Pernikahan Pedih Ku!!!

Pernikahan Pedih Ku!!!
dijodohin?


__ADS_3

...Don't forget to vote and comment ya guys...


...  ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖...


Bel pulang berdering tanda kemerdekaan bagi seluruh siswa telah tiba (✷‿✷)(ʘᴗʘ✿)(. ❛ ᴗ ❛.)


"Oii lele bangun."ucap Dylan Noel Noel pipi Alle yang tertidur.


Alle memang tidur pas pelajaran pak Didik,bisa bisanya dia tidur disaat jam pelajaran pak Didik yang cerewetnya minta dicocolin saos sekebon.


Namun tak ada pergerakan sama sekali dari Alle"Oii Alle bangun bege,kita tinggal nih?"Adel ikut ikutan nimbrung buat bangunin Alle,tapi tetap aja Alle ngk mau bangun,atau tepatnya memilih bodo amat dengan teriakan membahana kedua curutnya itu.


Tiba tiba Delvin memasuki kelas dan mengisyaratkan untuk Adel juga Dylan agar diam.


Delvin menghampiri meja Alle dan menatap Alle yang tertidur pulas ,Delvin membuka hapenya lalu mengarahkan kamera kewajah Alle lalu mengambil beberapa gambar tanpa sepengetahuan Alle.


Dylan dan Adel ketawa laknat melihat sahabat mereka diusilin begitu. memang tak guna temen kek gitu.


"Khem khem, boleh ikut tiduran ngk?"ucap Delvin duduk dihadapan Alle.


Alle yang mendengar suara yang tak asing menurutnya pun langsung bangkit dan menyeka wajahnya takut ada iler melemer diwajahnya"Eh kak Delvin,udah lama datang?"tanya Alle langsung panik.


Anjoyyyy,,kak Delvin udah lama ngk sih disini?malu maluin banget dasar.


Delvin tersenyum"Ngk lama kok,barusan juga,masih ngantuk yah?"tanya Delvin seakan meledek Alle,Alle terlihat misuh misuh  karna malu ,lalu menatap Adel dan Dylan dengan tatapan horor ᕙ(⇀‸↼‶)ᕗ.


"Napa ngk bangunin gua aihh?"ucap Alle pelan dengan wajah kesal.


"widihh ngk tau thanks banget lu lele,kita berdua udah tereak tereak bangunin lu,tapi lu ngk bangon bangon giliran kak Delvin ngomong lembut gitu malah didenger,hairan gua."Dylan dengan gaya Tante girang nyaᕦ(ò_óˇ)ᕤ.


"Masa sih?"allle


"Oh iya kak,jadi kan ke perpusnya?yuk kak berangkat."Alle bangkit dan mencoba menjauh jauhkan topik untuk menyelamatkan diri tentunya.


Delvin pun ikut berdiri dan tersenyum melihat alle yang berusaha menutupi rasa malunya"Yaudah yuk."


"Kita duluan yah."Alle sambil melambaikan tangan ke arah Adel dan Dylan,dan dibalas anggukan keduanya.


"Liat liat tuh bocah, udah malu keknya wkwkwk "Dylan tertawa puas melihat alle dipermalukan didepan pacarnya.


"Iya lan,keliatan banget dari wajah merahnya ngakak gua. "Adel ikutan ngakak.


...💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫...


Alle berkali kali tertidur dan bangun sambil mengerjap erjapkan matanya menahan ngantuk.


Mata oh mata kenapa engkau ngantuk?macam mana aku tak ngantuk,kak Delvin ngacangin mulu kak Delvin ngacangin mulu"Alle nyanyi dalem ati sambil ngusap ngusap matanya.


Namun tetep aja matanya sulit tuk diajak kompromi.


"Alle tidur aja,nanti kakak bangunin kalo udah kelar."ucap Delvin mengelus surai hitam Alle dan tersenyum melihat betapa susah payahnya Alle menahan matanya.


Mendengar itu Alle langsung bangkit"Eh eh siapa yg ngantuk kak hehehe,alle ngk ngantuk kok."ucap alle berbohong padahal matanya sudah memerah menahan kantuk.


"Yasudahh kakak lanjut baca dulu yah."ucap Delvin tersenyum"silahkan kak."ucap Alle.


Udah pacaran aja,masih beruntungan buku dibanding gua huuu,pengen juga kali diperhatiin


Alle berniat mengambil buku untuk sekedar mengusir kebosanan namun saat beranjak dari kursi tempatnya duduk rok Alle nyangkut hingga Alle terjatuh dan jidatnya kebentur sudut meja.


"Aihh."ucap Alle memegang jidatnya.


Delvin yang tengah fokus membaca langsung beranjak mendekati Alle dan membantu Alle menarik roknya yang tersangkut tadi.


Dan dengan satu tarikan rok Alle pun berhasil terbebas dari perangkap itu namun rok Alle malah lecet hingga memperlihatkan paha mulus Alle.


Delvin langsung membuka jaketnya dan memakaikan jaketnya kepada Alle "hati hati alle,"ucap delvin dengan lembut.


Anjirrr ini gua kesannya kek caper banget ihh,malu maluin dasar.

__ADS_1


Alle pun menunduk malu menutup wajahnya, rasanya ia sudah cukup dipermalukan hari ini dihadapan Delvin.


Aduhh apes banget gua nih hari,tadi ketauan tidur dikelas ,terus ketiduran samping kak Delvin dan sekarang gua jatoh rok gua sobek,hadeuhhh oh bumi Telen gua right now


"Alle kenapa?"tanya Delvin terheran melihat Alle yang menunduk menutup wajahnya.


Alle menggeleng namun tidak dengan mengangkat wajahnya,Delvin pun berinisiatif mengangkat wajah Alle untuk men-cheknya.


Terlihatlah wajah Alle yang memerah malu"Kenapa hmm?"Tanya delvin kesekian kalinya.


"Ngkpp kak malu aja."Alle menunduk malu.


"malu kenapa?"Delvin tersenyum melihat betapa pemalunya Alle dan melihat jidat alle yang memar akibat terbentur sudut meja tadi.


Delvin mendekati wajah Alle hingga Alle kaget dan dengan sigap mundur kebelakang dan kepalanya terbentur lagi dengan sudut meja.


"Akhh,"ucap Alle meringis kesakitan,Delvin langsung menarik Alle agar mendekat hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti.


Ini kak Delvin kenapa sih?dekat banget wajahnya bikin salting


Delvin pun mendekati wajah Alle ,semakin dekat----------semakin dejat---------Alle perlahan menutup matanya ragu dengan nafas yang tertahan dan jantung yg beritme bagai maraton.


"Hufffh."Delvin meniup pelan jidat Alle yang masih menutup mata canggung.


Delvin tersenyum melihat tingkah Alle seperti tau apa yang ada dipikiran Alle"huffh"Delvin lagi lagi meniup jidat Alle yang memerah akibat terbentur sudut meja tadi.


Yahhhh penonton kecewa🤭🤭


Alle yang merasakan hawa dingin dijidatnya pun perlahan membuka matanya.


"Loh kok",ucapnya tergantung dan menutup mulutnya.


"Mikir apa hmmm?"tanya Delvin seakan menggoda Alle yang salah faham,Alle menunduk malu untuk kesekian kalinya.


Aduhh bodoh banget gua mikir yang Laen Laen,yakali kak Delvin mau nyium gua aihhh,malu maluin Mulu dah lu alle


Gduk,,


Delvin yang ditarik secara tiba-tiba pun malah ikut terjatuh dan menimpa Alle .


"au,"ucap Alle meringis karna Delvin jatuh tepat diatasnya kalau saja Delvin tak menahan tubuhnya dengan kedua tangannya mungkin bibir mereka sudah saling bertautan.


Terjadi perang tatap menatap diantara mereka berdua.


Ini gua kok gini banget sih ni hari?kesannya gua tuh kek agresif gimana gitu,aihh mati gua mati.


Delvin masih menatap wajah Alle dengan dekat tanpa beranjak sedikitpun,matanya menyusuri wajah mulus Alle dan tatapannya terhenti tepat dibibir Alle.


Tahan diri lu Delvin.


Alle bingung bagaimana cara menyudahi suasana canggung ini,tidak ada tanda tanda Delvin akan bangkit.


Aihh mati gua lama lama, jantung gua pliss lu diem,kak Delvin pasti denger ihh,gua malu sumpah.


"Khem."Delvin bangkit dengan canggung dan membantu Alle bangkit dengan hati hati agar tidak terulang lagi seperti kejadian tadi.


"Kita pulang sekarang yah."tanya Delvin dan dibalas anggukan dari Alle.


Mereka pun melengkang keluar dari perpustakaan dengan keadaan hati yang canggung dan tak karuan.


...💫💫💫💫💫💫💫💫💫...


"Yakin turun disini?ngk kerumah aja kakak anter?"Delvin berkali kali menanyakan kepada Alle apakah Alle diturunkan disupermarket dekat rumah sakit papahnya dirawat.


Alle mengangguk yakin"Iya kak,ini bentar lagi Dylan Dateng jemput Alle buat ngerjain tugas Bareng."Alle berbohong.


Padahal Alle hanya tidak ingin Delvin tau perihal papahnya yang sedang sakit dan dirawat di RS.


"Yaudah kakak tunggu aja sampe Dylan jemput Alle."Delvin masih tidak ingin beranjak barang sedikitpun dari tempat ia berdiri sekarang.

__ADS_1


Aduhh gimana nih?Dylan kan ngk bakal Dateng,papah juga udah pasti nunggu lama


"Kakak pulang aja ngkpp kok,alle juga mau belanja dulu sebelum Dylan Dateng."Alle mencoba berbagai alasan agar Delvin segera pergi dan dia bisa kembali ke rumah sakit.


Jangan bilang kak Delvin mau nemenin gua belanja?mampuss kalo ia.


Delvin nampak berpikir,Alle panas dingin menanti jawaban Delvin apakah alasan dia kali ini akan berhasil atau malah sebaliknya.


"Yasudahh kakak pergi ,alle hati hati ,kakak juga lupa tadi mamah mesen biar cepet pulang, hubungi kakak kalo ada apa apa."ucap Delvin mengacak rambut Alle gemas dan dibalas anggukan oleh Alle.


Delvin sudah berada diatas motornya namun dia belum pergi juga.


"Ngkpp kak,duluan aja,salam sama Tante hehehe."alle dengan senyum canggung.


"Yasudah kakak pergi yah."Delvin pun menancap gas motornya dan melaju pergi.


Alle bernafas lega dan masuk ke supermarket untuk membeli beberapa roti untuk papahnya lalu berjalan menuju RS tempat papahnya dirawat.


Alle membuka pintu kamar inap papahnya dengan pelan takut takut papahnya tengah tidur dan terganggu dengan kedatangannya,namun Alle dikagetkan dengan dua orang yang duduk disofa samping tempat tidur papahnya.


"Eh papah kedatangan tamu yah?"tanya Alle tiba tiba hingga seluruh mata tertuju padanya.


Alle berjalan menuju papahnya dan melihat kearah dua orang disana ,Alle dapat melihat dengan jelas kedua orang itu, yang pertama berusia seusia papahnya dan satu lagi masih sangat muda bisa dibilang umur 27-28 an lah.


Papahnya alle tersenyum kikuk"eh Alle udah pulang, gimana sekolahnya hari ini,Alle ngk kena masalah kan?"tanya papahnya.


"Ngk lah pah,masalah apa coba ,papah aneh deh,oh iya om temennya papah ya? Dateng mau jenguk papah juga?wahh baik banget deh,makasih ya om."ucap Alle bertubi tubi,hingga bapak itu tertawa ringan mendengar ucapan Alle.


"Dia juga temen papah?wahh masih muda yah,tapi tetep tampanan papah kok,hehehe canda om."ucap Alle kearah orang yg berusia Dua puluhan itu,dan dibalas tatapan jengah oleh pria itu,hingga Alle langsung mingkem takut takut pria itu tersinggung.


"Alle sayang,papah mau ngomong sesuatu ,papah harap Alle bisa dengan bijak meresponnya."ucap papahnya Alle tiba tiba.


Alle menatap papahnya dengan seksama"Yaudah pah ngomong aja,Alle bakal jawab kok."ucap Alle mantap.


Terlihat papahnya menarik nafas dalam-dalam "kan gini,Alle udah tau kan perusahaan papah bangkrut dan tidak tersisa apapun lagi,dan proyek papah juga gagal."alle mengangguk.


"Terus ini om Hartanto ,dia salah satu investor diproyek itu,om Hartanto tidak ingin pengembalian dana a,,"belum selesai papahnya berujar Alle langsung kegirangan.


"Beneran om?wahhhh om baik banget,Alle berterima kasih banyak om."ucap Alle dengan senyum sumringah.


Namun tiba tiba papahnya Alle bersuara lagi"Asalkan Alle mau menikah dengan anaknya om Hartanto."ucap papahnya Alle tanpa terduga.


Blankkkk


Kata kata papahnya bagai petir menyambar bagi Alle.


"Hahaha papah becanda kan?"tanya Alle tak percaya,namun Alle melihat gelengan dari papahnya.


"Papah kan tau alle masih sekolah pah,alle masih kecil juga,aneh banget tiba tiba nikah."ucap Alle menahan air mata yg mulai meleleh itu.


"Papah tau sayang,tapi papah ngk bisa berbuat apa apa,maafin papah sayang ini semua diluar prediksi papah."ucap papahnya Alle memegang tangan Alle dengan hangat.


Alle nampak menunduk ,bulir air matanya jatuh,baginya ini semua bagai mimpi,bagaimana bisa ia akan dinikahkan dengan umur yang masih muda dan bahkan pikirannya masih seperti anak anak.


"Alle dengerin papah sayang,ini semua demi kebaikan kamu,umur papah udah ngk bisa dikatakan lama lagi, dengan alle menikah papah bisa dengan tenang ninggalin Alle."ucap papahnya alle dengan air mata tertahan.


"hikss papah ngk boleh ngomong gitu hiks,papah ngk boleh ninggalin Alle sendiri Alle takut pah hikss."Alle memeluk papahnya dengan erat seakan tak mau pisah.


Mendengar kata mengerikan itu memebuat Alle takut bukan main,memang benar yang papahnya ucapkan,umur papahnya sudaha tidak bisa dikatakan lama,tapi Alle tidak mau mendengar itu bahkan untuk mengakuinya pun Alle tak kuasa.


...[Berlanjut]...


...🌾🌾🌾🌾...


Dijodohin?oh wow sama siapa yah?


Seperti biasa what do you think about this part?please tell me say


-01$opiakim

__ADS_1


__ADS_2