Pernikahan Pedih Ku!!!

Pernikahan Pedih Ku!!!
sulit!!


__ADS_3

Don't forget to vote And comment yah guysss


➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Sudah dua bulan berlalu alle menjalani hari-hari seperti biasanya,berangkat sekolah dan kembali ke apartemen


Dan sudah dua bulan pula delvin berupaya menabur kembali benih cintanya yang sempat gagal mekar kepada alle, padahal alle sangat ingin melupakan perasaannya terhadap Delvin.


Setiap pagi Delvin datang kekelas alle untuk sekedar menanyai kabar dan tebar pesona(•ө•)♡,pada jam istirahat pula Delvin datang membawa makanan padahal tidak pernah mau menerimanya,Delvin mencoba melakukan banyak hal untuk mencoba menarik perhatian alle,alle berkali kali dibuat geram oleh Delvin namun seorang Delvin masih tetap bersikukuh untuk memperjuangkan cintanya itu.


Seperti saat ini alle sudah menolak berkali-kali memakan makanan yang Delvin bawa dari rumah dan terus memaksa alle"Vin,pliss jangan ganggu gua lagi,gua capek sumpah"alle merasa terganggu dengan Delvin meskipun ia sangat menyukai nya namun alle harus membuang rasa itu jauh jauh"ayodong dimakan,mamah udah capek loh buatin buat alle,alle kurusan sekarang jadi harus banyak makan"Delvin membuat suaranya seolah-olah sedang mengajari anak anak dan berusaha membujuk alle


Alle menghempaskan buku yang sedang ia baca,ia benci melihat Delvin yang tak mau mendengarkannya"lu tuh kenapa sih vin?,kita udah ngk ada hubungan jadi pliss berhenti sok peduli,mau gua kurusan atau bahkan mati itu bukan urusan lu"alle berdiri lalu meninggalkan Delvin yang kaget melihat alle yang berbicara demikian


"Gua tau lu ngk niat ngomong gitu,gua ngk tau apa yang buat lu memilih cara ini,tapi liat aja gua ngk bakal nyerah,lu akan tetap jadi milik gua"Delvin dengan senyum sedikit miris dan akhirnya dia sendiri yang memakan bekal bawaannya"masakan mamah memang yang terbaik"sembari mengunyah makanan di mulutnya.


"Gua Luan yah le,Evan jemput gua tuh"Adel berlari meninggalkan alle sambil melambaikan tangan dan dibalas anggukan oleh alle sedangkan Dylan,si rempong itu ada tugas dengan wali kelas, kepercayaan mah beda.


Dan tinggal lah alle berjalan lesu menuju gerbang"malas banget gua pulang,ngeliat muka tuh om om bikin gua enek"alle berjalan murung sambil menendangi batu jalanan"alle,,,mau ngk gua anterin?"ucap seseorang yang membuat alle terlonjak kaget


******* banget ih, ngagetin aja"alle ngumpat dalem ati


Alle melirik dan mendapati Delvin yang sudah memarkirkan motornya disamping alle"ngk usah,makasih"ucap alle dengan hati yang ngk karuan sembari berjalan meninggalkan Delvin


Delvin tentu tak akan semudah itu menyerah kalo kata orang sih"ngk semudah itu bambank"Delvin mengikuti alle dengan berjalan menggiring motornya seirama dengan langkah kaki alle.


Alle mencoba bodo amat dengan Delvin seakan tidak melihat ada Delvin disebelahnya,Delvin tak masalah dengan itu, dengan berjalan beriringan seperti ini saja sudah membuat Delvin senang senyum sumringah terukir disudut bibirnya,baginya lucu melihat alle yang berpura pura tidak menyukai dan menghindarinya,semua orang juga tau kalau alle tidak serius dengan ucapannya jika dilihat dari sikap alle yang kikuk dan tangan bergetarnya.

__ADS_1


Alle merasa Delvin tak ada niatan untuk berhenti berjalan mengikutinya"lu tuh kenapa sih?udah sedeng yah?motor tuh dinaikin bukan diajarin jalan"alle berhenti dan melontarkan kata kata yang ia pikir sedikit kasar agar ia terkesan buruk Dimata Delvin,namun Delvin hanya tersenyum menanggapi ucapannya"mau sampai kapan sih lu gangguin gua?gua ngk butuh lu,asal lu tau aja"alle berbicara sembari menutup matanya,dan apabila alle berbicara sambil menutup mata itu adalah bukti bahwa alle sedang tidak sanggup mengatakannya.


Delvin menatap alle dengan tatapan sendu"tapi entah kenapa gua berpikir seakan lu itu meminta gua buat terus ada disekitar lu, gangguin lu,dan lu seakan butuh gua"Delvin alle mencoba menghilangkan rasa sedih dihatinya mendengar ucapan Delvin barusan"ngk usah ngarang deh lu,berhenti ganggu gua"alle dan Delvin tersenyum lagi"kalo gua ngk mau berhenti gimana dong?"tanya Delvin dengan santainya


Alle menghembuskan nafas kasar,merasa geram dengan Delvin yang bahkan lebih kekanakan dibanding dirinya"serah lu dah,gangguin kang cilok noh sekalian"alle berjalan cepat meninggalkan Delvin namun tetap saja Delvin bisa menyeimbangkan langkah mereka, mereka terlihat seperti anak anak yang sedang adu jalan cepat


Alle sesekali melirik tak suka kearah Delvin yang masih mengikutinya namun Delvin malah membalasnya dengan senyuman


Aduhh ambyarr dah gua,udah juga dijudesin,kak Delvin masih aja baik ke gua,gimana mo move on pemirsah"alle membatin bingung


Gress,,,


Hujan turun secara tiba-tiba,alle melihat sekeliling dia tak menemukan tempat untuk berteduh,alle kepalang tak tau harus bagaimana,namun tiba tiba Delvin memayungi dirinya dengan jaket miliknya lalu menarik alle menuju motornya"dibilangin Bareng bandel sih"Delvin memberikan helm kepada alle,alle awalnya menolak namun mengingat ia tak punya pilihan lain terpaksa ia menaiki motor Delvin.


Alle tak mau memeluk Delvin walaupun hatinya sangat ingin


Delvin menarik tangan alle dan melingkarkannya diperutnya,alle tentu berniat menarik tangannya kembali"diam atau gua cium sekarang"ucap Delvin dengan sigap hingga alle tak berani berkutik


Setidaknya biarkan aku merasa nyaman saat ini"alle membatin meneteskan air matanya karena merindukan delvin


"Vin,turunin gua sini aja,entar juga ada yang bakal jemput gua"alle berbohong tentunya,siapa yang akan menjemputnya? papahnya? impossible lah orang papahnya lagi dirawat,zean?ohh ayolah mereka tidak sedekat itu untuk zean repot repot menjemputnya.


Alle turun dari motornya Delvin dan berjalan menuju halte,alle mengira Delvin akan langsung berangkat meninggalkannya namun ternyata Delvin sudah duduk disampingnya"lu ngapain disini?"alle kaget menyadari kehadiran Delvin yang sudah senyum Pepsodent disampingnya"nemenin lu lah,gua ngk bakal pergi sebelum yang jemput lu datang,kali kali ada kendala nantinya lu bisa nebeng gua"Delvin


Alle mendengus kesal"batu yah lu"alle mengambil hp dari tasnya dan memasang earphone ditelinga nya,mencoba mengabaikan delvin,Delvin tersenyum melihat alle yang berusaha mengabaikannya ia suka melihat alle berada disampingnya walaupun alle sangat berubah jauh dari beberapa hari yang lalu,walau alle seakan berusaha membencinya Delvin tak akan menyerah.


Delvin mendekat kearah alle dan menarik satu earphone ditelinga alle lalu meletakkannya di telinganya, tentunya jarak diantara mereka kian menipis,alle merasa goyah,hatinya berdebar,bergetar tak karuan karena ini adalah salah satu impiannya dahulu mendengarkan musik berdua dengan Delvin.

__ADS_1


Alle menunduk pertahanannya runtuh seiring air mata yang kian menderas,alle merasa bersalah dengan Delvin,ia tau ia sangat jahat karena itu ia sangat ingin Delvin membencinya karena Delvin berhak mendapatkan gadis yang jauh lebih baik dari alle.


Delvin tau alle menagis karena ia dapat melihat itu dari bahu alle yang bergetar"alle,gua ngk tau apa masalah yang sedang lu hadapi sekarang,gua harap lu mau terbuka sama gua,kita cari solusinya bersama"Delvin menepuk pundak alle dengan lembut


Alle menghadap delvin"kalo lu mau bantu gua, pliss Vin lu jauhin gua"alle dengan butir air mata yang kian menjadi-jadi,Delvin hancur melihatnya,Delvin ingin menjadi tempat bersandar alle dikala terpuruk begini,Delvin ingin menjadi teman alle berjuang melawan masalah yang sedang alle jalani ini bukan malah menjauh"maafin gua,kalau untuk ngejauhin lu gua ngk bisa, karena gua bakal buat lu balik lagi ke gua bagaimana pun caranya"Delvin menatap alle dengan serius.


"Gua tau perasaan lu alle,gua bisa liat itu dari sorotan mata lu,dan gua juga masih memiliki rasa yang sama kayak lu,jadi jangan larang gua buat berjuang demi cinta gua"Delvin alle tersenyum miring mendengar kata-kata Delvin"lu salah Vin, perasaan gua udah gua buang jauh jauh dan gua harap lu juga ngelakuin hal yang sama,gua mohon dengan sangat Vin,jauhin gua,berhenti gangguin gua"alle masih mencoba menyuruh Delvin menjauh darinya"gua ngk bisa,ah lebih tepatnya gua ngk mau"Delvin


Alle geram,alle tak tau lagi bagaimana cara menyikapi kekeras kepalaan Delvin"serah lu"alle berdiri meninggalkan Delvin menembus hujan hujan yang sangat lebat itu,kalo alle mermaid mah udah jadi mermaid dia terus dikerumuni warga setempat tapi sayangnya enggak wkwk


Delvin mengejar alle"lu Gilak apa?ini sama aja lu nyari mati"Delvin teriak dibawah hujan"yah bagus dong,biar lu puas,mungkin gua harus mati dulu biar lu berenti ganggu gua"alle juga balas teriak lalu berjalan meninggalkan Delvin


Delvin lagi lagi mengejar alle dan menarik alle kedalam pelukannya"alle,gua mohon jangan seperti ini"alle memberontak dalam pelukan Delvin dengan tangisan pecah"gua mau mati hikss,, biarin gua pergi,gua capek hikss"alle memukul dada Delvin dengan keras"pliss,,jangan begini"Delvin mengelus rambut basah alle


Alle melepas paksa pelukan Delvin"pliss Jan kejar gua,gua butuh waktu sendiri"alle berlari cepat meninggalkan Delvin yang menatapnya dengan sendu.


[Berlanjut]


🌾🌾🌾🌾


Hadeuhh kalo lu ngk mau sama Delvin lagi udahh kasih ke gua aja deh wkwkwk


Makin akwqrd yah guyss


Sorry😣


Apa pendapat kalian tentang part ini? please tell me 😉

__ADS_1


-01$opiakim


__ADS_2