Pernikahan Pedih Ku!!!

Pernikahan Pedih Ku!!!
lagi?


__ADS_3

...Don't forget vote and comment ya guys...


...➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖...


Matahari menyeruak memasuki kamar melalui celah gold gorden mengenai mata lentik Alle hingga membuat Alle terbangun,Alle membuka hapenya untuk sekedar melirik pukul berapa sekarang


"what the,,,udah pukul 7 bambank,telat gua anjayy,,pah papah kok ngk ba,,,"Alle Tak melanjutkan ucapannya.


Alle terduduk lesu"oh iya papah kan lagi di RS sekarang"Alle bergumam.


Alle teringat kembali dengan diagnosis dokter tentang papahnya,bagi Alle semua ini adalah mimpi,dan Alle memang berharap semua ini tak nyata,ia tak ingin mendapat fakta bahwa ayahnya didiagnosis mengidap kanker otak.


Alle masih tak habis fikir sejauh mana lagi cobaan yang akan diberikan untuknya"huh,,,Alle kuat kok,Alle cus sekul dulu,nanti papah marah kalo Alle bolos."alle mulai berkemas untuk berangkat kesekolah meskipun dengan air mata yang menganak sungai dipelupuk matanya itu.


...➖➖➖...


Alle berjalan lesu menuju gerbang,Alle hilang semangat tapi mau tidak mau harus sekolah.


Alle mengangkat kepalanya menghadap gerbang karna Alle sudah akan sampai kesekolah,dia menangkap sosok Delvin yang sudah berdiri menunggu Alle sambil melambaikan tangannya kearah Alle.


"Kok telat?gimana kalo besok aku jemput aja?"Delvin membuka pembicaraan dan menyelaraskan langkahnya dengan langkah Alle yg memasuki gerbang.


Alle tersenyum kikuk menyembunyikan masalahnya,Alle tak ingin melibatkan Delvin dengan masalahnya karna Delvin sekarang kelas tiga Alle takut itu mengganggu pikiran Delvin nantinya.


"kok kakak belum masuk?"


Delvin menyibakkan rambut yg menutupi wajah Alle dengan gaya sok romantis gitu.


"yah nungguin Alle dulu baru masuk,biar kesannya romantis hahaha "Delvin tertawa mendengar ucapannya sendiri,Alle jadi malu dibuatnya.


"kakak bisa aja."Alle memukul lengan Delvin pelan.


Setidaknya biarkan aku bahagia disampingnya ya tuhan


"Alle,,Alle ngk mau gitu nyari nama panggilan buat kita?biar seru gitu?eh alay yah?kakak kenapa sih wkwkwk."Delvin tertawa lagi mendengar ucapannya.


Alle masih tersenyum melihat Delvin yang begitu ceria menurutnya.


"Atau alle jangan manggil kakak lagi, manggilnya aku kamu aja gimana?"tanya Delvin lagi.


Alle nampak berpikir"ngk tau juga sih kak,Alle nyaman gimana gitu manggil kakak gitu hehehe."


Jujur Alle masih malu untuk menyebutkan aku kamu ke Delvin.


"Hmmm yaudah deh,senyaman kamu aja le,yuk aku anterin ke kelas."Delvin meraih tangan Alle dan menautkan jari jari mereka.

__ADS_1


"Begini lebih nyaman."ucapnya lagi.


Alle salting banget dengan perlakuan Delvin yang menurutnya sangat tiba tiba, bahkan wajahnya mungkin sudah memerah sekarang.


"Yaudah kamu masuk sekarang, jangan ganjen ingat ada hati yg harus dijaga."ucap Delvin mengelus surai hitam Alle.


Alle tentu tersenyum mendengar penuturan Delvin,lucu jika Alle masih bisa ganjen ke yg lain mengingat betapa susah payahnya ia untuk mendapatkan delvin.


"Iya kak,kakak juga ingat ada hati yg mesti dijaga disini."ucap alle membalas, setelah itu mereka berdua tertawa.


"Yaudah aku pergi bye "Delvin pergi dan melayangkan kiss bye kearah Alle,Alle tersenyum dan menggeleng sebelum ia memasuki kelas.


Alle duduk di bangkunya disana udah ada Dylan dan Adel tentunya menatap kearah Alle.


Biasanya disituasi ini adalah situasi yg tepat bagi Adel Dylan menghujat Alle habis habisan tapi berbeda dengan hari ini mereka mingkem tanpa sebab, atau mungkin karena kejadian semalam .


"Tumbenan dah pada mingkem mulut mercon lu pade?"alle membuka suara dan duduk sembari melihat kedua sahabat nya itu.


"Ngkpp sih lagi males aja,ngapa baru Dateng dah lu cah?keasyikan pasyaran lu kan Ampe telat gini."Dylan lagi-lagi mode perawan datang bulan. sibuk ini itu.


Alle memutar bola malas"Pacaran pala lu Udin,gua telat gegara biasanya papah yang bangunin gua,udah peningkatan ini namanya gua bangun sendiri."Alle lalu sesaat kemudian membuang nafas kasar setelah teringat papahnya lagi.


"Lu sih lan ngungkit lagi kek bocah,jadi gimana le,lu ngk ada niatan kasih tau kak Delvin tentang om?"Adel dengan wajah khawatir nya.


Alle menarik nafas lagi untuk beberapa saat"kayaknya ngk deh Del,kak Delvin bentar lg ujian ,gua takut ngeganggu konsentrasi nya nanti."


"Aduh gimana yah le agak anehan dikit,ngk enak sama kak Delvin,kasian menurut gua dia tuh berhak tau deh."Adel.


Dylan noyor Adel"Udah deh Del,Alle punya alesan kan?b*go banget lama lama."Dylan yg ditimpuk habis habisan oleh Adel dengan kamus Jhon ecols ditangan Adel.


"Lu yg bego ******"Adel tidak terima dan masih lanjut memukuli Dylan.


"Udah udah deh,mulai lagi."alle mencoba melerai pertikaian ini tapi mereka masih lanjut,mana alle lagi pusing,ngk mood dan disuguhin acara gulat tanpa sponsor ini?.


...🔔I don't wanna be some body...


...Just wanna be me be me...


...I wanna be me me me🔔...


Hp Alle berdering,Alle langsung mengangkat panggilan itu dengan hati yang was was pasalnya itu adalah nomor rumah sakit Ayahnya dirawat.


"Apa dok?papah kambuh lagi?iya dok saya segera kesana. "ucap Alle hingga adegan timpuk menimpuk itu seketika usai dengan sendirinya malah berganti dengan sorot panik dari dua insan tersebut seakan meminta penjelasan dari wajah panik berseliran air mata itu.


"Kenapa le?om kambuh?"Adel dan Dylan barengan.

__ADS_1


"Lan anterin gua pliss,papah hiks,,,papah kambuh."Alle sudah tak bisa lagi menahan air matanya.


Dylan langsung menarik alle keluar kelas namun sebelum itu Dylan sempat berpesan ke Adel.


"Del nitip absen Yoh,nanti gua jemput lu,gua anterin Alle dulu sekalian nge-check keadaan om,entar gua kabari."lalu melenggang pergi bersama Alle yg terlihat putus harapan itu.


Sesampainya di rumah sakit Alle langsung berlari menuju ruangan papahnya dan memang saat ini dokter baru saja menangani papahnya.


"Gimana dok?papah udah gimana?papah baik baik aja kan dok?"Alle dengan nafas yang tersengal-sengal karna habis berlari bahkan Dylan ditinggal dibelakang.


"Pak Heru sudah tenang,tadi sempat kejang kejang,namun dari laporan suster pak Heru sempat kambuh gara gara menerima telpon tadi,mungkin saja ada hal yang penting,coba nona klarifikasi."ucap dokter itu.


"Makasih dok."Alle kemudian mengambil hape papah dan mencoba menghubungi nomor yg terakhir memanggil kenomor papahnya.


Terdengar sahutan dari seberang sana tanda panggilan itu masuk dan seseorang pasti sudah menganggakatnya.


"Halo,iya tuan,"ucap seseorang.


"Maaf pak ini saya Alle anaknya pak Heru,boleh saya tau perihal apa yg barusan kalian bicarakan."ucap Alle dengan penuh harap.


Terdengar helaan nafas dari seberang telpon"Begini non,tadi saya menelpon tuan ingin memberitahukan bahwa proyek besar besaran yg baru baru ini kami rancang ternyata gagal dan membuang biaya yg sangat besar,dan belum lagi para investor meminta pengembalian dana,dan yg bertanggung jawab disini adalah pak Heru non,dan satu lagi non yg paling parah dana perusahaan dibawa kabur oleh sekretaris pak Heru si Armen non,tidak ada yg tersisa sekarang,tapi anehnya pas saya beritahu pak Heru,malah hpnya tiba tiba mati non."ucap seseorang itu panjang lebar.


Bahkan Alle yg keadaannya sekarang sehat wal Afiat sangat shock mendengar nya,apa kabar dengan papahnya yg saat ini tengah sakit.


"Makasih pak,"ucap Alle mematikan sambungan dengan tangan sedikit gemetar.


Alle kemudian terduduk lemas dilantai,air mata berhasil meluncur dengan sendirinya dari pelupuk mata Alle.


Hatinya hancur melihat betapa banyaknya masalah yg menimpa papahnya, apalagi mengingat kerja keras,usaha,dan perjuangan papahnya mendirikan perusahaan dan segala proyeknya itu,membuat Alle semakin rapuh.


Alle menangis dilantai sambil menatap nanar papahnya yg terbaring tak berdaya itu.


"Hiks,,pah sebenernya apa sih salah kita? kenapa begitu banyak masalah yg menimpa kita?"Alle memegang tangan papahnya dengan hangat berharap papahnya merasakan kehangatan dari dirinya.


"Alle, gimana keadaan om,sorry gua telat tadi didepan temennya mamah minta dibantuin telponin mamah."Dylan datang dan mendapati Alle tengah menangis.


Dylan membuang nafas panjang karena melihat Alle lagi-lagi menangis disamping ayahnya itu.


"Alle,jangan cengeng gini dong pliss,apa lagi sekarang lu lagi dihadapan om walaupun om lg ngk sadar tapi ingat le ikatan batin kalian itu kuat,pasti om ngerasain ataupun tau kalo Alle lg nangis sekarang."Dylan mengelus surai hitam alle dengan lembut sembari memeluk sahabatnya itu.


"hiks,,,alle ngk sanggup liat papah gini lan."Alle masih Keukeh menangis tanpa memberitahu Dylan tentang perusahaan papahnya entah dengan alasan apa Alle memilih memendamnya saat ini.


Terkadang ada saat dimana kita memilih memendam segala sesuatu itu, karena terus terusan menyusahkan orang lain dan menjadi benalu bagi orang lain adalah prinsip hidup yg salah.


...Tbc_...

__ADS_1


Heran banget yah sama idup lu alle, masalah Mulu yg ada,keknya kalian jodoh dehhh :v


baye baye🍁


__ADS_2