
"Cupu, mana makanan gue. " ucap perempuan bernama Jessica kepada seorang gadis bernama Aluna Reina.
"Hay perkenalkan nama aku Aluna Reina, meskipun aku memiliki nama mereka tetap memanggilku dengan sebutan CUPU. Aku dari keluarga sederhana aku dua bersodara, aku anak kedua aku memiliki seorang Abang yang tampan dan pintar. Aku bersekolah di SMA 2 Jakarta, sedangkan Abangku sudah kuliah dia berkuliah di universitas ternama di Jakarta. Dia bernama Dimas Garcia, dia cukup populer di Universitas tidak seperti aku. Aku selalu mendapatkan perilaku buruk oleh teman-temanku disekolah aku tidak memberi tahu itu kepada kedua orang tuaku dan Abangku karena aku tidak ingin membuat mereka khwatir. Perempuan mana yang tidak ingin memiliki wajah yang cantik, semua perempuan menginginkan wajah yang cantik dan kulit putih tapi mereka selalu mengatakan bahwa aku ini tidak seperti seorang perempuan pada umumnya wajahku lebih menyerupai seorang MONSTER. Tidak hanya disekolah aku mendapatkan perilaku buruk tapi dirumah tetangga-tetanggaku juga selalu membanding-bandingkan anak mereka denganku, bukan permintaanku untuk telahir menjadi jelek tapi apa salahnya kalau aku ini jelek bukankan aku juga manusia aku ingin dihargai, dicintai dan disukai oleh semua orang apa wajah cantik menjadi patokannya untuk melangsungkan hidup. Mereka selalu mempermainkanku layaknya seorang binatang bukan sebagai manusia, aku sangat menginginkan wajah cantik agar aku bisa disukai dan juga digemari oleh semua orang. "
"Lo dari mana aja, gua kelaperan gara-gara lo. "ucap Jessica marah kepada Aluna.
" Ma-af Jes, tadi antri dikantin. "ucap Aluna ketakutan pada Jessica.
" Gak usah banyak alesan, mana makanan gue. "ucap Jessica.
Aluna memberikan makan yang dipesan oleh Jessica, karena kesal kepada Aluna Jessica mengambil makanan yang ia pesan dan dia menumpahkan makanan itu diatas kepala Aluna. Padahal makanan itu baru saja dibeli oleh Aluna, banyak orang yang menyaksikan kejadian itu tapi mereka tidak perduli kepada Aluna justru mereka menikmati pemandangan itu. Jessica adalah anak kepala sekolah sebab itu semua orang harus mengikuti apa yang dia perintahkan jika tidak orang yang membantah perintahnya dia anak menjadi seperti Aluna dan juga Jessica bisa membuat orang itu diberhentikan dari sekolah.
Jessica dan gengnya tertawa terbahak-bahak melihat Aluna yang dihiasi makanan diatas kepalanya, dengan kasar Jessica menendang Aluna membuat Aluna tersungkur. Anak-anak yang ada disana tertawa puas melihat itu, Aluna menahan air matanya karena dia tidak ingin dianggap lemah oleh mereka. Aluna berdiri dan langsung pergi dari kantin Aluna mengalami luka dibagian lututnya, Aluna sudah biasa mendapat perlakuan seperti itu dari Jessica.
*****
"Assalamu'alaikum buk, Luna pulang. " ucap Aluna yang baru pulang sekolah.
__ADS_1
"Walaikumsalam, mandi dulu habis itu makan Lun. " ucap Dewi ibu Aluna.
"Iya buk. " ucap Aluna lalu berjalan ke kamarnya.
"Assalamu'alaikum buk, Abang pulang. " ucap ucap Dimas Abang Aluna.
"Walaikumsalam, mandi dulu habis itu makan bang. " ucap Dewi kepada anak sulungnya.
"Owh iya buk, ngomong-ngomong Luna dah pulang buk?"ucap Dimas kepada ibunya menanyakan Aluna.
" Udah emang kenapa? "ucap Dewi kepada Dimas.
Malam harinya dimeja makan.....
" Gimana sekolah kamu Lun lancar kan? "ucap Herman bertanya dengan anak bungsunya Aluna.
" Alhamdulillah lancar Yah, emang kenapa Yah? "ucap Aluna.
__ADS_1
" Gak papa mereka baikan sama kamu? "ucap Herman menanyakan soal teman-temannya disekolah.
" Baik ko Yah. "ucap Aluna berbohong.
" Andai kalian tau yang sebenarnya, kalian gak akan mungkin bilang mereka baik ke aku. "batin Aluna.
Dimas melihat raut wajah Aluna sedikit berbeda dengan sebelumnya, sebelum Ayahnya menanyakan soal itu saat sedang memperhatikan Aluna Dimas terkejut melihat lutut Aluna yang dibalut Hansaplast.
" Kakimu kenapa Lun? "ucap Dimas kepada Aluna.
" O-wh ini, tadi aku jatuh ditangga sekolah. "ucap Aluna berbohong kepada Abangnya.
" Serius, kamu gak bohong kan sama Abang? "ucap Dimas memastikan.
" I-ya, ngapain aku bohong sama Abang. "ucap Aluna tertawa agar Dimas mempercayai perkataannya.
" Lain kali hati-hati. "ucap Dimas.
__ADS_1
" Iya Abangku. "ucap Aluna.
Ibu dan Ayah Aluna, tersenyum karena melihat mereka berdua karena mereka sangat menyayangi satu sama lain. Mereka berdualah penyemangat mereka berdua.