosi zean.


Sakit!!


Alle tak bisa berbohong untuk mengatakan itu tidak sakit!!


Tapi alle bisa apa?menyerah dan membiarkan papahnya kehilangan nyawa Tanpa perawatan sama sekali?


Alle hanya gadis lemah


Dan selamanya akan seperti itu


[Berlanjut]


🌾🌾🌾🌾


Itu om om makin lama makin kek Idan aja,belum juga tua udah balek kek bocah, kurang kerjaan banget julitin alle


Alle yang kuat yah!!


Jadi kalian tim mana gaes?alle Delvin atau alle zean?atau zean dan Zoya?


See you guyss 🍂🍂

__ADS_1


-01$opiakim


__ADS_2