
Don't forget to vote and comment yah guysss
Geratiss kok hehehπ
ββββββββββββ
Alle berkali kali ngabaiin Panggilan dari Dylan.
Pasti Dylan cuma mau ngerocos kek mesin kasir, karena tadi setelah bel berbunyi alle langsung ngacir ninggalin Dylan dan Adel.
Alle tak bisa lagi sesering dulu nemenin mereka berdua,atau tepatnya alle tak ada lagi waktu untuk bermain main,alle masih harus kerja
Apa lagi bentar lagi pembayaran uang sekolah akan jatuh tempo,alle harus cepat ngumpulin uang buat bayar.
Alle bekerja disebuah cafe sebagai pelayan tentunya
Dan untuk malam hari alle bekerja di Indomaret sebagai kasir dan penata barang.
Dan Dylan sikeras kepala itu tak berhenti sampai disitu,ia masih setia menghubungi alle hingga mau tak mau alle harus mengangkat panggilan itu.
"Woii,,lele mujaerr,nape lu main ngacir aja?kabur kemana lu Udin?"Dylan langsung nyembur gitu aja
Telinga alle mau pecah rasanya"gua ada urusan Dylan,udah ah Jan ganggu gua, orang sibuk mah ngk boleh di ganggu,sampai disini paham?"alle mematikan sambungan tak peduli jika Dylan akan merutuki alle.
Alle pun kembali bekerja,hari ini cafe lumayan rame hingga sesekali alle kewalahan melayani satu persatu pelanggan cafe.
"Huh"alle bernafas lega karena sekarang waktunya berhenti untuk hari ini.
Alle pun langsung berangkat ke Indomaret untuk membeli beberapa roti untuk bekalnya, karena ia tak mungkin memakan makanan diapartemen zean,ia tak pantas untuk itu.
Seringkali alle melihat makanan diatas meja,ia yakin itu adalah makanan yang dipesan oleh zean,alle beberapa kali hampir tergoda untuk memakannya namun ia kembali urung sadar akan posisi.
Alle berjalan lesu menuju apartemen,jam menunjukkan pukul 16.32, berarti sebentar lagi zean akan pulang
Alle buru buru membersihkan rumah,dan mengumpulkan pakaian kotor zean untuk mencucinya.
Alle memang sudah tau kewajibannya sebagai orang yang menumpang dirumah zean,ia harus mencuci baju zean dan membersihkan rumah walaupun ia merasa sangat letih sekarang.
Saat alle hendak menjemur pakaian zean,alle mendapati zean tengah terkapar dilantai
Alle berlari menuju zean dan melihat kondisi zean"astagah,apa yang terjadi?"alle mencoba membopong tubuh kekar zean kesofa.
Zean tidak pingsan hanya saja pandangan nya kabur karena tadi ia mengalami kecelakaan ringan hingga pelipisnya terbentur dan terluka.
Alle langsung mengambil P3k dan mulai mengobati luka diwajah zean
Alle mencoba membersihkan pelipis zean dengan alkohol, karena bisa bisa luka itu akan infeksi jika tidak dibersihkan terlebih dahulu.
Wajah alle dan zean sangat dekat,alle meniup niup pelipis zean yang sesekali mengeryit menahan sakit.
Zean tak hentinya menatap bibir alle yang berkali kali meniup pelipisnya,ia tak tau kenapa ia merasakan getaran aneh saat berdekatan dengan alle seperti saat ini.
Alle pun memberikan obat kepelipis zean dan menutupi luka itu dengan kapas dan menempelkan flaster untuk menahan kapas itu agar tidak jatuh
Alle telah selesai mengobati luka di pelipis zean,dan yang terakhir tinggal mengoles sedikit obat merah disudut bibir zean yang sedikit robek.
Alle tak mau bertanya kenapa zean bisa terluka begini? karena mereka tidaklah sedekat itu untuk alle menanyakan itu,alle hanya mencoba berguna dengan mengobati luka zean,setidaknya alle berusaha berguna itu saja!!
Mata zean masih saja tak hentinya menatap wajah alle yang begitu dekat dengannya
Alle masih fokus memberikan pengobatan sebisanya disetiap luka ringan diwajah zean.
Cup....
Hingga sesaat kemudian alle terlonjak kaget saat ia merasakan benda kenyal mendarat di bibirnya.
Alle diam mematung,ini terlalu tiba tiba hingga alle menahan nafas tak tau harus bagaimana
Ia tak menyangka zean akan mencium bibirnya secara tiba-tiba
Alle pun mendorong tubuh zean dengan cepat lalu beranjak pergi menuju kamar
__ADS_1
Apa itu tadi?apa barusan zean ngambil first kiss gua?"alle membatin memegangi bibirnya.
Alle terduduk dipintu sambil bersandar,ia masih shock,tak tau kenapa tenaganya juga ikut terkuras tiba tiba.
Ngk,,ngk,,pasti tadi zean mikir kalo gua itu kak Zoya,aihhh first kiss gua ,dasar om om kurang ajar,,aihh first kiss gua"alle membatin
Alle memukul kepalanya Kedinding dan terlihat misuh misuh.
Alle pun melirik jam sudah menunjukkan pukul 19.02pm,alle pun langsung berkemas untuk berangkat ke Indomaret karna sebentar lagi sudah shift nya menjaga Indomaret.
Alle membuka pintu dengan hati hati,ia tak mau bersua dengan zean,alle tak tau harus bersikap bagaimana.
Alle melirik ruang depan dan tak menemukan sosok zean,alle bernafas lega dan berjalan pelan namun saat alle ingin membuka pintu zean sudah muncul dari arah dapur.
Tatapan mereka bertemu canggung,alle langsung membuka pintu dan keluar dengan cepat.
Rasanya jantung alle hampir copot saat bersitatapan dengan zean tadi.
Alle memasuki Indomaret dengan lesu
Alle hilang semangat entah kenapa
Alle pun memakai baju khas pegawai Indomaret dan duduk dikursi kasir .
Sembari menunggu pelanggan alle pun memutar musik untuk mengusir rasa bosan.
Saat alle sibuk memainkan hape miliknya,alle tanpa sengaja melihat adik SMP semalam datang lagi namun kali ini ia tak sendirian,ia bersama seseorang
Saat alle ingin menyapa,alle kaget orang yang bersama adik SMP itu adalah Delvin.
Alle langsung mengambil helm bosnya yang tertinggal itu dan memakainya.
"Selamat datang pelanggan"alle menyambut dengan suara yang ia ubah sedikit.
Delvin sampai menatap aneh kearah alle,siswa SMP tersebut juga ikut heran
Pasien RSJ mana nih yang kabur?"batin Delvin
Apa dia adiknya Delvin yah?"batin alle.
Mereka pun berjalan bersama sambil mengambil barang yang ingin mereka beli.
Alle merasa kepanasan sekarang, untung saja Indomaret ini memiliki AC,kalau tidak mungkin alle akan sangat kepanasan.
Duhhh lama lama banget sih,ngk tau apa gua kepanasan ini"alle membatin lagi.
Dari jauh Delvin dan adik itu mendekat kearah alle dan meletakkan barang yang ingin mereka beli.
Alle dengan gerakan cepat secepat kentut dylan langsung membungkus pesanan mereka.
"Jumlahnya Rp:180.000"alle
Delvin mengambil uang 200 ribu dan memberikan itu kepada alle,alle buru buru mengambil kembalian dan memberikan itu kepada Delvin.
Delvin meraihnya dan berjalan pergi namun"tunggu!!"ucap Delvin tiba tiba berjalan kembali.
Alle deg degan tanpa sebab,apa Delvin menyadari kalau itu adalah alle?.
"Mbak sehat?mbak sedang tidak naik kendaraan loh,kenapa Makai helm gitu?ngk kepanasan?"tanya Delvin yang merasa ada yang aneh dengan petugas kasir itu.
Alle menggeleng"saya memang suka begini bang"balas alle dengan suara yang dibuat buat.
Delvin pun mengangguk dan berjalan meninggalkan alle diikuti oleh anak SMP tersebut masih dengan tatapan heran terhadap alle.
"Hah"alle bernafas lega seperginya Delvin dan adiknya itu.
"Apa rumah kak Delvin ada disekitar ini yah?"alle betanta tanya.
Setelah selesai bekerja di Indomaret alle pun berjalan pulang menuju apartemen.
Alle enggan untuk pulang sebenarnya,alle tak tau harus bagaimana bila bertemu zean,alle bukannya malu malu kucing atau gimana,alle hanya merasa canggung saja.
__ADS_1
"Tinnn"suara klakson mobil dan berhenti tepat disamping alle"alle mau pulang yah? Bareng kakak aja,kakak juga mau ke apartemen bentar ada yang mau diomongin sama zean"ucap Zoya
Jam 11 malam begini?
Alle tak mau memusingkan itu,Zoya dan zean kan sepsang kekasih jadi mereka mungkin memang ada hal mendesak yang perlu dibicarakan
Alle awalnya menolak namun melihat niat baik Zoya akhirnya alle pun ikut nebeng mobil Zoya.
"Alle dari mana jam segini? hampir tengah malam loh,mana jalan kaki lagi"Zoya bertanya"ah itu kak,alle abis kerja kelompok,temen alle ngk ada yg bawa motor jadi alle jalan kaki gini"alle berbohong,alle selalu jadi seorang pembohong jika berada didekat Zoya.
Zoya mengangguk"jauh loh padahal ke apart,kenapa ngk naik grab aja atau ngk ojek"Zoya benar benar peduli terhadap alle.
"Ngk tau knp suka aja kak jalan kaki sekalian olah raga hehehe"alle
Zoya tersenyum melihat betapa polosnya alle"tapi hati hati yah,Jakarta ini kejam, apalagi alle masih belia"ucap Zoya dan dibalas anggukan oleh alle.
Zoya dan alle memasuki apartemen
Zean yang tengah duduk disofa pun langsung melirik kearah alle dan Zoya.
Tatapan zean dan alle bertemu lagi,namun zean menatap alle dengan tatapan dingin.
"Kak alle tidur duluan yah"alle pamit dan Zoya pun mengangguk mengiyakan.
"Zeann, gimana bisa kamu kecelakaan gini?"Zoya datang mendekat kearah zean dan memeriksa luka zean.
"Tadi pas aku selesai ngisi solar di SPBU,tiba tiba ada mobil yang rem-nya blong,eh mobil aku ditabrakin jadi gini"zean menjelaskan.
"Jadi ini yang ngobatin siapa?ngk mungkin kamu sendiri"Zoya menebak.
"Tuh si alle"balas zean dengan malas.
Zoya tersenyum"baik baiklah padanya,dia itu anak yang baik,tadi aja aku ngk sengaja jumpa sama dia dijalan,masa ia dia jalan kaki dari Indomaret gang karya sampai kesini?ia begitu rendah hati, kalaupun ia bersuami orang kaya seperti mu ia tak mau buang buang duit,ia sangat hemat, harusnya kan dia bisa saja menghamburkan uangmu semaunya"Zoya memuji alle.
Dahi zean mengerut Mendengar itu"aku ngk pernah ngasih dia uang,dan dia juga ngk pernah minta"zean merasa heran.
"Jadi!! Kamu ngk pernah beri dia nafkah,zean!! Dia masih SMA,dia butuh banyak uang untuk keperluan sekolah dan dirinya,tak heran dia kurusan begitu"Zoya merasa kesal dengan sikap tidak bertanggung jawab zean.
"Yah kan dia ngk minta"zean membela diri.
Zoya mendengus pelan"kamu ngk sadar bagaimana sikapmu terhadapnya? bagaimana bisa ia meminta uang padamu,mengingat semua ucapanmu yang sangat sarkastik padanya,ia masih kecil zean!!jangan limpahkan semua kekesalan mu padanya,tidak bisa apa kamu anggap dia seperti adikmu?"tanya Zoya tak habis pikir dengan keras kepalanya zean.
Zean berpikir,memang benar apa yang dikatakan Zoya kekasihnya,zean terlalu jahat pada alle, bagaimana alle akan berani meminta uang kepada zean.
"Akhh,sudahlah,aku malas membahas dia"zean mengelak,ia bersikeras untuk tetap membenci alle.
Setelah Zoya pulang zean masuk kekamar dan melihat alle sudah terlelap.
Wajah alle terlihat begitu lelah,zean masih berpikir bagaimana alle selama beberapa bulan ini tanpa meminta sepeserpun uang darinya,bahkan untuk uang sekolah pun tidak sama sekali,pantas saja alle terlihat semakin kurus dan tidak terawat,berbeda dari alle saat mereka pertama bertemu dulu.
Zean juga kian menyadari alle yang sudah mulai berubah,alle semakin penurut, pendiam dan mudah mengalah.
Padahal alle dulu adalah gadis yang sangat pembangkang,zean bilang A alle malah ngelakuin yang B,namun kini alle menjadi penurut.
Zean tak tau apa penyebabnya!!
Zean pun merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya berbeda dengan alle yang tidur di sofa.
[Berlanjut]
πΎπΎπΎπΎ
Ditunggu lanjutannya yah gaes:v
Woahhhhhπ±π±π±
Om om ini Napa dah maen nyosorin anak orang?
Aku sedikit malu mengetik part uwu uwu diatas,takut takut ada orang yang aku kenal baca nih cerita,kan aneh wkwkkw.
-01$opiakim.
__ADS_1