
...Don't forget vote and comment ya guys...
...➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖...
Alle masih menunduk malu karna sudah salah faham dengan Delvin dan gadis yg bernama Rena itu.
"Gimana dong Alle,kok pertanyaan kakak yang tadi digantung Mulu ngk mau dijawab nih ceritanya?"Delvin ,Alle yang mendengar itu masih menunduk malu.
"Alle mau kak,"ucap Alle dengan pelan dan terasa canggung,namun Delvin dengan sangat jelas dapat mendengar itu.
"Apa?Alle ngomong apaan?aku ngk denger."Delvin dengan menekankan kata AKU dalam ucapannya tentunya Alle semakin merona malu.
Aaaa itu kak Delvin ngomong aku barusan?ini mimpi ngk sih?
"Tanpa Alle jawab kakak pasti tau kak,Alle malu."Alle menutup wajahnya dengan tangannya pertanda ia sangat malu sekarang.
Delvin mendecih kecewa"Yahhh ngk asyik ah,ngk resmi dong kalo Alle ngk jawab langsung."Delvin sembari dengan gaya manja seolah anak anak yg kecewa ngk jadi dibeliin mainan.
Alle yang melihat itu tersenyum kikuk ,pasalnya Delvin yang selama ini begitu cool dan gentle Dimata Alle bersikap manja didepannya,Alle tak terbiasa tentunya.
Delvin pun berjongkok didepan Alle sembari memegang tangan Alle dengan lembut.
"Yaudah mungkin tadi kurang ngena,aku ulangi lagi tapi janji dijawab yah?"Delvin sambil menunggu respon Alle.
Alle mengangguk mengiyakan dengan wajah masih merona malu.
"ALLE QUENSYI AFRA,maukah kamu menjadi orang yang mengisi kesepian jiwa ini,dan menjadi orang yang ada dalam susah dan senang ku nantinya?and Can I be your boyfriend?"delvin lalu menyodorkan bunga dan kotak berisi kalung yg ia dan Rena pilih semalam.
Alle mengangguk dengan air mata penuh haru,ini tangisan bahagia,bagi Alle ini masih terasa seperti mimpi dan kalaupun ini mimpi Alle berharap tidak bangun untuk selamanya.
"Hiks,,alle mau kak hiks,,"Alle menangis dan meraih bunga dan kotak itu.
Delvin beralih duduk disamping Alle dengan senyum yang lebih indah dibanding senyum yang selama ini ia tunjukkan,ia menarik Alle kepelukannya membiarkan Alle menangis didada bidangnya.
"Aduhh cengeng banget sih,cup cup cup."ucapnya mengelus lembut punggung Alle dengan gemas.
Alle masih menangis"Hikss,,Alle bahagia banget kak,ini tuh kayak mimpi buat Alle,Alle hampir tak percaya semua ini kak."Alle bahkan sampai sesegukan.
Delvin yang melihat itu tersenyum.
"Yaudah sini aku pakein kalungnya biar cantiknya nambah."
__ADS_1
Alle hanya diam saat Delvin memasang kalung dileher jenjangnya,Alle sangat bersyukur dengan semua ini ternyata penantiannya sudah berakhir sekarang.
...➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖...
Alle kembali kerumah dengan perasaan berbunga,senyum tidak pernah sirna dari wajah cantiknya,serasa dunia adalah surga saat ini,ia memasuki rumah dengan penuh semangat namun rumah masih terasa sepi dan gelap, padahal ini sudah jam 6 lewat.
Alle terlambat pulang karna tadi sempat jalan-jalan dengan Delvin untuk sekedar memberi tahu dunia kalau kini mereka tengah berpacaran.
Alle berjalan menuju kamarnya dengan perlahan,namun langkahnya terhenti setelah melihat sosok papahnya tergeletak dengan berkas yang sudah berserak entah berantah.
Alle langsung berlari panik menuju papahnya"Pah bangun pah,papah kenapa?"Alle mencoba membangunkan papahnya namun hasilnya nihil.
Alle sangat khawatir sekarang,air matanya mengalir deras,Alle harus apa sekarang?Alle tak punya siapa siapa untuk mengadu.
"Oh iya alle harus cepet cari bantuan."alle berlari keluar rumah dengan kaos kakinya tanpa mengenakan sepatu.
Rumah Alle tidak terlalu jauh dari jalan raya namun tetap saja karena kepanikan Alle jalan terasa jauh baginya.
"Pak pak tolong saya."ucap Alle mencoba menghentikan beberapa taksi yang lewat,namun tak satupun taksi yang singgah,Alle semakin frustasi,Alle menyesal saat papahnya menyuruh dia untuk belajar mengendarai mobil.
Alle masih tak menyerah ia berusaha mendapatkan pertolongan,nyawa papahnya dalam bahaya sekarang.
"Hiks,,,aduh kok ngk ada taksi yg mau singgah sih?"Alle seakan gila sekarang.
Dengan penuh rasa sedih Alle akhirnya berhasil membujuk orang itu, mereka kemudian membawa papahnya Alle menuju rumah sakit terdekat, setelah itu pemuda tadi langsung berlalu begitu saja,Alle bahkan belum sempat berterimakasih kepadanya.
Alle tak henti-hentinya mondar-mandir didepan ruang inap papahnya,bahkan udah sampe jam 12 begini belum ada kabar dari dokter,apa separah itu?sampai berjam-jam begini dokter belum selesai menangani papahnya Alle
Setau Alle papahnya tidak memiliki penyakit apapun,tapi Alle juga kurang yakin ditengah padatnya jadwal papahnya,Alle khawatir papahnya kurang memperhatikan kesehatannya.
Saking lelahnya menunggu sambil mondar-mandir Alle akhirnya terlelap tanpa sadar dibangku tunggu,masih dengan seragam sekolah dan kaos kakinya yg terlihat robek sedikit,Alle lelah,terlihat dari wajahnya yg tertidur tidak tenang.
...🔔I don't wanna be somebody...
...Just wanna be me be me...
...I wanna be me me me🔔...
Suara hape Alle berdering,sehingga membangunkan sang empu,dia langsung panik dan menjawab telepon dengan segera.
"Oii lele Aer, kemana aja lu?gua kerumah lu b*go,lunya ngk ada, sementang udah jadian lu nyombong nih,nackal sekarang,pulang telat gitu?"itu Dylan dengan suara khas buk RT kalo lagi arisan.
__ADS_1
Alle diam tak bergeming,Alle bahkan sempat lupa kebahagiaan dirinya hari ini bisa mendapatkan delvin, karna ayahnya.
"Iiii jawab bege,kasih tau gua lu dimana sekarang,udah tengah malam masih juga belum balik lu,nanti papah lu nanyain gua,gua jawab apaan?"Dylan masih lanjut dengan ritual ngerocosnya.
Alle menangis mendengar ucapan Dylan,ini semua salah Alle, kalau saja tadi Alle cepat pulang pasti papahnya ngk bakal separah ini.
"Hiks,,,lan,hikss,,papah ,,papah masuk rumah sakit. "tangis Alle pecah.
Terdengar dari seberang telepon Dylan terkejut karena ucapan alle tadi.
"Hah?What?Apa?terus dimana sekarang?"Dylan heboh sendiri mendapat kabar mengerikan ini, pasalnya Alle ngk punya keluarga lain lagi. so,pasti Alle sendirian disana belum lagi Alle itu aslinya cengeng banget.
Alle masih terisak"Hiks,, dijalan merak hikss,,RS bersama,gua takut lan hiks."Alle masih dengan sesak di dadanya.
"Lu tenang dulu yah,gua pamit dulu kerumah terus jemput Adel,kita bakal nyusul lu kesana,lu jangan nangis,lu b*go kalo nangis."ucap Dylan langsung mematikan sambungan.
mungkin saat ini Dylan sedang berkendara layaknya orang kesetanan karena khawatir dengan sahabat nya itu.
Alle masih menangis bahkan semakin larut dalam kesedihannya,ia khawatir fakta apa yang akan ia dapat jika dokter datang menemuinya,namun ia juga semakin takut sampai kini dokter belum juga keluar,itu menunjukkan kalau sakit yg diderita papahnya Alle bukanlah main main.
Alle ingat betul saat ini,saat dimana ia pernah duduk dikursi tunggu rumah sakit,namun kali ini beda,Alle sendiri tanpa papahnya disampingnya menenangkan resah hatinya,namun sekarang yg ditunggu adalah papahnya.
"Pahh,,alle mohon bertahanlah,ingat papah masih punya banyak janji dengan alle,mari hidup bersama lebih lama hiks."Alle bergumam sambil terisak pilu.
Bagaimana Alle tak takut ia sudah kehilangan mamahnya dan sekarang Alle hampir kehilangan papahnya.
"Le ,udah gimana?dokter belum keluar?"Dylan dan Adel yang berlari tergesa-gesa kearah Alle .
Alle dapat melihat wajah khawatir kedua sahabatnya itu,namun ia hanya bisa terisak.
Alle menggeleng"Hikss,,,gua takut hiks,,"Alle menangis sejadi jadinya,tidak peduli ini sudah larut malam dan pasien lain akan terganggu dengan suara tangisannya.
"sstth,, tenang dulu le,kita doain yg terbaik buat om."Adel memeluk Alle mencoba menyalurkan kekuatan dan seakan memberi tahu bahwa Alle tidak sendirian.
Alle masih menangis ,bagi Alle semua ini sangatlah mendadak dan tentunya untuk anak gadis seumurannya yang masih membutuhkan banyak perhatian dan kasih sayang ini sangatlah susah untuk dijalani.
"Udah la le,lu mau tiba tiba om sadar terus liat wajah jelek lu?lu mau bikin om drop lagi?jangan egois ,lu kira dengan lu nangis gini om bakal sembuh, setidaknya jangan nambah masalah dengan lu nangis gini terus yg ada lu malah jatuh sakit"Dylan ngomong panjang lebar dengan gaya manlynya,oh WOW baru kali ini si Dylan ada jiwa lakinya,kalo saja saat ini Alle tidak sedang berduka mungkin Alle sudah meledek Dylan habis habisan.
Alle yang mendengar ceramah singkat Dylan pun berangsur tenang,memang yg dikatakan Dylan benar adanya,Alle harus kuat kalau bukan Alle siapa lagi yang akan merawat dan menjaga papahnya.
...Tbc_...
__ADS_1
Baru jadian juga udah dapet problem lagi?alle alle masalah kek caper banget yah sama lu😅🤭
@01sopiakim