
Don't forget to vote and comment yah guysss
Jangan lupa bahagia:π₯
ββββββββββββ
Alle berjalan pelan menuju kelasnya.
Sekolah terasa asing bagi alle padahal ia tak masuk sekolah baru beberapa bulan.
Entah rezeki apa yang alle dapatkan hingga ia bisa masuk hari ini tentunya karena jurus rayuan maut alle hingga mamah tak tega menahan alle dirumah.
Dan mungkin juga karena hati mamah yang lemah lembut yang jadi faktor utamanya berbeda dengan zean yang berhati batu itu,mau nangis bensin berliter liter juga alle ngk bakal dikasih izin kesekolah.
"Eh!lele?ini beneran elu?kok lu bisa masuk?lu bilang kagak bisa?"Adel langsung berlari kearah alle.
Mereka kaget dengan kehadiran alle yang tiba-tiba itu.
Alle terdiam dan duduk disamping Adel"nah!gini nih!masuk salah ngk masuk salah"alle
"Yaudah lu datangnya tepat waktu banget,hari ini hari pertandingan kak Delvin lawan kak Bayu"Adel kegirangan
"Hmmm, kayaknya lu masuk juga gegara itu kan?huh magnet cinta emang ngk bisa diprediksi yah"Dylan lagi lagi membual tentang cinta.
Alle mendengus kesal,kedua sahabatnya itu tak hentinya mencomblangi ia dan Delvin
"Paan sih?ngk tertarik juga"alle mengekspresikan wajah ogah
Dan tentunya alle mulai melupakan perasaannya seiring berjalannya waktu,dan mungkin karena alle yang jarang sekali berinteraksi dengan Delvin.
Namun tetap saja alle ragu untuk bertemu Delvin, karena bisa saja sewaktu waktu rasa cinta itu tumbuh kembali
"Tuh kan! acaranya udah mulai"Adel yang mendengar aba aba pertanda akan dimulainya pertandingan itu.
"Yuk kesana, keburu ngk ada tempat,lu wajib kudu harus didepan biar kak Delvin semangat"Adel yang menarik tangan alle tanpa perijinan alle.
Alle menarik tangan menolak "Del,,ihh lepasin,gua ngk mau ikut"alle namun karena girangnya Adel sampai tak mendengar itu.
Sampailah mereka di lapangan dan tentunya berada dibarisan paling depan/semakin di depan/
"Tuh kan! panas banget Del,gua ke kelas aja yah,pala gua pusing"alle merasa sangat pusing dan lelah
Mungkin karena lari tadi,alle memang sangat mudah kelelahan sekarang, bahkan saat duduk saja alle Merasa lelah.
Belum lagi hari ini sangat panas"udah ah Jan manja,sini sini ngk usah banyak alesan dah lu Zaskia gotik"Adel menarik alle untuk mendekat padanya.
Para pemain sudah berada di lapangan dengan kegiatan pemanasan mereka.
Terlihat Delvin sangat tampan dan berkarisma dengan setelan baju basketnya,belum lagi wajah rupawan yang dikaruniai untuknya semakin menarik perhatian para penonton khususnya para gadis gadis pengabdi cogant.
Saat sedang melakukan pemanasan mata Delvin menjelajahi penonton berharap seseorang yang ia rindukan akan hadir diantara ratusan penonton itu.
Damn!!!
Jantung Delvin berpacu cepat saat melihat alle dibarisan paling depan sambil menunduk.
Awalnya Delvin mengira ia hanya berhalusinasi mengingat alle yang tak pernah masuk kesekolah namun ia semakin yakin Kalau itu adalah alle saat melihat Adel dan Dylan disekitarnya.
__ADS_1
Tanpa ragu lagi Delvin berjalan cepat menuju alle,ia merindukan gadis itu sungguh!ia ingin mendekapnya secepatnya.
Alle tak menyadari kedatangan Delvin karena ia sibuk menunduk menahan sakit dikepalanya dan menghindari panas menyengat dari matahari.
Greb,,,
Sebuah dekapan kekar dapat alle rasakan.
Alle ingat dengan hangatnya dekapan ini,alle ingat dengan aroma seseorang yang sedang memeluknya ini.
"Syukurlah,,, penyemangat gua akhirnya datang juga,makasih"
Juga suara ini!!!alle mengenalinya dengan jelas.
Alle terdiam mematung,bahkan ia sesekali menahan nafas.
Alle ingin melepaskan pelukan itu dengan tegas,tapi alle tak ingin mempermalukan Delvin karena alle tau saat ini pasti banyak pasang mata yang menonton mereka.
Delvin pun akhirnya melepas dekapan itu,alle menunduk tak mau bertemu mata dengan Delvin"makasih udah datang dukung gua"Delvin mengelus surai hitam alle.
Adel pun bertepuk kegirangan"akhirnya bisa melepas rindu juga yah kak,alle datang khusus dukung kakak loh"Adel lagi lagi mengarang cerita
Alle mengepal geram mendengar ocehan Adel,ia tak ingin lagi memberi harapan kepada Delvin.
Huh,kalo gua ngk lagi ngandung udah gua hujat lu cadel,gua ngk mau aja anak gua lahir suka ngumpat"batin alle.
"Pokoknya kamu harus nonton pertandingan aku sampai finish"
Cup...
Sebuah kecupan mendarat dipipi mulus alle lalu Delvin berlari kelapangan karena pertandingan aja dimulai segera.
Adel yang melihat itu berteriak histeris dan kegirangan baginya itu adalah adegan paling romantis secara eksklusif
Alle terduduk lesu,ia mulai merasakan berkunang kunang, tenaganya semakin melemah ibarat baterai hape udah 5-6% lagi yang tersisa.
Pertandingan sudah berjalan lama dan Delvin berkali kali memasukkan bola kedalam ring.
Adel dan Dylan sangat excited melihat pertandingan itu,hingga tak sadar kalau alle sudah mulai pucat dan seakan ingin pingsan.
Inilah saat yang mendebarkan bagi para penonton dan para pemain khususnya
Jika Delvin berhasil memasukkan bola kedalam ring maka kemenangan ditangannya.
Delvin dengan pasti mengarahkan bola kedalam ring dannnnn...
"Yeiyyyy"Adel melompat kegirangan menyambut kemenangan Delvin begitupun dengan dylan.
Hingga mereka tak sadar bahwa alle sudah tergeletak lemah dipinggir lapangan.
Kalau saja bukan Delvin yang berlari panik Adel dan Dylan tak akan menyadari itu.
Secepatnya Delvin mengangkat alle untuk memberikan alle pengobatan.
"Lu sih Del!tadi alle udah bilang pusing gitu,masih ae lu paksa,jadi gini kan"Dylan
Adel langsung terlihat kesal"apaan sih lu lan!kok malah nyalain gua?"Adel tak terima disalahkan begitu.
__ADS_1
Bahkan sampai alle sudah ditangani oleh dokter mereka tidak hentinya saling menuding dan menylahkan.
π«π«π«π«π«π«π«π«π«π«π«π«
Alle membuka dan mendapati dirinya tengah berbaring di ranjang rumah sakit.
Alle menatap sekitar dan dikagetkan dengan berdirinya Adel, Dylan dan Delvin disamping ranjangnya,tidak lupa dengan tatapan penuh intimidasi dan interogasi dari ketiga orang tersebut.
Alle perlahan bangkit"Del, kenapa gua disini?"alle
Namun,Adel tidak mengubris itu,malahan Adel menatap alle dengan tatapan penuh curiga dan tersirat rasa kecewa disana.
Alle semakin bingung apa sebenarnya yang terjadi, tatapan Delvin juga begitu menyayat begitu juga Dylan.
Alle jadi teringat dengan kehamilannya,pasti dokter sudah memberitahu semuanya.
Alle merasa gemetar,hal yang paling alle takutkan telah terjadi,ia jadi menyesal telah pingsan tadi.
"Del,dokter bilang apa?"alle kembali bertanya untuk memastikan apakah dugaannya salah atau malah benar.
Adel masih tak mau buka suara,alle pun berinisiatif menanyai Dylan namun Dylan dengan sigap membuang muka,alle menunduk tak berani menatap wajah Delvin apalagi untuk bertanya.
Alle merasa diabaikan,hingga alle pun memutuskan untuk bangkit namun pertanyaan Adel sukses membuat alle semakin gemetar.
"Siapa yang lakuin ini ke elu?"Adel menahan alle.
Alle mematung,ia tak menyangka ternyata mereka sudah mengetahui semuanya.
Adel tak kuasa lagi menahan air matanya,ia rapuh saat tau fakta bahwa alle sahabat yang sudah ia anggap saudara tengah mengandung diusianya yang masih dini bahkan sudah hampir 5 bulan.
Alle masih tak mau menjawab pertanyaan itu,alle masih merasa belum siap menceritakan semuanya
"Hiks,,le jawab gua,jadi ini alasan lu ngomong ngk bisa masuk sekolah untuk beberapa bulan?"Adel sedikit emosi dengan deraian air mata.
"Sabar Del,biarin alle cerita, jangan emosi dulu lu belum tau kejadian yang sebenarnya,kalo lu sahabat alle lu pasti tau siapa alle yang sebenarnya"Dylan memang selalu berpikir logis untuk urusan penting seperti ini.
Adel masih saja tak bisa mengontrol perasaannya"giamana gua bisa tenang lan?gua bingung,gua kaget saat tau alle mengandung"Adel tidak bisa lagi menahan tangisannya.
Delvin sedari tadi hanya diam,dia masih tak percaya mendapati alle gadis yang ia sayangi tengah mengandung.
Alle menarik nafas dalam dalam mungkin inilah saatnya ia harus meluruskan semuanya"okeh,gua bakal jelasin semuanya,jadi pliss jangan salah faham dulu sama gua"alle.
Alle kembali menarik nafas"huh,,"alle lagi lagi menarik nafas, entah kenapa ia sangat berat untuk menceritakan segalanya.
"Gua udah nikah, tepatnya gua dijodohin, karena perusahaan papah bangkrut dan salah satu investor yang tidak akan meminta ganti rugi kalau gua mau nikah sama anaknya,dan kak Delvin,hari dimana aku mutusin kakak, besoknya acara pernikahan langsung diadakan,maaf udah rahasiain ini dari kalian,mungkin kalian juga akan melakukan hal yang sama jika kalian diposisi gua,gua harus bertahan demi papah"alle menjelaskan dengan panjang lebar tidak lupa dengan air mata yang turut mengalir memberitahukan betapa tersiksanya alle.
Adel langsung menarik alle kepelukannya ia merasa bersalah telah salah faham terhadap alle.
Tangis haru kian mereka lepas dengan pelukan hangat.
[Berlanjut]
πΎπΎπΎπΎ
Huuuu akhirnya terbongkar juga kehamilan alle,mana Delvin juga udah tau lagi
Keep strong bebeb Delvin, udahhh putar haluan ke author aja heheheh
__ADS_1
Jangan lupa vote and comment yah guysss,kalo bisa follow author juga:π₯
Laffyouall β₯οΈ