
Don't forget to vote and comment yah guysss
Jangan lupa bahagia:π₯
ββββββββββββ
Alle mendengus kesal melihat zean yang masih belum bangun itu.
Padahal hari ini adalah hari zean masuk kantor
Alle menaiki tempat tidur dan menyentuh pundak zean dengan pelan"mas,,bangun dong"ucap alle malu malu.
Semalam alle searching di google beberapa panggilan sayang buat suami,banyak sekali pilihannya sampai alle bingung sendiri harus Makai yang mana.
Ada yang sayang,babe,Abi,darling,honey,mas,akang,alle geli sendiri membaca kata itu jadi alle memilih'mas'karena masih sedikit lebih normal dari kata lainnya.
Itupun sudah membuat lidah alle sedikit kelu saat mengutarakannya karena tidak terbiasa.
Zean yang mendengar itupun langsung bangkit,tidak seperti biasanya, biasanya kalau alle membangunkan zean dengan panggilan nama zean pasti susah bangunnya.
"Sayang,kamu bilang apa tadi?coba ulangi"zean duduk menghadap alle.
Alle jadi malu mendapatkan reaksi berlebihan dari zean"ngk ada,emang aku ngomong apa?"alle berpura pura tak tau,ia terlanjur malu,menyesal sudah ia mempercayai si google sialan itu.
"Tadi aku dengar sendiri kamu ngomong sesuatu,coba deh ulangi,pengen denger lagi,kalo kamu ngk mau aku juga bolos kerja aja deh"zean mencoba tidur lagi.
Alle menahan lengan zean yang hampir jatuh ketempat tidur itu dengan susah payah"iya iya,,mas,mandi yah,masa mau bolos kerja sih,mas ngk mau kan kalo anak kita lahir gedenya jadi pemalas?"alle dengan wajah Semerah tomat.
Senyum zean sangat lebar mendengar alle memanggilnya dengan panggilan manis itu,ia ingat selama ini alle hanya memanggil namanya saja,ia sangat bersyukur alle berinisiatif sendiri tanpa harus zean minta.
Zean hendak memeluk hari alle tapi alle menghindar"ngk mau,masnya bau,mandi dulu deh baru nanti aku peluk masnya"alle berlalu keluar.
Zean pun beranjak menuju kamar mandi dengan penuh semangat, karena ia ingin cepat mandi dan segera memeluk alle lebih lama.
Alle sudah menyiapkan baju kerja zean beserta dasi dan sepatu zean"sayang aku bisa ambil sendiri kok,nanti kamu capek,liat deh wajah kamu pucat gitu"zean mengambil baju yang alle siapkan dan mulai memakainya satu persatu.
Biasanya alle akan protes jika zean memakai baju dihadapannya,namun sekarang alle sudah mulai terbiasa dengan itu, namanya juga pasutri tidak seharusnya malu dengan hal hal pribadi seperti itu.
"Ngkpp kok mas,lagian kan alle ngk ada kerjaan,ngk salah kan kalo aku pengen ngelayanin suami sendiri"alle tersenyum duduk dihadapan zean.
Zean hanya memaklumi ia takut alle tersinggung jika ia melarang lagi,tak apa selagi itu bukan pekerjaan berat"ngk salah sih,malah bagus apa lagi ngelayaninnya diatas kasur,lebih baik lagi khemm"zean menggoda alle
Pipi alle semakin merah saja"ihh mesum,mas jangan gitu,anak kita dengar loh"alle memukul zean pelan.
Zean tertawa ringan menanggapi lucunya istrinya masih malu malu saat zean membahas hal sevulgar itu.
"Yaudah alle mau nyoba makein mas dasi yah"alle memasukkan dasi keleher zean.
Alle tentu menaiki tempat tidur agar bisa meraih leher zean,ingat perbedaan tinggi mereka itu layaknya bapak sama anak,jadi alle harus memiliki tumpuan agar bisa sejajar dengan zean.
Alle berkali kali salah saat memakaikan dasi dileher zean,zean masih sabar menunggu alle selesai mamakaikan dasi keleher ya walaupun sebenarnya waktunya sudah sangat mepet.
Alle masih berusaha namun alle tidak bisa hingga alle menyerah dengan ikatan yang menurutnya lumayan daripada yang tadi, padahal sama saja,terlihat sekali alle tidak pandai memakaikan dasi kepada zean dilihat dari hasil ikatannya yang seperti ikatan tali gantung diri itu wkwkwk.
Alle menunduk lesu"maaf mas,aku ngk bisa hiks,,,masnya Iket sendiri aja,aku ngk bisa apa apa hiu,aku emang ngk berguna"alle menangis karena tak bisa mengikat dasi zean.
Zean jadi sedikit canggung dengan alle,ia tak menuntut alle bisa melakukan semua layaknya istri lainnya"ngkpp sayang,ini bagus kok,biar beda dari yang lain,ini adalah ikatan dasi terbaik yang pernah ada,aku suka kok"zean menghibur alle.
Alle menatap zean"bohong!!mas pasti bilang gitu buat ngehibur aku"alle
Zean menghapus air mata alle"ngk kok sayang,aku bakal make ikatan dasi ini ke kantor,aku suka loh,yaudah aku berangkat yang sayang,hati hati dirumah,kamu jaga mamah yah sayang"zean mengelus perut alle.
Alle pun mengangguk.
__ADS_1
Seperginya zean alle langsung mengambil dasi dilemari zean dan kembali ke sofa ruang depan mencoba memakai dasi.
Alle harus bisa makein dasi dengan benar untuk zean, meskipun zean bilang ngkpp dan suka dengan karya alle tadi,alle tidaklah bodoh,ia tau zean hanya menjaga perasaannya,ia malu sendiri membayangkan bagaimana pandangan orang terhadap CEO yang dasinya berantakan seperti itu.
Alle masih tak mau menyerah,ia berkali kali geram karena tak kunjung berhasil"ihhh,kok susah banget sih"alle merasa kesal.
Karena lelah alle bahkan tertidur dengan dasi masih menggantung acak dilehernya.
Sementara zean,betul sekali tebakan alle,saat ini orang memandang heran kearah zean,rajanya kerapian datang ke kantor dengan dasi berantakan layaknya ikatan gantung diri.
Zean tau itu,tapi ia tak malu sedikitpun ia malah bangga datang ke kantor dengan dasi yang diikatkan oleh istri kecilnya itu.
Zean masuk ke ruangannya dan mendapati papah sudah duduk menunggunya disana"maaf pah zean telat,tadi alle belum siap makein aku dasi"zean duduk didepan papahnya.
Papahnya langsung tertawa melihat penampilan zean yang amburadul itu"papah jangan tertawa begitu,alle masih pemula,aku udah syukur dia mau inisiatif ikatin dasi aku tanpa aku minta"zean sedikit kesal dengan ulah papahnya yang tak menghargai jerih payahnya alle.
Zean sangat ingat wajah alle yang sangat serius itu saat memakaikan dasi untuknya pagi tadi, memikirkannya membuat zean rindu saja ingin memeluk erat tubuh alle.
Papah pun berhenti tertawa dan meminta maaf"papah cuma mau bilang nanti satu jam lebih lagi kita ada meeting di kantor pusat,dan mungkin pulangnya agak lama,udah ngabarin alle?oh iya gimana kabar alle dan cucu papah?"papah dengan senyum cerah.
Zean pun mengangguk"Alhamdulillah alle sehat pah,tapi aku rasa akhir akhir ini wajah alle semakin pucat aja,aku jadi sedikit khawatir"zean
Memang akhir akhir ini stamina alle berkurang ia hanya tampak ceria di depan zean saja,ia tak mau membuat zean khawatir dan bertindak posesif Seperti bulan lalu.
"Yaudah pah,aku pulang dulu bentar, perasaan zean ngk enak pah,sekalian ngasih tau kalo nanti aku pulang lambat"zean bangkit
Papah pun mengangguk"kabari papah kalau ada sesuatu"papah dan zean lun mengangguk sebelum menghilang dibalik pintu.
Papah tersenyum melihat anaknya sudah berubah banyak,ia bersyukur ternyata hubungan alle dan zean semakin membaik saja.
Zean memasuki apartemen dengan hati hati berniat mengejutkan alle,zean jadi penasaran sedang apa istri kecilnya itu?
Saat zean Hendak berjalan kekamar langkah zean terhenti melihat alle tertidur pulas disofa dengan dasi yang menggantung dileher alle.
Zean tersenyum sambil membuka pelan dasi itu dan meletakkannya diatas meja.
Zean pun mengangkat tubuh alle yang sedikit bertambah berat itu menuju tempat tidur.
"Mas?,,,kok cepat banget pulangnya?alle mimpi yah?"alle mengucek matanya dalam gendongan zean.
Alle memang tipikal orang yang mudah terbangun
Zean pun mencium pipi alle"jadi beneran mas udah pulang kerja?kirain tadi aku mimpi heheh"alle duduk diatas tempat tidur dan begitu juga dengan zean.
"Iya sayang,aku pulang bentar kangen sama kamu,nanti aku mau meeting dan pulang agak lama,jadi aku kesini mau ngasih tau alle"zean memeluk alle.
"Kan bisa ngasih tau dari telpon"alle tersenyum
"Kan aku udah bilang kalo aku kangen sama alle"zean mencium pipi dan pucuk kepala alle berkali kali
Alle jadi kegelian"ihhh geli mas"alle menghindar
"Yaudah cium bibir deh biar ngk geli,biar enak hehehe apalagi kalo alle yang nyium dulu"zean mendekatkan wajahnya ke wajah alle.
Alle jadi memerah,zean sangat suka menggodanya"oh iya mas,aku udah pande makein dasi loh, sini biar aku gantiin ikatannya,mas ternyata beneran make ini ke kantor?"alle heran melihat ikatannya yang tadi pagi masih sama sampai sekarang.
Ia jadi terharu betapa zean sangat menjaga perasaannya.
Zean mengangguk"iya,aku kan udah bilang kalo aku suka sama karya kamu ini"zean tersenyum.
"Bohongnya keliatan gitu,aku tau kalo mas cuma jaga perasaan aku aja,sini aku ganti iketannya"alle pun menarik leher zean agar mendekat kearahnya
Alle pun mulai memakaikan dasi keleher zean,alle masih terlihat kaku,ia bahkan hampir lupa bagaimana caranya namun akhirnya alle berhasil.
__ADS_1
Alle tersenyum kegirangan"yeyyy,aku bisa,lihat deh mas,wahh aku bisa"alle kegirangan melompat lompat diatas kasur hingga ia hampir oleng.
Untung saja zean cepat menahan alle"sayang,hati hati!"zean khawatir setengah mati.
Alle pun mengangguk"yaudah aku pergi yah sayang,hati hati dirumah,aku khawatir Mulu dikantor,aku takut kamu kenapa Napa"zean mengelus rambut alle.
Entah kenapa zean sedikit ragu meninggalkan alle sendiri diapartemen ini,ia tanpa alasan merasa tak enak dan merasa aneh
"Gimana kalo aku ngk usah ikutan meeting?"zean bahkan berniat bolos meeting karena menghawatirkan alle.
Alle tersenyum ia tau kalau zean saat ini sangat menghawatirkan alle"mas,alle baik baik aja kok,alle bakal jaga dedek bayi,mas ngk usah khawatir gitu"alle mengelus pundak zean.
Zean mengangguk meski ia masih tidak terlalu yakin"gimana kalau aku minta mamah nemenin kamu aja?"zean
Alle menggeleng"mas lupa,ini kan hari dimana mamah sibuk sibuknya ngurusin arisan,alle ngk mau ngerepotin mamah ah"alle menolak.
Zean jadi bingung harus meminta siapa untuk menemani alle diapartemen ini"oh iya,inikan hari libur,telpon dua sahabat gila kamu aja deh,kalo ada mereka aku jadi sedikit lebih tenang, intinya jangan ikutkan si Delvin Delvin itu,aku ngk mau dia kesempatan modusin kamu"zean
Alle tak habis pikir zean masih sempat sempatnya cemburu buta saat ini.
Alle pun mengangguk saja ia juga kangen sama dua curut itu,ia takut meminta izin bertemu mereka padahal Zean pasti mengizinkan itu.
"Masnya cemburuan banget,Dylan juga kan cowok,kok dia dibolehin kak Delvin enggak?"alle sedikit ingin menggoda zean
"Dylan beda lagi, kalo Dylan ngk bakal buat aku takut kamu berpaling orang dia pas Pasan gitu belum lagi gemoy banget,bukan tipe kamu lah pokoknya"zean
Alle tertawa mendengar deskripsi zean terhadap Dylan,kalau Dylan dengar itu zean habis dah dihujat habis habisan abis itu diceramahi tujuh puluh tujuh ayat sama Dylan.
"Terus Adel?,mas ngnk marah lagi kan sama Adel?Adel cuma canda doang mau ngenalin aku sama cowok lain"alle menjelaskan ia tak ingin ada perselisihan antara sahabat dan suaminya
Zean mengangguk,ia tau kalau Adel hanya merasa kesal saja atas sikap bejat zean selama ini
"Yaudah aku pergi yah sayang,kamu jaga mamah yah sayang"zean mencium perut alle.
Seperginya zean,alle menunggu Adel dan Dylan yang kegirangan saat alle meminta mereka berkunjung ke apartemen zean.
Alle pun ingin mengambil bajunya yang tertinggal tadi dikamar mandi untuk ia letakkan ditempat kotor.
Untuk beberapa bulan ini zean bilang kalau mereka laundry aja,alle ngk boleh ngerjain semuanya baik itu nyuci,nyapu apalagi masak,zean melarang keras semua itu.
Bugh''''
"Akhhh"alle tersandung pintu kamar mandi hingga terpental kedalam kamar mandi.
Alle meringis sakit dikepalanya yang terbentur sudut dinding"aduhhh,kamu ngkpp kan sayang?"alle memegang perutnya yang sedikit sakit itu.
Mata alle kaget saat melihat darah mengalir dari kakinya"da,,,darah?"alle pingsan.
[Berlanjut]
πΎπΎπΎπΎ
Aaaaa
Alle kenapa gaes?
Semoga alle Baek Baek aja yahπ₯
Keep strong alle πͺπͺ
π»π» Jangan lupa klik segi lima dibawah yah tayang tayang π»π»
π·π· Jangan lupa juga buat follow akun author π·π·
__ADS_1
Laffyouall β₯οΈ