
Don't forget to vote and comment yah guysss
Jangan lupa bahagia:π₯
ββββββββββββ
Alle memasuki baby shop,alle memutuskan tak langsung kembali kerumah ia singgah sebentar ke baby shop untuk membeli perlengkapan bayi
Tak tau kenapa alle tergerak sendiri membelinya.
"Wahh imut banget,kalo kamu udah lahir pasti cocok banget make ini sayang"alle mengelus perut ratanya dengan lembut berharap calon bayinya merasa hangat.
Alle membeli beberapa pasang pakaian bayi dan beberapa jenis mainan anak anak, entah angin apa yang membuat alle begitu bersemangat membeli perlengkapan bayi itu, mungkin jiwa keibuannya mulai terbentuk.
Setelah alle selesai membayar tagihan untuk perbelanjaan nya ia langsung menuju rumah sakit tempat papahnya dirawat.
Alle disambut dengan senyuman, rasanya semua masalah dan beban pikiran alle menghilang setelah melihat papahnya.
Alle Duduk disamping papahnya namun alle melihat kejanggalan dalam manik wajah papahnya"kok muka papah pucat banget?mana papah kurusan sekarang"alle dengan wajah khawatir
Papahnya malah menanggapi dengan tersenyum"papah baik baik aja sayang,bahkan papah ngerasa sehatan banget sekarang"papah tersenyum lagi mencoba menenangkan alle.
Alle masih memasang tampang khawatir"papah beneran baik baik aja?"alle
Papahnya alle masih tersenyum memandangi putri tunggalnya itu"alle!!kalo nanti papah udah ngk ada,alle harus tetap lanjutin hidup yah,harus kuat dan jadi anak yang dewasa,ingat!! orang hidup harus tetap melanjutkan hidup mereka karena mereka masih memiliki harapan untuk bahagia"papahnya alle
Alle kaget kenapa tiba-tiba papahnya berkata demikian,jujur,alle tak menyukainya"papah ngomong apaan sih?ngawur aja"alle seakan mengabaikan ucapan papahnya
Papahnya alle memegang erat tangan putrinya itu"berjanjilah akan tetap bahagia meski tanpa papah"papahnya alle.
"Alle akan tetap Bareng papah sampai kapanpun,jadi berenti bahas ini ya pah"alle cemberut dengan wajah yang penuh resah
Papahnya alle tertawa"iya,,iya,,papah berenti bahas itu,nanti anak papah ngambek"papah
"Oh ya pah,tadi alle mampir ke baby shop,terus beli ini"alle membuka bingkisan yang ia beli tadi.
__ADS_1
Papah tersenyum mengamati betapa imut dan lucunya pakaian yang alle beli tadi"wahhh jadi ngk sabar liat cucu papah lahir, kalau dia perempuan pasti cantik mirip alle terus cowok pasti tampan mirip zean papahnya"papah alle tersenyum sambil membayangkan ucapannya.
Alle langsung menggeleng"ngk lah pah,laki laki juga pasti mirip alle"alle tak setuju kalau anaknya mirip zean.
Papahnya alle tersenyum melihat putri nya yang masih kekanak-kanakan itu"yaudah iya mirip alle deh,papah salah tadi"mengalah lebih baik saat menghadapi ibu hamil.
Baginya bagaimana pun alle sudah berubah banyak tetap saja alle adalah putri kecilnya yang manja.
Alle keluar dari rumah sakit,ia pamit kepada papahnya takut kalau mamah nyariin alle soalnya alle tadi ngk ngabarin mamah.
"Eh alle ngapain disini?siapa yang sakit?"Zoya yang tiba tiba sudah berdiri dihadapan alle hingga alle sedikit terkejut
Alle memang sangat canggung akhir akhir ini dengan Zoya, entah kenapa ia tak senyaman dulu lagi dengan Zoya"ah itu kak baru jenguk papah"alle
Zoya terlihat mengangguk mengerti"udah gimana?udah mendingan?"Zoya dengan perhatiannya seperti biasa.
Alle mengangguk sebagai jawaban"alle,zean belum pulang yah?kakak telfon ngk pernah ngangkat"Zoya
Alle jadi heran dengan zean,kenapa dia tidak pernah mengangkat panggilan Zoya padahal alle ia baru beberapa hari yang lalu berbincang dengan zean via telepon.
"Alle sayang,mamah cariin kesekolah ternyata alle disini?mamah kan udah pesan kalau pulang sekolah itu langsung pulang,mamah takut alle kenapa Napa,nanti kandungan alle ikut kena,zean juga udah marah marah tadi"mamah yang entah dari mana dan dari kapan telah berada disana.
Apa mamah mendengar semua percakapan alle dan Zoya?namun alle lebih takut melihat wajah Zoya sekarang.
Alle sadar kalau mamah barusan telah mengungkit kehamilan alle dihadapan Zoya,alle jadi panik sendiri
Dan benar saja wajah Zoya terlihat bingung dengan apa yang ia dengar"kandungan?"Zoya mempertanyakan kembali"alle kamu hamil?anak zean?"Zoya seakan tak percaya.
Alle gelagapan,ia tak tau harus bagaimana menjelaskan ini kepada Zoya"Bu,,bukan gitu kan,,, alle,,alle"alle merasakan kaku di bibirnya ia bingung harus menjelaskan dari mana.
"Zoya, Tante mau ngomong sama kamu,alle sayang kamu pulang duluan yah Bareng sopir mamah"mamah
"Tapi mah,alle juga mau jelasin sesuatu dengan kak Zoya"alle harus meluruskan ini semua.
"Alle sayang dengerin mamah yah"mamah dan akhirnya alle menurut
__ADS_1
Mamah dan Zoya duduk dicafe terdekat dengan rumah sakit itu.
Zoya mematung diam,ia sangat segan dengan mamah zean
Mamah terdiam menatap Zoya,ia ingat suasana ini,ia pernah mengajak Zoya menemuinya seperti ini untuk menyuruh Zoya menjauh dari zean putranya dan mungkin saat ini alasan nya tetap sama.
"Apa kalian masih sering berhubungan? bahkan setelah zean sudah memiliki istri?"mamah membuka percakapan
Zoya masih terdiam,ia takut untuk berkata jujur"Tante ngk tau lagi harus bagaimana memberitahu kamu untuk menjauhi zean,Tante tau kamu adalah gadis yang baik dan juga lugu,kamu tidak kasihan dengan alle yang tidak bersalah itu?"mamah
Zoya menunduk kembali namun ia pun mulai membuka suara"tapi Tante,kami saling mencintai"mata Zoya memerah
Mamah tersenyum"mendengar jawaban mu itu Tante sudah tau kalau kalian masih berhubungan dibelakang alle, betapa teganya kalian mempermainkan anak sebaik alle,alle masih muda tapi dia berusaha beradaptasi dengan sikap zean yang sangat keras itu, saya jadi yakin kalau zean pasti sering meninggalkan alle karena kamu"mamah
"Tapi Tante,alle sudah mengizinkan kami,alle bahkan mendukung hubungan kami"Zoya masih bersikeras mempertahankan zean.
Mamah sangat kaget mendengar penuturan Zoya, mendukung? berarti alle sudah tau itu?kenapa alle malah diam saja?
"Zoya,Tante mohon sebagai sesama perempuan,zoya juga seorang perempuan,Zoya itu sempurna pasti banyak laki laki yang menginginkan Zoya,Tante mohon biarkan alle dan zean bahagia, mungkin dengan perginya Zoya, mereka bisa perlahan saling mencintai, apalagi saat ini alle tengah mengandung buah hati zean, bagaimana bisa Zoya tega membiarkan sang anak lahir tanpa ayah yang menyayangi nya,Zoya juga pasti akan jadi ibu suatu saat nanti"mamah
Zoya tersentak mendengar penuturan mamah,ia tau ia salah telah mencintai laki laki yang sudah beristri, walaupun ialah yang lebih dulu mengenal zean.
Zoya masih mematung bingung bagaimana ia harus menanggapi percintaan nya yang semakin kalut itu
"Tante harap Zoya bisa berpikir dan menggunakan hati,permisi"mamah meninggalkan Zoya yang masih termenung itu.
[Berlanjut]
πΎπΎπΎπΎ
Du Du Du kacian yah zoyanya
Menurut kalian apa yang harus Zoya pilih,nurani atau cinta?
Jangan lupa vote dan komennya yah gaess π
__ADS_1
Laffyouall β₯οΈ