
Keesokan harinya.....
"Bay, nihh seragam kamu." ucap Aluna memberikan seragam Bayu yang ia cuci.
Tanpa mengucapkan apa-apa Bayu mengambil seragamnya lalu pergi begitu saja, walaupun begitu Aluna tidak akan putus asa untuk terus mencintai Bayu. Karena Bayu laki-laki pertama yang membuatnya mengerti tentang cinta, hari ini Bayu ada lomba basket Aluna yang mendengar Bayu akan bermain ia langsung pergi ke lapangan untuk mendukung Bayu.
Jessica dan teman-temannya sudah sampai di lapangan lebih dahulu untuk memberi Bayu support, Aluna datang ke lapangan membawa air mineral dan handuk untuk Bayu.
"Ehh cupu, lo ngapain kesini ngerusak pemandangan tau gak." ucap Jessica mendatangi Aluna.
"Aku cuma mau liat Bayu, main basket Jes." ucap Aluna membuat Jessica dan teman-temannya tertawa.
"Apa gue gak salah denger nihh, lo kesini mau liat Bayu main basket. Harusnya lo sadar diri lo itu jelek yang ada, Bayu bakal kalah kalo lo yang support." ucap Jessica lalu tertawa.
Aluna hanya bisa diam saja Jessica mengatakan itu, Jessica melihat ditangan Aluna dia membawa air dan handuk Jessica memiliki ide Jessica mengambil air mineral dari tangan Aluna lalu dia menyiram Aluna menggunakan air itu. Semua orang menyaksikan itu termasuk Bayu dan teman-temannya, mereka semua yang melihat hanya diam saja karena membantu Aluna membuang-buang waktu saja bagi mereka.
__ADS_1
"Harusnya lo sadar posisi, lo itu gak pantes buat suka sama Bayu." ucap Jessica mengusap-ucap kepala Aluna dengan kasar.
"Sebenarnya salah aku apa Jes sama kamu?" ucap Aluna bertanya apa kesalahannya pada Jessica.
"Salah lo itu, karena lo itu hidup." ucap Jessica lalu tertawa.
Hati Aluna terasa sesak mendengar perkataan Jessica barusan, tanpa sadar Aluna meneteskan air matanya bukannya merasa bersalah kepada Aluna Jessica malah tertawa bersama teman-temannya.
"Lihat dehh si cupu nangis, gue ngerasa bersalah." ucap Jessica tertawa.
Aluna berlari sekencang mungkin meninggalkan lapangan, air matanya mengalir dengan derasnya membasahi pipinya Aluna belari ke perpustakaan dia menumpahkan segala kesedihannya disana. Aluna menangis terisak di perpustakaan, Jessica begitu teganya mengatakan apa yang seharusnya tidak dikatakan padanya tapi apalah daya Aluna dia hanya bisa menangis saja.
"Jes, apa ini gak keterlaluan banget."ucap Riska kepada Jessica.
" Lo santai aja, dia gak mungkin ngelaporin kita lo tenang aja."ucap Jessica.
__ADS_1
"Tapi gue yang bakal bantu Aluna, buat ngelaporin lo Jes." batin perempuan itu.
"Gila Jessica sadis banget, sama tu cewek." ucap Rio.
"Biasa aja kali, gue dah sering liat Jessica bully tu cewek." ucap Dion kepada Rio.
"Tapi gue rasa, Jessica udah keterlaluan ngelakuin itu ke Aluna." ucap Dellon yang salah satu dari mereka bertiga yang merasa iba kepada Aluna.
"Siapa yang perduli, lagian lo ngapain belain si cupu jangan-jangan lo suka lagi sama tu cewek cupu?"ucap Rio yang asal menebak.
" Gue gak suka, cuma gue perduli aja sama Aluna."ucap Dellon kepada teman-temannya.
*****
Aluna menangis terlalu lama membuatnya lelah lalu ia tertidur di perpustakaan, semua siswa-siswi sudah pulang dua jam yang lalu. Semua lampu disekolah sudah dimatikan termasuk di perpustakaan, kebetulan sore itu hujan deras Aluna terbangun dari tidurnya karena kedinginan.
__ADS_1